Vegetarian Muslim


Kurban di Chiang Rai Thailand Utara

Kurban di Chiang Rai Thailand Utara

Bagaimana rasanya menjadi vegetarian bagi seorang muslim tanyalah kepada Azhari. Sudah beberapa tahun belakangan ini dia tidak mengkonsumsi daging. “sejak Oktober 1996” ujar Azhari suatu ketika. Jadi sudah belasan tahun dia tak menikmati gurih nya rasa hewan Kurban.

Apalagi kalau kita baca status FB Fatma Yulia , karyawan Indosat ini dapat “jatah” daging Kurban “Mmmm… Dapat kupon daging kurban… Akhirnya masak dendeng batokok…”

Bukan karena tidak mampu membeli daging “ daging Kurban ini lain rasanya” ujar Hery yang rela antri membawa kupon untuk ditukarkan dengan bungkusan daging yang telah disiapkan oleh panitia Kurban di Masjid di lingkungan nya.

Salah Sendiri Tidak Mengkonsumsi Daging

Idul Adha, hari raya Kurban, kini sedang dirayakan di seluruh dunia oleh umat Islam, dan perayaan ini merupakan waktu yang menggembirakan setiap tahun bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Namun, bagi muslim yang menganut ajaran vegetarian semangat kegembiraan liburan Idul Adha tidak berlaku bagi mereka. Yah tentu hal ini salah mereka sendiri yang tidak mengkonsumsi daging.

Ternyata bukan Azhari seorang saja yang menganut ajaran vegetarian, “Saya tidak suka melihat orang makan berton-ton daging selama liburan Idul Adha,” kata Arwa Aburawa, seorang vegetarian yang juga seorang blogger Muslim Yordania yang sekarang tinggal di Manchester Inggris mengatakan kepada The Line Media.”Makan daging adalah pilihan pribadi, yang saya hormati, tetapi Anda tidak perlu berlebihan untuk memakannya.”

Aburawa mengatakan bahwa pada awalnya banyak teman-teman Muslimnya mempertanyakan dirinya apakah dia bisa menjadi seorang muslim dan juga seorang vegetarian, tetapi mereka menjadi lebih menerima sikapnya ketika dia menjelaskan tentang dirinya sendiri. Aburawa menekankan bahwa ia mencoba untuk tidak memberitakan kondisi dirinya yang vegetarian, tetapi lebih mendorong umat Islam untuk mengkonsumsi daging dalam jumlah sedang, lebih disukai dari sumber organik.

Dia menambahkan bahwa umat Islam yang tinggal di Timur Tengah secara umum menunjukkan pemahaman yang kurang bagus bagi para vegetarian dibandingkan dengan mereka yang tinggal di Barat. “Ketika saya menjadi vegetarian delapan tahun yang lalu, keluarga saya di Yordania tidak mengerti apa itu semua,” katanya. “Tapi, selama bertahun-tahun mereka akhirnya bisa memakluminya.”

Alasan Azhari menjadi Vegetarian

Lain Aburawa lain pula Azhari, “saya menjadi vegetarian karena dulu saya berkacamata, jadi guru saya menyuruh banyak makan sayuran” lanjut Azhari menjelaskan mengapa ia menjadi vegetarian.

Azhari (36) adalah pria kelahiran Medan , tampang nya sepintas mirip orang Cina, tetapi Azhari adalah orang Batak bermarga Hasibuan. Usaha nya di Batam menjual kopi, beberapa gerainya seperti di Pelabuhan Ferry Batam Center misalnya, mencantumkan nama KOPI TIAM , KAYA TOST , NAN YANG, gerai itu kental nuansa orientalnya. Menu nya pun pakai istilah Cina, dan unik nya lagi ada jual sop ikan yang cukup lezat disitu ……

Tidak sebagaimana vegetarian murni karena memang ajaran agama, Azhari masih mau mengkonsumsi sate kerang, kuah soto ayam pun dia masih mau. Suatu ketika selepas shalat jumat dari masjid Raya Batam kami sengaja mampir makan siang di warung SOTO MEDAN.

Islam dan Vegetarian

Fatwa Islam ‘konon’ mentolerir sikap vegetarian, tetapi biasanya tidak mendorong hal itu. “Seorang Muslim dapat menjadi seorang vegetarian,” kata Mufti Afrika Selatan Ebrahim Desai seperti dikutip situs IslamicConcern.com atas fatwanya, sebuah situs yang menganjurkan vegetarianisme dalam Islam. “Namun, ia tidak boleh menganggap makan daging sebagai sesuatu yang dilarang.”

Ulama yang juga cendikiawan muslim Amerika Syaikh Hamzah Yusuf, mengarahkan bahwa tradisi lisan Islam membenarkan vegetarianisme. “Secara tradisional Muslim adalah semi-vegetarian,” ujar Yusuf dalam sebuah rekaman audio agama”.

Khalifah Umar berkata: “Waspadalah terhadap daging, karena daging memiliki kecanduan seperti kecanduan anggur,” katanya menambahkan. Tapi jelas ekspresi vegetarianisme jarang terjadi di dunia Arab dan dunia Islam secara umum.

wallahua’lam

2 Tanggapan

  1. Vegetarian??? No Way. Siapa bilang bagus???
    Jangan ikut2an kalau Gk Tau. Keluarga saya punya budaya vege. Bapak Kandung saya, seumur hidup hanya makan ikan, gk daging ayam, sapi, kambing, bahkan telur pun sekali-sekali, mungkin karena kami punya peternakan2 itu, kecil-kecilan tapi, bosan liat atau kasihan liat pembatntaian ternak (Daerah kami NTT pusat peternakan dan perikanan).
    Kalau soal ikan, Bpk belikan perahu dan peralatan tangkap ke warga, bagi hasilnya dalam bentuk ikan. Tidak pun itu, di belakang rumah tinggal lepas pancing, dapat ikan.
    Tapi sudah turun temurun, Bpk dan saudaranya, kakek-kakek saya hanya mengkonsumsi ikan.
    Apa jadinya??? Dokter di RSU Malang memvonis orang tua kurang gizi (protein ini itu dll).
    Kami sangat kerepotan para orang tua kami kekurangan gizi karena promosi vegetarian zaman belanda jepang dulu.
    Muhammad Laba
    laba72@yahoo.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: