Perjalanan Ini Sungguh Sangat Mengasyikkan……..Sayang …Engkau


Dua orang sebelah kanan Baba Yee dan Ustaz Yusuf dari Thailand, dua orang paling kiri, Syeikh Husein dan Pak Jamal Tukimin dari Singapura.

“Pak Ambalo datang ya” ujar syaikh Husein saat dia datang  ke Batam mengadiri Seminar100 tahun Muhammadiyah yang diadakan di Hotel Informasi Haji di Batam 05 Nopember 2009 yang lalu. Syaikh Husein ini adalah Presiden Muhammadiyah Singapura, kalau di Indonesia yang menjadi Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebutan nya adalah Ketua Umum, tetapi di Singapura sama seperti Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera, Presiden.

Bukan hanya syaikh Husein saja yang memanggil namaku dengan Ambalo, teman teman dari Malaysia dan Thailand pun memanggil dengan panggilan yang sama. Imbalo tertulis orang sana membaca nya jadi Ambalo,  agak nya karena  “I” itu di baca “ai” .

Syaikh Husein presiden Muhammadiyah Singapura ini punya hajat menikah kan putra bungsunya sekaligus pada hari yang sama dan di tempat yang sama pula cucu perempuan nya menikah. Itulah sebabnya dia mengundangku datang ke Singapura.

Dua pasang pengantin Singapura .................

QURBAN DI CHIANG RAI

22 Nopember 2009 hari Ahad itu seharusnya rombongan kami  akan berqurban ke Thailand Utara,  berangkat dari Patani di Thailand Selatan, tak mungkin rasanya dapat bersama teman dari Thailand, kalau mau ikut bersama naik Ven yang telah disediakan dari Patani seharusnya 20 Nopember sudah harus berangkat dari Batam. Tak apalah pikirku berangkat seorang diri nantinya jumpa di Chiang Rai, jadi saya menghadiri walimahan dulu di Singapura. Pagi berangkat dari Batam ke Singapura, petang Ahad  (22/11) hari itu juga bertolak  ke Johor Bharu melalui woodland, dari Johor Bahru naik Bus langsung ke Hatyai di Thailand Selatan.

Rombongan yang kusebutkan ini adalah  pegiat dakwah dari Malaysia, Thailand dan dari Indonesia Batam hanya saya seorang saja. Setiap tahun dengan mengumpulkan puluhan hewan ternak dari beberapa pe-Qurban di negara nya masing masing rombongan ini membagi bagikan hewan qurban di sana. Biasanya kami bersama-sama dan beramai ramai mengendarai ven (mini bus) isi 12 orang setiap dalam perjalanan, hal inimemudahkan dalam perongkosan dan juga soal makanan halal dan istirahat untuk shalat. Bukan dekat jalan yang di tempuh mencapai ribuan kilometer.

“Pak Ambalo bagaimana, jadi ke Pukhet” Tanya Daud Jaru dalam sms nya kepadaku, Daud Jaru ini pula teman yang juga ada keperluan lain sehingga tak dapat pergi bersama rombongan tanggal 22 Nopember itu bersama rombongan dari Pulau Pinang Malaysia dan Patani Thailand yaitu rombongan ustazd Yusuf dan Baba Yee. Dia sedang berada di Phang Rang, Pahang Rang yang ini adalah  kota yang terletak antara Provinsi Phuket dan Provinsi Krabi.

Kenapa harus ke Johor Bharu Malaysia dulu, tidak langsung saja dari Singapura ke Hatyai, padahal  ada perhidmatan bus yang sama, kalau kita dari Singapura ke Hatyai tiket Bus seharga  88 dollar Singapura, sementara dari Larkin Johor Bharu ke Hatyai sebesar 88 ringgit Malaysia, iya sama sama 88 tetapi nilai kurs nya cukup jauh berbeda, yang satu sekitar 7.800 rupiah perdollarnya, sementara  ringgit pada saat yang sama hanya 2.830 rupiah, ongkos dari  Singapura ke JB naik bus hanya 2,4 dollar saja.

Begitu pun dengan naik pesawat terbang, saat ku klik di internet  penerbangan murah dari bandara Changi  ke Kuala Lumpur, maskapai  1 2 Go (one tow Go) missal nya atau Tiger pada saat itu, nilai  nominal nya sama dengan berangkat dari Bandara Senai di JB ke KL .

“Mungkin saya naik Bus saja” jawab ku kepada Daud Jaru, Kita ketemu di Bangkok saja” tambahku. Lain kali saja ke Phuket karena pesawat yang murah padahari itu tidak bisa konekting jelasku kepada Daud Jaru.

Jauh masih murah naik 1 2 Go milik penerbangan Thailand ini ketimbang Air Asia dengan rute yang sama, Hatyai – Bangkok hampir seratus ribu rupiah selisih nya. Celaka nya lagi sampai di Bangkok Air Asia akan mendarat di Swarnabumi bukan di Don Muang , kalau sambung ke Phuket 1 2 Go di Doan Muang.

Jadilah naik Bus di putuskan dari JB – Hatyai perjalanan selama 16 jam berangkat dari JB pukul 7 petang (22/11) sampai di Hatyai pukul 10 pagi (23/11)  , selisih waktu antara Malaysia dengan Thailand 1 jam. 5 Jam menunggu Bus yang ada langsung ke Bangkok karena yang pukul 9 pagi sudah berangkat tidak terkejar, Kalau tadi nya berangkat lebih awal dari JB bisa langsung berangkat, karena perhidmatan yang sama.

Tidak bisa segera berangkat dari Singapura karena pada hari yang sama bukan hanya dua pasang pengantin yang di hadiri, cucu syaikh Husein yang perempuan itu setelah waktu juhur di sanding lagi di rumah pengantin lelaki, sementara di tempat pengantin lelaki kakak sang pengantin pun menikah juga, dan disanding bersamaan pula Tak di sangka ternyata nya lagi pengantin lelaki adalah Ketua Pemuda Muhammadiyah Singapura, bagaimana hendak  cepat cepat berangkat.

Dari Hatyai pukul 3 tengah hari (23/11) tiba di Bangkok pukul 4 subuh, (24/11)  “Pak Ambalo turun di Mochit ya” sms dari Daud Jaru , Mochit itu adalah terminal Bus Central untuk kenderaan jurusan Utara Thailand. Ongkos Bus dari Hatyai ke BKK sebesar 700 Bath. Pukul 4 subuh Daud Jaru tiba dari Phuket, selepas shalat subuh di mushalla terminal Mochit yang tak ada menjual makanan halal (islam) itu, pukul 6.30 pagi tanggal 24/11 kami berangkat ke Lampang kota terdekat ke kampong Phong berbatasan dengan Chiang Rai,  sepanjang perjalan hampir 11 jam itu dengan harga tiket 520 bath kami hanya makan buah buahan dan snack yang berlogo halal yang terdapat di mini market 7/11 (seven elephant) .

Kami di jemput ustazd Hasan dari Phong,  hari beranjak petang perjalanan masih sekitar 30 Km lagi menuju kampong Ban Sen Sai. Ternyata kawan kami yang datang dari Pulau Pinang Malaysia dan dari Patani baru saja tiba.   Apa kabar pak Ambalo sapa ustazd Wahab …………ustadz yang satu ini pula adalah Pengerusi Muhammadiyah Internasional….Baik jawab ku Alhamdulliah telah menempuh perjalanan ribuan kilo meter  dalam keadaan sehat wal afiat……..

Udara di kampung Ban Sen Sai tidak sesejuk dua tahun lalu saat idul adha juga, waktu itu idul adha jatuh di bulan akhir Desember, suhu saat itu mencapai 12 derajat celsius, namun saat ini pun udara  cukup sejuk menyengat tulang. Tapi hati senang dapat sampai ke tujuan.

5 Tanggapan

  1. Salam kenal pak Imbalo… nice story

    Suka

  2. assalamualaikum pak imbalo! mungkin masih ingat saya, jumpa di hotel mai, ho chi minh,.bagaimana kesihatan selepas balik berpergian? miungkin cerita yang bolih di kongsi. TQ

    Suka

    • salam kembali , tentu lah saya masih ingat , saya baru saja balik kemarin 9 desember 2009 jadi baru dapat membalas email ini, bila nak datang berkunjung ke batam, kami sangat lah senang . dan jangan lupa baca blog saya https://imbalo.wordpress.com hhehehe saya tak begitu pandai menulis

      Salam dari Batam untuk semua rekan

      ________________________________

      Suka

  3. TERIMA KASIH DIATAS INGATAN BAPAK KEATAS DIRI SAYA. INSHALLAH NANTI SAYA KHABARI BILA SAYA AKAN KESANA. NIAT NYA SUDAH DIPASANG CUMA BELUM TINDAKAN LAGI

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: