Kumpulan Berita Hasil UN Tahun 2011 SMA, SMK, dan MA (4)


MEDAN
Persentase kelulusan Ujian Nasional siswa SMA dan MA di Sumatera Utara tahun ajaran 2010/2011 ini mencapai 99,79 persen, jumlah tersebut melampaui persentase kelulusan secara nasional 99,23 persen.

“Tingginya persentase kelulusan siswa kita tentunya tidak terlepas dari peran serta semua pihak, baik dinas pendidikan, sekolah, guru maupun siswa sendiri yang jauh-jauh hari telah menyiapkan diri menghadapi UN,” kata Ketua Panitia Ujian Nasional Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Ilyas Sitorus, di Medan, Senin.

Tahun ajaran 2010/2011 ini, ujian nasional tingkat SMA dan MA di Sumut diikuti sebanyak 116.918 peserta dari 33 kabupaten/kota di daerah itu. Dari jumlah itu, siswa yang lulus sebanyak 116.676 persen atau mencapai 99,79 persen, sedangkan yang tidak lulus sebanyak 242 orang atau 0,21 persen
Tingkat kelulusan tersebut melampaui persentase tingkat kelulusan secara nasional yakni 99,23 persen dari 1.463.135 peserta. Peserta yang tidak lulus secara nasional sebanyak 11.337 peserta atau 0,77 persen.

Sementara jika dilihat dari per program studi, tingkat kelulusan di Sumut juga diatas rata-rata nasional. Misalnya untuk Program Bahasa, tingkat kelulusan mencapai 100 persen dari 116 peserta, sementara untuk tingkat kelulusan secara nasional mencapai 89,62 persen dari 34.392 peserta.

Untuk program IPA, dari 62.331 peserta UN tingkat SMA/MA di Sumut, yang lulus sebanyak 62.257 orang atau 99,88 persen. Sementara untuk tingkat nasional tingkat kelulusan mencapai 99,70 persen dari 628.495 peserta.

Pada program IPS, tingkat kelulusan di Sumut mencapai 99,69 persen dari 54.309 peserta, sementara secara nasional tingkat kelulusan mencapai 98,89 persen dari 791.466 peserta.

Untuk program keagamaan dari 162 peserta semuanya dinyatakan lulus atau 100 persen, sementara secara nasional tingkat kelulusan 98,04 persen dari 8.782 peserta.

Tingginya persentase tingkat kelulusan siswa di Sumut juga terjadi pada siswa SMK yakni mencapai 99,57 persen dari 67.202 peserta atau yang tidak lulus 224 siswa (0,33 persen). Sementara secara nasional untuk tingkat SMK, kelulusan sebesar 99,51 persen dari 942.698 peserta atau yang tidak lulus 4.655 (0,49 persen).

“Jika melihat data tersebut, tingkat kelulusan siswa SMA/MA dan SMK di Sumut tahun ini sudah di atas rata-rata dari kelulusan tingkat nasional,” katanya.
Pengamat pendidikan Universitas Sumatera Utara (USU), Zulnaidi MHum, mengatakan, meningkatnya persentase kelulusan siswa SMA/MA dan SMK di Sumut tahun ini pantas diapresiasi oleh semua pihak.

Peningkatan tersebut tentunya tidak terlepas dari peran semua pihak, apalagi tahun ini kelulusan tidak hanya ditentukan oleh nilai UN semata, namun juga dari nilai ujian sekolah dengan perbandingan 60:40.

“Meski demikian, tentunya kita tidak dapat terlena. Ke depan tingkat kelulusan kita harus bisa lebih baik lagi dari tahun ini,” katanya.

CIREBON

Seluruh siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kota Cirebon berhasil lulus dalam ujian nasional (UN) tahun ini. Bahkan, tercatat ada ribuan siswa yang memperoleh nilai sepuluh.

Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Anwar Sanusi, menjelaskan, jumlah siswa SMA/SMK yang mengikuti UN tahun ini mencapai 6.496 siswa. Dari jumlah tersebut, tingkat kelulusan siswa SMA mencapai 100 persen. Sedangkan, tingkat kelulusan siswa SMK sebesar 99,96 persen.

‘’Hasil UN tahun ini memang tinggi,’’ ujar Anwar.

Anwar menambahkan, selain memperoleh tingkat kelulusan yang tinggi, para siswa SMA/SMK juga banyak yang meraih nilai sepuluh. Dia menyebutkan, siswa SMA yang memperoleh nilai sepuluh mencapai 1.043 siswa. Sementara di tingkat SMK, siswa yang mendapatkan nilai sepuluh sebanyak 48 anak.

Anwar mengungkapkan, prosentase hasil UN tahun ini juga jauh lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Dia mengatakan, prosentase kelulusan SMA pada tahun pelajaran 2009/2010 hanya 98,40 persen. Sedangkan, kelulusan SMK sebesar 96,82 persen.

Kudus

SMA Negeri 1 Kudus, Jawa Tengah, meraih nilai ujian nasional terbaik tingkat SMA Negeri dan swasta se-Jateng, menyusul nilai rata-rata dari semua siswa di sekolah ini mampu mengungguli beberapa sekolah favorit yang ada di provinsi ini.

“Dari enam mata pelajaran UN untuk jurusan IPA, empat di antaranya berhasil menjadi yang terbaik dengan nilai rata-rata antara 9,33 hingga 9,80,” kata Kepala Sekolah SMA 1 Kudus, Muh Makmun, di Kudus, Senin.

Keempat mata pelajaran tersebut, yakni Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, dan Biologi.

Untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, katanya, nilai rata-rata dari 289 peserta UN jurusan IPA sebesar 9,33, mata pelajaran Matematika 9,80, Fisika 9,52, dan Biologi 9,36.

Sedangkan untuk mata pelajaran Kimia dengan nilai rata-rata 9,52, katanya, hanya meraih peringkat keempat se-Jateng.

Adapun jumlah siswa yang meraih nilai 10 untuk empat mata pelajaran UN, yakni untuk mata pelajaran Matematika sebanyak 143 siswa, Fisika 21 siswa, Biologi 24 siswa, dan Kimia 27 siswa.

Dari 376 peserta UN untuk jurusan IPA dan IPS, katanya, terdapat tiga siswa jurusan IPA yang meraih nilai UN terbaik, yakni Alvina Ardis, Ayndri Tri Widyawulandari, dan Intan Prihutami Ardana Riswari dengan nilai sama sebesar 58,55 atau rata-rata setiap mata pelajaran 9,76.

Ia mengungkapkan, nilai 10 yang diraih Alvina Ardis pada mata pelajaran Matematik, Fisika, dan Biologi, sedangkan Kimia 9,75, Bahasa Indonesia 9, dan Bahasa Inggris 9,8.

Sementara Ayndri meraih nilai 10 pada mata pelajaran Matematika, Fisika, dan Kimia, sedangkan Bahasa Indonesia meraih nilai 9, Bahasa Inggris meraih nilai 9,8 dan Biologi 9,75.

Hal serupa juga dialami Intan meraih nilai 10 untuk tiga mata pelajaran, yakni Matematika, Fisika, dan Kimia, sedangkan Bahasa Indonesia meraih nilai 9, Bahasa Inggris 9,8 dan Kimia 9,75.

Ia mengatakan, keberhasilannya meraih predikat terbaik untuk tingkat Jateng, merupakan hasil kerja keras semua guru, siswa, dan orang tua murid yang mendukung setiap program yang dijalankan sekolah.

“Termasuk kegiatan pengayaan materi atau les di sekolah mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, setiap pekan sekali digelar doa bersama untuk siswa muslim setiap Minggu dan nonmuslim setiap Jumat.

“Kegiatan ini merupakan keseimbangan setelah berikhtiar secara lahir berupa belajar dengan tekun, dilanjutkan dengan ikhtiar secara batin dengan berdoa,” ujarnya.

Prestasi lain yang diraih SMA 1 Kudus, yakni meraih 13 medali dari 24 medali pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2011 tingkat Jateng untuk siswa SMA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: