Kalau lah Ada Mushalla di Tempat Kami Kata Mak Dayang


rumah mak Dayang yang berbaju merah suami mak Dayang serta anak beranak nya . Mak Dayang adalah suku laut masih kerabat Pak Din ketua suku laut di Pulau Air Mas

Rumah mak Dayang diatas laut, yang berbaju merah suami mak Dayang serta anak dan menantunya . Mak Dayang adalah suku laut masih kerabat Pak Din ketua suku laut di Pulau Air Mas.

Meskipun sudah tua tetapi mak Dayang begitu wanita ini di panggil masih kuat berciau , usia nya sekitar 60 an tinggal di Pulau Selat Dapur Arang persis didepan Pulau Ngenang masuk kecamatan Nongsa Batam.

Tak banyak penduduk di pulau kecil itu, namanya pun pulau dapur arang, masih terlihat beberapa tempat pembakaran arang kayu bakau (mangrove)  disitu, dapur – dapur arang tersebut sepertinya tak dipakai lagi, karena mungkin kayu bakau bahan baku untuk membuat arang sudah susah di dapat (dilarang).

Mak Dayang Suku laut yang telah hampir 20 tahun bermukim di darat, hampir tak terjamah dakwah, sedikit dari mereka yang masih bertahan dalam Islam.

Mak Dayang Suku laut (orang sampan) yang telah hampir 20 tahun bermukim di darat, hampir tak terjamah dakwah, sedikit dari mereka yang masih bertahan dalam Islam.

Disitulah mak Dayang tinggal bersama suaminya yang sakit sakitan sudah tak bisa lagi melaut, dua anak lelaki nya sudah berkeluarga dan seorang lagi baru keluar dari penjara.

Seorang lagi tetangga sebelah mak Dayang masih kerabat nya sudah memeluk Islam, jadi dari total 30 han KK yang ada di pulau itu hanya 5  yang muslim.

Hampir setiap hari  mak Dayang berciau ke pulau Air Mas mengikuti pelajaran agama Islam dari ustaz Abdullah, memang pengajian dan belajar agama Islam terutama belajar shalat di pusatkan di pulau Air Mas.

Turut serta dalam perahu itu tetangga mak Dayang beserta anak anak usia sekolah, tetapi lelaki dewasa jarang sekali bisa dapat ikut. “mereka ke laut” ujar mak Dayang.

Kalau angin kencang dan hujan apalagi ombak besar tak bisalah mak Dayang dan rombongan nya ke pulau Air Mas, “badan dah penat” kata mak Dayang.

“Kalau lah ada mushalla di tempat kami ini senang lah sikit hati ini” pinta mak Dayang. “Tak ada tempat untuk belajar mengaji terutama untuk budak-budak” lanjut mak Dayang. “Agaknya kalau ada tempat tu orang besar pun boleh juga” rungut mak Dayang. Rumah kecil nya yang dah mulai reot kita berjalan pun bergetar. Tak lah mungkin untuk tempat berkumpul.

Begitu gigihnya mak Dayang di usia senja nya, lahan untuk lokasi mushalla itu pun dah di minta izinkan nya dari pak RT yang kebetulan masih kerabat nya meskipun tak se agama. Mak Dayang masih ingat saat kami buat mushalla di Pulau Kubung ,sulit sekali mendapatkan lokasi di darat, terpaksa mushalla di Pulau Kubung dibuat di atas laut, sehingga biaya cukup besar karena memerlukan tonggak kayu untuk penyanggah.

Tak masaalah soal guru (ustaz) yang mengajar sudah ada dari Pulau Kubung yaitu ustaz Ainur Rafiq, baru baru ini beliau sudah ikut penataran Dai di Medan selama 4 bulan. “Saya siap kesana pak” ujar Ainur Rafiq, begitupun ustaz Abdullah yang mengajar di Pulau Air Mas.

Yang jadi masaalah tempat mereka belajar yang belum ada. “Tak besar besar sangat cukuplah 5 x 5 meter saja tak payah nak berdinding dulu ada lantai dan sekerat dinding jadilah” ujar suami mak Dayang, saat kami ke lokasi yang telah disediakan, karena tanah nya belum rata, untuk meratakan tanah tempat tapak mushalla itu adalah menjadi tanggung jawab suami mak Dayang dan lelaki dewasa lainnya.

Pantes mak dayang berbesar hati anak lelaki bungsunya yang dulu masih beragama lain, kini telah di khitan dah telah mengucapkan duakalimasyahadat.

Siang tadi dalam rangka Musda III Badan Wakaf Indonesia Kota Batam di Hotel Informasi Haji Batam center hal ini kuutarakan kepada beberapa teman, Alhamdulillah terkumpul sumbangan untuk membuat mushalla di pulau mak Dayang itu.

Ada sumbangan semen dan cangkul untuk meratakan tanah, ada sumbangan uang untuk membeli batu bata. Tetapi masih butuh yang lain.

Siapa ya kira kira yang ingin menyumbang lagi????…………….Siapa yang ingin membantu mak Dayang??????????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: