Ibu Pejabat Boleh Dipakai dan Disewakan


Lokomotif di stesen Butterworth tempat menunggu di jemput

Lokomotif di stesen Butterworth tempat menunggu di jemput

Canda ustaz Wahab tak habis habis, sesaat menjemput ku di terminal bus Butterworth, seperti biasanya, kalau aku ke Pulau Pinang Malaysia, aku akan menunggu beliau menjemputku di stasiun kereta api tanah melayu (KTM) Butterworth Pulau Pinang.  Diluar pagar stasiun itu ada lokomotif tua yang sudah tak berfungsi dipajang,  sudah jadi musium,  disitu lah aku duduk menanti jemputan ustaz Wahab.

Stesen KTM Butterworth, dari sini boleh ke Singapura dan dari sini pun boleh ke Thailand Utara sampai ke Chiang Mai

Stesen KTM Butterworth, dari sini boleh ke Singapura dan dari sini pun boleh ke Thailand Utara sampai ke Chiang Maiyang berbatasan dengan Laos

Biasanya selepasa magrib dari Johor Bahru tiba di Butterwoth menjelang subuh. Saat itu hari beranjak terang, setelah selesai shalat subuh di mushalla dibelakang kios – kios makanan yang belum lagi buka aku berjalan masuk ke stasiun (stesen) KTM itu. Dekat lorong dua,  kereta menuju ke Singapura akan segera berangkat, seorang petugas sedang mengoyang goyang kan lonceng besar dari kuningan pertanda kereta  segera berangkat, sudah kedua kalinya masinis mengoyang goyang kan lonceng kuningan itu, terlihat dua orang ibu berlari – lari, kalau tak berlari alamat ketinggalan lah mereka.

Melihat kejadian di pagi itu jadi ingat sewaktu  kecil dulu di Tanjung Pura Langkat, sekitar tahun 60 an, yaitu saat  kereta api dari Medan –  Kota Raja (Banda Aceh ) masih lancar, malah   tiga kali sehari,  setiap halte dan stasiun yang di lalui kereta, waktu itu pun petugas stasiun kereta api membuat hal yang sama membunyikan lonceng besar dari kuningan, dan meniup pluit. Dan ada orang yang berlalri lari, mengejar kereta yang sudah beranjak jalan perlahan.

Musium Kereta di Butterwoth

Sambil menunggu ustazd Wahab datang aku melihat musium mini yang di pajang di depan stasiun (orang Malaysia bilang stesen),  didalam ruang tunggu stesen Butterworth itu terdapat barang – barang  mulai dari potongan  rel dari besi , bantalan rel dari balok kayu, mur baut penahan bantalan sampai bebatuan krikil,  lampu masinis , lonceng dan alat – alat lain nya yang digunakan  sejak tahun 1800 an , sejak Kereta Api Tanah Melayu (KTM) dibangun oleh Inggris terpajang rapi disitu.

DSCF1931

Sembari melihat lihat barang – barang peninggalan yang di pajang di dalam ruang tunggu stasiun KTM Butterworth terlihat ustaz Wabah telah tiba , tetapi dia kesulitan untuk memarkir kereta yang dibawa nya, tempat parkir penuh, ada satu tempat kosong di bawah shelter, tetapi ustaz Wahab tak mau parkir disitu, sambil tersenyum dia menunjukkan tulisan yang ada di shelter tersebut, tertulis  KAKI TANGAN KTM SAHAJA, “yang ada kepala dan badan tak boleh parkir disitu” canda ustaz Wahab sambil tersenyum.

DSCF1932

Di depan shelter itu pun ada tulisan lain, PEJABAT BUNGKUSAN, hem apa pula maksud nya?, bukannya di jawab, malah ustaz Wahab bercerita dalam perjalanan nya ke Indonesia beliau dan rekan rekannya sering tidur ditempat Ibu Pejabat.

“Tak masaalah Ibu Pejabat boleh dipakai dan malah disewakan” canda ustaz Wahab lagi……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: