Mengapa Kapolda Kepri di Copot ?


Kapolda BaruIngat kasus Monas bukan Monumen Nasional, tetapi nama gembong ekstasi pemilik 1 juta butir pil haram itu bebas hanya di kenakan hukuman pemakaian sabu  sementara isteri nya di hukum mati, dari sumber yang layak di percaya di sinyalir hal itu lah yang membuat gerah jajaran petinggi polri karena sang Kapolda Kepri ini yang menangani kasus Monas tersebut.

Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan vonis kepada Liem Piek Kiong alias Monas 1 tahun penjara bukan atas kasus kepemilikan 1 juta ekstasi. Dalam berkas perkara kasus bandar 1 juta ekstasi tahun 2007 silam, status Monas hanya sebagai saksi bukan tersangka.

“Monas kasusnya berbeda, vonisnya jatuh pada 5 Juni 2008 dan sudah selesai,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Umum A H Ritonga di ruangannya, Kejagung, Jakarta, Selasa (9/12).

Ritonga mengatakan bahwa kasus Monas berbeda dengan terpidana kepemilikan 1 juta ekstasi, yakni istri Monas, Jat Lie Chandra alias Cece. Dia mengatakan bahwa Monas ditangkap di Mal Taman Anggrek atas kasus penggunaan sabu-sabu.

“Barang buktinya 1,5 gram sabu-sabu dan terhadap perkara ini Monas dijadikan terdakwa, kasusnya sudah selesai, dan bebas dari rutan Salemba,” terang dia.

Ritonga mengaku telah memanggil Jaksa dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat untuk meluruskan 2 kasus berbeda tersebut. Sebab informasi yang beredar saat ini menyebutkan bahwa Monas ditahan hanya 5 tahun penjara sebagai terpidana kasus bandar 1 juta ekstasi.

Ritonga menyatakan bahwa di dalam berkas yang ia terima dari tim penyidik polri tidak ada nama tersangka Monas tapi yang ada hanya istri Monas yaitu Jat Lie Chandra alias Cece. Di dalam berkas perkara itu, Monas statusnya hanya sebagai saksi dari kasus kepemilikan 1 juta ekstasi tiga terpidana mati yakni istri Monas Jat Lie Chandra alias Cece, Liem Jit Wee dan Chua Lik Chang alias Asok.

“Tiga terdakwa kasus kepemilikan 1 juta ekstasi itu semua dihukum mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat tapi tidak ada nama Monas,” imbuh Ritonga.

Mengenai apa alasan Monas tidak di tetapkan sebagai tersangka, padahal informasi yang beredar Monas lah bandar 1 juta ekstasi itu, Ritonga mengaku tidak tahu. Pasalnya Kejaksaan Agung hanya menerima berkas perkara, namun tidak melakukan penyidikan.

“Itu sebaiknya ditanyakan kepada penyidik polisi untuk lebih jelasnya,” pungkas dia.

Informasi yang beredar sebelumnya, Lim Piek Kiong alias Monas, bandar 1 juta ekstasi, hanya dihukum lima tahun penjara. Sementara Jat Lie Chandra alias Cece, istri monas yang hanya bertugas sebagai orang lapangan, justru dihukum mati di pengadilan yang sama.

Monas tertangkap bersama delapan rekanannya 11 November 2007 di Mal Taman Anggrek dengan barang bukti 490.802 butir ekstasi atau senilai Rp 49,08 miliar. Sementara Cece ditangkap di rumah rocker Achmad Albar di Depok tanpa barang bukti.

Jaringan Monas terbongkar 10 November 2007 berawal dari penangkapan Abdurohim, anak buah Monas di Hotel Peninsula dengan barang bukti 9.802 butir ekstasi. Dari kesaksian Abdurohim ditangkaplah Liem Jit Wee dan Chua Lik Chang alias Asok di apartemen Mediterania dengan bukti 1.000 butir ekstasi.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri resmi melantik Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Brigjen Pol Dikdik Mulyana Arif Mansyur. Mulyana menggantikan Brigjen Indradi Thanos yang ditarik sebagai perwira tinggi Mabes Polri tanpa jabatan definitif.

Upacara berlangsung di Ruang Rupatama Mabes Polri. Acara hanya berlangsung 10 menit. Mulai pukul 08.00 pagi berakhir pukul 08.10 WIB. Bahkan, Kapolri tidak memberikan sambutan apapun.

Sertijab hanya ditandai dengan pelepasan tanda jabatan dan penyerahan tongkat komando serta Pataka Seligi Sakti Marwah Negeri milik Polda Kepri. Indradi yang hanya menjabat sebagai Kapolda Kepri selama lima bulan ( Agustus 2008 – Januari 2009) itu, tampak tegas dan tetap tenang saat melapor untuk menyerahkan jabatan.

Lazimnya, sertijab dilengkapi dengan kata sambutan atau amanat untuk pejabat baru. Biasanya juga disertai ucapan terima kasih atas pengabdian pejabat lama. Namun, kemarin tak ada sama sekali. ”Bapak tergesa, mau ada acara,” ujar salah seorang ajudan Kapolri.

Tapi, tampaknya Kapolri tidak begitu terburu-buru. Bahkan, Bambang sempat berlatih menyanyikan lagu Kemesraan bersama Wakapolri Komjen Makbul Padmanegara dan sejumlah perwira tinggi. Tadi malam, Polri memang menghelat acara wisuda purna bagi para purnawirawan yang sudah pensiun.

Ditemui usai menyanyi, Bambang menegaskan mutasi itu merupakan pergantian biasa. ”Hanya perputaran roda organisasi yang sudah lazim di Mabes Polri,” kata mantan Kabareskrim itu.

Bambang juga membantah spekulasi mutasi itu berkaitan dengan jabatan Thanos sebelum menjadi Kapolda Kepri. Yakni, saat dia menjabat sebagai Direktur Narkoba Mabes Polri. ”Tidak ada. Sekali lagi, ini pergantian yang wajar dan biasa,” tegasnya.

Mutasi kali didasarkan surat Keputusan Kapolri no SKEP/ 19/I/ 2009 tertanggal 21 Januari 2009 tentang pemberhentian dan pengangkatan di lingkungan Polri. Brigjen Pol Dikdik Mulyana Arif Mansyur sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan Administrasi Badan Pembinaan Keamanan Polri.

Jabatan Dikdik sebelumnya diberikan pada Brigjen Djoko Sutrisno Santoso yang sebelumnya menjabat Wakapolda Sumut. Kepala Biro Program Anggaran Polri, yakni Brigjen Edward Raymond Takasi bakal menjadi Wakapolda Sumut menggantikan Djoko.

Sumber dari :

http://www.inilah.com/berita/politik/2008/12/09/67604/monas-bebas-istrinya-dihukum-mati/

http://batampos.co.id/Utama/Utama/Sertijab_10_Menit_Tanpa_Sambutan___.html

Iklan

4 Tanggapan

  1. copot mencopot jabatan memang sudah menjadi hal yang biasa, katanya sih untuk regenarasi 🙂

    Suka

  2. semoga saja, pencopotan yg dilakukan, untuk meningkatkan kinerja, dan tidak ada maksud lain di balik itu.

    salam kenal

    Suka

  3. @Perlengkapan Bayi
    iya ……….. kata nya begitu, tapi kalau baru beberapa bulan saja sudah di copot ………..

    Suka

  4. @Alat Hemat bbm
    salam kenal juga………semoga saja begitu.tapi teman saya yang di Tanjung Pinang mengucapkan syukur berulang-ulang……….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: