Shalat Jumat di Geger Kalong


Suasa selesai shalat jumat di Geger kalong Bandung

Suasa selesai shalat jumat di Geger kalong Bandung

Jumat 23 Januari 2009 lalu bersama  rombongan Young Muslim Association of Thailand (YMAT) kami berkesempatan shalat jumat di Geger Kalong Bandung.  Dulu Geger Kalong sangat terkenal di Indonesia bahkan sampai ke manca negara, kharisma AA Gym saat itu lagi di puncak nya,  masa ke emesan Darut Tauhid (DT)

Rombongan dari YMAT ini berjumlah 34 orang, dua orang diantara nya wanita, menikmati benar suasana komplek DT, apa lagi saat shalat jumat berlangsung, seluruh badan jalan di penuhi jamaah shalat jumat,  hal yang demikian seperti nya tidak pernah di ketemukan di tempat mereka, mungkin juga di Indonesia.

Agak unik memang lokasi pondok pesanteren DT ini terletak di tengah pemukiman penduduk, dan tersebar di beberapa tempat, masjid nya pun di pinggir jalan tak berhalaman, masjid ini dulu nya adalah tempat tinggal, di renovasi menjadi tempat shalat, terdiri dua tingkat , itu lah sebabnya shalat jumat terutama,  jamaah menempati emperan toko, kios  badan jalan sampai sampai ke sebarang jalan dari lokasi masjid.

Sebagian peserta rombongan dari YMAT didepan cottage DT di Bandung

Sebagian peserta rombongan dari YMAT didepan cottage DT di Bandung

Selama pelaksanaan shalat berlangsung kenderaan lalu lalang, anak anak pulang sekolah dengan sepeda motor nya hilir mudik, tetapi sebagian besar toko yang berhampiran dengan DT tertutup,  beranda nya di pakai membentangkan sajadah atau alas shalat sekadarnya oleh para jamaah yg tak dapat tertampung di dalam masjid.

Di sebelah selatan masjid di seberang jalan jamaah pun penuh sesak, disitu terlihat  monitor TV terpasang sehingga terlihat khatib yang sedang khotbah.

Shalat di tempat seperti itu menjadi satu penomena tersendiri dan menjadi terbiasa tidak merasa terganggu lagi dengan keberadaan kenderaan dan orang yang lalu lalang.

Sekarang pun Geger Kalong masih ramai di kunjungi orang meskipun tak seramai sebelum AA Gym menikahi isteri kedua nya.

Sistem peran serta masyarakat sekitar yang di terapkan  di DT itu yang juga menerapkan Manajemen Qalbu ini mungkin menyebabkan tidak menyurutkan dan orang tetap datang ke Geger kalong dan kegiatan ekonomi tetap berlangsung disitu.

Jadi tidak harus tergantung kepada  kharismatik seseorang, meskipun hal itu cukup berpengaruh juga terhadap sentra – sentra ekonomi yang lain, tetapi ber angsur angsur mulai pulih kembali.

2 Tanggapan

  1. ummm, habis kadang manusia itu sukanya figuritas. tapi menurut teman cep yang hampir 5 tahun kost di sekitar situ, gerlong atau geger kalong sudah ndak seramai dulu lagi, truz santri-santrinya biasanya pakai syal, beda-beda warnanya, trus kalau ada sampah di jalan, itu suka dipungutin he…3x subhanallahnya

    Suka

  2. Jd pengen k sana.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: