Tertipu Dokter dan Polisi Gadungan


Ibu Ely Emeli Zola, tertipu dokter dan polisi gadungan

Ibu Ely Emeli Zola, tertipu dokter dan polisi gadungan

Pagi itu sekitar pukul 11 henpon papa Nesa berdering, sepintas matanya melirik kelayar henpon tertera nomor    085211345986 , karena sedang sibuk bekerja lagian yang masuk nomor tak di kenal, panggilan itu di biarkan saja. Tak lama kemudian henpon nya berdering lagi, dilayar terlihat  nomor yang sama, terpikir oleh papa Nesa, siapa ya, mungkin perlu, tetapi tak ada suara jawaban  setelah diangkat. Dan hal itu berulang-ulang berlaku berdering terus, diangkat tetapi tiada jawaban sampai setengah jam lamanya.

Seakan merasa terteror dan memang terteror oleh deringan henpon, ada yang mengatakan kepada papa Nesa untuk tidak mengaktifkan henpon nya selama dua jam, dari nomor henpon yang lain. Agaknya papa Nesa merasa ada benarnya juga henpon pun tidak diaktifkan, lagian iyanya merasa kesal karenaulah si penelepon. Dan celaka nya hal itu lah yang memang diinginkan si penelepon.

Skenario pun dimulai, rumah papa Nesa di hubungi memalui telpon rumah, yang menerima Nesa, telepon diseberang sana mengaku dari Kepolisian yang mengatakan kalau papa Nesa mendapat kecelakaan jalan raya, kini berada di rumah sakit Awal Bros Batam. Tak lama kemudian telepon berdering baik ke henpon Nesa maupun ke telpon rumah, kalau tadi dari Kepolisian yang kini dari Dokter rumah sakit Awal Bros.

Siapa yang tak panik kalau seorang dokter dari rumah sakit ternama mengatakan papa tercinta akan segera di amputasi kaki nya karena kecelakan sebagaimana tadi telah di sampaikan oleh pihak Kepolisian?.

Ibu yang sedang mengajar di hubungi oleh Nesa, si Ibu yang mendapat kabar suami tercinta sedang menyabung nyawa dari putri tersayang yang sedang menangis sesunggukan di seberang sana,  minta izin kepada sang bunda untuk segera mentransfer uang yang di minta pihak rumah sakit, karena hal itu (operasi amputasi) segera dilaksanakan. Sang Ibu pun menyetujui untuk segera mentransfer uang.

Bekerjar Nesa ke ATM bank Syariah Mandiri, sementara sang Ibu terduduk lemas di sekolah, berurai air mata, dipapah beberapa guru yang berinisiatif segera membawa nya ke rumah sakit Awal Bros, tak mungkin rasanya ada tindakan  amputasi kalau belum ada persetujuan dari pihak keluarga (isteri atau orang terdekat) kata guru yang lain.

Ber-macam2 komentar sesama guru menanggapi hal itu, apalagi henpon papa Nesa tidak aktif, bertambah yakin lah mereka kalau hal itu benar. Nesa pun telah berhasil mentransfer uang sebagai mana yang diinginkan pihak rumah sakit ke nomor rekening yang telah di pandu oleh si penipu, tak banyak memang uang Nesa sekitar rp. 800.000,- karena memang itu lah saldo yang ada di buku tabungan nya.

Panik.

Iya panik, siapa tak panik mendengar kabar seperti itu, padahal modus operandi seperti telpon kecelakan orang terdekat sering sekali terjadi menjadi modus penipuan. Tetapi syukur lah banyak rekan guru yang mengingatkan dan segera ke rumah sakit sebelum transfer melalui ATM sang ibu ikut di kirimkan.

Mereka pakai 5 nomor henpon yang berbeda kata Ibu Ely setelah tiba di rumah, papa Nesa pun tak menyangka penonaktifan henpon nya memang telah direkayasa oleh si peneror , dan rasanya hal itu tak perlu di beritahu kepada orang terdekatnya.

Dan papa Nesa pun merasa hal peneroran ini tak perlu di laporkan kepada Polisi, mengapa?… “gak tau lah pak papa Nesa gak mau lapor, nanti bayar lagi” ujar bu Ely ketika di tanya.

Hubungan telpon bu Ely dengan si penipu setelah papa Nesa pulang ternyata 2 dari 5  nomor henpon itu masih aktif.

Berikut petikanchat kami :

17:09Saya

salam buk ely… udah lapor polisi

17:10Emeli

salam jg pak, ga ada pak

17:10Saya

kenapa gak lapor?

17:11Emeli

nanti bayar lg

17:11Saya

ooo.. tapi kan gak mahal

17:13Emeli

ga taulah pak, bpk si nesa ga mau lapor

17:13Saya

waktu bpk nesa di telpon suruh non aktif kan hp nya … tau nomor hp yg menghubungi ..?

17:14Emeli

tau pak, td bu eli tel , hpnya aktif. ada 5 nomor yg mrk pakai

yg dua msh aktif

17:15Saya

boleh tau nomor nomor nya…

17:16Emeli

085211345986. yg satu lg di hp bpk nesa dia ga ada di rmh

17:18Saya

waktu buk ely telpon dia bilang apa?

17:21Emeli

ini dr mana, sy blg td sy disuruh hub no ini ktnya ponakan sy kecelakaan. trus dimatikan dia . di m.cll lg, bu eli telp balek dia nanya nama ponakan ibuk siapa, sy blg muhardi. trus dia blg ia, akan segera dioperasi kepalanya alatnya ga ada dibtm, hrs tranfer uang segra krn ga bis nunggu lama.

17:23Saya

terus..

17:24Emeli

bu elli ga sbr jd bu elli maki2 dia .

tp dia cengengesan aja pak

Emeli Zola

hati2 penipuan lewat telpon rumah, dg motif salah satu anggota kel kita diberitakan dapat kecelakaan dan segera dioperasi, segera tranfer uang krn pihak rumah sakit tdk bisa menunggu lama. mereka mengaku dari kepolisian dan dokter yg ternyata mrk smua gadungan.

Emeli

sama pak, yg nuntun nesa di ATM jg org itu, yg ngaku dokter . awalnya si nesa kan di syariah mandiri jd disuruh ke atm bersama, disitu dia tuntun lwt hp

17:28Emeli

semetara hp bpk nesa diteror dg m.cll terus ja ssh di hub,

17:29Saya

teros bapak nya gimana cara nya?

terus koq bisa tau nomor hp bpk nya nesa?

17:31Emeli

ditelpon dia wkt diangkat dimatiin , tlp lg dimatiin lg , itu ada sekitar seengah jam

17:50Emeli sedang offline.

17:50Saya

terus bpk nesa bilang apa waktu di angkat ?

Berhati – hati lah…dan jangan panik.   Mungkin itu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: