Semalam di Perak


Indonesia yang kaya batu bara malah pembangkit listriknya pakai solar

Indonesia yang kaya batu bara malah pembangkit listriknya pakai solar

Apa yang menarik di Perak?….. tentu lah ada, bagiku banyak hal yang menarik di Perak. Kemarin petang Rabu (3/3) selepas dari Bukit Kayu Hitam Kedah, kami menuju Perak.  Kumandang azan magrib kami tiba di satu kampung dekat Manjung. Kami itu adalah 5 orang , 3 orang Perak seorang dari Kelantan dan aku seorang dari Batam Indonesia.

Setelah tiba di Manjung,  “Tidur disini sajalah malam ini besok baru ke KL” kata Muhaidin, Muhaidin adalah orang Manjung. Bangga sekali kelihatan Muhaidin dengan kota nya itu. Malam itu aku dibawa nya keliling kota Manjung. Rumah Muhaidin cukup besar , tak tahu aku berapa biliknya.  Dia adalah seorang peniaga Ayam potong di Manjung yang cukup sukses. Masih muda lagi. Pekerja dan orang gaji nyaa semua dari Indonesia.

Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah kawasan pusat pembangkit listrik tenaga Batu Bara, orang disana menyebautnya arang batu. “Ini adalah pusat kawalan letrik arang batu terbesar di semenanjung” jelas Muhaidin.

Aku mengangguk angguk saja, dengan KANCIL nya kami putar kawasan wisata Manjung “Pulau Pulau di depan sana adalah kawasan wisata” jelas nya lagi,  tetapi semua milik orang china yang terkaya di Perak , dan juga cukup berpengaruh di Semenanjung , sembari Muhaidin menyebutkan nama orang China itu yang kini sudah meninggal dan usaha nya dilanjutkan oleh anak cucunya.

Belasan Tahun yang lalu di  pinggir pantai yang kini menjadi asrama Tentera Laut Diraja Malaysia, dulunya adalah kampung nelayan. “Kami dipindahkan kemari ” ujar Pak Musa yang menemani kami makan malam di kampung baru yang masih terlihat beberapa rumah panggung terbuat dari kayu.

Antara Batam dan Perak

Jadi teringat dengan Nelayan di Batam yang nasib nya hampir sama, seperti Nelayan di Tanjung Pinggir , pantai mereka diambil di ganti rugi pohon yang ada, kini di Tanjung Pinggir itu berdiri Patung Dwi Kwan Im. Nelayan belasan tahun lalu yang pantai nya itu diambil kini papa kedana.

Begitu pula di Mentarau Desa yang berdekatan dengan Tanjung Pinggir, pantai mereka diambil untuk dijadikan Lapangan Golf , memang lah tanah nya di ganti rugi dengan rp. 5000 rupiah permeter? . Padahal dalam satu iklan di koran harian Batam tanah disanah kini seharga rp 500.000,- permeter.  Pohon kelapa , dan buah buahan lainnya kini memperindah lapangan golf Indah Purih itu.

Suami mak Ijah yang mendapat ganti perumahan yang jauh dari pantai kini hilang ingatan, karena tak tahu hendak kerja apa setelah uang ganti rugi habis.  Mak Ijah pun tak tentu rimba, tiga orang anak nya menjadi anak asuh di rumahku. Itulah akibat pembangunan Batam yaang tak memihak kepada Nelayan dan warga tempatan.

Di Perak pun banyak berdiri Rumah Rumah Mewah ” Ini milik orang asing semua” ujar Muhaidi menjelaskan, dikawasan pinggir pantai itu ada rumah yang cukup besar,  punya akses ke laut untuk spead boat nya. “Bahkan Raja Perak saja tak sekaya dia” ujar Muhaidin , di depan rumah orang kaya itu beberapa kereta terletak dan begitupun kapal layar dan spead boat. Raja Perak tak punya boat sebanyak Orang Kaya itu.

ini lah pak Musa asal manjung Perak Malaysia, bukan main senang hatinya saat ke  provinsi Trang Thailand berjumpa kawan sekampung (sama sama dari Manjung) nun jauh di sana

ini lah pak Musa asal Manjung Perak Malaysia, bukan main senang hatinya saat ke provinsi Trang Thailand berjumpa kawan sekampung (sama sama dari Manjung) nun jauh di sana

“Kalau yang ini adalah Universitas Kuala Lumpur” jelas Muhaidin, karena aku bertanya tentang university,  kebetulan disitu ada teman ku yang mengajar kenal sewaktu di Chiang Rai Thailand . Cukup besar komplek Universitas itu. Tetapi rasanya kesempatan waktu itu tak mungkin aku singgah disitu.  Muhaidin pun menjelaskan mahasiswa yang kuliah disitu hampir semua dibiayai oleh kerajaaan , bukan main.

Real Estate

Di Perak ada peraturan dari Kerajaan Malaysia yang membenarkan ke pemilikan tanah bagi warga asing, di Batam pun hal itu hendak di gagas , malah konon kabar nya untuk luas tertentu sudah di benarkan di miliki orang perorang bagi warga negara asing.

Sama juga dengan di Perak , pulau pulau sekitaran Batam pun banyak sudah berpindah menjadi milik pribadi, hal itu kami dapati saat hendak membuat mushalla di perkampungan minoritas muslim.

“Sebenarnya saya hendak ke Kuala Kangsar” kataku pada Muhaidin saat kami dengan INOVA nya dari Phuket Thailand menuju Malaysia, dulu tok kami perempuan dari sana  “dibawa” oleh tok lelaki ke Langkat Sumatera Utara.  Muhaidin tersenyum, menurut nya banyak orang asal Sumatera di Perak, ada rumah tingkat dan dihuni orang dari Mandailing.

Dan salah seorang menteri di Malaysia asal Perak bermarga Nasution jelasnya lagi. “Jadi malam ini pak Imbalo menginap disini saja lah ” pinta nya lagi “Besok kita ke Kuala Kangsar”   . Dia pun hendak mengajak ku ke Kebun Binatang banyak tempat yang hendak kita kalau aku pulang nya besok pagi.

Tetapi malam itu aku harus pulang ke Kuala Lumpur , karena keesokan hari nya harus berjumpa dengan Pelajar Pelajar dari Thailand dan Vietnam yang sedang mengurus calling visa pelajar di Kedutan RI di Kuala Lumpur untuk mereka belajar di Jakarta.

Malam itu sekitar pukul 2 dini hari aku berangkat dari Bus station di Manjung  dengan tambang 27 ringgit 70 sen, bus membawaku ke Puduraya di Kuala Lumpur.

Hemmmm  …. akau akan ke Perak lagi, karena aku akan ke Kuala Kangsar cari keluarga atok ku.

Iklan

5 Tanggapan

  1. Arang batu 😀 salam saya Pak Imbalo, semoga dilancarkan semua urusannya…dan bisa ketemu keluarga.. Amiin

    Suka

  2. Wah ini juga dimasukkan ke Wikipedia ni kak!

    Suka

  3. Boleh boleh hehehehee….tetapi dimasukkan juga berita hari in (7/3) brimob menembaki nelayan yang hendak membersihkan pinggiran pantai yang tercemar ?………..

    Sudah lah pantai mereka diambil ….. bagaimana kak Ria…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: