Islam di Thailand


Kampus Universitas Islam Patani

Kampus Universitas Islam Patani

Akhir Desember 2010 yang lalu kami kembali lagi mengunjungi Thailand, agak berbeda dengan kunjungan sebelumnya, kunjungan kali ini kami sempatkan mampir ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia  (Konjen RI ) di Songkla Thailand Selatan .

Keperluan kunjungan ke Konjen RI itu adalah  dalam rangka pengurusan visa bagi pelajar – pelajar Thailand yang akan belajar di Batam Indonesia.

Kantor imigrasi Jakarta yang mengeluarkan Kitas, menunjuk Kedubes RI di Bangkok untuk mengeluarkan visa, sementara pelajar yang akan ke Batam itu bermukim di Patani, Yala dan Narathiwat.  Ketiga wilayah ini terletak di Selatan Thailand yang menjadi satu OBOTO dengan Songkla.  Dari pertemuan itu kami mendapat penjelasan bahwa  pengurusan visa selanjutnya akan  dikeluarkan oleh Konjen RI di Songkla.

Konflik di Thailand Selatan

Masih seperti pada tahun tahun sebelumnya, sekatan jalan raya, tumpukan pasir , bentangan kawat berduri dan ratusan tentara yang terus berjaga 24 jam dengan senapan terhunus adalah menjadi pemandangan yang menjadi biasa di ketiga daerah komplik ini.  Konon kabar nya ketiga wilayah di Selatan Thai ini ingin melepaskan diri dari Pemerintah Pusat (Bangkok).

tentara Thai yang terus berjaga sepanjang hari di wilayah komplik

tentara Thai yang terus berjaga sepanjang hari di wilayah komplik

Thai , yang terdiri dari 76 provinsi membentang dari Selatan ke Utara. Di Selatan Negara ini berbatasan dengan Malaysia, sehingga tak heran bahasa yang digunakan dapat di fahami, yaitu bahasa melayu. Di Utara pula Thai berbatasan dengan Laos, dan sebagian Burma dan di Timur berbatasan dengan Kamboja. Mereka pun dapat berkomunikasi dengan baik meskipun ada sedikit perbedaan istilah.  Itulah sebabnya bila kami mengunjungi dan bersilaturahim ke beberapa negara yang masih termasuk Asean ini selalu bersama teman – teman dari Selatan Thai.

Banyak pintu masuk ke Thai melalui Malaysia, dari  Perlis, Kedah, maupun Kelantan.  Dan yang paling sering di sebut adalah Sungai Golok ,  Kawasan Sungai Golok ini adalah perbatasan antara Narathiwat dengan Kelantan. Disitu banyak terdapat pondok Pesantern,  banyak pula alumni nya yang melanjutkan pelajaran ke berbagai  negara seperti Indonesia, Malaysia,  Timur Tengah. Yang istimewa lagi alumni dari daerah ini dapat dengan lancar berbahasa melayu.

Di Sungai Golok ini pun ada pelajar muslim dari Vietnam, Kamboja, Laos,  Burma yang belajar.  Sehingga bila mereka kembali ke daerah nya masing masing dan  menjadi pemuka agama atau imam masjid di tempat tinggal nya, bertemu dengan kita dari Indonesia mereka dapat dengan mudah berkomunikasi karena pada umumnya mereka dapat berbahasa melayu.

Ada tiga jembatan yang disebut Friendship Bridge  yang membentang antara Thai dengan Laos, begitupun antara Thai dan Kamboja, hubungan Bus antara kedua negara ini lancar belaka. Sementara dengan Burma kedua negara ini bersempadan mulai dari Krabi Thailand Tengah sampai ke Tachilek di Ciang Rai sana.

Universitas Islam Yala

DR Ismail Lufthi Capakia pendiri dan rektor Universitas Islam Patani

DR Ismail Lufthi Capakia pendiri dan rektor Universitas Islam Patani

Diawal tahun 2000 berdiri sebuah Perguruan Tinggi Islam di Yala yang di sebut College Islam Yala. Meskipun lokasi kampus nya berada di Patani.  Di Thai, membicarakan hal hal yang berkaitan dengan Pattani agak sensitif.

Tetapi saat kami berkunjung ke Kampus yang kini sudah memilki program Master itu di depan pintu rektorat tertulis Universitas Islam Pattani. Ribuan orang jumlah mahasiswa dari berbagai jurusan yang menimbah ilmu disitu.

Sang Rektor DR Ismail Lufthi cukup terkenal di negara Thai, sebagai tokoh Islam yang terkemuka baru baru ini ia menjadi yang dipertua semacam forum antar umat beragama yang ada di seluruh Thailand.

Di negara Gajah Putih ini membicarakan agama terutama Islam  tidak lah tabu, tidak ada sekatan untuk pengembangan keagamaan disana.  “Jangan saja sentuh soal Raja” kata BabaJi. Babaji adalah  seorang ulama dari Yala. “Tak ada Tauliyah” jelas Babaji lagi sembari tersenyum, mengingatkan beberapa sobatnya sesama ulama di Malaysia yang harus mendapatkan Tauliyah semacam surat izin untuk berceramah. Karena konon kabarnya kerajaan Malaysia gerah terhadap berbagai kelompok pemahaman yang kian marak berkembang di Negara itu, terutama kepada kelompok yang mereka sebut Wahabi.

Letak Stategis Thailand.

Thai, yang membentang mulai dari Semenanjung Malaysia hingga ke Laos , Myanmar dan Kamboja, dapat dilalui dengan kenderaan darat. Jalan yang mulus dua jalur nyaris tanpa tol. Sebagai jalur lintas antar negara membuat kota kota yang dilalui hidup perekonomiannya.

Tak sulit menemukan masjid di provinsi-provinsi  Thai, bahkan sampai ke wilayah distrik  yang kecil nun jauh di provinsi Nang ada mushalla disana. Meskipun muslim minoritas, keberadaan umat Islam menyebar hampir di seluruh provinsi, walau terkadang hanya beberapa keluarga saja.

Itulah agaknya yang membuat pertimbangan dari sebagian ulama di Thai terutama dari  tiga wilayah yang bergolak , tidak ikut dalam kelompok yang menginginkan merdeka. ” Kami tak ingin kan tiga, tetapi inginkan tujuh puluh enam” maksudnya bagaimana Islam tetap dapat tumbuh tidak hanya di tiga provinsi tetapi disemua provinsi yang ada di Thai.

Iklan

3 Tanggapan

  1. terimakasih atas informasinya jadi tahu kondisi di thailand

    Suka

  2. saya ingin melanjtkan kuliah s1 kebidanan di thailand , mohon info universitas yg memiliki jursan itu

    Suka

  3. Makasih atas postingannya:) bermanfaat:) muslim pattani ya muslim melayu:)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: