Program Nasi Murah Buka Puasa di Gereja Kristen Jawa Solo


Setelah 13 Tahun Berjalan Program Nasi Murah Buka Puasa di GKJ Solo Dihentikan Polisi begitu tulisan di detik.com, terkesima jadinya.

Saat Berkunjung ke Pulau Pulau Sekitar Batam, mulanya bantuan kepedulian......

Saat Berkunjung ke Pulau Pulau Sekitar Batam, mulanya bantuan kepedulian......

Setelah membaca tulisan dan mengklik komentar yang ratusan jumlah nya itu kayak nya komentator yang kebakaran jenggot rata – rata dari non muslim. Memang ada yang mengaku muslim di komentar itu, atau memang menyaru muslim, kalau pun benar orang Islam  tetapi diragukan ke islaman nya bagaimana tidak, setelah berbuka dengan biaya rp 500,- sekali lagi lima ratus rupiah, mereka shalat magrib di dalam gereja.

amir, astagfirulloh, saya sebagai ummat muslim sungguh malu dan jijik dengan ulah sekelompok ummat yang berpandangan sempit, bagaimana mungkin seseorang yang berbuat kebaikan bagi fakir miskin malah dicegah dan para terroris dan pengacau macam ustad basyir dan habib rizieq malah dianggap soleh? ummat muslim tidaklah semurah itu harga keimanannya yang dengan hanya dengan nasi bungkus 500 perak akan tergoda imannya menjadi nasrani, jangan berpikiran terlalu sempit karena itu hanya akan sangat memperburuk citra ummat islam yang sudah terjepit dengan ulah teroris yang menunggangi islam, menerima uluran tangan dari ummat lain bukanlah haram hukumnya, apalagi untuk ummat muslim yang membutuhkan, selama itu tidak bertentangan dengan akidah, bagaimana dengan bencana tsunami di aceh dulu? toh kebanyakan yang membantu justru dari negara sahabat non muslim dari pada negara muslim sendiri, toh kita terima karena tidak bertentangan dengan akidah kita.

Kutipan diatas dari seorang yang ngaku muslim, kalau benar dia muslim ngaku bernama amir, apa rela dia membiarkan kan saudara atau ibunya sendiri membeli nasi seharga rp 500,- setelah itu shalat di dalam gereja. Beda jauh dengan bencana Tsunami, kalau itu perbandingan nya.

Ini kutipan lainnya :

murah, ORANG2 KRISTEN TIDAK PERNAH MELARANG ORANG2 MUSLIM YG JUALAN POHON NATAL MURAH DI MASJID2, KENAPA ORANG2 MUSLIM MELARANG ORANG2 KRISTEN MEMBERI MAKAN ORANG2 MUSLIM YG PUASA.

Damai, Bangsa ini terlalu curiga akan hal-hal baik. Pikiran kita sudah terbalik. Yang jahat (terorisme) dianggap benar, sedangkan yang baik (membagikan makanan) menjadi hal buruk. Sedih melihat cara pandang seperti ini. Berpikirlah positif, jangan selalu berfikir kristenisasi. Saya yakin orang berubah iman tidaklah karena dikasih makan Rp. 500. Ada niat untuk menjembatani kerukunan beragama, malah dikriminalkan leh orang-orang tertentu. Tapi jangan menyerah teman-teman, hanya segelintir muslim teroris aja yang punya pikiran seperti itu. Banyak cara kita berbuat baik untuk orang lain. Damai untuk semua dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalaninya. Tuhan memberkati

Pengen rasanya melihat kesana, apa benar yang membeli makanan perbuka yang di patok harganya rp. 500,- itu benar benar orang muslim yang sedang berpuasa dan benar benar setelah itu shalat di dalam gereja.

Enggak tangung tanggung hal ini telah di lakukan selama 13 tahun, jijik membaca komentar di detik.com itu seakan yang dibuat oleh gereja kristen jawa Manahan Solo itu adalah benar untuk membantu tanpa maksud tertentu.

Syukurlah Poltabes Surakarta meminta kepada pengurus Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan di Kota Solo untuk menghentikan program penjualan paket buka seharga Rp 500. Alasannya demi menjaga kondusivitas karena ada sejumlah elemen masyarakat yang tidak setuju dengan kegiatan tersebut.

Hasil pertemuan antara pengurus GKJ Manahan dengan Kasat Intelkam Poltabes Surakarta, Jumat (28/8/2009), adalah menghentikan program yang telah berjalan selama 13 tahun setiap bulan Ramadan tersebut. Pihak gereja diwakili Pendeta Ratna Ratih, J Soeprapto (mantan Wakil Walikota Surakarta) dan Tumiriyanto (aktivis LSM di Solo).

“Kemarin pihak Poltabes Surakarta sudah datang menemui kami meminta program itu dihentikan. Alasannya pihak kepolisian menerima banyak masukan dan desakan dari sejumlah kalangan yang menyatakan ketidaksetujuan terhadap acara yang telah kami lakukan selama 13 tahun terakhir tersebut,” ujar Pendeta Ratih.

Dalam pertemuan hari ini di Poltabes Surakarta, lanjutnya, pihaknya menyatakan program tersebut akan dihentikan sesuai keinginan polisi. Jumat sore ini kami masih mengadakannya sebagai hari terakhir karena nasi berikut lauk-pauknya sudah terlanjur matang.

Jumat petang memang acara penjualan paket hidangan buka tersebut tetap diadakan. Bahkan acara tidak lagi diadakan di dalam gedung gereja seperti biasanya, melainkan diadakan di depan gereja yaitu di jalur lambat Jalan MT Haryono.

Seperti hari-hari sebelumnya, setiap pembeli yang datang harus membayar Rp 500 untuk mendapatkan minuman pembuka, teh, nasi dan lauk. Menu petang ini adalah masakan khas Solo, yaitu timlo. Panitia menyediakan 500 porsi, langsung ludes.

Kapada seluruh hadirin, Pendeta Ratna Ratih mengumumkan bahwa hari ini adalah hari terakhir program nasi murah itu diadakan. Kepada hadirin, dia juga menyatakan bahwa program tersebut terpaksa dihentikan karena mendapat teguran dari pihak kepolisian.

Kepada wartawan, dengan bergurau Pendeta Ratih menyatakan ini adalah perjamuan terakhir. Selanjutnya dengan mimik serius dia mengatakan akan mengupayakan bentuk-bentuk lain untuk mengungkapkan rasa kerukunan beragama dan santunan kemanusiaan bagi warga tidak mampu.

Kita lihat apa lagi yang akan diperbuat mereka. Ingat lah wahai saudara ku mereka tidak akan rela sebelum engkau mengikut mereka.

Iklan

5 Tanggapan

  1. Wa wa wahhhhh………yang komen nya ku hapus … sorry ya…………..baca sejarah………siapa yang licik………….. kalau enggak licik enggak bakalan berkembang di Indonesia

    Suka

  2. ada udang dibalik batu selalu membuat kita harus waspada! …tetapi 13 thn melayani dengan nasi murah tentu sdh ada buahnya….kasih sukacita dan damai sejaterah Allah beserta kita……biarlah kesabaran kemurahan..dan kebaikan Tuhan..berlimpah didalam kita,serta kesetiaan dan kelemahlembutan Allah…membuat kita tetap dapat melayani Tuhan diantara kita dengan pengdalian diri dari Dia sendiri….HALLELULAH…!!!!!!

    Suka

  3. Kehidupan manusia memang penuh tafsir, ada yang enak di rasakan, dan ada yang mengecewakan. Namun, pada dasarnya manusia memiliki pemahaman umum yang relatif sama,bahwa siapapun dan darimanapaun orangnya (yang saya tahu) “berbuat baik itu adalah kewajiban”, kalau efeknya/hasilnya/tanggapan menjadi dicurigai, dituding, dihina, di cerca hingga dihakimi oleh manusia, itu hak mereka. Manusia (individu) tidak punya hak untuk berbuat sebaliknya. Kalau ternyata niat berbuat baik itu tetap tercurigai, hal itu sah-sah saja dan harus tetap kita hormati, karena memang orang yang kurang paham, biasanya memiliki kecenderungan merasa ketakutan dan penuh curiga. dan inilah yang secara arif harus dijelaskan dengan sepenuh akal dan budi serta jauh dari emosi.
    Namun demikian kita juga tidak boleh mengecilkan arti dari pendapat “sebagaian” yang kurang setuju, dan kita tetap harus menghormatinya, juga jangan lupa tetap memiliki semangat dan percaya bahwa masih banyak saudara kita yang sangat memahami maksud dan kebaikan yang dilakukan GKJ Manahan. Karena sangat tidak beralasan kalau upaya buka bersama dengan nasi murah merupakan upaya kristenisasi. Apakah justru tidak sebaliknya dengan kegiatan tersebut kita dapat menjadi saling mengenal, merasakan, bersyukur bersama, dan saling menghormati, sehingga nantinya akan saling tolong menolong. Yang penting bagi kita yang percaya kepada Tuhan, bahwa tantangan bagi siapapun yang mau berbuat baik adalah terletak pada kejujuran dan ketulusan, bukan pada kehendak orang yang tidak setuju, lebih-lebih berbagi dengan saudara yang kurang mampu itu adalah perintah ALLAH. Kalau toh sudah dijelaskan tetap ditolak, niat kita hanya percaya pada GUSTI ALLAH INGKANG MURBENG DUMADI, yang telah memberi banyak berkat, maka sudah semestinya mengembalikan sebagian rasa suka cita bagi saudara kita yang lain. Biarlah Tuhan sendiri yang mengetahuiNya. Amin

    Suka

  4. Niat baik tidak selamanya baik, bangsa ini Majemuk..tapi tolong !! semua kegiatan yang dapat mendatangkan multitafsir, apalagi yang bersinggungan dengan agama dan keyakinan, lebih baik tidak pernah ada di Bumi ini…

    Suka

  5. urusan rejeki sih engga ane tolak,jangankan dikasih yang dari kantong muslim dan kafir masih ane akalin biar pindah ke kekantong ane.coba tanya dibilangan kalibata siape gak kenal ane.ali hadun

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: