Mushala Kecil di Kampung Kalok Ujung Rempang Galang


Pak Amin (Budha) Yang Membangun Mushalla

lokasi mushalla yang sedang dibangun, pak Amin bercelana pendek merah.

lokasi mushalla yang sedang dibangun, pak Amin bercelana pendek merah.

 Satu lagi Pulau di sekitaran Batam kami kujungi, awal Maret 2011 yang lalu. Pulau itu bernama kampung Kalok Ujung. Luasnya sekitar 300 hektar.  Masuk wilayah kecamatan Galang, kelurahan Subang Mas. Untuk ke  Kalok Ujung ,  kita harus melalui kampung Cate Rempang, dan naik perahu motor pula, sekitar 10 menit . Waktu itu kami harus membayar tambang, sebesar 200 ribu rupiah. Lumayan mahal untuk jarak sejauh itu.

Kalok Ujung  ini termasuk kampung tua, terdiri dari dua RT dan satu RW. Di kedua – dua RT yang hanya dihuni sekitar 70 an Kepala Keluarga ini, kini kami sedang membangun dua mushala kecil. Satu mushalla di Kalok Tengah dan satu lagi di Kalok Ujung.  Pak RW saat itu masih di jabat pak Amin. “Kini RW sudah berganti” kata pak Amin

Pak Amin adalah orang Tiong Hoa. Dia adalah pak RW lama, dan Dia pula lah yang menyediakan lahan dan sekaligus membangun mushala itu. “Insyaallah akhir bulan ini mushalla itu sudah dapat di pakai” kata pak Amin kepadaku tadi pagi, kamis (21/4) melalui HP nya. “Pak Imbalo datang ya , meresmikan nya” lanjut pak Amin. Terharu aku mendengar nya.

“Di kalok Ujung ini hanya ada 10 KK yang Muslim dari 30 KK yang ada, lainnya Budha” jelas pak Amin waktu kami awal bertemu. Mulanya aku tak menyangka kalau pak Amin ini bukanlah Muslim karena begitu fasihnya dia menyebutkan Alhamdulillah, Insyaallah dan tak lupa setiap memulai pembicaraan melalui HP menyebutkan Assalamualaikum,  apalagi namanya Amin. Tampangnya pun tak mencerminkan orang Tiong Hoa.

anak - anak kampung Kalok Ujung menunggu Dai datang kesana.......

anak - anak kampung Kalok Ujung menunggu Dai datang kesana.......

Sambil tersenyum di lokasi mushala yang akan dibangun itu, aku mengatakan kepada pak Amin, setelah mushala ini selesai nantinya,  pak Amin pun bisa ikut shalat di dalam nya. “Amin “ kata Aries yang juga ikut bersama rombongan kami, menimpali. Pak Amin terlihat tersipu, “iya” kataku melanjutkan “orang Islam itu, sembahyang  paling tidak menyebut kata Amin, sebanyak 17 kali” menjelaskan kepada pak Amin.

Kampung yang sudah ada sejak jaman baheula (Belanda, Jepang) ini, jarang sekali di kunjungi, baik itu dari kalangan Budha maupun dari Islam. Itulah sebabnya , meskipun pak Amin – sejak lahirnya sudah bernama Amin – orang Budha , Dia mengharapkan selesai nya mushalla ini kelak dapat lah anak – anak kampung Kalok Ujung itu belajar mengaji dan Dia pun mengharapkan ada Dai yang akan datang kesana untuk mengajar.

Dalam kesempatan lain, pak Amin pernah mengutarakan, Ada satu kampung lagi , yang juga setua kampung Kalok ujung ini, belum ada mushalla, yaitu kampung Penurun namanya, masih dalam wilayah Kelurahan Subang Mas. “Kalau boleh, di kampung itu pun di bangun juga mushalla” kata pak Amin berharap.

“Insyallah pak Amin” kataku  . Mudah-mudahan saja ada yang membaca tulisaan ini dan tergerak hatinya untuk membangun mushalla kecil di kampung Penurun Subang Emas sebagaimana harapan pak Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: