Teh Lilis Kecemplung Laut


Teteh Lilis di perahu yang terkadang hanya untuk kapasitas satu orang kami naiki berlima, ya harus pandai pandai menjaga keseimbangan

Teteh Lilis di perahu yang terkadang hanya untuk kapasitas satu orang kami naiki berlima, ya harus pandai pandai menjaga keseimbangan

Pepatah mengatakan KALAU TAKUT DILANDA PASANG JANGAN BERUMAH DI PINGGIR PANTAI, ya kalau sering main di laut (air) naik perahu ya … …

Saat mengunjungi masyarakat hinterland di kepulauan sekitaran Batam, Ahad (20/6) kemarin, dari pelabuhan rakyat Sagulung kami naik speadboat menuju ke Pulau Air Lingka (baca Lingke).  Speadboat dengan kecepatan 40 tenaga kuda ini terbuat dari fiberglass. Biasanya kami kalau ke pulau pulau seperti ini naik pompong, paling juga naik boat pancung.

Waei bukan main laju, macam nak terbang saja, bang Jas anak jati pulau Bulang yang membawanya. Hem mulai start saja dari Sagulung sudah macam nak tercampak kebelakang terpaksa lah tangan berpegangan dengan kuat , dan sekali sekali pantat terangkat karena hantaman ombak , tapi asyik sekali.

Kecemplung Laut

Naik Pompong ke Pulau Sembur kecmatan Galang

Naik Pompong ke Pulau Sembur kecamatan Galang

Mau tau rasanya kecemplung laut ?…tanyalah kepada Teh Lilis, Teteh demikian kami memanggilnya, Lilis Lishatini adalah wartawati senior di Batam Pos group nya Jawa Pos di Batam.

Iya kecemplung, artinya gak sengaja dan gak terduga, tapi tau lho kalau kita mau  kecemplung, maksud nya kita sadar kalau mau kecemplung .. basa sebatas pinggang tergantung gantung dianak tangga pelantar di Pulau Bulang.

Saat kedua tangan teteh lilis berpegangan dianak tangga mau naik ke pelantar kedua kakinya masih berada diatas speadboat, boat menjauh dari tangga, hei hei hei … tolong tu teh Lilis, bang Aries yang masih tetap duduk diatas speadboat malah tetap tak beranjak.

Kalau naik speadboat yang ini Teteh harus berpegangan sekuat kuat nya , kalau tidak bisa bisa Teteh terbang kayak parasliding.....

Kalau naik speadboat yang ini Teteh harus berpegangan sekuat kuat nya , kalau tidak bisa bisa Teteh terbang kayak parasliding.....

Air Laut Pulau Bulang membasahi pakaian teh Lilis, tetapi koq gak kelihatan basa ya sambil senyum senyum kecut mau apalagi kalau bukan senyum Teteh naik keatas pelantar “untung pakai yang hitam ya, jadi gak kelihatan basah” jawab Teteh yang sangat peduli dengan kegiatan sosial ini, Teteh Lilis adalah pengasuh rubrik Talih Asih di Koran Batam Pos.

Banyak masyarakat tak mampu yang telah tertolong dari program Talih Asih yang di kelola nya. Dan Teteh yang mantan anggota KPAI Daerah Kepulauan Riau ini tak asing dengan pulau pulau di sekitaran Batam, “Aku sudah pernah ke Senayang” ujar nya saat kami berbincang bincang soal Suku Laut yang ada di Kepulauan Batam.

Wajah Teteh kembali ceria saat bertemu dengan ibu-ibu di Pulau Bulang itu yang sedang mengupasi dan menariki daging daging kepiting dari sapit nya.   Belasan ibu -ibu disitu pekerjaan sambilan mereka adalah mengupas kepiting renjong milik Haji Aziz pengusaha keturunan China, potert sana poto sini pakaian Teh Lilis pun kering jadinya.

Saat kami mampir di Pulau Ketapang, dan Pulau Bayan Teh Lilis tak mau kejadian berulang lagi. Entah apa yang ada di benak Teteh saat itu kita tunggu saja apa isi tulisan nanti di program ekonomi bisnis di Batam Pos…..apa soal kejebur laut masuk juga ya..???????

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: