Daeng Singgih dan Ustaz Wahab


Daeng Said Singgih dan Ustaz Abdul Wahab

Daeng Said Singgih dan Ustaz Abdul Wahab

Gigi pak Singgih nyaris dah tak ada lagi, lagian pak Singgih jarang tersenyum, jadi tak tahu entah tinggal berapa batang lagi giginya, pria kelahiran Sinjai Sulawesi Selatan itu hampir berusia 80 tahun,  kini dia menetap di Nongsa Batam Indonesia.

Gigi pak Singgih memang sudah hampir habis, tetapi pak Singgih masih tetap Gigih mengurus anak yatim dan miskin, sebuah panti berdiri persis berdampingan dengan rumah tinggal nya, ke panti itulah minggu lepas kami berkunjung bersama ustaz Abdul Wahab dan rombongan dari Malaysia dan Thailand.

“Daeng” demikian kami biasa memanggilnya, tetapi terkadang dengan pak Singgih saja, Selepas shalat Jumat (15/05) di masjid Taqwa Muhammadiyah Tembesi Batu Aji, langsung kami menuju ke Nongsa, karena sudah janjian dengan beliau akan makan siang di sana.

Perjalanan kurang lebih 40 kilo meter dari Tembesi ke Nongsa, tiba di Nongsa hari dah menunjukkan pukul 2 tengah hari, membuat perut terasa lapar , hem apalagi… hidangan pun telah tersedia….

Daeng Singgih dan Ustaz Wahab bernostalgia tentang Muhammadiyah, asyik benar pembicaraan mereka berdua, tak terasa hari dah dekat masuk asyar, membincangkan organisasi yang memang digeluti bersama.

Satu Tanggapan

  1. Sungguh ironi memang kaum muslimain harus berhadapan dengan saudaranya sendiri, sementara musuh yang nyata – nyata telah memusuhi dan banyak menumpahkan darah kaum muslimin di bela mati – matian atau bahkan yang lebh ironi para pengusa yang penghiianat rela mengorbankan harta, tenaga, fikiran atau bahkan nyawanya demi untuk menjaga kepentingan dan menyenangkan para penguasa penjajah yang haus akan darah kaum muslimin dan rakus akan kekayaan alam yang di miliki oleh negri – negri Islam. Sungguh hanya Allah saja yang akan membalas semua yang telah di lakukan oleh musuh – musuh Islam dan kaum Muslimin. di sinilah relevansinya perjuangan menegakan kembali NKRI ( Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah ), institusi yang akan menjaga kehormatan dan darah kaum muslimin di manapun berada. Karena NKRI tidak akan membiarkan begitu saja musuh – musuhnya menumpahkan darah walaupun hanya setetes / merampok kekayan yang di miliki negeri-negri Islam walau secuil kerikil, karena jika itu terjadi maka NKRI akan memobilisasi tentara dan mujahidin untuk mengobarkan jihad. Dan NKRI ini pulalah yang akan menyatukan seluruh negri – negri Islam yang sudah berkeping – keping lebih dari 50 negri kaum muslimin serta menyatukan seluruh potensi yang di milikinya dalam satu bendera LAA ILAA HA ILLALLAH MUHAMMADURRO SULULLAH.
    Tiada Kemuliaan Tanpa Islam
    Tak Sempurna Islam Tanpa Syari’ah
    Tak Akan Tegak Syari’ah Tanpa Daulah
    Dualah Khilafah Rasyidah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: