Ramadhan di Brunei, Berbuka Dengan Kurma Hadiah Dari Sultan


Pusat Dakwa Islam Brunei

Pusat Dakwa Islam Brunei

Sebenarnya masih banyak lagi tempat yang belum kami kunjungi di Sabah Malaysia, terutama ke tempat pemukiman muslim minoritas, tetapi kami harus berangkat petang itu Jumat (20/8) ke Brunei. Kepada pak Abas Basori Konjen RI di Sabah yang telah memfasilitasi kami selama di Kota Kinabalu kami ucapkan terimakasih.

Begitu juga kepada Datuk Harris Mohammad Salleh,  Datuk Harris Salleh adalah mantan Menteri Besar Sabah, aluan nya begitu luar biasa kepada kami,  kami bisa berjumpa dengan Saudara Baru di Kampung Tambunan salah satu kampung dalam binaanya. Juga kepada JAKIM Sabah. Serta Pengurus masjid Bandaraya Kota Kinabalu  yang mengajak kami berbuka puasa di masjid yang megah di Kota Kinabalu masjid Kampung Air yang terkenal itu, dan paling khas lagi untuk seluruh pengerusi United Sabah Islamic Association (USIA) Pertubuhan Islam Seluruh Sabah.

Banyak sekali pihak yang membantu kami dalam perjalanan Safari Ramadhan 1431 H di Sabah itu, begitu juga dari Penubuhan Majlis Ugama Islam Sabah (MUIS), Penubuhan Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sabah (JHEAINS) , sedikit banyak dapatlah  gambaran tentang perkembangan Islam  di Negeri Dibawah Awan ini, sebutan untuk Kota Kinabalu.

Berbuka Dengan Kurma Hadiah Dari Sultan

Pak Hasan dari KJRI telah menunggu di Bandara Kota Kinabalu saat kami datang, karena sejak pagi lagi kami sudah keluar dari hotel, dengan dua orang staff Datuk Harris Salleh kami mengunjungi Desa Tambunan sekitar 80 kilometer dari Kota Kinabalu. Di Desa Tambunan itu kami mengunjungi Saudara Baru (sebutan untuk orang yang baru masuk Islam) , seluruh penduduk disitu dari suku Kadazan Dusun sudah memeluk Islam jumlah mereka sekitar 15 keluarga.

Masjid Kubah Mas Brunei Darussalam

Masjid Kubah Mas Brunei Darussalam

Dengan Air Asia penerbangan low cost ini kami berangkat dari terminal 2 (dua) Lapangan Terbang Kota Kinabalu menuju Brunei, penumpang di ruang tunggu penuh, baik jurusan ke Singapura, Kuala Lumpur dan ke berbagai tempat, Bandara Kota Kinabalu adalah lapangan terbang tersibuk kedua di Malaysia setelah Kuala Lumpur.

Jogie, tak jadi membuka selt belt nya dan dia duduk kembali, karena announcer mengatakan tak berapa lama lagi kita akan mendarat di Lapangan Terbang Bandar Seri Begawan.   Aku tersenyum, karena memang duduk pun belum sempurna lagi kita sudah hampir sampai.

Tiba di affront Bandara aku bergegas ke kounter taxi, karena memang di Brunei tidak ada teman yang di tuju, jadi kami rombongan dari Batam sebanyak tujuh orang berencana menyewa kenderaaan saja yang bisa memuat 9 orang. Dan menginap di Hotel yang memang telah kami ketahui nama dan alamatnya dari internet.

Harga sewa mini bus sudah disepakati, namun perlu di rundingkan terlebih dahulu dengan dua orang teman yang dari Jakarta, Pak Mas’ud dan pak Ikhwan. Kedua teman kami dari Muhammadiyah Jakarta ini adalah dosen.   Kiranya saat di Sabah ada teman pak Mas’ud sesama Dosen yang menelepon dan memberitahukan kedatangan kami, temannya teman pak Mas’ud ini juga seorang Dosen yang mengajar di Institut Teknologie Brunei (ITB), DR Gamal Zakaria namanya, telah belasan tahun bermastautin di sana, tetapi masih tetap warga negara Indonesia , asal dari Bengkalis Kepulauan Riau. “Iya saya pun mengajar di ITB , tapi bukan ITB Bandung” kata Bang Gamal sambil tersenyum

Bersalaman dan berkenalan sejenak dan tahu kami dari Batam, DR Gamal mengajak kami kerumah nya. “Tak payah lah nak sewa taxi dan menginap di Hotel kita kerumah saya saja” Ajak Bang Gamal begitu aku memanggilnya . Pria 40 tahunan ini menelpon seseorang, agaknya soal kenderaan. Menurut Bang Gamal agak susah kalau nak makan sahur di Brunei, apalagi kalau tinggal di Hotel, ” Kalau pun tak nak tidur di rumah saya, tak apalah petang ini kita berbuka di tempat saya, ” ujar Bang Gamal lagi dengan logat Melayu khas Bengkalis nya.

Bang Gama dan Isteri....."lebaran ini kami pulang ke Bengkalis" katanya

Bang Gamal dan Isteri....."lebaran ini kami pulang ke Bengkalis" katanya "Mampir ke Batam ya" ajakku.

Melihat kesungguhan Bang Gamal mengajak ke rumahnya, Kami berangkat meninggalkan lapangan terbang, dengan tiga kenderaan sedan kami meluncur kerumah Dr Gamal, sekitar 30 menit  agak keluar kota, kami tiba di rumah yang cukup besar bertingkat dua. Bang Gamal yang bergelar Datuk ini bersiterikan orang Brunei yang masih kerabat Sultan. “Ini bukan rumah saya, ini rumah kerajaan”  jelas Bang Gamal saat masuk kerumah yang memang diatas bumbung rumah nya itu tertulis R&K. Agaknya singkatan dari Rumah Kerajaan.

Jadi lah petang itu kami berbuka di rumah DR Gamal, di ruang makan diatas meja terletak berbagai macam juadah, yang istimewa ada sekotak kurma pemberian dari Sultan.  “Ini hadiah dari Sultan” ujar Gamal sembari menyodorkan kepada kami untuk di cicipi. Bang Gamal ini sering ke Batam saat Nyat Kadir masih menjabat Walikota, beliau juga teman dekat pak Yusmar. “Salam ya sama pak Yusmar kalau bersua”  pinta Bang Gamal. Dan Bang Gamal pun masih sekampung, sama-2 orang Bengkalis dengan Edy Yatim mantan Pemimpin Redaksi  Harian Batam Pos, yang tentu saja sangat kami kenal.

Jadilah malam itu kami menginap di rumah Bang Gamal, yang telah mempunyai 3 orang anak ini, tiga kamar yang luas yang memang sengaja di persiapkan bagi tamu tamunya, kami tempati.  Sahur hari itu pun kami di tempat Bang Gamal, dengan menu yang berbeda.  Mungkin melihat penasaranku Bang Gamal berkata ” Mertuaku punya restoran, semua makanan ini dari sana”  jelasnya sambil tersenyum.

Iklan

5 Tanggapan

  1. seat belt bukan selt belt

    Suka

  2. saya setuju sekali bahwa sebaiknya berbuka puasa itu dengan kurma, karena kandungan gizi yang dimilikinya lumayan dapat menutupi kekurangan gizi saat kita puasa seharian penuh

    salam,
    Bolehngeblog

    Suka

  3. salam kenal.
    saya (26) mau cari teman terutama yg islam keturunan untuk silaturahmi&bertukar pikiran e-mail: shubudi@yahoo.com. trims

    Suka

  4. asslm. insyaAllah tahun ini saya berencana i’tikaf Ramadhan di mesjid Brunei. ada rekomendasi tempat/ kenalan yang bisa dikunjungi?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: