Ahmadiyah Batam


Tengah hari tadi selepas shalat jumat (4/3) dari masjid Raya Batam, sengaja kami mampir ke masjid Ahmadiyah di Batam. Meskipun namanya mushala,  ditempat itu dilaksanakan  shalat jumat bagi komunitas anggota Ahmadiyah  yang ada di Batam. Mushala yang bernama Baitul Zikkir itu terdiri dari bangunan ruko dua lantai terletak di seputaran Nagoya dekat tanah longsor dan disekilingnya banyak bengkel mobil dan speda motor. Jadi yang menunjukkan kalau itu mushala hanyalah papan nama yang bertuliskan warna hijau, dan terlihat sudah buram.

Masih banyak sepeda motor terparkir diluar ruko itu saat kami tiba, pintu ruko itu terbuka semuat orang lalu. Dari luar terlihat gelap, dua orang wanita terlihat keluar membawa anaknya. Beberapa orang lelaki pula  keluar melihat kedatangan kami. Ada yang memang sudah siap hendak pulang agaknya karena shalat jumat sudah selesai, dan  ada helm diatas kepalanya.

Jangan Panggil Ustadz Panggil Mubalig

Melihat kami datang lelaki tersebut tak jadi pulang  dan ikut nimbrung di dalam ruangan ukuran 5 x 4 meter. Di pojok ada sofa muat untuk 5 orang . Tak ada prabot lain di dalam ruangan itu. Hanya rak untuk meletak helm yang bisa diduduki juga.  Ada tiga gambar tergantung di dinding sebelah kiri, dua gambar orang bersorban dan berjanggut , tak jelas gambar siapa, dan satu lagi adalah gambar Amien Rais yang sedang bersalaman. Gambar Amien Rais ini pernah kulihat saat Ahmadiyah mengadakan pameran buku beberapa tahun yang lalu di Batam. Kalau tak salah ingat saat itu Amien Rais menjabat sebagai Ketua MPR RI.

Nasrul yang menerima kami berbincang bincang di ruang tengah itu. Untuk menghormatinya Nasrun kupanggil ustadz , tetapi seorang jamaah yang juga hadir di tempat itu langsung menyela. “Jangan panggil ustadz, panggilan di jamaah kami adalah mubalig”  kata lelaki yang tetap berdiri karena memang tak ada kursi lain selain sofa yang kami duduki dan rak tempat helm tadi.

Imam Mahdi

Nasrul usianya sekitar 30 tahunan. Dia yang kini menjadi mubalig Ahmadiyah di Batam. Sebelum  Nasrun yang menjadi mubalig di Batam adalah Barus pria asal Medan, sementara Nasrun berasal dari Tembilahan.  Nasrun baru sekitar 10 tahun menjadi jamaat Ahmadiyah, isterinya orang Bogor. Dulu katanya dia paling benci dengan Ahmadiyah, tetapi setelah membaca buku tentang Mirza Gulam Ahmad, pikirannya menjadi berubah. “Kalau mau tahu apa yang sebenarnya haruslah kita masuk kedalamnya.” kata Nasrun tentang pengalamannya ber-Ahmadiyah.

Sama dengan penjelasan Pimpinan mereka di Jakarta dan disiarkan oleh TV Nasional,  Mirza Gulam Ahmad adalah Imam Mahdi yang memang sudah pernah di perbincangkan dan disebut-sebut pada zaman Rasulullah SAW. yang nantinya akan datang ke muka bumi ini, warga Ahmadiyah menganggap dan percaya Imam Mahdi itu adalah Mirza.

Nasrun tak jelas menjawabnya saat kutanya apakah akan ada lagi Imam Mahdi Imam Mahdi yang lain, karena  tugas Imam itu belum selesai antara lain untuk mematahkan salib dan membunuh babi. Nasrun pun mengerti bahwa yang dimaksud dengan mematahkan salib dan membunuh babi bukan lah dengan tangan langsung Imam Mahdi.

Syahadat yang Sama?

Menurut Nasrun jumlah jamaat Ahmadiyah di Batam sekitar 70 orang, sudah termasuk bayi dan anak-anak. Dia tak menjelaskan berapa KK semuanya. Tetapi semua kegiatan Ahmadiyah di pusatkan di ruko itu. Di ruko itu juga Nasrun tinggal, ruko yang terdiri dua lantai dan dua pintu itu dulunya adalah toko buku, kini toko buku itu sudah tutup, disebelah nya pun kini sudah disewakan. ” Ruko sebelah jual kacamata” kata Nasrun kepada kami

Kami disuguhi minuman teh botol, tak terasa lebih satu jam kami berbincang bincang dengan Nasrun, Nasrun pun menjelaskan kepada kami dimana letak kesesatan Ahmadiyah. Kata Nasrun Syahadat kami sama. Tetapi saat ku tanya yang dimaksud dengan Muhammad dalam syahadat yang mereka ucapkan  itu apakah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutalib, yang lahir di Makkah atau Muhammad yang lain. Nasrun menjawabnya dengan kisah sahabat dan Nabi SAW.

Ada Jamaah Ahmadiyah yang pergi Haji ke Makkah

Yang menarik dari bincang bincang kami siang tadi ternyata ada juga jamaat Ahmadiyah yang menunaikan ibadah Haji ke Makkah. “Dari Tanjung Balai Karimun dan dari Tanjung Pinang, dari Batam belum ada” jelas Nasrun sembari menjelaskan bahwa kepergian ke Makkah itu beberapa tahun yang lalu sebelum ramai ramai seperti sekarang ini. Mereka bisa diberangkatkan karena petugas haji tidak pernah menanyakan apa kah mereka Ahmadiyah atau bukan.

Nasrun pun punya niat hendak ke Makkah, kalau memang tidak diperkenankan oleh kerjaan Saudi Arabia,  Nasrun menganggapnya seperti sewaktu Rasulullah SAW mau masuk ke Makkah dahulu tidak diperkenankan oleh  kafir Qurais. Menurutnya lagi ada tiga syarat hendak menunaikan ibadah haji, salah satunya keamanan. Jadi sekarang kondisinya belum aman.

Dan masaalah keamanan mereka di Batam karena di beberapa daerah seperti di Jawa Timur, Jawa Barat, Banten gubernurnya sudah melarang kegiatan Ahmadiyah, Nasrun mengatakan kami serahkan saja ke kepolisian.

Mereka tenang tenang saja, karena ini menyangkut masalah rohani dan pemahaman kata Nasrun.

Iklan

5 Tanggapan

  1. tulisannya bagus, pak. kemarin saya ke sana nyari2, tak ketemu.

    Suka

  2. nasrun nganggap kerajaan saudi seperti kafir qurais toh pak ?!

    Suka

  3. Mari kita jaga persaudaraan sesama hamba Allah SWT.. Yang merasa masuk surga, belum tentu juga masuk surga. Orang yg kita tuduh sesat blm tentu juga masuk neraka.. Wallahu a’lam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: