Berita – Berita Hari Ini Disekitar Ujian Nasional


Di Bandung

Fasli Jalal: UN Ulangan Sama Dengan UN Utama


Bandung – Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal menyatakan kredibilitas UN Ulangan yang akan diselenggarakan pada 10 hingga 14 Mei mendatang itu setara dengan UN Utama. Ia pun meminta para siswa yang mengulang untuk tidak merasa cemas akibat harus mengikuti UN Ulangan.

Hal itu dikatakan Fasli kepada wartawan usai menghadiri Peresmian RS Pendidikan Unpad, Jalan Eyckman, Selasa (27/4/2010). “UN Ulangan ini sama kredibelnya dengan UN Utama, ijazahnya juga sama,” ujar Fasli.

Ia pun berharap para siswa yang belum lulus pada UN Utama agar mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi UN Ulang. “Kalau tidak menyiapkan diri, ya bisa enggak lulus juga. Bisa gagal disini,” tambahnya.

Lebih lanjut Fasli berharap pihak sekolah seperti kepala sekolah dan guru, serta orang tua siswa dapat memberi dukungan positif pada siswa tersebut.

“Saya berharap ada program pengayaan di sekolah. Guru, kepala sekolah dan orang tua juga memberi dukungan, sehingga siswa tidak perlu cemas meski mereka harus mengulang,” paparnya.

Dijelaskan Fasli, UN Ulang hanya dilakukan pada mata pelajaran yang nilainya jatuh saja. Penyelenggaraan UN untuk tiap mata pelajaran pun telah dibuat.
“UN Ulang dilaksanakan hanya untuk pelajaran yang jatuh saja, harinya sudah ditentukan,” terangnya.

(tya/dip)

Di Jakarta

Nah, Ini Dia Pelajaran yang Mengganjal Kelulusan UN

Republika OnLine » Pendidikan » Berita

JAKARTA—Sungguh ironis hasil Ujian Nasional (UN) tahun ini. Selain tingkat kelulusannya menurun, mata pelajaran yang mengganjal kelulusan ternyata Bahasa Indonesia. Selama ini, kebanyakan murid sekolah justru khawatir dengan pelajaran matematika yang dianggap jauh lebih sulit dibanding Bahasa Indonesia. Lebih ironis lagi, murid jurusan bahasa menjadi ‘korban’ terparah karena tidak mampu mengerjakan soal Bahasa Indonesia.

Dari 1.475 siswa jurusan bahasa, sebanyak 919 siswa atau 62,26 persen tidak lulus karena Bahasa Indonesia. Begitu juga, dari jurusan IPS yang tidak lulus karena Bahasa Indonesia juga banyak, yakni 9.200 siswa atau 37,87 persen dari total 24.290 siswa. Sementara itu, sebanyak 3.980 siswa IPA atau 28,37 persen siswa IPA tidak lulus Bahasa Indonesia dari total 14.031 siswa.

Menteri Pendidikan Nasional, M Nuh, mengaku tidak mengetahui alasan yang menjadikan pelajaran Bahasa Indonesia menjadi penyebab kegagalan siswa dalam UN. “Justru itu yang sedang kami dalami kenapa. Ironisnya, jurusan bahasa itu yang mengulang Bahasa Indonesia 62 persen,” ujar dia, pada konferensi pers di Kantor Kemendiknas, Jakarta, Selasa (27/4).

Kata dia, murid yang tidak lulus UN tidaklah bisa untuk dikatakan sebagai murid bodoh. Fungsi ujian dalam dunia pendidikan, menurut dia, adalah untuk mengetahui kemampuan para murid.

Di Papua

Walah,,, Siswa di Papua 100 % Tak Lulus UN

JAYAPURA – Tiga kabupaten di Papua dinyatakan tidak lulus 100 persen dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Namun Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua, James Modouw enggan menyebutkan nama kabupaten yang siswanya tidak lulus 100 persen.

“Saya tidak bisa menyebutkan kabupaten dan nama sekolahnya karena dikhawatirkan akan menimbulkan diskriminasi dan menyudutkan kabupaten itu,” ujarnya pada wartawan di Jayapura, Senin (26/4/2010).

Yang jelas lanjutnya, tiga kabupaten ini berlokasi di wilayah pegunungan dan merupakan kabupaten pemekaran lama. Meskipun dinyatakan tak lulus, James mengatakan para siswa tersebut masih berkesempatan untuk mengikuti ujian kedua yang rencananya akan dilaksanakan 23 Mei 2010 mendatang.

“Tapi pelaksanaan ujian kedua itu tidak menjadi jaminan bagi para siswa yang tak lulus untuk bisa diluluskan. Sebab kita mengejar kompetensi siswa dan bukan hanya nilai,” terang dia.

Sementara itu, untuk tahun 2010 ini, tingkat kelulusan di Papua
mengalami penurunan dibanding tahun yang lalu. Untuk SMA/ SMK menurun sekitar dua persen, pada 2008/2009 86,20 persen sedangkan pada tahun ini 84,59 persen. Untuk peserta Ujian pada tahun ini 20.032 peserta.

(teb)

Berita Terkait: Ujian Nasional

Di Gresik

GRESIK–Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) SMA sederajat di Kabupaten Gresik lebih baik, bila dibandingkan dengan tahun lalu. Jika tahun lalu yang tidak lulus mencapai 259 siswa, tahun ini hanya 46 siswa dari 14.152 peserta.

Data Dinas Pendidikan Gresik, ke-46 siswa yang tidak lulus tersebut terdiri dari, peserta SMA jurusan IPA 3112 tidak lulus ada 6 siswa. SMA IPS dari 2380 peserta, 5 diantaranya tidak lulus.

Kemudian peserta dari Madrasah Aliyah (MA) jurusan Bahasa dari 336 peserta ada 13 yang tidak lulus, IPA ada 2 peserta yang tak lulus dari 1.094 poeserta, IPS pesertanya 1.746 ada 10 peserta yang tidak lulus. Khusus SMK yang diikuti 5.293 peserta yang tidak lulus terdapat 10 peserta.

Kepala Dinas Pendidikan Gresik Chusaini Mustas mengatakan, dibanding tahun 2009, jumlah siswa yang tidak lulus tahun ini menurun. Tahun lalu peserta UN tingkat SMA/MA dan SMK di Gresik yang tidak lulus UN sebanyak 259 siswa. Dari 5.618 siswa SMA yang ikut UN yang tidak lulus 73, dan dari 2.970 siswa Madrasah Aliyah yang tidak lulus 174.

“Saat itu bahkan ada satu bahasa sekolah yang siswanya tidak lulus yakni mencapai 118 siswa Madrasah Aliyah Mambaus Sholihin program Bahasa,” terang Chusaini Mustas Senin (26/4)

Karena itu, lanjut Chusaini Mustas, pihaknya bersyukur kelulusan peserta UN tahun ini meningkat. Hal itu diiringi dengan menurunnya siswa yang tidak lulus hingga tinggal 46 orang.

“Meskipun demikian, kami tetap mengevaluasi siswa yang tidak lulus pada UN tahun ini. Harapan kami sejak awal adalah seluruh peserta UN lulus semua. Kalau ada yang tidak lulus, itu menjadi PR bagi kami untuk melakukan evaluasi,” terang Chusaini Mustas.

Sementara itu pengumuman kelulusan UN di SMA Negeri 1 Kebomas disambut gembira. Begitu mendapatkan lulus 100 persen, mereka bersujud syukur dan mengumpulkan seragam yang dikenakan. Selanjutnya seragam tersebut disumbangkan ke salah satu yayasan panti asuhan.

Mereka mengawalinya dengan do’a bersama. Selanjutnya, ratusan siswa mengumpulkan seragam dan diberikan ke koordinator siswa, Kharis Singgih, pelajar kelas XII. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kebomas, Edii Wahyudi mengatakan, pihaknya mendukung langkah siswa menyumbangkan seragam ke yayasan panti asuhan.

“Untuk keberhasilan, hal itu merupakan  keberhasilan seluruh guru, siswa dan juga orang tua,” jelasnya.

Bukan hanya itu, SMA Negeri 1 Kebomas tersebut juga menelorkan seorang siswa jurusan Bahasa masuk peringkat delapan se-Jawa Timur. Dia adalah Linda Astri Dwi Wulandari. Putri pasangan Sun’an dan Sundari meraih nilai total 52,10. Diantaranya Bahasa Indonesia mendapat 8,40; Bahasa Inggris 9,00; Sastra 8,50; Antropologi 8,00 dan Bahasa Asing 9,20

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: