Federasi Timur Raya Tanda Tanda Indonesia Pecah menjadi Beberapa Bagian


Sudah berapa puluh tahun ya Indonesia Merdeka........???? Siapa saja yang sudah menikmatinyaa.......????? aku masih mendayung perahu ke sekolah seorang diri , masih untung ombak tak kuat dan tak ada badai boleh lah aku "berciau" .....

Hari ini Jumat (25/12) selepas shalat Jumat  kubaca tentang rencana deklarasi Federasi Timur Raya di internet. Jadi teringat dengan tulisan beberapa waktu yang lalu tentang  Beberapa Penyebab Indonesia Pecah Menjadi 17 Negara

Sekarang baru akhir 2009 padahal predikis 2015 Indonesia akan menjadi beberapa bagian sebagai mana tulisanku   Indonesia Menjadi 17 Negara Bagian Kenapa Tidak?

Aku agak terkesima memang, begitu cepat prosesnya, lihat lah kondisi Indonesia saat ini, kasus Century misalnya, sebagai rakyat kecil dan pedagang kecil yang sedang betul betul memerlukan uang beberapa juta saja untuk pinjam uang  di Bank susahnya minta ampun, eeee………….. ini dengan seenak udel nya mereka bisa rubah peraturan untuk menurunkan car bank kecil yang tak terkenal dan mengucurkan dana hingga triliunan rupiah (6,7 Triliun).

Alasan macam macam mereka buat, yang jelas uang itu raib entah kemana, bukan itu saja banyak sekali kasus kasus korupsi yang tak tuntas di selesai kan , BLBI jilid satu pun hingga kini tak tentu rimba uang nya. Tak sanggup rasanya presiden di Pulau Jawa sana untuk menuntaskan nya sehingga di perlukan beberapa orang presiden presiden lain nya.

Menyebalkan memang, melihat elit politik di pusat sana, ada yang cuma jaga imeg doang. Kalau pun tahun ini di buat refrendum untuk merdeka sebagai mana Timur Leste dulu, pasti lebih banyak yang menyetujui nya. Jadi mommentum Akhir Tahun  2009 menjadi saat tepat yang dipilih sejumlah tokoh daerah dari kawasan Timur Indonesia untuk mendeklarasikan sebuah organisasi perjuangan bernama Federasi Timur Raya , bukan lah terjadi seketika , itu adalah bentuk akumulasi bertahun tahun yang telah muak melihat kepemimpinan yang hanya terpusat di Jawa saja.

Sebagaimana di tulis di Antara News   “Deklarasi Federasi Timur Raya (FTR) itu sendiri secara resmi dilakukan nanti pada hari Minggu (27/12 di Taman Ismail Marzuki (TIM), mulai pukul 12.00 WIB, tetapi pencanangannya hari ini,” kata salah satu tokoh penggaggas FTR, Faisal Assegaf kepada ANTARA, di Jakarta, Jumat.

Deklarator FTR ini, menurutnya, terdiri dari para aktivis, akademisi, rohaniwan, seniman, politisi, jurnalis, dan tokoh beraneka latar lainnya.

“Mereka berasal dari tanah Papua, kepulauan Maluku, NTT, NTB, juga kota-kota di pulau Sulawesi seperti Manado, Gorontao, Palu, Kendari, Buton serta Makassar,” ungkapnya.

Deklarasi yang nanti dipusatkan di TIM, Ciniki Raya, Jakarta Pusat itu, mengangkat isu utama berupa `referendum`.

“Para wakil seluruh daerah yang tergabung dalam FTR ini mempunyai sebuah tuntutan bersifat strategis, yakni format ulang Indonesia, yang selama ini keenakannya hanya dinikmati orang-orang dari kawasan lain, sementara segala sumberdaya di wilayah FTR terus saja dikuras dengan meninggalkan kemiskinan absolut di mana-mana,” ujar Faisal Assegaf lagi.

Zainal Bintang, salah satu tokoh dari Makassar ketika diminta pendapatnya tentang pendeklarasian FTR beserta dengan tujuan pendiriannya itu, hanya mengatakan, pihaknya memberi apresiasi.

“Pasalnya, ketidakadilan di negeri ini ternyata semakin menjadi-jadi, sehingga tujuan hidup bersama sebagai sebuah negara tidak dirasakan manfaatnya secara menyeluruh di seantero wilayah yang bernama NKRI ini,” katanya.

Faisal Assagaf sendiri mengungkapkan, perampokan atas aset daerah-daerah untuk kepentingan kapitalisasi di sentra kekuasaan semakin menjadi-jadi, sehingga proses kemiskinan rakyat terus terjadi secara sistematis, karenanya mesti dihentikan sekarang.

Sekarang kita tunggu Deklarasi Federasi – Federasi lainnya.

%d blogger menyukai ini: