Persentase Kelulusan Ujian Nasional Tahun 2010 SMA/SMK/MA di Beberapa Kota


PENGUMUMAN UN

Nilai Tertinggi SMAN 68 Rata-rata 9,43

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Siswa meluapkan kegembiraan atas kelulusan mereka dengan aksi semprot cat di halaman SMA Negeri 26, Tebet, Jakarta Selatanm Senin (26/4/2010). Dari 213 siswa di SMA ini sebanyak lima siswa dinyatakan tidak lulus.

JAKARTA, KOMPAS.com – Prestasi nilai akademik tertinggi siswa-siswi SMAN 68 dalam menempuh ujian nasional (UN) berhasil dicatatkan oleh Juniarto Jaya Pangestu. Siswa jurusan IPA itu berhasil mencapai total nilai dan rata-rata tertinggi di sekolahnya dalam menempuh UN.

Juniarto berhasil mencapai nilai total 56,60 dari enam mata pelajaran yang diujikan dalam UN. Dengan kata lain, Juniarto berhasil mencapai nilai rata-rata 9,43 untuk setiap mata pelajaran.

“Juniarto menjadi siswa dengan nilai tertinggi di jurusan IPA sekaligus di SMAN 68 dengan mencapai total nilai 56,60. Saat ini dia juga sudah terdaftar dan diterima di Kedokteran UI,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sipana, Senin (26/4/2010).

Sipana menjelaskan, sebagai salah satu sekolah unggulan dan favorit di DKI Jakarta, SMAN 68 memang menargetkan nilai rata-rata yang cukup tinggi bagi siswa-siswinya.

Selain Juniarto di jurusan IPA, nilai tertinggi untuk jurusan IPS di SMAN 68 berhasil mencapai nilai total 53,45 yang diraih siswi bernama Nurana Sekar Lestari. Dari enam mata pelajaran, Nurana meraih nilai total 53,43 atau nilai rata-rata mencapai 8,908.

Prestasi Nurana merupakan nilai tertinggi jurusan IPS di SMAN 68, yang juga membuka kelas internasional dengan kurikulum Cambridge ini. Nilai angka sempurna alias nilai 10 juga cukup banyak diraih siswa siswi di SMAN 68.

Sipana menyebutkan, untuk mata pelajaran matematika saja, ada 11 siswa yang berhasil meraih nilai mutlak sempurna. “Ada delapan anak dari IPA yang dapat nilai 10 untuk matematika. Sementara yang dari IPS ada tiga yang dapat 10,” tuturnya.

Meski ada nilai tertinggi seperti diraih Juniarto dan Nurana, namun SMAN 68 pada tahun ajaran ini juga belum terbebas dari angka ketidaklulusan siswa.

Tahun ini, jumlah siswa yang gagal dalam UN mengalami peningkatan. Sipana mengatakan, siswa yang gagal lulus UN tahun ini mencapai 11 orang, naik dari tahun lalu yang hanya satu siswa. Dari ke-11 siswa tersebut, sembilan di antaranya berasal dari jurusan IPA dan dua dari IPS.

“Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan tidak lulus. Misalnya dari psikologis, karena kebanyakan yang gagal ini justru dari siswa yang cerdas,” tuturnya.

Ia mencontohkan, beberapa siswa yang tidak lulus di SMAN 68 justru malah mendapat nilai nyaris sempurna di sejumlah mata pelajaran lainnya. “Ada yang nilai matematikanya dapat 9,75 tapi gagal karena biologinya dapat nilai 2,00,” tuturnya.

Republika OnLine » Pendidikan » Berita

JAKARTA–Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, meminta kepada para orang tua dari siswa yang belum lulus ujian nasional tingkat SMA dan yang sederajat agar tidak risau. Ia menyatakan siswa yang gagal bisa mengulang ujian itu pada 10-14 Mei 2010.

Kesempatan mengulang diberlakukan baik untuk siswa tak lulus di salah satu maupun seluruh mata pelajaran ujian nasional (UN) 2010.  Hal itu disampaikan menteri saat melantik Rektor Unversitas Ngeri Jakarta (UNJ) Prof Dr Bedjo Sujanto, MPd di Jakarta, Senin (26/4).

Mendiknas menyatakan optimistik bahwa siswa yang gagal dalam UN SMA 2010 akan dapat lulus. Pasalnya, sebagian besar atau 64 persen siswa yang gagal UN 2010 hanya dalam satu mata pelajaran, seperti dalam mata pelajaran bahasa Indonesia dan Biologi.

Oleh karena itu, ia meminta kepala sekolah agar siswa yang belum lulus pada UN SMA 2010 mempersiapkan diri dan belajar tentang mata pelajaran yang tidak lulus pada UN tersebut. Minimal mereka harus mendapat nilai 5,5.

Menurut Mendiknas, siswa yang tidak lulus UN SMA dan yang sederajat pada UN 2010 turun empat persen dibanding 2009. Proses belajar di sekolah tidak optimal, kesadaran siswa kurang dan terkesan santai, faktor sarana dan prasarana belajar seperti buku dan guru di sekolah yang belum memadai masih menjadi penyebab.

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) kata Nuh, akan melakukan evaluasi dan analisis tentang jenis mata pelajaran yang gagal dikerjakan oleh sebagian besar siswa gagal terkait letak sekolah dan wilayahnya. Hasil evaluasi akan digunakan Kemendiknas dalam kebijakan seperti memberikan pelatihan untuk mata pelajaran yang gagal dikerjakan siswa.

“Jadi orientasi UN bukan hanya sebagai tolok ukur kelulusan siswa,” ujar menteri. “Tapi sebagai pemetaan sekolah, yaitu untuk mengetahui dan memberikan intervensi kebijakan penguatan terhadap sekolah-sekolah di mana saja yang mata pelajaran UN belum mampu diserap siswanya,” imbuhnya memaparkan.

Ketika ditanya tentang sejumlah SMA seperti SMAN 112 Jakarta dan SMAN 78 Jakarta yang belum mengumumkan hasil UN karena sebagian data siswa “hilang”, Kemendiknas akan mengecek ke tempat pemindaian data di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jakarta.

Sebelumnya, sedikitnya tiga SMA di Jakarta, pada Senin (26/4) seperti SMAN 112, SMAN 78 dan SMA Joshua belum mengumumkan hasil UN kepada siswa, karena masih menunggu klarifikasi tidak keluarnya data kelulusan dari sebagian siswanya dari tempat pemindaian soal UN di UNJ.

Di Cilacap

”Turunnya tingkat kelulusan SLTA tahun 2010 itu, diperkirakan karena adanya pengetatan dalam pengawasan UN, sehingga hasilnya lebih jujur dan obyektif,” tambahnya.

CILACAP–Para guru tiga SMA di Kabupaten Cilacap ini, harus mengevaluasi sistem mengajarnya. Pasalnya, tingkat kelulusan siswa kelas III yang mengikuti Ujian Nasional tingkat SLTA tahun 2010 itu sebanyak nol persen alias tak ada satu pun siswa yang lulus. Prestasi memprihatinkan ini, ditunjukkan oleh SMA Negeri Kampunglaut, SMA Bahari dan SMA Jenderal Soedirman.

Terkait kondisi tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap, Marjaka, mengaku pihaknya akan mengevalusasi sistem pengajaran yang diterapkan di SMA tersebut. ”Kita prihatin, kenapa di ketiga SMA tersebut tidak ada satu pun siswa yang lulus,” jelasnya, Senin (26/4).

Selain itu, Marjaka mengaku, dia telah menghimbau kepala sekolah dan guru di ketiga SMA tersebut agar lebih mempersiapkan siswanya untuk mengikuti ujian nasional ulang. ”Masih ada waktu 14 hari untuk mempersiapkan siswa mereka untuk menghadapi UN ulang. Saya kira, kalau benar-benar dipersiapan, sebagian siswa akan bisa lulus,” katanya.

Meski ada tiga SMA yang tingkat kelulusannya nol persen, Marjaka mengaku, di Kabupaten Cilacap ada dua SMA yang tingkat kelulusannya mencapai 100 persen. Kedua SMA tersebut, adalah SMA Negeri I Binangun dan SMA Negeri Maos.

Sedang mengenai angka kelulusan UN SMA/SMK/MA tahun 2010 di Kabupaten Cilacap, Marjaka mengakui, dibanding tahun 2009 memang mengalami penurunan. Namun prosentase penurunannya hanya sekitar 1 persen. Jika pada tahun 2009, angka kelulusannya sekitar 93 persen, maka pada tahun 2010 ini menjadi 92,1 persen.

Dijelaskan, jumlah seluruh siswa sekolah lanjutan atas (SMA, MA dan SMK) di Kabupaten Cilacap yang mengikuti ujian nasional tahun 2010, tercatat sebanyak 14.938 orang. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 1.180 siswa atau 7,93 persen yang tidak lulus dan bisa mengikuti UN Ulang. Mereka terdiri dari 450 siswa SMA, 124 siswa MA, dan 600 siswa SMK. sumber  Republika OnLine » Breaking News » Nusantara

Di Tangerang

124 dari 191 Siswa di SMU 15 Sunter Tidak Lulus UN


Jakarta – Sebanyak 124 siswa SMU 15 Sunter, Jakarta Utara, tidak lulus Ujian Nasional (UN) dari 191 siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN) pada Maret 2010 lalu.

“Sebanyak 124 siswa mengulang pada Mei nanti dan hanya 67 orang yang lulus,” ujar Kepala Sekolah SMU 15 Sunter Berahma Tarigan di Jl Segitiga Senen, Sunter, Tanjung Priok, Senin (26/4/2010).

Menurut Berahma, kelulusan terbanyak berasal dari program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebanyak 36 orang. “Hanya empat orang saja yang tidak lulus. Sedangkan program IPS yang lulus 88 orang dari 151 orang,” jelasnya.

Berahma mengaku kaget dengan banyaknya jumlah murid yang tidak lulus dari sekolahnya. “Ini mungkin merupakan sejarah paling buruk dari sekolah kami,” katanya.

Faktor kurang gigihnya murid dalam belajar dituding sebagai faktor utama di balik banyaknya murid yang tidak lulus.

“Saya juga ingin menangis melihat yang seperti ini. kasian orang tua yang anaknya tidak lulus,” pungkasnya.

Berdasarkan pantuan detikcom, sejumlah siswi saling berpelukan dan menangis di depan papan pengumuman saat melihat nomer ujiannya tidak tercantun dalam daftar siswa yang lulus. Beberapa orang tua murid yang menemani anaknya yang tidak lulus menolak berkomentar tentang hasil UN tersebut.
(fiq/anw)

Di DKI

10.397 Siswa SMA & SMK Tak Lulus UN, Tingkat Kelulusan Turun

Jakarta – 10.397 siswa SMA dan sederajat DKI Jakarta tidak lulus ujian nasional (UN). Prosentasi kelulusan menurun dari 96 persen pada tahun lalu menjadi 92,2 persen. Siswa yang tidak lulus bisa mengikuti ujian ulangan pada 10-14 Mei 2010 mendatang.

“Yang tidak lulus untuk SMA dan sederajat di DKI yakni 10.397 siswa. Sedangkan yang lulus 110.131,” ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto ketika dihubungi detikcom, Senin (26/4/2010).

Taufik menguraikan siswa SMA yang lulus 49.903 siswa atau 90,67 persen. Sedangkan siswa yang mengulang 5.134 atau 9,33 persen. Untuk Madrasah Aliyah (MA) jumlah peserta yang lulus 4.370 atau 93,74 persen. Sedangkan yang tidak lulus 292 atau 6,25 persen. Untuk SMK yang lulus 58.858 atau 92,21 persen. Sedangkan yang tidak lulus 4.971 atau 7,79 persen.

Taufik menambahkan, pengumuman kelulusan dilakukan pada pagi hari melalui surat ke alamat siswa masing-masing. Bahkan kelulusan bisa diakses ke sekolah masing-masing.

“Bagi yang mengulang, seluruh siswa negeri dan swasta diimbau melakukan pendalaman materi. Saya juga mengharapkan agar para siswa yang dinyatakan mengulang agar jangan berkecil hati dulu,” jelasnya.

Syarat kelulusan, lanjut Taufik, tidak hanya berdasarkan nilai rata-rata 5,5 tetapi juga nilai terendah tidak boleh 4,25.

“Bisa jadi nilai rata-rata yang dinyatakan mengulang itu rata-ratanya bisa saja 8 atau 7. Tapi ada satu mata pelajaran yang nilainya di bawah 4,25 sehingga nanti kalau mengulang hanya mata pelajaran yang bersangkutan dan bisa lulus,” kata Taufik.

Taufik juga mengimbau siswa yang lulus untuk memberi dukungan pada teman yang mengulang. Sedangkan bagi siswa yang lulus diminta untuk tidak mencoret-coret seragam. “Sebaiknya diserahkan ke siswa yang membutuhkan atau panti asuhan,” tandasnya.

Di Solo

2.600 dari 14.523 Siswa SMA/SMK Gagal Lolos UN

Solo – Sebanyak 2600 siswa SMA dan sederajat di Solo juga menjadi korban ujian nasional (UN) tahun 2010. Mereka dinyatakan tidak lulus. Namun demikian, para siswa itu masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Pemkot Surakarta, Rakhmat Sutomo, mengatakan dari 14.523 siswa SMA dan sederajat di Solo yang mengikuti UN tahun ini, terdapat 2.600 siswa yang tidak lulus UN.

Dari angka tersebut, 1.660 diantaranya adalah siswa SMA dan MA, dengan perincian jurusan IPA sebanyak 433 siswa, jurusan IPS sebanuyak 1.200 siswa dan jurusan bahas sebanyak 25 siswa. “Semua peserta jurusan keagamaan dinyatakan lulus,” ujarnya, Senin (26/4/2010).

Sedangkan untuk siswa SMK yang dinyatakan gagal UN adalah 940 dari 7.284 siswa yang mengikuti UN tahun 2010. Dengan angka-angka tersebut, terdaoat 22,93 persen peserta ujian dari SMA dan MA serta 12,91 persen peserta dari SMK tidak lulus UN.

“Yang tidak lulus ini masih diberi kesempatan mengikuti ujian ulangan pada 10 hingga 14 Mei 2010 mendatang. Mereka yang nanti dinyatakan tidak lulus UN diharap segera mendaftar untuk dapat mengikuti ujian ulangan tersebut,” kata Rakhmat.

Rakhmat juga menegaskan, untuk tahun inihasil UN tidak menjadi penentu mutlak kelulusan siswa. Kelulusan tetap ditentukan oleh sekolah, sedangkan hasil UN hanya merupakan salah satu faktor penentu saja.

Selain itu, khusus di Solo pengumuman kelulusan tahun ini juga dilakukan secara berbeda. Jika daerah lainnya dilakukan pada pagi hari, pengumuman kelulusan UN di Solo dilakukan pada sore hari dan diserahkan kepada orangtua siswa. Alasannya adalah karena bersamaan dengan pelaksanaan Pilkada. (mbr/djo)


Iklan

8 Tanggapan

  1. akuuuuuuuuuuuuuuuu. . . . . TIDAK LULUSss ???????

    Suka

  2. klo kota tangerang berapa % yang lulus ?

    Suka

  3. alhamdulillah rangkaian ujian nasional telah terjalani dengan baik meski ada pandangan pro dan kontra, lulus dan tidak lulus. dengan keberhasilan penyelenggaraan ujian nasional mudah-mudahan bisa dijadikan sebagai pegangan bangsa Indonesia untuk mengikuti ujian internasional ( apabila ada ), seru kan ?

    Suka

  4. Rangkaian persiapan, pelaksanaan, dan pengumuman UN telah terlaksana dengan baik ! Hanya disayangkan anatara persiapan dan pengumuman terjadi kontradiksi. Persiapan menjelang dilaksanakan UN begitu menggema semua siswa calon peserta UN mengadakan ISTIGHOSAH / do’a bersama memohon kepada Allah SWT untuk mendapatkan hidayah (sampai ada yang membawa pinsil kepda para ustad untuk di do’akan). Tetapi pada saat pengumuman (untuk siswa yang dinyatakan lulus) walaupun tidak semua merayakan dengan cara-cara yang tidak pantas dilakukan seperti corat-coret, minum-miman keras dsb. Padahal, baik bagi siswa yang lulus maupun siswa yang harus mengulang semua adalah kehendak Allah SWT. ini merupakan tantangan bagi kita semua dalam menyikapi dunia pendidikan

    Suka

  5. tolong bagi para siswa yg tidak lulus un dimohon bersabar.
    karena masih ada ujian susulan,maka dari itu bagi siswa siswi yg tdak lulus kesempatan untuk belajar yg lebih giat supaya mendapatkan nilai yg lebih baik.

    saran:
    belajarlah kamu yg rajin kamu akan menui hasil yg akan datang

    Suka

  6. ni…sudah-bukan baru saatnya, tetapi seharusnya dari dulu..pemerintah memperhatikan UN. bagi saya…ketidak lulusan siswa, bukan semata-mata karena ketidakmampuan mereka, tetapi haruslah dilihat, apakah layak UN dilaksanakan. apalagi UN dijadikan untuk penentuan kelulusan, tentunya haruslah dahulu dilihat standar-standar lainnya. jika sudah layak barulah dijalankan UN sebagai alat tuk menentukan kelulusan. saya harap Pemerintah RI (SBY, Mendiknas dan yang punya peranan dalam pendidikan) bisa memperhatikan masalah yang dihadapi siswa/i.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: