Hang Tuah di Bumi Sangkuriang


"Hang Tuah di puncak Tangkuban Parahu Bandung"

"Hang Tuah di puncak Tangkuban Parahu Bandung"

Seorang lelaki dengan pakaian melayu lengkap, tergesa turun dari Toyota Inova, tiga orang pria terus mengapit nya, tentu agaknya dia  seorang pejabat karena harus di kawal bodyguard. Terlihat mencolok pakaian pria ini karena dari ribuan orang yang berada di puncak Tangkuban Parahu hanya dia lah yang berpakaian melayu seperti itu.

Isterinya pun tak kalah cantik dengan baju kebaya warna pink di kombinasi dengan kain  bermotif  coklat serasi terlihat dengan kerudung yang dipakainya.  Bila dilihat dari  belakang, postur  pria ini terlihat seperti Akhmad Dahlan Walikota Batam, senyum nya pun mirip tetapi kumis nya tak setebal Akhmad Dahlan.

Pagi itu Puncak Tangkuban Parahu di selaputi  awan, dari kawah gunung terlihat asap belerang  mengepul,  hari masih pukul sembilan  Sabtu 24 Januari 2009 , “Hang Tuah dah datang bertandang ada apa gerangan” sapa ku, sengaja datang menghampiri  pria yang mirip walikota Batam ini. “Apakah nak menyerang Sangkuriang” goda ku lagi berbasa basi.

“Iya ya kami dari Riau” jawab nya tersipu karena di panggil dengan Hang Tuah Laksamana yang terkenal dari Bumi Segantang Lada itu.

Puncak Gunung Tangkuban Parahu, tak membuat nya sungkan berbaju melayu.

Puncak Gunung Tangkuban Parahu, tak membuat nya sungkan berbaju melayu.

Tak berlama lama menikmati panorama kawah Tangkuban Parahu yang masih terus mengepul “Laksamana Hang Tuah” bergegas meninggal kan Parahu Sangkuriang yang tertelungkup karena di tendang oleh Sangkuriang, Sangkuriang  gagal menyelesaikan tugas nya membuat perahu sebelum fajar menjelang untuk di persembahkan kepada Dayang Sumbi sebagai syarat Dayang Sumbi bersedia di peristeri, padahal Dayang Sumbi adalah Ibu kandung Sangkuriang.

Dayang Sumbi membuat hela, mengetuk lesung  membangun kan ayam terus berkokok dikira hari sudah  pagi, tak jadi lah Sangkuriang memperisterikan Ibunda sejati.

Kisah Hang Tuah pun tak kalah seru nya dengan kelima teman sejawat nya dapat mengaman kan selat Malaka sehingga kisah itu menjadi legenda. Disamping itu aku pun jadi bangga dengan pejabat dari Riau ini tak segan dan sungkan memakai baju melayu menunjukkan jati diri.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. POSTINGAN YANG MENARIK TUAN HAJI..SALAM HANGAT DAN JANGAN LUPAL LINK BAWEAN TERMENUNG E EI..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: