Mbah Surip Meninggal Keracunan apa Diracun ?


Mungkin kah ada yang meracun mbah Surip?………….Apa hasil otopsi mayat mbah Surip????………..

Jenazah Mbah Surip Diotopsi
Ken Yunita – detikNews

Jakarta – Apa penyebab Mbah Surip meninggal dunia? Belum diketahui. Saat ini jenazah penyanyi lagu ‘Tak Gendong’ itu sedang diotopsi.

“Sekarang sedang diotopsi mungkin sekitar 2 jam,” kata Mega, petugas RS Pusdikkes, Jakarta Timur kepada detikcom, Selasa (4/8/2009).

Menurut Mega, bila meninggalnya Mbah Surip tidak ada keganjilan, maka jenazah dapat dibawa pulang oleh keluarga.

“Nanti kalau tidak ada apa-apa bisa dibawa pulang,” kata Mega.

Mbah Surip meninggal pukul 10.30 WIB setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit, mulut Mbah Surip berbusa

Model video klip ‘I Love You Full’ bernama Kucrit meninggal dunia sehari sebelum Mbah Surip tutup usia. Sopir Mbah Surip ini meninggal karena terkena stroke.

“Dia jadi model klip barunya I Love U Full Mbah Surip,” ujar staf manajemen dari Kampung Artis Euis Suryani Rahayu kepada detikcom, Selasa (4/8/2009).

Kucrit meninggal Senin (3/8) pukul 03.00 WIB di RS Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Lagu I Love You Full masih satu album dengan lagu Tak Gendong. I Love You Full belum tahu akan dirilis kapan.

Menurut Euis, Kucrit merupakan sohib pelantun ‘Tak Gendong’ itu. Kucrit tiba-tiba saja terkena stroke. “Dia ke Bandung seminggu lalu, lagi makan tiba-tiba saja sakit stroke. Kemudian dirawat di RS Muhammadiyah Bandung,” jelas Euis.

Kucrit dikuburkan di Jakarta pada Senin siang. Mbah Surip tidak melayat Kucrit, namun sempat menengoknya saat dirawat di Bandung.

Euis menggambarkan sosok Kucrit yang mirip Mbah Surip. “Penampilannya sama, rambut panjang, keriting. Tapi dia nggak gimbal dan giginya ompong serta nggak pake topi.

Sehari setelah teman akrabnya meninggal, Mbah Surip menyusul. Mbah Surip meninggal karena serangan jantung.

Mbah Surip Sempat Buang Air 3 Hari
Mega Putra Ratya – detikNews


foto: dok.detikcom

Jakarta – Pelantun ‘Tak Gendong’ Mbah Surip menderita diare sebelum menghembuskan nafas terakhir. Pria berambut gimbal ini sempat buang-buang air selama 3 hari.

“Kemarin katanya sempat buang air 3 hari,” ujar perawat UGD RS Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes), Wian Liani di ruang UGD RS Dik Pusdikkes, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Menurut Wian, saat pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur itu diare tidak dibawa ke RS. “Saat meninggal jenazahnya dalam keadaan bersih,” kata dia.

Mbah Surip meninggal dunia pada pukul 10.30 WIB. Mbah Surip tiba di RS Dik Pusdikkes telah meninggal dunia. Saat meninggal, mulut Mbah Surip berbusa.

IDI: Tidak Semua Dokter Komersial

Vera Farah Bararah – detikHealth

img
(Foto: avcilarhospital)

Jakarta, Banyak orang yang tidak ingin berobat ke dokter karena mahalnya biaya pengobatan. Akibatnya sebagian masyarakat lebih memilih menggunakan pengobatan alternatif saja. Dokter dituding lebih bersifat komersial.

Benarkah jiwa sosial sosial di Indonesia sudah terkikis? Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan tegas menolak tudingan tersebut.

“Tidak semua dokter itu komersial, sebenarnya jika dilihat lebih luas masih banyak dokter di Indonesia yang memiliki jiwa sosial,” ujar Ketua IDI dr. Fachmi Idris yang ditemui detikHealth di Utan Kayu, Jakarta, Selasa (4/8/2009).

Diakui banyak orang yang berpendapat bahwa dokter di Indonesia sangat mahal, karena besarnya biaya pendidikan yang harus dikeluarkan seseorang untuk bisa menjadi seorang dokter. Tapi IDI meminta sebaiknya jangan menyamaratakan bahwa semua dokter komersil.

Selama ini masyarakat melihat bahwa dokter yang bagus adalah dokter yang memiliki pasien banyak, dan sebagian orang rela mengantre berjam-jam untuk konsultasi dengan dokter tersebut. Padahal dalam hal ini yang dirugikan adalah pasiennya, karena pasien sudah bayar mahal tapi tidak bisa berkonsultasi secara leluasa dengan dokter.

“WHO menyarankan sebaiknya dokter memberikan pasien waktu minimal 15 menit untuk berkonsultasi mengenai penyakitnya,” ujar dr. Fachmi Idris.

Menurut Fachmi Idris dengan datang ke dokter yang memiliki pasien lebih sedikit, masyarakat bisa berkonsultasi lebih lama dan terbuka, pemeriksaan fisik lebih lengkap serta bisa meminimalkan kesalahan diagnosis.

Bahkan ada beberapa dokter yang memiliki jiwa sosial dengan terjun langsung ke lapangan, atau berpraktik di daerah-daerah terpencil. Jadi, jangan hanya melihat beberapa dokter di kota besar yang biayanya mahal lalu menyimpulkan bahwa semua dokter itu komersil dan tidak memiliki jiwa sosial.

Intinya lanjut Fachmi, semua dokter diharuskan memiliki jiwa sosial untuk membantu sesama masyarakat terutama yang tidak mampu. Jika ada dokter yang komersil atau mementingkan keuntungan sendiri maka itu adalah hak dokter tersebut.

Tapi di luar itu dokter yang memiliki jiwa sosial atau tidak komersil mungkin jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan dokter yang komersial.

Kematian Mbah Surip di Mata Dokter

Nurul Ulfah – detikHealth

img
(Foto : Detikcom)

Jakarta, Meninggalnya seniman nyentrik Mbah Surip memang mengejutkan. Nyawanya tidak terselamatkan ketika sedang di bawa ke rumah sakit. Serangan jantung pun diduga menjadi penyebabnya. Adakah semua itu berhubungan dengan pola hidupnya yang nyentrik?

Kebiasaan Mbah Surip yang doyan minum kopi dan kurang tidur memunculkan pertanyaan, ‘Benarkah kebiasaannya itu yang memicu serangan jantung dan menyebabkannya meninggal dunia?’

Seperti diketahui, kopi mengandung kafein yang cukup tinggi dan bisa menyebabkan jantung berdetak lebih kencang. Kurang tidur pun bisa menyebabkan kelelahan dan jantung bekerja lebih keras.

Namun mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia, dr. Kartono Mohammad yang dihubungi detikhealth, Selasa (4/8/2009) mengatakan bahwa kopi tidak selamanya menyebabkan serangan jantung karena serangan jantung berbeda-beda jenisnya.

“Kopi bisa menyebabkan serangan jantung hanya jika seseorang itu menderita kelainan denyut jantung. Tapi jika serangan jantung diakibatkan karena tersumbatnya pembuluh koroner atau tekanan darah tinggi, kopi tidak akan berpengaruh,” ujar Kartono.

Serangan jantung yang dialami Mbah Surip bisa disebabkan berbagai faktor, tidak hanya soal kopi saja. “Jadi nggak bisa dibilang juga gara-gara minum kopi Mbah Surip meninggal,” tambah Kartono.

Informasi terbaru yang didapat dari pihak rumah sakit tempat dilarikannya Mbah Surip juga mengatakan bahwa selain serangan jantung, Mbah Surip pun mengalami dehidrasi dan mulutnya mengeluarkan busa.

Menurut Kartono, dehidrasi memang gejala yang sepele tapi bisa membahayakan jika tidak segera ditangani. “Dehidrasi bisa menyebabkan kematian jika dibiarkan terus, tergantung dari derajat dehidrasinya,” jelas Kartono.

Kartono pun menyarankan agar setiap orang yang merasa kekurangan cairan atau dehidrasi untuk segera meminum air putih atau cairan penambah ion untuk menggantikan cairan yang hilang.

Adapun soal busa yang keluar dari mulut Mbah Surip saat meninggal, Kartono hanya bisa menduga itu diakibatkan karena stroke atau gejala keracunan, bukan karena dehidrasi.

Stroke disebabkan karena adanya gangguan pada otak yang bisa memicu kelenjar ludah untuk mengeluarkan ludah dalam jumlah banyak dan juga lendir di mulut serta menimbulkan kesulitan dalam menelan.

Ketika detikhealth mengajukan pertanyaan menggelitik soal apakah kebiasaan ketawa Mbah Surip yang nyentrik menjadi faktor serangan jantungnya, Kartono pun ikut tertawa ‘Ha..ha..ha..’.

“Tertawa justru dapat membuat seseorang menjadi rileks dan terhindar dari serangan jantung. Hal ini karena ketika tertawa hormon adrenalin yang bisa memicu serangan jantung akan menurun dan membuat jantung berdetak normal,” jelas Kartono.

Bagaimanapun, banyak faktor yang menyebabkan Mbah Surip terkena serangan jantung. Kebiasaan yang kurang sehat memang menjadi faktor pemicu yang cukup tinggi. Sebaiknya biasakanlah hidup sehat dari sekarang.

Benarkah Kopi Bikin Serangan Jantung?

Nurul Ulfah – detikHealth

img
(Foto: detikcom)

Jakarta, Meninggalnya seniman kondang Mbah Surip diduga karena terlalu banyak minum kopi. Minuman kopi memang sudah sejak lama diduga menjadi pemicu kelainan jantung karena kandungan kafeinnya. Tapi bisakah kopi menjadi satu-satunya faktor terjadinya serangan jantung?

Kopi mengandung kafein lebih tinggi dari teh atau minuman soda. Kadar kafein dalam secangkir kopi mencapai 80-125 mg sedangkan teh 9-40 mg, dan sekaleng minuman bersoda hanya 20-50 mg.

“Kopi tidak selalu menimbulkan serangan jantung tapi kopi bisa membuat denyut jantung lebih cepat,” kata dr Kartono Mohammad ketika dihubungi detikhealth, Selasa (4/8/2009). Kopi menurutnya, tidak selalu menimbulkan serangan jantung. Karena serangan jantung itu beda-beda jenisnya. Ada yang disebabkan kelainan denyut, menyempitnya pembuluh koroner dan tekanan darah tinggi.

“Kopi mungkin bisa menjadi penyebab penyakit jantung kalau penyakit jantungnya disebabkan kelainan denyut,” kata dr Kartono.

Seperti dikutip dari Web MD.com, kopi bagi sebagian orang jika kondisi tubuhnya tidak fit dapat memicu serangan jantung dalam waktu 1 jam. Penelitian ini dilakukan dari sisi efidemiology.

Bahkan untuk orang-orang tertentu risiko serangan jantung meningkat empat kali lipat ketika mengopi dilakukan sambil merokok.

“Orang dengan risiko serangan jantung yang tinggi sebaiknya mempertimbangkan untuk berhenti dari minum semua kopi,” kata Ana Baylin peneliti dari Brown University School of Medicine seperti dilansir dari webMD.com.

Kafein dalam jangka pendek menyebabkan kenaikan tekanan darah dan dan membuat perasaan gelisah yang dapat memicu denyut jantung tidak stabil.

Sebelumnya telah ada ada penelitian yang menunjukkan minum kopi dapat menurunkan risiko dari penyakit Parkinson, diabetes, dan beberapa jenis kanker.

Tapi dalam studi baru-baru ini, disebutkan, orang-orang yang mengkonsumsi dua atau tiga cangkir sehari memiliki risiko serangan jantung 60% dari minum secangkir kopi.

Baru-baru ini juga dilaporkan bahwa orang-orang yang memiliki variasi genetik yang berhubungan dengan metabolisme yang lambat terhadap kafein punya peningkatan risiko serangan jantung nonfatal ketika mereka mengonsumsi kopi.

Iklan

5 Tanggapan

  1. Selamat jalan, Mbah Surip.
    Moga Allah SWT mengampuni segala kekhilafanya dan menerima segala amal kebaikannya, amin.

    Suka

  2. amien…
    semoga amal ibadahnya dapat diterima oleh allah SWT..

    Suka

  3. kayaknya gak dech minum kopi kan wajar aja ,,, kalau minium miinuman keras aku percaya itu dapat menimbulkan kematian …

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: