Mushala Kecil Di Pulau Semakau


P Semakau Indonesia dan P Semakau Singapura berhadapan lngsung arah barat daya

P Semakau Indonesia dan P Semakau Singapura berhadapan lngsung arah barat daya

Ia, kami telah membangun sebuah mushala kecil di Pulau Semakau. Pulau Semakau terletak sekitar 1.06.06′.01″ Lintang Utara dan 103.49.27′.41″ Bujur Timur, posisi pulau kecil ini bisa terbaca dari google Eart. Pulau Semakau masuk di kelurahan Kasu kecamatan Belakang Padang Kota Batam.

Pulau ini tidak masuk dalam daftar pulau terluar, mungkin agaknya karena sebelah barat dari pulau Semakau ini terletak pulau Nipah, p Nipah dengan p Semakau agak sejajar, namun p Nipah agak menjorok sedikit ke laut Singapura.

Dari Pulau yang hanya di huni sekitar 8 keluarga ini terlihat langsung Pulau Sekeng atau Pulau  Semakau Singapura. Menurut pak Pon yang telah menghuni pulau itu sejak puluhan tahun yang lalu, pulau itu memang bernama Semakau. Jadi sama persis namanya dengan Pulau Sekeng atau Semakau yang berada di perairan negara  Singapura.

Kalau pulau Semakau di Singapura di timbus  dengan bekas debu bakaran sampah puluhan ribu ton, agar tidak tenggelam, pulau Semakau yang di huni pak Pon anak beranak ini pula, hanya di pagari batu miring dan di timbus dengan pasir yang ada disekitar pulau itu. “Kalau air pasang besar semua daratan ini tenggelam, kecuali tapak mushala itu pak” ujar pak Pon kepada kami saat mengunjungi mereka pekan lalu.

Indah sekali pemandangan dari pulau Semakau pak Pon ini, demikian kami menyebutnya karena ada dua pulau namanya sama tetapi berlainan negara yang hanya dibatasi selat. Kalau Semakau Singapura kini setelah di timbus dengan debu hasil pembakaran sampah menjadi salah satu tujuan wisata yang menjanjikan. Tak demikian dengan Semakau pak Pon.

mushala di p semakau hampir rampung, hanya tapak bangunan ini saja yang tak di genangi pasang

mushala di p semakau hampir rampung, hanya tapak bangunan ini saja yang tak di genangi pasang

Mereka pindah ke pulau itu puluhan tahun yang lalu dimulai geliat pembangunan di Batam yang berimbas terhadap pulau pulau disekitarnya.  “Tempat kami tinggal dulu di dekat pulau Mecan” ujar isteri pak Pon. Pulau Mecan pula terletak arah ke timur laut dari pulau Semakau berseberangan dengan pulau Sarang .

Jadilah sekeluarga pak Pon disuruh pindah oleh pengusaha yang telah membeli pulau tempat tinggal mereka dan mereka disuruh mencari tempat tinggal sendiri.  Dan ke Semakau lah jatuh pilihan karena tidak terlalu jauh dari Pulau Mecan. “Tetapi sampai sekarang tempat wisata itu tak jadi jadi juga ”  tambah isteri pak Pon.

“Tetapi kami sudah betah disini”,  ujar nya lagi sembari menambahkan meskipun untuk air minum dan memasak harus mengandalkan air hujan  atau mengambil air dari pulau lain.

Ada tiga tandon (tangki air) kapasitas 1000 liter berderet terpasang, terlihat masih baru. Yang satu aku masih ingat adalah kiriman dari Batam  sumbangan dari bang Hendri anak Ramhan ketua KPUD Batam melalui kami.

Banyak cerita pak Pon yang sudah tua renta ini, sudah bertahun tahun dia tak pergi kemana mana, karena mata pak Pon sudah tak dapat melihat lagi. “Terakhir saya ke Batam pada saat nak operasi katarak”   kata pak Pon dengan logat melayu yang kental. Dia pun  lupa entah sudah berapa tahun yang lepas pergi ke Batam itu. “Karena syaraf matanya sudah rusak , kata dokter,  tak dapat dioperasi lagi” ujar pak Ramli menantu pak Pon menimpali.

berbincang dengan pak pon (berkaos putih), dan kedua menantu nya ramli dan jamal.

berbincang dengan pak pon (berkaos putih), dan kedua menantu nya ramli dan jamal.

Jadi lah sejak itu pak Pon hanya duduk duduk saja di rumah di temani isterinya yang setia yang dinikahinya sejak 50 tahunan yaang lalu.

Tak terasa hampir 3 jam kami di pulau terluar ini, hari telah menjelang petang, air laut terlihat surut ke tengah , gundukan pasir dan karang terlihat di sekitar pulau Semakau padahal sewaktu kami merapat ke pulau itu tadi dataran pasir itu belum terlihat. Untunglah speed boat kami sudah di bawa ke tengah laut agar tak kandas oleh pak Pinci dari Tia Wangkang .

Kami pamitan pulang pak Pon terlihat berusaha berdiri hendak mengantar kami ke luar dari beranda rumahnya. Wajah nya terlihat sumringah. Meskipun dia tak dapat menatap wajah kami  satu persatu rombongan kami menyalaminya. Sampai jumpa lagi pak Pon. “Ilal Liqo ” kata yahya dalam bahasa arab

Butuh 3 mushala lagi

Pak Sam  tersenyum senyum saja, melihat tingkah laku beberapa orang  pelajar dari Thailand yang memang ikut bersama kami mengunjungi mushala di pulau Semakau itu.  Karena memang pemandangan dari pulau itu sungguh menawan. View Singapura saat air surut terlihat jelas.

Dengan menggulung kaki celana kami menuju speed boat jauh ke tengah. Pak Sam yang jadi penunjuk jalan . Pak Sam ini tinggal di pulau Lingka,  sekitar 30 menit dari pulau Semakau ini. Dari beliau lah kami mendapat informasi untuk pendirian mushala di sana. Pak Sam beragama nasrani, tetapi sudah 3 buah mushala yang dibangunnya. Beberapa anak menantu pak Sam beragama Islam.  “Ada tiga lagi tempat yang membutuhkan mushala” ujar pak Sam. Kami pun di tunjukkan oleh pak Sam tempat yang dimaksud.

Pak Sam adalah Nelayan suku laut, terkadang mereka menamkaan dirinya orang sampan, kalau di Malaysia di sebut orang selat,   dia adalah salah seorang pemuka suku laut, jadi dia tahu banyak tentang pulau-pulau mana yang berpenghuni dan tak berpenghuni.  Dimana banyak suku laut yang muslim dan yang tidak muslim. Pak Sam selalu membawa kami sebagai penunjuk jalan.

Mudah mudahan saja 3 buah tempat untuk bangunan mushala yang di maksud pak Sam tadi dapat terealisir .

3 Tanggapan

  1. kapan bisa ikut ke sana, pak?

    Suka

  2. Assalamualikum wrwb ustad,

    salut buat ustd imbalo dan kawan2 yg terus berjuang berdakwah di pulau2…
    minggu yg lalu saya dan kawan2 MT Rodhotussalam EPSON dan teman2 DSNI bersilaturohim ke pulau malagan, dan pulau sembur.. kalo boleh tau lokasi 3 tempat yg membutuhkan pembangunan musholah seperti yg ustd tulis diatas.., barangkali nanti teman2 taklim bisa membantu…
    syukron ustd. teiring doa semoga ustd di beri kesehatan, kekuatan, dan kemudahan rezki untuk selalu berjuang di jalan dakwah. Amin.
    heski. 08127043119

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: