Ramadhan di Sabah


Hari sudah menunjukkan pukul 1 dinihari saat Air Asia yang kami tumpangi dari lapangan terbang Senai Johor Bahru Malaysia Rabu (18/8)  tiba di Lapangan Terbang Kota Kinabalu Sabah .  Tak banyak penumpang yang turun, kami, 7 orang anak beranak bergegas ke konter imigrasi, tak lama setelah barang bawaan naik ke atas 2 troly.

Baru pertama kali ini ke Sabah tepat nya ke Kota Kinabalu  orang menyebut nya KK ( baca ke ke) , 2 orang teman kami dari Muhammadiyah Jakarta sehari sebelum nya yaitu tanggal 17 Agustus 2010  telah duluan tiba dan menginap di Ruby  Hotel. Mereka naik Air Asia juga dari Jakarta Kinabalu.

Hotel Ruby terletak di tengah bandar,  dari lapangan terbang ke hotel itu naik taxi karena sudah tengah malam tarif nya 50 ringgit. Sementara untuk tarif hotel semalam seharga 99 ringgit, banyak hotel sekelas Ruby di Kota Kinabalu. Sebelum nya kami sudah makan (berbuka puasa ) di lapangan terbang Senai atau Lapangan Terbang Antarabangsa Sultan Ismail Johor Bahru.

Kami pun tak terlalu risau untuk makan sahur, karena dari Batam Rendang, sambal bilis dengan kacang ada kami bawa, malah , bukan itu saja, sambal pecal, indomie, kecap, saus chili (cabai) lengkap semuanya. Dan tak lupa indocoffe, coffe mix pun ada. Semua keperluan itu dimasukkan ke dalam satu kontiner biru yang kami beli di Ace Hardware.

Ingat sewaktu kami di Makkah menunaikan ibadah haji, periok travelling yang multi fungsi pun kami bawa, periok ini bisa untuk memasak indomie, juga berfungsi juga menggoreng telor.  Jadi tengah malam itu kami hanya membeli nasi putih yang banyak di jual di depan hotel tempat kami menginap.  Seandainya pun tak ada yang menjual nasi kami telah siapkan periok untuk menanak nasi.

Begitulah persiapan kami untuk ber SAFARI RAMADHAN di bulan puasa 1431 H ini yang kami sebut XPDC to BORNEO

Shalat Subuh di Bekas Gereja Seven Days Adventis

masjid lama kota kinabalu bekas gereja adventis

masjid lama kota kinabalu bekas gereja adventis

Hari pertama makan sahur berjalan lancar, tak terdengan suara azan menandakan masuk waktu subuh. Informasi yang di dapat dari pihak hotel ada masjid yang terletak di kawasan bukit,  arah ke Jalan Gaya. Kesitulah kami berjalan, tak sulit menemukan nya dengan menanyakan kepada orang – orang yang berada di jalan.

Lumayan juga terasa betis manapaki jalan menuju masjid yang berbentuk empat persegi panjang itu. Memang terlihat agak beda dari jamak nya masjid. Masjid Bandra Kota Kinabalu ini dulu nya adalah bekas gereja adventis, orang di Kota Kinabalu menyebut nya SDA , yaitu seven days adventis.

Bahkan tulisan tentang SDA itu pun masih jelas terlihat, kalau dulu nya menara gereja diatas nya salib kini di ganti dengan bulan bintang saja.  Itulah masjid pertama di Kota Kinabalu Sabah Malaysia. Menurut pengurus masjid yang kami temui saat itu, gereja itu berubah menjadi masjid sejak tahun tujuhpuluhan. Di beli oleh seorang dermawan islam disana dan di wakaf kan kepada kaum muslimin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: