Shalat Tetapi Nampak Aurat, Batalkah ?


Suatu waktu terlihat dua orang lelaki muda masuk ke dalam masjid, saat itu hari Jumat. Sudah dapat dipastikan bahwa mereka mestilah hendak shalat Jumat. Keduanya memakai celana jin dan berbaju kaos . Kedua pemuda itu berjanggut dan berjambang, seperti nya dari keturunan India, dan memang mereka adalah warga Singapura. Pemandangan seperti itu – bercelana jin dan berbaju kaos – adalah hal yang biasa terlihat kini di dalam masjid .

Ribuan orang yang memadati ruangan utama Masjid Raya Batam, kalau kita perhatikan hanya beberapa orang saja yang hendak shalat Jumat di Masjid kebanggaan masyarakat Batam ini yang menggunakan sarung/plekat. Tak sampai agaknya sepuluh orang.

Jamaah lelaki itu ada yang memang berbaju Gamis, banyak juga berbaju melayu lengkap dengan kainnya. Yang berbaju batik pun tak terkira jumlahnya. Para pekerja dan karyawan industri pun banyak terlihat memakai seragam kerja, terlihat dari atribut yang dipakainya .

Pak Polisi, pak Jaksa, pegawai Bea Cukai pun ada yang memakai seragam dinas nya. Ada pula sebahagain dari anggota polri itu memakai celana coklat dan berbaju kaos saja. Semua pakaian yang dipakai jamaah lelaki shalat Jumat itu terlihat menutup aurat. Karena batas aurat lelaki adalah antara lutut dengan pinggang/pusat.

Tetapi cobalah perhatikan saat mereka yang hanya memakai celana jin dan berbaju kaos itu shalat tahyatul masjid misalnya. Sewaktu rukuk dan sujud , kaos/baju yang dipakainya tersingkap, karena pendek agaknya, nyaris belahan punggungnya terlihat.

Tak tahu lah apakah mereka sadar atau tidak, bagian yang terlihat itu bukan kah sudah termasuk aurat ? . Nah apa jadinya bila kita shalat terdedah aurat?.

Entah mengapa pula, disain baju yang dipakai para pekerja industri, yang ada di Batam ini pula, panjangnya hanya sebatas pinggang saja.

 

Shamin dan Saufi pemuda asal Singapura di Masjid Raya Batam mereka pun suka pakai Jeans dan kaos saat shalat kaos dimasukkan ke dalam Jeans sehingga sewaktu rukuk dan sujud belahan punggung tidak terlihat.

Shamin dan Saufi pemuda asal Singapura di Masjid Raya Batam mereka pun suka pakai Jeans dan kaos saat shalat kaos dimasukkan ke dalam Jeans sehingga sewaktu rukuk dan sujud belahan punggung tidak terlihat.

Selesai shalat kedua pemuda Singapura tadi aku temui, menanyakan hal pakaian yang di pakainya. Mereka menyadari hal itu. Tetapi sebelum shalat baju kaos yang dipakainya telah dimasukkan terlebih dahulu ke dalam celana.  “ Di tempat kami banyak yang pakai macam gini, tetapi sebelum shalat dah dimasukkan kedalam macam ni” ujar mereka sembari menunjukan pinggang seluarnya, dan memperagakan rukuk, ternyata kaos yang dipakai nya tidak tertarik keatas.

Sayang nya yang kita lihat, tidak semua melakukan hal yang dibuat kedua pemuda itu, mereka cenderung membiarkan pinggang celana tertarik kebawah dan ujung baju kaos tertarik keatas, sehingga tampak lah belahan pantat, apalagi postur tubuh agak gemuk .

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: