Dendeng / Abon Sapi di Campur Daging Babi


Ditemukan di empat kota Jakarta, Surabya, Semarang dan Bandung dendeng/abon sapi yg di campur dengan daging babi, daging babi harga nya sekitar rp. 18.000,- harga daging babi yang murah itulah mungkin menyebabkan pengusaha yang tak bertanggung jawab mencampur nya ke daging sapi.

Dalam liputan SCTV beberapa waktu yang lalu, ada pengusaha asal Malang yang memang membuat dendeng dan abon sapi mengirimkan produk setengah jadi nya ke Jakarta, di jakarta dendeng dan abon yang belum ber merk itu di olah dan dikemas kembali oleh pengusaha dendeng dan abon dengan membuat merk baru.

Di Batam , belum ada penelitian tentang produk dendeng dan abon yang bermasaalah ini, disamping memang karena belum ada nya  BPOM. terlihat dari Dinas terkait seperti Dinas Perdagangan yang bertanggung jawab atas barang beredar pun belum turun tangan.

Padahal kasus di sinyalir ada nya dendeng dan abon sapi yang mengandung babi, telah hampir sebulan terkuak . Dan sekarang telah terbukti.

Operasi pasar pun belum terdengar dari Dinas Perdagangan Kota Batam.

Merek dendeng/abon sapi positif mengandung daging babi. Produk ini beredar di pasar tradisional di Jakarta, Surabaya, Semarang dan Bandung.

5 Merek itu adalah Dendeng/Abon Sapi Gurih Cap Kepala Sapi, produsennya tidak diketahui, Abon/Dendeng Sapi Cap Limas produsennya Langgeng Salatiga dan fiktif.

Selanjutnya, Abon/Dendeng Sapi Asli Cap ACC, produsennya tidak diketahui. Dendeng Sapi Istimewa Beef Jerky Lezaat, produsennya MDC Food Surabaya, Indonesia. Dendeng Sapi Istimewa No 1 Cap 999, produsennya S Hendropurnomo Malang.

Merek abon/dendeng yang mengandung daging babi itu ditemukan setelah BPOM menguji 30 merek dendeng dan abon sapi yang terdiri dari 15 dendeng dan 20 abon.

“Hasilnya, ditemukan 5 merek dendeng positif DNA babi. Itu positif mengandung daging babi dan daging celeng,” kata Kepala BPOM Khusniah Rubiana Thamrin Akib dalam jumpa pers di kantor BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2009).

Menurut dia, produk itu ditemukan di pasar tradisional di kota Jakarta, Surabaya, Semarang dan Bandung.

Khusniah mengatakan dendeng dan abon daging babi dikemas dan ditulis sebagai daging sapi. Bahkan ada cap halalnya.

“Konsumen agak sulit membedakannya. Kalau perbedaannya, daging babi seratnya tidak terlihat, tetapi kalau daging celeng seratnya tidak beda dengan daging sapi hanya harga daging celeng lebih murah Rp 18 ribu per kg,” beber dia.

BPOM sudah memerintahkan balai di daerah terus melakukan sweeping.

kutipan dari http://detik.com


2 Tanggapan

  1. Dengan adanya dendeng sapi dicampur daging babi, kami juga himbau kepada umat Hindu diseluruh dunia agar waspada, jangan-jangan ada dendeng babi dicampur daging sapi.

    Suka

  2. Kalau dendeng babi di campur sapi gak mungkin adnyana….. harga babi itu jauh lebih murah dari sapi……meskipun itu sapi dari ……… india…….. mereka (sebagian orang india) memang tak memakan daging sapi tetapi daging itu malah di expor ke Indonesia. ….. untuk di konsumsi orng indonesia…………….. gimana menurut mu adnyana…………..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: