Kumpulan Berita Hasil UN Tahun 2011 SMA, SMK, dan MA (5)


mendiknas

mendiknas

Jakarta

Pada pelaksanaan ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2011 ini terdapat 11.443 siswa yang tidak lulus. Dari jumlah tersebut ada lima SMA yang tingkat kelulusan siswanya nol persen.

Kelima SMA tersebut yakni SMA Abadi di Jakarta Utara (7 siswa), SMAN 3 Kabupaten Semeulue NAD (26 siswa), MA Nurul Ikhlas Kabupaten Tanjung Jabung Jambi (2 siswa), SMA LKMD Klan Darat Kabupaten Seram Timur Maluku (48 siswa), dan SMAN Urei Fasei Kabupaten Waropen Papua (64 siswa).

Terhadap hal ini, pihak Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) melakukan analisis untuk mengetahui secara mendalam apa penyebab ketidaklulusan tersebut.

Demikian disampaikan oleh Menteri Pendidikan Nasional M Nuh kepada wartawan di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (20/5/2011). Dari hasil analisis, pihak Kemendiknas mencoba mencari solusi dengan melakukan upaya intervensi langsung untuk perbaikan sekolah tersebut. Hal ini tentunya akan dilakukan sesuai dengan karakteristik masing-masing sekolah.

Dilihat dari karakteristiknya, SMA Abadi yang telah berdiri sejak tahun 1986 ini hanya memiliki total 11 siswa saja, dimana 7 siswa diantaranya kelas XII yang kemarin mengikuti UN. SMA yang tidak memiliki laboratorium dan perpustakaan ini juga hanya memiliki 9 orang guru tanpa sertifikasi.

“Bisa dilakukan merger dengan SMA terdekat. Meski kewenangannya ada di pemerintah provinsi, tapi pandangan dari pemerintah juga bisa digabungkan,” jelas Nuh.

Kemudian MA Nurul Ikhlas di Kabupaten Tanjung Jabung, Jambi diketahui dari karakteristiknya bahwa sekolah ini tidak memiliki akreditasi meskipun telah berdiri sejak tahun 1989. Sekolah ini hanya memiliki total 14 siswa, dengan rincian kelas X sebanyak 5 siswa, kelas XI sebanyak 7 siswam dan kelas XII sebanyak 2 siswa.

Dengan jumlah guru 13 orang, hanya 1 orang guru yakni sang Kepala Sekolah saja yang memiliki sertifikasi guru. Selain itu, sekolah ini juga diketahui memiliki laboratorium namun tidak berfungsi. Kemudian tidak ada perpustakaan di sekolah ini.

Dikatakan Nuh, salah satu intervensi perbaikan yang bisa dilakukan terhadap sekolah ini adalah dengan melakukan merger dengan SMA atau MA terdekat.

Selanjutnya, SMA LKMD Klan Darat di Kabupaten Seram Timur, Maluku memiliki karakteristik berbeda dengan 2 sekolah sebelumnya. SMA yang telah berdiri sejak 2003 ini memiliki akreditasi A dan juga jumlah murid yang memadai, dimana total murid 160 siswa dan terdapat 49 siswa kelas XII.

Namun dari sisi pengajar, SMA ini hanya memiliki 7 orang guru. Dimana 6 orang guru dan seorang Kepala Sekolahnya bukanlah sarjana. Selain itu, ketujuh guru tersebut juga tidak memiliki sertifikasi guru. Ditambah tidak adanya laboratorium dan perpustakaan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Dari sisi partisipan memadai, tapi dari sisi pengajar belum,” ucapnya.

Menurut Nuh, intervensi perbaikan yang bisa dijadikan solusi bagi SMA ini adalah dengan melakukan pembangunan laboratorium, pembangunan perpustakaan, pembangunan ruang kelas baru, peningkatan kualitas guru dan sertifikasi guru.

Kemudian, SMAN Urei Fasei di Kabupaten Waropen, Papua yang baru berdiri tahun 2008 ini diketahui memiliki total 123 siswa. Dimana terdapat 66 siswa kelas XII, dengan rincian 21 siswa kelas IPA dan 45 siswa kelas IPS.

Dimana jumlah gurunya yakni 16 orang guru tetap dan 9 orang guru tidak tetap. Namun hanya 1 orang guru saja yang memiliki sertifikasi, dan 1 orang guru diketahui berpendidikan di bawah S1. Selain itu, sekolah ini juga tidak memiliki laboratorium dan perpustakaan memadai.

“Siswa memadai, tapi fasilitas tidak ada. Kita bisa membayangkan bagaimana kelas IPA tanpa adanya laboratorium. Ini fakta lapangan,” ujar Nuh.

Untuk sekolah ini, Nuh menuturkan intervensi perbaikan yang bisa dilakukan yakni pembangunan laboratorium dan perpustakaan, serta sertifikasi guru.

Yogyakarta

Atik Fajaryani (17) siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bantul berhasil meraih nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) se-Indonesia. Nilai rata-rata yang diraihnya 9,60. Dua mata pelajaran yakni Matematika dan Bahasa Inggris diraih Atik dengan nilai sempurna yakni 10.

Kepala Sekolah SMKN I Bantul, Endang Suryaningsih mengaku kaget dan bangga ketika pengumuman kelulusan pada hari Senin 16 Mei kemarin, Atik Fajaryani siswi jurusan Akuntansi dinyatakan lulus dengan nilai tertinggi untuk hasil UN se-Indonesia. Asisten Mendiknas juga sudah menghubungi sekolah untuk memberitahukan hal tersebut.

“Tidak hanya sekolah kami saja yang bangga, tapi banyak pihak yang bangga atas prestasi yang diaraih anak didik kami,” kata Endang, Kamis (19/6/2011).

Menurut dia, Atik merupakan salah satu siswi yang pandai di sekolah. Setiap tahun dia terus menduduki ranking satu di kelas. “Anaknya memang rajin dan pandai. Itu terlihat dari hasil rapor dan laporan dari guru dan wali kelas,” katanya.

Endang mengatakan saat ini sudah ada beberapa pihak yang menawarkan bea siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi kepada Atik. Dia berencana melanjutkan kuliah di jurusan akuntasi di perguruan tinggi negeri di Yogyakarta.

Menurut Endang, Atik lahir di Bantul 13 Juni 1993. Dia merupakan anak ke empat atau anak bungsu dari empat bersaudara. Orangtuanya bernama Sambudi yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani. Atik bersama orangtuanya tinggal di Dusun Gandekan Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan Bantul atau sekitar 7 kilometer arah barat SMKN 1 Jetis Bantul.

“Kami senang bila Atik bisa melanjutkan kuliah dengan bantuan bea siswa yang bakal diterima dari berbagai pihak itu,” pungkas dia.

2 Tanggapan

  1. kuliah makin mahal aja.. yang penting anaknya rajin membaca.. maka kuliahpun bisa di mana saja..
    http://alivfaizalmuhammad.wordpress.com

    Suka

  2. setiap un banyak berita kesedihan disemua pihak baik siswa yang gagal maupun guru mapel yang mapelnya gagga, tapi benarkah ini kegagalan mutlak siswa natau guru ..? coba tolong tinjau ulang buku-buku yang beredar dimasyarakat disitu banyak materi yang antara buku satu dengan yang lain berbeda pendapat hal ini membingungkan guru dan siswa mana yang benar…., guru mau mengacu pada soal Un tetapi tidak pernah ada kunci jawab, kalo bisa tolong di muat di media untuk kunci jawab setiap mselesai Un ,makasih atas perhatiannya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: