Flu Singapura : Batam Daerah Paling Rawan Terjangkit


 Jadi ingat  sekitar  4 atau 5 tahun yang lalu, bagaimana sombong dan congkak nya Singapura memperlakukan warga Indonesia terutama warga Batam yang datang ke Negara nya, di pintu masuk harbour front di pasang stiker dan spanduk bahwa orang –orang khusus nya dari Batam membawa penyakit malaria terutama denggi.

Padahal tak lah separah yang mereka sangka kan wabah malaria dan denggi itu merebak di Batam, tetapi begitu “sibuk” nya mereka membatasi warga nya yang akan bepergian ke Batam .

Begitu ketat nya mereka memeriksa kesehatan setiap pendatang yang akan masuk ke Negaranya.

Flu Singapura

Belum terdengar bagaimana reaksi dari Dinas Kesehatan Kota Batam menganti sipasi merebak nya flu Singapura ini di Batam, ribuan orang setiap hari keluar masuk dari dan ke  Singapura, baik itu warga Indonesia maupun warga Singapura,  ratusan orang pula warga Singapura yang menetap tinggal karena mempunyai keluarga dan berkeluarga baik itu di Batam, Tanjung Balai Karimun, dan daerah sekitar nya.

Tapi tak perlu lah kita sombong dan congkak seperti mereka, dan tak perlu pula membalas dendam dengan perangai mereka, ternyata toh Singapura bisa di landa penyakit meskipun itu bukan penyakit mematikan, tetapi penyakit karena “jorok” yang hanya dengan mencuci tangan penyakit itu bisa hilang.

Namun demikian kita juga perlu mengantisipasi sbagai mana yg di terapkan oleh pemerintah DKI Jakarta, dan seyogianya lah kita lebih peduli karena kita yg berbatasan langsung dengan Singapura :

Mengantisipasi virus flu Singapura, Dinkes Pemprov DKI Jakarta meminta setiap orang yang keluar masuk bandara maupun pelabuhan harus menjalani tes kesehatan.

“Kita bekerja sama dengan instansi kesehatan dan rumah sakit di sekitar pelabuhan dan bandara. Kita minta setiap orang yang masuk atau datang untuk dilakukan pengecekan kesehatan,” kata Humas Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta Tini Suryanti saat dihubungi wartawan, Kamis (16/4/2009).

Menurut dia, dinkes dan puskesmas setempat akan melakukan investigasi jika ada indikasi flu Singapura.

“Ini sudah ada protapnya. Tetapi dilakukan semenjak isu flu Singapura ini merebak,” ujarnya.

Tini mengatakan, flu Singapura pernah menyerang sekolah internasional di Jakarta Selatan pada tahun 2004 silam.

“Pada waktu itu yang terserang lebih dari 10 anak. Sekolah sempat diliburkan dan disterilkan. Untuk tahun 2009, kasusnya terjadi Februari-Maret namun hanya ada 1 atau 2 kasus,” beber Tini.

Dikatakan dia, cara penyembuhan penderita dari penyakit ini adalah, penderita harus diisolasi, tidak boleh keluar. “Kalau menyebar di sekolah maka sekolah harus diisolasi dan disterilkan. Ini sebenarnya penyakit  Hand Foot Mouth Disease (HFMD),” tuturnya.

Cara penularannya sangat cepat sekali. Biasanya menyerang anak-anak setelah bepergian dari Singapura. Penularannya lewat udara. Ciri-cirinya, panas di mulut seperti sariawan, di tangan seperti ada luka melepuh.

“Cara pengobatannya bisa dengan antibiotik biasa. Yang pasti bisa diisolasi dan jangan sampai keluar,” kata Tini.

Kita tak tahu sudah ada kah yang terjangkit di Batam, meskipun flu Singapura ini tak berbahaya  sebagaimana di tulis di detik.com kita perlu waspada :

Flu Singapura yang mewabah di beberapa wilayah di Indonesia memang tidak berbahaya. Meski begitu, para orang tua yang anaknya terserang virus tersebut tetap diimbau waspada.

“Di Indonesia memang belum pernah ada kasus yang seperti di China atau di Singapura tapi waspada tetap harus,” kata dokter spesialis anak RS Hermina Depok, dr Rianita kepada detikcom, Kamis (16/4/2009).

Anak-anak yang terserang virus coxsackie itu biasanya akan mengalami demam, batuk, pilek, sariawan penuh dan bintik-bintik merah di kaki dan tangan. Namun bila anak-anak sudah mulai pendarahan seperti mimisan atau muntah darah, orang tua harus segera membawa ke dokter.

“Selama ini belum ada kasus virus yang menyerang otak seperti di China dan Singapura, tapi bisa jadi ada kasus baru. Jadi harus segera bertindak,” kata Rianita.

Selama ini, kasus yang terjadi di Indonesia dapat sembuh dengan sendirinya. Kalaupun ada anak yang dirawat di rumah sakit, biasanya karena dehidrasi karena kurang cairan saja.

“Paling-paling dirawat karena kurang cairan. Kalau segera ditolong nggak berbahaya,” kata dokter jebolan Universitas Indonesia (UI) itu.

Mengapa ya penyakit ini bisa timbul di Singapura, padahal mereka merasa paling bersih dari kita

Penyakit mulut, kaki dan tangan yang sedang merebak di sejumlah wilayah di Indonesia lebih dikenal sebagai Flu Singapura. Nama itu dipakai karena virus semacam itu pernah mewabah di Singapura beberapa tahun yang lalu.

“Itu nama umum dipakai orang gara-gara dulu pernah mewabah di Singapura. Tapi nama medisnya sih penyakit mulut, kaki dan tangan. Kalau di Inggris itu Hand Foot Mouth Disease (HFMD),” kata dokter spesialis anak RS Hermina Depok, dr Rianita kepada detikcom, Kamis (16/4/2009).

Meski sama, namun Rianita mengatakan, virus di Indonesia jauh lebih ringan dengan virus di Singapura. “Dulu kan mewabah di sana (Singapura) sekitar 15 tahun lalu, ada yang meninggal juga. Tapi di Indonesia nggak ada,” katanya.

Rianita mengatakan, pada musim pancaroba seperti saat ini, banyak anak-anak khususnya balita yang terkena flu Singapura. Setiap minggu, dokter jebolan Universitas Indonesia (UI) itu mengaku selalu mendapatkan pasien yang mengeluhkan penyakit ini.

“Tiap minggu ada pasien ini, biasanya mereka batuk pilek disertai demam. Selain itu juga sariawan penuh di mulut dan bintik-bintik merah di kaki dan tangan,” katanya.

Meski tidak berbahaya, Rianita mengimbau agar orang tua yang anaknya terserang penyakit ini lebih memperhatikan kondisi anaknya. Jangan sampai anak-anak dehidrasi gara-gara tidak mau makan dan minum.

“Kan mulutnya sariawan, jadi malas makan. Yang penting harus banyak minum agar tidak dehidrasi,” ujarnya.

Sekolah-sekolah TK (Taman Kanak-kanak) dan tempat-tempat penitipan anak di Singapura meningkatkan pembersihan ruangan kelas. Langkah ini dilakukan menyusul terus bertambahnya jumlah anak yang terkena penyakit hand, foot and mouth atau penyakit Tangan, Kaki dan Mulut (TKM) atau lebih dikenal dengan sebutan flu Singapura.

Awal April lalu, 653 kasus baru dilaporkan di Singapura. Jumlah kasus diperkirakan akan meningkat hingga Mei mendatang, masa memuncaknya infeksi virus ini. Bulan Agustus dan Oktober juga biasanya ditandai dengan peningkatan kasus ini.

Ada 4.926 kasus flu Singapura ini selama 13 minggu pertama tahun ini. Sedangkan pada tahun 2008 lalu, tercatat 4.423 kasus untuk periode yang sama. Tahun lalu, virus ini menewaskan seorang anak laki-laki berusia 3 tahun. Demikian seperti diberitakan harian Singapura, Straits Times, Kamis (16/4/2009).

Virus flu ini menewaskan 7 anak di Singapura dalam wabah yang terjadi antara tahun 2000-2001. Tahun ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Gejalanya mencakup demam, ruam di mulut, tangan dan kaki.

Penyakit ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam sepekan. Namun sejumlah kecil kasus bisa menjadi mematikan. Khususnya karena komplikasi syaraf, seperti encephalitis dan meningitis.

Virus yang juga telah sampai ke Indonesia dengan menulari beberapa anak di Depok ini, sangat menular. Penularannya melalui kontak langsung dengan hidung, air liur, cairan ruam dan perkakas yang digunakan penderita.

Flu Singapura yang merebak di beberapa wilayah di Indonesia tidak berbahaya. Penyakit itu segera sembuh dalam waktu satu minggu.

“Nggak bahaya kok, virus itu sudah lama berada di Indonesia dan sampai saat ini tidak ada yang membahayakan,” kata dokter spesialis anak RS Hermina Depok dr Rianita kepada detikcom, Kamis (16/4/2009).

Rianita mengatakan, virus yang banyak menyerang balita dan anak kecil itu berbeda dengan wabah yang melanda China dan Singapura. Virus di Indonesia jenisnya sangat ringan sehingga dapat sembuh dengan sendirinya.

“Itu virusnya sama-sama coxsackie tapi strain-nya berbeda. Yang di Indonesia jauh lebih ringan,” kata Rianita.

Rianita mengatakan, flu Singapura sudah ada di Indonesia sejak lama. Virus itu, kata dia, biasanya muncul pada saat masa pancaroba.

“Itu sudah sejak zaman dulu, kalau masa pancaroba begini banyak yang kena. Mungkin tahun ini lebih banyak yang kena jadi kelihatannya besar,” ujarnya.

Flu Singapura yang merebak di Depok terjadi karena keluarga salah satu korban baru pulang dari Singapura. Masyarakat Jakarta diimbau untuk berhati-hati setelah bepergian dari luar negeri.

“Jika Anda sering ke luar negeri, harap waspada. Cuci tangan dan bajunya. Atau habis dari luar negeri segera  diperiksa bila merasa ada gejala flu, takut ada virus dari luar,” kata Asisten Kesejahteraan Pemrov DKI Effendi Anas saat dihubungi melalui telepon, Kamis (16/4/2009).

Meski flu Singapura ini dikategorikan flu biasa tetapi Pemprov DKI Jakarta tetap  melakukan langkah-langkah preventif.

“Flu ini tidak berbahaya, tidak masalah, tetapi kita tetap antisipasi,” tutupnya.

Flu Singapura yang merebak di Depok dikenal juga sebagai penyakit Tangan Kaki dan Mulut (TKM) atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD). Penyakit TKM juga mewabah di China, bahkan makan korban. Namun meski punya nama sama, kedua penyakit ini berbeda.

Perbedaannya, flu Singapura di Indonesia bisa dijinakkan dan tidak memakan korban jiwa.

“Nggak ada hubungan dengan penyakit di China. Namanya sama tetapi beda. Jadi di Indonesia tidak ada masalah, tidak ada kematian. Nggak parah,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes, Dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), kepada detikcom, Kamis (16/4/2009).

Menurut dia, ada suspect HFMD yang ditemukan Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, pada minggu lalu. Penderitanya berusia sekitar 1-4,4 tahun.

“Semua sekarang sudah sembuh. Kasus tidak meluas,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Hardiono, mengatakan, jumlah penderita flu Singapura ada 8 anak dan semuanya sudah sembuh.

Obat dan vaksin flu Singapura belum ditemukan. Namun, virus maut yang telah merebak di Depok, Jawa Barat, ini bisa dicegah. Salah satunya, dengan rajin mencuci tangan.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes, Dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), kepada detikcom, Kamis (16/4/2009), mengatakan, tidak ada pencegahan khusus untuk HFMD. Tetapi risiko tertular dapat diturunkan dengan good hygienic practise (PHBS), seperti mencuci tangan, dan lain-lain.

“Penyakit Tangan Kaki Mulut (TKM) ini menyerang sebagian besar adalah anak usia di bawah 10 tahun dan sampai saat ini belum ada obat atau vaksinnya,” kata Tjandra.

Bila ditemukan tanda-tanda yang membahayakan penderita, seperti gejala neurologi, kejang mioklonik, iritabel, insomnia, abdomen distensi, muntah berulang, sesak nafas, dan halusinasi, pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Beberapa upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap penyakit TKM antara lain dengan pertama,  meningkatkan higiene/kebersihan perorangan, seperti cuci tangan dengan sabun, menutup mulut dan hidung bila batuk dan bersin, serta tidak menggunakan secara bersama-sama alat-alat rumah tangga (misal cangkir, sendok, garpu) dan alat kebersihan pribadi (misal handuk, lap muka, sikat gigi dan pakaian, terutama sepatu dan kaus kaki).

Kedua, membersihkan alat-alat yang terkontaminasi dengan air dan sabun. Ketiga, melakukan pengamatan terhadap kontak penderita dalam satu rumah secara ketat.

Tindakan kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan dengan melakukan koordinasi dan advokasi serta respons cepat bagi instansi yang berwenang apabila ditemukan adanya peningkatan penderita penyakit TKM pada suatu lokasi yang sama, seperti : meliburkan sekolah (selama 2 kali masa inkubasi terpanjang, sekitar 12 hari).

Kedua, melakukan tindakan perbaikan kualitas sanitasi lingkungan melalui desinfeksi dan dekontaminasi, baik di lingkungan permukiman maupun sekolah.

Selanjutnya, melakukan tindakan pengamanan lingkungan guna mencegah kepanikan masyarakat dan hal-hal yang dapat mengganggu upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap penyakit TKM ini.

Flu Singapura, yang biasa dikenal dengan penyakit tangan, kaki, dan mulut, menghantui setelah ada penemuan 8 kasus di Depok.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes, Dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), kepada detikcom, Kamis (16/4/2009), menjelaskan, flu Singapura pada dasarnya adalah Penyakit Tangan Kaki dan Mulut atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD).

HFMD adalah penyakit yang cukup sering ditemui pada anak dan bayi dengan masa inkubasi 3-7 hari. HFMD adalah moderately contagious, menular melalui kontak langsung cairan hidung dan tenggorok, saliva, cairan dari blister atau tinja pasien. Masa penularan terbesar adalah pada minggu pertama sakit.

Penyebab HFMD adalah enterovirus secara umum, termasuk coxsackievirus A16, EV 71 dan echovirus.

Gejala

Penyakit ini ditandai dengan demam, rash (ruam) dan blister di telapak kaki, tangan dan mukosa mulut, tidak nafsu makan, malaise dan nyeri tenggorok.

Satu-dua hari setelah demam timbul keluhan nyeri di mulut dimulai dari blister sampai kemudian dapat menjadi mucus. Lesi dapat terjadi di lidah, gusi dan bagian dalam mulut lain.

Biasanya penyakit ini tidak berat, pengobatan hanya suportif dan akan sembuh dalam 7-10 hari.

Infeksi EV 71 dapat juga bermula dari saluran cerna yang kemudian sistemik dan menimbulkan gangguan neurologik. Sementara itu, HFMD akibat coxsackievirus A16 juga dapat menyebabkan meningitis

Pada kejadian sangat jarang, HFMD akibat EV 71 juga dapat menyebabkan meningitis dan bahkan encephalitis, seperti terjadi outbreak HFMD di Malaysia 1997 dan Taiwan 1998.

Di tahun 2008 sampai 29 April 2008 di Cina terdapat 1884 kasus HFMD akibat Enterovirus (EV 71) pada bayi dan anak-anak, 20 di antaranya meninggal. Semua kematian terjadi akibat komplikasi serius neurogenic pulmonary oedema. Case fatality rate di Cina pada 10-31 Maret 2008 adalah 11% dan pada 17-29 April 0,2%.

Iklan

5 Tanggapan

  1. Asslm wr wb.,, bung Imbalo.,

    Sebelum comment, mau kasih input, kenapa ya ada karakter:

    di setiap awal posting. Saya pakai browser IExplorer, mungkin kalu di Firefox gak tampak?

    Yang kedua, iya tuh anak saya yang terkecil sempat kena ini flu singapur, sekarang sedang dirawat di RS bukan karena sakitnya, tapi karena gak mau makan dan minum sebab sakit di mulut dan sakit juga untuk menelan, akhirnya harus minum lewat tangan [diinfus].
    Memang sakitnya boleh jadi tak bahaya, tapi akibat tidak mau makan dan minum itu yang berbahaya, karena daya taha tubuhnya makin menurun.

    Menjaga kebersihan memang paling baik untuk mencegah dan menghindarinya.

    Trims infonya
    wass wr wb.,

    Suka

  2. @dsusetyo
    Alaikumsalam wr wb.
    waduh sungguh aku tak mengerti kenapa ada karakter…..aku buka pakai firefox………. kenapa ya?…. ada yg bisa bantu…..

    semoga putra nya cepat sembuh mas……… jadi ingat soal kebersihan… teman ku yang punya rumah sakit… bilang lobang wc enggak boleh di masukin cairan sejenis carbol…. jasad renit yang membuat busuk tinja malah mati…..

    Mungkin bisa jadi sakin jaga kebersihan yang berlebihan sehingga kuman yang seharus nya tidak “mampir” di kuku dan mulut enggak ada yg dihinggapi ya hinggap di kuku dan mulut nya orang ……..

    Suka

  3. ya mas…. saya juga pikir…gak luuucccuuu banget penyakit ini… bikin putri bungsuku.. gak bisa makan…
    (Walaupun.ini memang juga disebabkan oleh karena ….sicantik… suka sekali masukin jari jempolnya ke mulut… (masalah psikologis kayaknya ya….))
    Dan… sosialisasinya yang belum.. maksimal… bikin sebagian orang ketakutan.. begitu mendengar namanya…

    Thx ya… saya jadi terbuka pemikiranku….

    (PS:.. saya dapat alamat ini dari komentar suami tercinta di blogku )

    Suka

  4. […] blog yang menulis tentang flu singapura ini misalnya di sini tentang flu singapura di batam. Juga informasi menarik dari banyu agung di […]

    Suka

  5. В последнее время, одной из наиболее эффективных методик раскрутки сайтов в сети, является написание своеобразных статей. Реклама статьями предоставляет всем любым из вариантов размещать статью в отвечающей категории. Этот каталог предусматривает долговременное нахождение любой статьи на самостоятельной странице, с оригинальными тегами и достаточными способами по ее видоизменению. Все ясно на Сайт статей

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: