Rencana Idhul Adha 1430 H dan Qurban di Thailand Utara (Chiang Rai)


saat shalat idul adha 1428 H di lapangan terbuka

Tahun 1428 H yang lalu kami melaksanakan idul adha di satu provinsi utara Thailand Pha Yao namanya, di satu perkampungan di kaki bukit Dua Gajah, perkampungan itu di huni suku asli Thailand (siam) dan beberapa penduduk pendatang dari negeri china yang sudah beberapa keturuan berbaur disitu. Salah seorang keturuan keluarga china itu adalah muslim dan menikah dengan seorang wanita penduduk setempat.

Kerumah nya lah kami saat itu bermalaam, tanggal 18 Desember 2007 suhu di Do Chang (bukit dua gajah) hampir mencapai 10 derajat celsius di waktu malam, cukup dingin tersa. Keesokan hari nya 19 Desember 2007 kami shalat idul adha di lapangan masjid yang di bangun oleh komunitas muslim penggerak dakwah dari Malaysia yang di terjui oleh Ustaz Abdul Wahab.

Tak banyak keluarga muslim di sana, belum sampai belasan keluarga, sehingga yang shalat idul adha waktu itu  dataang dari berbagai kampung yang berdekatan, lagian tidak semua muslim di thailand serentak melaksanakan shalat idul adha ada yang tanggal 20 keesokan harinya.

Tahun ini pun 1430 H atau bertepatan dengan tahun 2009 M kami akan idul adha disana juga. Berikut melaksanakan pemotongan hewan qurban, kalau sesuai dengan kalender idul adha jatu pada tanggal 27 Nopember 2009.

Belum ada teman dari Batam (Indonesia) yang menyatakan berminat ikut kesana, baru berniat saja. Tetapi sudah beberapa orang yang turut berpartisipasi mengirimkan hewan qurban nya untuk di potong di sana.

Apa sebenarnya yang menarik dan harus ber qurban di sana tanya seorang teman kepadaku suatu saat ketika kuajak ia turut kesana.

Agak susah menjelaskan nya, maklum bukan seorang juru dakwah,  untuk menguraikan kata kata yang ada terbersit di dalam hati terkadang sulit menggambarkan nya.

Di perbatasan antara Thailand Utara dengan Burma (Myanmar) ribuan kaum muslimin “terdampar” di emperan emperan toko dan rumah rumah penduduk, mereka suku Rohingya itu terusir dari kampung halaman nya oleh tindakan diskriminatif pemerintah yang sekarang berkuasa yaitu Junta Militer.

Kelompok kelompok keluarg Rohingya itu terlihat bergerombol gerombol berjalan meninting daging hewan qurban  di sepanjang jalan di Kota Mae Sai kota yang paling berbatasan langsung dengan Tachilek (Burma).

Entah apa yang di buat pemerintahan Thailand pun kami tak tahu, apalagi belakangan ini suasana politik di Thailand pun sedang kacau, sejak sebelum Takshin perdana menteri yang di gulingkan jatuh.

Di Laos tidak kurang memprihatinkan, dalam satu tulisan nya utusan melayu menulis tak sampai 10 tahun lagu muslim di Laos pupus, saat kami berkunjung ke Vientiane (ibukota Laos) di salah satu perkambungan sekitar 4 kilometer dari pusat kota ada sebuah masjid yang bernama masjid Kamboja, puluhan keluarga muslim disana banyak bercerita tentang bagaimana keberadaan muslim yang memang minoritas disana.

Melihat langsung bagaimana keberadaan saudara saudara muslim kita disana , masih tetap teguh mempertahan kan aqidah nya dengan pelajaran seadanya sungguh memprihatinkan, gambaran itu lah yang tak dapat dan sulit hendak di utarakan.

Memang seharusnya di lihat langsung, bagaimana sekolah atau masjid yang berada di perbatasan ke tiga negara itu kelangsungan hidup nya, karena ada beberapa orang ustazd nya tak tentu rimba nya. Malah kubur nya pun tak tahu.

Muslim disna sangat mengharapkan bantuan atau apalah namanya dari muslim terutama dari Indonesia yang mereka tahu ada yang terbanyak di dunia.

Mungkin mereka pun agak nya tak tahu kalau muslim Indonesia punya “masaalah”, karena nyaris mereka tak terjenguk dan memang tak pernah organisasi Islam yang ada di Indonesia yang berbasis keagaman datang bersilaturahmi kesana.

Itulah salah satu sebab kami memberanikan diri menjenguk mereka, momen idul adha kami buat menjadi ajang silaturahim bersama rekan dari Malaysia, Singapura dan dari Thailand Selatan.

Mudah mudahan tak ada halangan sesuatu apapun di dalam perjalanan mendatang……….. Amien.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: