Semalam Di Hanoi


Ben Taat Haji Alias pemilik dan pengelola Risa Restorant Halal Food terletak di 90 Nguyen Huu Huan str Hanoi yang hanya ada satu di Hanoi, "malam ini pak Imbalo tak usah bayar, semua gartis, saya berniaga tak semata mencari untung"ujar pak Ben,

Iya semalam aku di Hanoi, untuk kedua kali nya aku ke Hanoi, dari Veintiane ibukota Laos ke Hanoi ibukota nya Vietnam ini kudatangi melalui darat dengan bus, tahun lalu awal Maret 2008 aku malah  dari Hanoi dulu baru ke Vientiane, jadi sekarang sebaliknya. Waktu itu aku dari Ho Chi Min naik bus selama hampir 50 jam baru sampai di Hanoi.

Sejak dari  Vientiane lagi kantor kedutaan besar republik Indonesia (KBRI) telah kuhubungi, berkali kali tak ada sambungan, melalui hand phone pun ku hubungi. Ku coba menghubungi Batam memastikan benarkah nomor kantor KBRI yang ada padaku, “iya benar pak” ujar Aries sembari menjelaskan iyanya pun mencoba menghubungi nomor kantor KBRI itu tapi  tak ada sambungan. Ternyata nomor telpon KBRI Hanoi yang terletak di 50 Ngo Quyen Street ini semula (84-4) 8253353 telah berubah menjadi (84-4) 38253353 jadi di tambahain angka 3 di depannya.

Aku kehilangan nomor telepon genggam bang Marbun, begitu pun nomor telpon yang lainnya, hilangnya saat di lapangan terbang Senai  Johor Bahru Malaysia, tahun lalu. Tas  ku rusak kuncinya saat handling di bandara Senai penerbangan ku saat itu dari Bangkok ke Senai (johor dengan pesawat Air Asia, sehingga isi saku tas itu yang berisi kartu – kartu nama yang ada pada tas itu berhamburan. Celaka nya lagi nomor yang sempat ku simpan dalam telepon genggamku sim card nya adalah nomor Vietnam saat itu.

Akh sudah lah pikirku, nanti sesampai di stasiun bus langsung saja ke kedutaan.

Di depan kantor KBRI Hanoi 50, Ngo Quyen Street Hanoi

Aku berangkat dari Veintiane dengan bus berangkat pukul 7 petang hari Senin (30/12) ongkos nya 15 US $,  diantar dari tempat penjualan tiket di central city (kota) ke terminal bus, tempatnya agak di luar kota. Pengalaman tahun lalu susahnya mencari makanan halal di sepanjang perjalanan, dari Vientiane telah kupersiapkan dulu makanan yang akan kubawa.

Sekitar 7 jam perjalanan dari Vientiane kita akan sampai di perbatasan (border), Nam Phao , yaitu sekitar pukul 2 tengah malam, di border ini tak seorang petugas pun yang ada disitu, sehingga seluruh orang dan kenderaan yang akan melintas batas baik dari dan ke Vientiane harus menunggu hingga pagi hari pukul 7.

Awal bulan Desember 2009 ini udara tak se sejuk tahun lalu, di bulan maret 2008 suhu mencapai 10 derajat selsius sehingga siswa-siswa di sana di liburkan.

Dari border Nam Pho sampai ke terminal bus di Hanoi hari menjelang petang, ukh lama sekali pikir ku, bus ternyata berpautar putar mengantari penumpang, dari terminal bus yang memang terletak di luar kota itu aku naik taxi  seharga seratus lima puluh  (150) ribu dong.

Mengenalkan Mahad Said Bin Zaid Batam

Perut ku sungguh terasa lapar, sebagaimana janji bang Marbun atau tepat nya SRIOTIDE MARBUN  “bang nanti kalau ke Hanoi lagi soal makanan tau beres lah” katan ya, benar benar malam itu aku nikmati, semangkuk daging sup hangat, berikut sepiring sayuran dan 2 potong ayam goreng masuk semua kedalam perutku. Teh tarik pun ada disitu, segelas ku pesan untuk menghapus dahaga.

Lapangan Terbang Internasional Hanoi, dari kota ke lapangan terbang dengan suthle bus hanya 4 US $

“Bang Rizal tak bisa ikut menemani, demikian juga Ryan”, jelas bang Marbun mereka sibuk melayani tamu dari DPRI komisi I yang sedang melakukan kunjungan kerja ke KBRI di Hanoi itu.

Ketiga pria ini adalah staf KBRI di Hanoi, ketiga nya adala juga jamaah masjid An Nour Hanoi yang aktif menjadi pengurus disitu, masjid yang cuma satu satunya ada di Hanoi itu, kini memiliki Imam masjid orang Vietnam asli.

Selepas makan seorang pria paruh baya datang menghampiri, Ben Taat Haji Alias demikian namanya adalah pemilik restoran Halal yang tinggal satu satunya yang masih bertahan tetap buka di Hanoi, “mahal sewa tempat disini ” jelas pak Ben demikian aku memanggil nya , banyak yang kami ceritakan tentang perkembangan Islam tentunya , demikian juga dengan pengiriman pelajar dari Vietnam Hanoi khususnya yang berminat belajar di Mahah Said bin Zaid  Batam , karena memang salah satu tujuan perjalananku di sana untuk mengenalkan Mahad tersebut sekaligus tentunya bersilaturahmi dan mengunjungi tempat makanan halal yang ada di Hanoi.

Assosiasi Muslim Hanoi (Vietnam)

RISA RESTORANT Malaysia, Indonesian & Indian cuisine yang di kelolah oleh cik Ben yang fasih berbahasa melayu ini terletak di 90 Nguyen Huu Huan Hanoi. Pak Ben agak terkesima saat ianya ku minta untuk mengetuai Komunitas Muslim Hanoi, karena sampai saat ini di Hanoi belum ada Assosiasi tentang itu.

Hal ini pun ku utarakan kepada bang Rizal, bang Rizal adalah salah seorang alumnus universitas Muhammadiyah di Kalimantan menjadi staf lokal disitu, juga kepada bang Ryan dan bang Marbun, salah satu fungsinya dan tugasnya yaitu tadi untuk merekomendasi   pelajar yang akan belajar ke mahad Said bin Zahid, mahad yang baru di buka ini menerima dan meberikan bea siswa khusus kepada pelajar dari Asia Tenggara.

Malam itu aku tidur di Hotel persis di samping Restoran Risa, lumayan bersih dengan tarif 24 US $ semalam, tak jauh dari situ ada warung internet. Selepas mandi dan mengisi kembali battery chas handy cam, aku bergegas ke wanet dan memposting tulisan ini.

11 Tanggapan

  1. Assalamualaikum ww Pak Imbalo, saya senang membaca blog bapak.. serasa bisa travelling ke tempat tempat tersebut.. salam saya

    Suka

  2. Bang Imbalo, saya guru di SMAN 4 Medan. Terang saja saya tertarik pada komentar Bang Imbalo tetang Hanoi sebab saya juga dari sana Desember 2009 lalu mengikuti Konvensi Dewan Guru ASEAN di Gedung Nasional yang ada di Hanoi.
    Sepulang dari sana, saya getol membaca informasi tentang kota ini. Saya berharap bisa berbagi pengalaman dengan Bang Imbalo. Saya tidak melihat masjid dekat Kedubes kita di sana. Kami menginap di Vietnam Trade Union Hotel.
    Jika bang Imbalo ada niat berbagi, silakan membalas ke email saya. Semoga menjadi jalan silaturahmi kita ke depan. Amin. Wassalam. Supri Harahap dari Medan.

    Suka

    • Iya ………masjid di Hanoi hanya satu dan itu pun bekas kuil yang sudah tak dipakai lagi, dibeli kemudian di ubah suai menjadi masjid . iya masjid nya tidak di dekat kedutaan agak ke utara dekat kolam…………

      salam

      Suka

  3. Imbalo Yth.
    Saya sangat tertarik atas komentar-komentar Bp tentang Hanoi. Ini mungkin ada kaitannnya dengan kunjungan saya ke ibukota Vietnam ini pada pertengahan Desember 2009 lalu.
    Saya ikut Konvensi Dewan Guru ASEAN di Hanoi 11-14 Des 2009. Kami menginap di Vietnam Trade Union Hotel. Berkunjung ke kampus dan sekolah. Juga wisata pantai Ha Long Bay.
    Sepulang dari negeri Ho Chi Minh itu, saya menjadi suka membaca informasi tentang Hanoi. Jadi, sangat senang kalau Pak Imbalo bisa membagi pengalaman di sana. Juga bisa menjadi awal silaturahim bagi kita.
    Misalnya, kami tidak tahu kalau ternyata masjid juga ada di negeri itu. Bagaimana ya komunitas muslim di sana. dari guide saya dengar ada 10 persen muslim Vietnam bermukim di selatan. Apakah Bang Imbalo sudsh bertemu mereka?
    Banyak hal lain yang pengen saya tahu. tapi ini dululah. semoga Bang Imbalo berkenan membalas. Wassalam: Supri Harahap di Medan

    Suka

  4. Supri Harahap yth juga.
    banyak koq tulisan tentang vietnam di blog ku antara lain : https://imbalo.wordpress.com/2009/12/09/mereka-mengaku-muslim-tetapi-belum-di-khitan/

    ini juga bisa di baca : https://imbalo.wordpress.com/2009/12/02/muslim-champa-di-provinsi-phang-rang-vietnam-ribuan-mereka-disitu/

    tulisan tulisan ini juga bisa di baca di eramuslim.com di berita : dakwah mancanegara ………. silahkan baca ya ?

    Suka

  5. Pertengahan tahun ini saya berencana mau keliling indochina. Beberapa hari yang lalu saya bertanya ke kantor Kedutaan Laos yang ada di Jakarta tentang berapa lama jarak tempuh dari Hanoi ke Veintianie kalau naik bus. Mereka mengatakan lamanya sekitar 6-8 jam dan busnya pake AC. Tetapi saya baca di beberapa blog (termasuk indobacpacker) hampir semuanya mengatakan jarak tempuh dari Hanoi ke Veintiane kurang lebih 24 jam dan busnya tidak pake AC.

    Mohon informasinya, dengan kondisi saat ini, berapa lama sebenarnya jarak tempuhnya? Apakah busnya pake AC atau tidak? Dan mohon informasi tentang tarif budget hotel utk kelas backpacker tapi hotelnya bersih di Hanoi, Halong Bay, Luang phrabang, Vientiane, Siem Reap, dan Ho chi minh.

    Mohon informasinya di email ya Pak ke galumbang@hotmail.com

    Terima kasih.

    Salam

    Galumbang

    Suka

  6. Halo, saya Bani.

    rencananya bulan Juli ini saya denganm teman-teman saya berencana melakukan perjalanan asean trip. saya mau nanya, perjalanan darat yang murah dari Hanoi- ke Vientiane bisa pakai apa saja ya? harga serta tempat keberangkatannya dimana ya? terimakasih

    Suka

    • naik bus banyak ……tapi agak capek sedikit … tapi asyik hehehehehe

      kalau naik pesawat terbang juga ada koq… yang low cost… selamat melakukan perjalalan ….

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: