Kumpulan Berita Hasil UN Tahun 2011 SMA, SMK, dan MA (2)


Palu

Ribuan siswa SMA/MA dan SMK di Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, saat ini sedang menantikan hasil Ujian Nasional (UN) 2010/2011 yang sesuai jadwal dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran setempat akan diumumkan pada hari ini.

Pantauan di sejumlah sekolah negeri dan swasta di Palu, Senin, sejak pukul 07.00 Wita siswa sudah berada di sekolah untuk mengetahui hasil UN.

Menjelang pengumpuman hasil UN, kebanyakan siswa tampak berkelompok-kelompok, ada yang berdiri serta duduk di halaman dan ruang kelas sekolah sambil gobrol satu sama lainnya.

Pokok utama dari perbincangan para siswa itu adalah seputar hasil UN.

“Aduh, terus terang kami senang dan juga was-was menanti pengumuman UN,” kata Feybi Timbang, siswi SMA Negeri 2 Palu.

SMA Negeri 2 Palu merupakan salah satu rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI).

Meski cukup tegang menanti pengumuman, namun Feybi yang anak pasangan Jony Timbang dan Maria itu yakin lulus.

Keterangan senada disampaikan Tina, siswi SMA Bala Keselamatan Palu.

Ia mengatakan, hal yang paling menegangkan bagi semua siswa bukanlah saat menghadapi pelaksanaan UN, tetapi justru menanti pengumuman hasil UN.

“Ini yang paling menegangkan siswa,” katanya seraya menambahkan sesuai informasi hasil UN SMA/SMK dan MA akan diumukan pada pukul 10.00WITA.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Palu, Rustam Akas, sebelumnya telah mengimbau kepada para siswa untuk tidak melakukan aksi corat-coret dan konvoi kendaraan di jalanan sebab dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Ia mengatakan, pelaksanaan UN berjalan lancar dan juga tidak ada kebocoran naskah UN di Palu.

Jumlah peserta UN tingkat SMA/SMK dan MA di Kota Palu pada tahun ajaran 2010-2011 sebanyak 5.728 siswa.

Timika

Angka kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA di Mimika, Papua tahun ini mencapai 98,8 persen. Sedangkan untuk tingkat SMK mencapai 99,5 persen.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Mimika, Nilus Leisubun kepada ANTARA di Timika, Senin menyambut positif tingginya persentase kelulusan peserta UN SMA dan SMK tersebut.

“Kenaikan persentase kelulusan peserta UN tingkat SMA dan SMK di Mimika tahun ini yang melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Daerah menujukkan bahwa semua pihak baik dewan guru, siswa, orang tua murid dan masyarakat sudah bekerja maksimal,” jelas Nilus.

Ia mengatakan, pengumuman kelulusan peserta UN SMA dan SMK di Mimika akan digelar serentak hari Senin (16/5) di sembilan SMA dan enam SMK penyelenggara. Untuk tingkat SMA, kelulusan peserta UN jurusan bahasa mencapai 97,7 persen, jurusan IPA 99,6 persen dan jurusan IPS 99,3 persen.

Nilus berharap semua pihak yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan pendidikan di Mimika terus berupaya memperbaiki berbagai kekurangan yang ada.

“Kita tidak saja mengejar persentase kelulusan secara kuantitatif, tetapi secara kualitatif anak-anak kita juga memiliki kemampuan yang sanggup bersaing dengan anak-anak dari daerah lain,” harap Nilus.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Dikbud Mimika, AM Tahir meminta sekolah-sekolah dapat menjaga ketertiban dan keamanan saat pengumuman kelulusan perserta UN tingkat SMA dan SMK.

“Saat pembacaan pengumuman kelulusan, jika ada siswa yang tidak lulus maka kepada orang tua murid diberi pengertian baik. Peserta yang tidak lulus bisa langsung didaftarkan ke Dinas Dikbud untuk mengikuti program Paket C,” imbau Tahir.

Peserta UN tingkat SMA dan SMK di Mimika tahun ini mencapai 1.326 orang, terdiri dari 669 peserta UN SMA dan 657 peserta UN SMK.

Malang

Tingkat kelulusan siswa di SMA dan SMK negeri dan swasta di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Batu dan Kabupaten Malang) rata-rata mencapai 99,8 persen, bahkan untuk SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Malang lulus 100 persen.

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Malang Sri Wahyuningtyas, Senin mengatakan, tingkat kelulusan yang mencapai 99,8 itu tidak lepas dari kerja keras seluruh komponen, mulai dari siswa, guru dan orang tua siswa yang terus menerus mengontrol dan mendampingi anak-anaknya belajar.

“Sistem baru kelulusan memang menjadi salah satu faktornya, tapi itu bukan satu-satunya, sebab masih banyak faktor yang punya andil di antaranya kerja keras dari semua pihak. Tanpa kerja keras, mustahil bisa meraih prestasi kelulusan seperti sekarang ini,” tegasnya.

Untuk Kota Malang, dari 8.449 siswa SMK negeri dan swasta yang mengkuti Ujian Nasional (UN) yang tidak lulus sebanyak 10 (SMK negeri) dan 9 siswa (SMK swasta). Sedangkan untuk SMA, dari 5.704 peserta, sebanyak 3 siswa (negeri) dan 11 siswa (swasta).

Sementara di Kabupaten Malang, dari 7.618 siswa SMK yang mengikuti UN, yang tidak lulus sebanyak 6 siswa swasta dan SMK negeri lulus seluruhnya (100 persen). Untuk SMA yang diikuti oleh 5.014 siswa, yang tidak lulus mencapai 6 siswa (swasta) dan 100 persen untuk sekolah negeri.

Sedangkan di Kota Batu, dari 831 siswa SMK yang mengikuti UN, yang tidak lulus 1 siswa SMK negeri dan SMK swasta lulus 100 persen. Untuk SMA diikuti oleh 607 siswa dan yang tidak lulus tiga siswa dari SMA swasta dan siswa SMA negeri lulus 100 persen.

Persentase kelulusan siswa SMA/SMK tahun 2011 meningkat tajam jika dibanding tahun sebelumnya. Baik di Kota Malang dan Batu maupun di Kabupaten Malang. Tahun lalu persentase kelulusan siswa SMA/SMK di Kota Malang hanya sebesar 87,5 persen.

Di Kabupaten Malang tahun lalu persentasenya mencapai 97, 5 persen dan tahun ini mencapai 99,9 persen. Sedangkan di Kota Batu mencapai 99,7 persen.

Bagi siswa SMA/SMK yang akan merayakan kelulusannya dengan berkonvoi juga tidak dilarang oleh pihak kepolisian, bahkan diberikan petugas pengawalan. Hanya saja, konvoi siswa dari luar daerah termasuk Kota Batu dan Kabupaten Malang dihalau di daerah perbatasan.

Ternyata, Indonesia Timur Paling Jujur dalam UN

Dari hasil Ujian Nasional (UN) 2011 propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan propinsi dengan jumlah siswa tidak lulus terbanyak.

Menanggapi hal ini Dedi Gumelar anggota DPR dari komisi sepuluh F-PDIP mengatakan, propinsi-propinsi di sebelah timur Indonesia termasuk NTT adalah propinsi dengan tingkat kejujuran pelaksanaan UN paling tinggi. “Sayangnya kejujuran ini tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan sarana pendidikan. Akibatnya kemampuan guru dan siswa untuk mengembangkan diri dan ilmu pengetahuan menjadi terbatas,” ujarnya, Sabtu (14/5).

Di sana (wilayah timur Indonesia), lanjut Dedi, jangan dibayangkan seperti di Jawa. Di Jawa anak bisa langsung baca buku, tapi di sana buku yang sama baru bisa dibaca enam bulan kemudian. Padahal selama enam bulan itu sudah terbit buku-buku baru yang kualitasnya lebih baik. “Hasil UN kali ini akan dijadikan bahan evaluasi dan menjadi bahan masukan bagi pemerintah. Terutama untuk merancang rencana strategis pendidikan,” katanya.

Ujian Nasional 2011 diikuti oleh kurang lebih 16.835 SMA/MA/SMK dari semua propinsi di Indonesia. Dari total SMA/MA/SMK yang mengikuti UN tahun ini masih ada lima sekolah yang siswanya tidak lulus. Jumlah siswa dari kelima sekolah tersebut adalah 147 siswa.

Sekolah yang tingkat kelulusannya nol persen tersebut berada di wilayah DKI Jakarta sebanyak tujuh siswa, Simeuleu Aceh sebanyak 26 siswa, Jambi sebanyak dua siswa, Kian Darat Maluku sebanyak 48 siswa, dan Urei Fasei Papua sebanyak 64 siswa.

Tingkat kelulusan untuk tahun ini relatif meningkat bila dibandingkan dengan tahun kemarin. Tahun 2010 tingkat kelulusan sebesar 99,04 %, sedangkan tahun 2011 tingkat kelulusan meningkat menjadi 99,22 %. Untuk penilaian UN tahun ini nilai yang diperhitungkan tidak hanya dari nilai ujian saja tapi juga dari nilai ujian sekolah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: