Pulau Pulau Di Batam Yang Telah Menjadi Milik Pribadi


Pulau Pulau ini telah dimiliki orang semua

Pulau Pulau ini telah dimiliki orang semua

Jadi pengen nulis lagi, hampir sebulan tak ada postingan baru. Dibilang sibuk sih enggak juga tetapi ya memang sibuk , yang jelas menyibukkan diri, iya, menyibukkan diri sejak awal Januari 2010 puluhan pulau pulau disekitaran Batam aku kunjungi, puluhan pula yang hanya di lewati.

Gugusan  pulau SEGANTANG LADA di Kepulauan Riau terutama di seputaran Batam saja banyak yang telah berpenghuni, “kalau ada penghuni nya disitu biasanya ada air tawar ” ujar Dormat . Dormat adalah warga suku laut yang menemani kami mengunjungi beberapa pulau di sekitaran Kecamatan Nongsa Batam

Tetapi lebih banyak lagi yang belum berpenghuni, misalnya saja Pulau Nipah, bukan Pulau Nipah yang hampir tenggelam karena pasirnya “terkuras”  karena berbatasan dengan negara Singapura itu, tetapi Pulau Nipah yang ini adalah masuk dalam Kecamatan Galang Batam.  Hampir 30 menit dengan pompong  kami melalui pulau di depan Pulau Nipah itu terlihat hanya rimbunan pepohonan, tak terlihat satupun ada bangunan di pinggir pantainya. Hutan mangrove nya pun tak terlihat ada bekas di potong. ” Pulau ini milik seorang pengusaha besar dari Tanjung Pinang” ujar Azman sembari menyebutkan nama pengusaha itu. Azman juga adalah warga suku laut yang sejak lahir tinggal di dekat Pulau itu.

“Yang sebelah kiri kita ini punya seorang anggota dewan” jelas Azman lagi, iyapun menyebutkan nama anggota dewan tersebut.

Lain lagi saat perjalanan ke pulau pulau sekitaran barat nya Batam. Dari pelabuhan Pandan Bahari naik pancung ke pulau Gara, Pulau Bertam, sebelah kanan ada pulau Lingka . Ketiga pulau berpenghuni ini dihuni oleh masyarakat suku laut. Menuju utara ke Pulau Kasu sampai ke Pulau Terung , di dekat pulau itu terbentang luas sebuah pulau bernama Kepalajeri , pulau ini pula sedang disengketakan siapa yang paling berhak mengelolanya.

Kondisi cuaca seperti saat ini di musim angin Utara tak banyak orang yang berani mengunjungi pulau pulau yang masih dalam wilayah Kota Batam. “Tak usah lah pulang , bermalan disini saja , hari gelap, angin kencang ” saran dari Azman dan pak Thalib penduduk kampung Teluk Sunti Kelurahan Pulau Terung Kecamatan Belakang Padang menahan kami agar tidak melanjutkan perjalanan pulang.

Pelantar yang kami lalui bergoyang goyang karena memang air sedang pasang surut jauh ke tengah, kami putuskan tetap pulang ke Batam karena perjalanan malam itu akan di lanjutkan ke Pulau Kubung. Di Pulau Kubung telah menunggu Ainur Rafiq dan malam itu kami akan bermalam bersama warga suku laut, karena telah direncanakan jauh jauh hari.

Hari telah menunjukkan pukul 10 malam saat kami tiba di pelabuhan Telaga Punggur, air laut pasang naik “ini pasang perdana” celetuk Santo ketika melihat air sudah mencapai pelantar. Angin masih kencang, ombak terlihat memutih dikejauhan.

Pakaian yang basa oleh air laut karena terjangan ombak sejak dari Teluk Sunti tetap masih kami kenakan sampai di Pulau Kubung baru diganti, karena sepanjang jalan pun ombak air laut masih menerpa kami.

Lepas tengah malam tak terdengar suara angin, air laut terlihat tenang sekali, rembulan jauh menuju barat. Pemandangn dari pantai pulau tempat kemah kami tidur indah terlihat. “Pulau Pulau itu banyak yang dimiliki oleh orang dari Singapura” ujar Santo. “Tetapi atas nama orang sini” ujar nya lagi.

“Untuk apa mereka membeli pulau pulau ini” tanyaku pada Santo, Santo senyum “enggak tau lah” jawabnya.

Untuk apa ya mereka membeli pulau pulau itu?…………….

Apa benar memang pulau pulau itu sudah menjadi milik pribadi…..??????

Apa ada kaitannya dengan akan dibangun nya Jembatan Babin .??????

“Katanya tanah nya bagus , sejenis tanah bouksit, mau dibawa ke singapura” celetuk Santo lagi……….. aku meliriknya.

17 Tanggapan

  1. Berbagi info yang luar biasa.
    Banyak hal yg tidak terjangkau media atau memang menutup untuk dijangkau, banyak hal di nusantara ini.

    Trims
    (Kalo ada dana, mungkin gak ya kita juga pengen punya pulau pribadi?)

    Suka

  2. bagaimana mekanisme kepemilikan sebuah pulau menjadi milik pribadi?
    Pak Imbalo yang memiliki channel ke pemerintahan mungkin bisa melakukan konfirmasi dan klarifikasi

    Suka

  3. macam mafia rusia ja cari pulau buat bikin markas mereka

    Suka

  4. Bagus nih infonya lengkap sekali,

    Terima kasih telah makan siang bersama tadi siang🙂

    Salam kompak selalu

    Suka

  5. Pak Imbalo, saya juga berencana ke Batam dan keliling2 gugusan pulau tersebut. Apa punya referensi guide atau pemilik kapal yang bisa mengantar ? Trims.

    Suka

  6. rasanya sudah menjadi rahasia umum…pak im

    Suka

  7. koq Rahasia tapi umum ya………….. pejabat pemerintahan kita sedang sibuk bagi bagi jatah kekuasaan….

    Suka

    • setuju…..apalagi kabarnya sebentar lagi asing boleh memiliki diatas 90 tahun. Katanya pulau2 di sekitaran Tanjung Pinang juga sudah banyak menjadi private island. Walah…….

      Suka

  8. Serakah!!!Nauzubilahi min Dzalik, padahal gak akan di bawa mati

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: