Hang FM Radio Dakwah ?


Abi Yusuf station manager hang fm

Abu Yusuf station manager hang fm

“Salam pak, lagi di tunggu di radio Hang FM” begitu bunyi sms yang masuk ke hand phone ku pagi tadi Senin (8/3)  dari no +65837389xx, nomor depan +65xxxxxxx  adalah kode negara Singapura. Wah bukan main ini radio sampai penggemar nya di Singapura meng – sms – ku . “Iya pak kan peminat setia Hang FM ” balasnya lagi melalui sms .

Iya memang sehari sebelum nya aku dihubungi station manager Hang FM, “Kalau bisa pukul 07.45 sudah di tempat ya pak”  kata Abu Yusuf demikian nama panggilan station manager radio yang mengudara di frequenci 106 FM itu. Ber iya iya betul dia agar aku tepat waktu. Tetapi apa lacur pukul delapan aku masih berada di sekolahan.

Sepanjang perjalanan menuju ke Batam Center, aku mendengar kan celoteh Abu Yusuf yang langsung memandu acara yang dikemas dalam input dan output itu, wah banyak juga telephon yang masuk gumamku. Rupaya sepanjang siaran berlangsung  Abu Yusuf si pemandu acara, menyebutkan nara sumber yang di undang dan dihubunginya belum ada satu pun yang datang.

Tak Boleh Musik ?

Penggemar radio ini cukup banyak di Singapura, begitu pun di Johor Bahru, karena memang siaran radio yang anti musik ini sampai menembusi cakralawa negara tetangga itu.

Tak ada lagu yang di putar di radio itu, kalau pun ada suara hanya suara deritan pintu atau suara seperti air yang tercurah.  Untuk intro, jedah antara dua acara misalnya ada suara seperti ketokan saja, benar benar tak ada suara lagu yang mengalun layak nya radio radio lain.

Lampu tombol telpon terus berkelap kelip saat aku masuk ke ruang studio yang baru di pugar sejak Kebakaran setahun yang lalu  itu.  “Alhamdulillah pak Imbalo sudah datang ” ujar Abu Yusuf kepada pendengar nya. Pertanyaan pun bertubi tubi , topik pagi hari itu mengangkat masalah makanan halal.

Dari mulai restoran, rumah makan, pengurusan sertifikat halal, sampai masaalah perdagangan bebas dengan cina, mengalir tak terasa sudah satu jam.

Sambil menjawab pertanyaan dari pendengar,  terpikir pula  olehku akan  rekan rekan  di  Malaysia, bukan yang di Johor Bahru tetapi yang arah ke Utara , yang sekarang sedang ramai ramai nya mempersoal kan faham  Wahabi.

Radio yang ber motto kan spirit of sunnah ini jangan harap mentolerir anggotanya merokok, begitu pun dengan gambar gambar berujud manusia. Hampir semua atau boleh dikatakan semua buku buku dan vcd yang di jual di toko buku yang berada di samping ruang studio tak bergambar manusia , apalagi gambar itu perempuan.

Tetapi radio ini tidak tabu terhadap iklan, banyak iklan saat jedah di putarkan, terutama  iklan obat obatan yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit.  Tak etis rasanya ingin membantah soal iklan yang ada di radio itu, ya nama nya iklan pastilah memuji produk yang ditawarkan.

Kembali ke soal Dakwah dari Radio Hang FM ini tadi, kalau lah sempat di dengar oleh para ulama yang memposisikan diri Ahli Sunnah Wal Jamaah  yang begitu antinya terhadap faham Wahabi .

Hai lebih teruk lagi daripadakan sekedar tidak berqunut dan tak menjahirkan bacaan Basmallah.

Bagimana ya……mereka pun mengklaim pengikut sunnah

Wahabi di Malaysia ?


Ada beberapa isu yang sedang berkembang di Malaysia, yang cukup sensitif dan menjadi perbincangan publik disana. Agak susah juga menanggapinya, saat ditanya bagaimana pendapat kita.  Karena biasanya mereka yang bertanya mengharapkan jawaban yang kita sampaikan tidak jauh dari harapan dan pendapat mereka. Apalagi kita orang yang awam tentang pemahaman aliran keagamaan.

Itulah yang aku alami saat berada disana.  Sepertinya mayoritas teman-teman muslim disana tidak setuju pemakaian kata Allah digunakan oleh kaum non muslim. Tetapi mahkamah disana telah membolehkan nya.

Disamping tentang penulisan dan pemakaian kata Allah tadi, juga yang agak merisaukan mereka tentang pemurtadan kaum muslimin, sehingga baru baru ini ada 2 orang  reporter tabloid Islami yang menyaru dan mengikuti kegiatan kebaktian disalah satu gereja katolik disana.  Tujuan nya antara lain ingin mengetahui bagaimana proses pemurtadan itu bisa terjadi.  Seperti investigasi lah agaknya.

Kedua isu itu adalah antara umat muslim dan non muslim.

Tetapi disamping itu adalah lagi isu yang sangat hangat dibicarakan sesama muslim. Yaitu tentang Tauliyah,  Tauliyah yang dimaksud disana itu tidak kita temui di Indonesia. Mungkin di era Soeharto dulu zaman nya AM Fatwah dan kawan-kawannya  yang selalu di curigai bila memberikan ceramah atau berdakwa.

Nah jadi ternyata hampir diseluruh Malaysia di Semenanjung, kalau di Sabah dan Serawak aku tak tahu,  kecuali Perlis dan sebagian Kedah penceramah yang akan memeberikan ceramah haruslah  memiliki Tauliyah tadi semacam izin untuk ceramah atau izin untuk berdakwah yang dikeluarkan oleh Jabatam Agama Islam atau Kementerian yang berwenang disana.

Izin Berdakwah (Tauliyah)

Agaknya izin berdakwah ini digunakan untuk menangkal faham Wahabi yang kini sedang marak berkembang di Malaysia. Kata meraka yang tak suka dengan faham ini, tetapi apakah betul ini suatu faham dalam Islam ?.  Kenapa pula di Perlis dan sebagian Kedah agak longgar ?. Rupanya  Petinggi di kedua wilayah itu tak terlalu terusik agaknya dengan faham yang disebut Wahabi ini.

Aku pun tak tahu apa itu faham Wahabi, terpaksalah setelah pulang ke tanah air kucoba coba bertanya dan membuka internet.

Karena mereka tahu kalau aku dari Indonesia, dan mereka mengatakan kalau di Indonesia itu banyak sekali umat muslim yang berfaham wahabi. Agak terperangah aku mendengarnya. Karena ciri ciri yang disampaikan mereka saat itu memang banyak di Indonesia, ya antara lain yang tak mau merayakan Maulid Nabi, Tak baca Qunut di saat shalat subuh, Selepas shalat langsung kipas punggung istilah mereka maksud nya tak berdoa dan berzikir sama sama lagi.

Alamak, pikir ku dalam hati ketika itu. Aku pun diberikan 5 lembar kertas yang ber siri 1 sampai 5 yang judul nya PENDAPAT AHLI SUNNAH WAL JAM’AH YANG BERTENTANGAN DENGAN WAHABI.

Senari maklumat 5 siri itu katanya dikeluarkan oleh Jabatan Agama Islam di Malaysia, karena saat ku tanya mengapa tak ada tanda tangan dan cap dari Jabatan yang berkenaan.

Sengaja mereka memberikan senarai ini padaku , karena sewaktu kami mengadakan kunjungan ke Thailand seorang ustad yang pada saat itu bersama kami ketika shalat subuh tidak membaca doa qunut dan lafaz basmallahnya tak di jahirkan…. rupanya ustazd teman ku itu termasuk ciri ciri orang yang berfaham Wahabi.

“Apalagi”  kata ku ” Baca lah ini”  kata mereka   Hem……….. pikir ku…. sembari bergumam.  Mari kita baca bersama sama  ya?…….Setelah itu berikan komentar bagi yang memang benar faham………tentu dengan hujjah yang dapat dipertanggungjawabkan…. semoga….

%d blogger menyukai ini: