XPDC to Borneo di Bulan Ramadhan


Buka puasa dengan wafer

Iya buka puasa dengan wafer, tetapi hanya sekedar membatalkan puasa, itulah yang terjadi sesaat kami tiba dengan taxi di terminal kedatangan lapangan Terbang Antarabangsa Sultan Ismail  Johor Bahru Malaysia, Negeri Johor adalah destinasi pertama yang kami lalui dalam rangka perjalanan menuju Borneo (Kalimantan). Yaitu ke Sabah , Brunei dan Sarawak.  Perjalanan ini kami namakan  XPDC TO BORNEO MUHAMMADIYAH INTERNATIONAL.

Berangkat dari Terminal Ferry Internasional Batam  Rabu (18/8) sekitar pukul 4 petang, rombongan kami sebanyak 7 orang tiba di terminal Ferry Stulang Laut Johor Malaysia menjelang magrib.  Ongkos Batam-Stulang Laut pulang pergi seharga rp. 370.000,- perorang nya.

Dengan 2 taxi seharga 50 ringgit Malaysia per taxi nya, dari depan terminal menuju lapangan terbang kami melintasi geliat pembangunan pertokoan di sepanjang jalan, cukup pesat kemajuan negeri Johor Darul Takzim ini.

Hampir 30 menit waktu yang di tempuh, sehingga tiba di Afront hari telah gelap. Untuk membatalkan puasa itulah wafer yang kebetulan ada di tas jinjing menjadi santapan pertama dan tentu nya air aqua. Pak Supir taxi pun ikut berbuka dengan wafer yang kami bawa dari Batam, hem nikmat juga rasanya. Pak Supir orang Malaysia kami orang Indonesia tetapi sama-sama Islam nya.

Restoran di Bangunan Lapangan Terbang Baru.

Agak terkesima juga melihat bentuk megah lapangan terbang antarabangsa Sultan Ismail yang sekarang ini, padahal hanya hitungan bulan saja berlalu,  sewaktu perjalanan dari Bangkok (Swarnabumi) ke Senai (Sultan Ismail), bagasi yang kubawa berhamburan  dan saat menunggu bus yang ke Bandar, ruang tunggu nya begitu kusam.

Mungkin karena baru di buka atau karena bulan Ramadhan belum banyak orang berjualan di dalam terminal, tidak banyak pilihan untuk makan berbuka, apalagi makanan Halal.  Ya terpaksa apa adanya, sepiring mie kuah seharga 7 ringgit (kurs rp.2.700) , sepiring mie goreng, dua mangkok sup tulang sapi , dan tumis sayur kubis, satu porsi ayam goreng  kami pesan, dan tentunya 7 piring nasih putih. Di depan konter pembayaran tertera tulisan Bismillahirahmanirahim, belum ada logo halal disitu. Dan menandakan muslim pelayanan wanitanya memakai kerudung.

Ganti Kartu

Hal yang perlu dilakukan adalah mengganti kartu  seluler (sim card), banyak pilihan di Malaysia, di terminal pun konter penjualan untuk DIGI dan CELCOM ada di jual. 8 ringgit satu sim card sudah ada pulsa sebesar 5 ringgit di dalamnya, untuk topup tambahan sebesar 10 riggit, tetap di bayar 10 ringgit. Pesan orang bijak, lebih murah dan lebih irit menukar kartu di negara yang di kunjungi.

Malam itu kami shalat jamak akhir di Bandara yang bangunan nya serupa bentuknya dengan bangunan Bandara KLIA di Sepang dan bangunan Bandara ini mirip dengan Bandara di Kuching Sarawak dan juga bandara di Kota Kinabalu Sabah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: