SeLamat Datang di Perlis………..


Apa yang berkesan di Perlis?……… “Nyamuk nya” kataku sambil tertawa, itu lah yang kuutarakan pada Azmarul, Azmarul ini adalah karibku, dia  asli orang  Perlis.

Akhir Februari 2010 yang lalu aku berkunjung ke kediamannya, di Bandar Kangar .  Tak banyak penduduknya, populasi negeri yang bebatasan dengan Negeri Kedah itu hanya sekitar 300 ribu orang.

Satu lagi yang istimewa dari negeri Perlis ini,  ada dua border untuk ke Thailand,  satu di kampung Wang Kelian satunya lagi di Padang Besar.

Penduduk  Wang Kelian negeri Perlis  Malaysia ini  dengan penduduk  Wang Prachan provinsi  Satun Thailand,  terkadang tak perlu memakai  pasport, untuk bepergian , membeli belah misalnya. Itulah yang terlihat di pemeriksaan  imigrasi.

Tetapi hal ini tak berlaku bagi pemegang pasport Indonesia. Seperti aku misalnya, Petugas imigrasi yang bertugas memeriksa pasport meminta  10  Ringgit Malaysia  untuk masuk melalui border dari Wang Kelian – Wang Prachan.

Dan bila sebaliknya dari Wang Prachan ke Wang Kelian aku dimintai 2 Ringgit Malaysia.  Jangan tanya untuk apa dan jangan tanya pula untuk siapa, apalagi kalau minta tanda terima, siap siap lah kartu putih (white card) anda di black list offline.

Itu lah yang kualami saat melintasi border yang sepi itu. Aku disuruh pergi ke ruangan ujung sekitar 20 meter dari pos pemeriksaan,  petugas imigrasi dengan wajah galak tak bersahabat tadi rupanya menuliskan sesuatu kode, dengan bahasa yang tak kumengerti dia mengomel ngomel kepadaku, sembari menyerahkan pasport dan kartu putih untuk izin meninggalkan perbatasan. Banyak mata yang memperhatikanku. Seseorang yang memperhatikanku, sambil senyum dia melihat pasportku.

“Tak payah kesana terus saja berjalan. ” ujarnya kepadaku. “Nanti mereka minta duit banyak lagi, terpaksa tunggu lama” tambahnya lagi.    Nasib baik bukan pasportku yang ditulisin offline.

Pohon Perlis

Asal nama Perlis konon diambil dari kata Pohon Perlis yang hingga kini pohon perlis itu masih banyak terdapat disekitaran perbatasan (border), daerah perbatasan Satun – Perlis ini pula terletak  diperbukitan, indah pemandangannya, banyak bukit bukit batu disitu.

Malam di Perlis,  kami di jamu makan oleh Azmarul disatu tempat penjaja makanan,  nyamuk tak henti hentinya hinggap di kaki ku, terkadang kaki kuangkat keatas karena tak tahan oleh gigitan nyamuk. Hai sungguh sengsara makan sambil digigit nyamuk.

Di Perlis pula banyak  nama tempat  yang di awali dengan kata Taman. Seperti Taman Suriani , Taman Pekeliling, Taman Koperasi, Taman Putera Puteri, Taman Merpati , Taman Desa Pulai, ada lagi Taman Paduka , Taman Indah, Taman Kechor Jaya, Taman Datok Wan Ahmad. Itu yang kuingat,  masih banyak lagi  nama taman di tengah bandar Kangar Perlis ini.

Sementara disekeliling taman itu tadi banyak pula nama nama tempat yang didominasi dengan nama kampung.

Itu lah sedikit tentang Perlis.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Pak, khabarnya di Sumatera juga ada kampong Perlis, yg tutur bahasanya juga keperlisan, apa benar?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: