Shalat Jamak Magrib dan Isya di Masjid An Nur Terminal Larkin Sentral Malaysia


Masjid An Nur Larkin Sentral Johor Bahru Malaysia

Masjid An Nur Larkin Sentral Johor Bahru Malaysia

Undangan ustaz Abdul Wahab melalui sms kepadaku  ” Pak Ambalo 30 hari bulan April kamis pukul 4 petang berangkat dari Kedah, 01 Mey pembentukan Persatuan Muhammadiyah Thailand di Yala, selepas shalat Jumat kita kembali ke Pulau Pinang.”

Ustaz Abdul Wahab adalah Koordinator Muhammadiyah Internasional, beliau selalu mengajak ku mengikuti kegiatan nya di merata tempat terutama dikalangan minoritas muslim di Asia Tenggara, termasuk lah Yala di Thailand Selatan sana.

Jadilah rabu 29 April 2009 selepas Ashar dengan last ferry dari Batam center aku menuju Stulang Laut Johor Malaysia, ongkos dari Batam ke Johor sebesar 230 ribu rupiah, sengaja tidak membeli tiket pulang pergi, karena rencana pulang dari sana ingin mencoba  Penerbangan Perdana Firefly melalui Subang (Kuala Lumpur ).

Sampai di sana hari sudah petang, keluar dari terminal Ferry  Stulang Laut berjalan kaki sekitar 100 meter ke halte bus,  di halte bus ada seorang pria paro baya yang juga sedang menunggu bus, “Nak ke bandar nomor berapa bus dia” tanyaku sembari senyum , “saya pun sama” jawab nya, tak lama adaFbus warna orange berhenti di halte tempat kami menunggu, “1 ringgit 30 sen saja” pria tadi mengingatkan kepadaku, karena aku tak punya uang silling kuberikan 2 lembar uang kertas kepadanya, sehingga 3 RM tambang kami berdua, dia menambahkan 1 RM sahaja.

Dari Bandar ke Larkin, Larkin adalah terminal bus untuk ke arah Utara Malaysia kita harus  naik bus lagi, tambang nya 1,70RM . Kalau naik taxi dari Stulang Laut ke Larkin tarif nya berkisar 10 s/d 15 RM , taxi tanpa argo bisa di tawar. Apalagi berdua atau bertiga lebih baik naik taxi. Karena tidak muter muter dan tidak harus ke bandar terlebih dahulu. Tetapi karena hanya sorang saya saja akh coba-coba naik bus, lagian tak ada yang dikejar pikirku.

Turun saja dari bus telah banyak orang yang menawarkan tiket bus, ke Kuala Lumpur, Pulau Pinang bahkan sampai ke Hatyai di Thailand sana, pokok nya ke daerah Malaysia  sebelah Utara.

Ongkos dari Larkin Johor ke Pulau Pinang atau Butterworth sebesar 65RM, jauh perjalanan ini ditempuh kurang lebih 8 jam, dengan berhenti beberapa kali direstoran yang banyak terdapat disepanjang jalan bebas hambatan Proyek Lebuh raya Utara Selatan (PLUS)

Selesai urusan karcis, aku bergegas ke lantai 2 Terminal Larkin,  disitu ada mushalla yang tak terlalu besar, biasanya bila magrib tiba, mushalla itu tak mampu menampung orang yang akan shalat, sehingga bila shalat disitu bisa-bisa sampai 6 shif.

Dari jauh terlihat sepi, tak ada orang yang lalu lalang disekitaran lokasi mushalla, hanya seorang petugas cleaning service yang sedang merapikan alatnya, tak seperti biasa, padahal shalat isya belum lagi pikirku. “Lurus saje dah tu belok ke kanan, dah tu cik naik ke lantai tige” jawab petugas cleaning service itu saat kutanya dimana mushalla sekarang?

Ternyata mushalla yang itu tak dipakai lagi sekarang mushalla ada di lantai 3 , dan mushalla itu pun sejak 6 bulan yang lalu telah berubah menjadi masjid. Masjid An-Nur Larkin Sentral namanya, tempat wuduk nya bersih, karpet masih baru dan udara dari air condition (AC) membuat nyaman kita berada di dalam nya.

Seorang petugas masjid disitu menerangkan bahwa masjid An Nur itu dibina oleh swasta, bukan oleh kerajaan (pemerintah), untuk naik dan turun ke lantai tiga ke masjid itu persis di depan nya ada eskalator. Swasta yang dimaksud oleh petugas masjid itu tadi adalah pengelola terminal Larkin dan bantuan dari pada donatur lainnya.

Masjid An Nur Larkin Sentral ini dapat menampung ratusan jamaah, masjid yang terletak dibagian ujung bangungan terminal ini juga disekiling nya terdapat toko buku, dan ada kantin menjual minuman.

Banyak orang di dalam masjid sedang melaksanakan shalat, ada yang berjamaah ada yg bersendirian.  Usai melaksanakan shalat jamak takdim dan qasar, aku bergegas kembali turun karena bus yang membawa ku ke Pulau Pinang akan segera berangkat.

Di terminal Larkin banyak di jual makanan, tak terlalu mahal harganya teh tarik disitu masih seharga 1RM, dan tentu saja itu adalah minuman kesukaanku, sebungkus kecil  nasi lemak dengan sambal dan ikan bilis serta sepotong telur yang selalu ku beli dan ku makan bila aku ke terminal Larkin.

Di dalam bus yang membawaku ke Pulau Pinang aku sms ustaz Wahab memberitahukan insyaAllah subuh aku akan  sampai di Butterworth, aku turun di Butterworth tidak ke Pulau Pinang kerana lebih dekat ke Kedah. ” ya pak Ambalo kalau dah dekat nanti tolong beri kabar supaya tak terlalu lama menunggu” balas ustaz Wahab dalam sms nya, ustaz Wahab memanggilku “Ambalo” padahal namaku Imbalo , mungkin agaknya “I” dibaca “ai” oleh orang Malaysia …. maklum……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: