Kebakaran Depot Plumpang Benarkah Akibat Human Error?


Tangki no 24 produk Premium yang terbakar di Depot Plumpang

Tangki no 24 produk Premium yang terbakar di Depot Plumpang

Unsur segi tiga api harus  hukum nya di ketahui oleh seluruh pegawai Pertamina terutama yang berada dan bekerja di lokasi Depot-Depot di seluruh Indonesia.

Oxsigen (O2)  tak mungkin di hindari, BBM sebagai bahan bakar yang mudah terbakar itu yang memang di kelola oleh Depot Pertamina untuk di salurkan kembali ke pada masyarakat, sumber panas sebagai salah satu unsur dari segi tiga api  perlu di jaga dan dihindari agar ke tiga unsur ini tidak dapat bereaksi menjadi satu. baca juga ini (Kebakaran adalah Api Yang Tak Terkendali, Kasus Depot Plumpang)

O2 dipisah dengan Bahan Bakar oleh dinding tangki timbun, paling melalui lobang pernapasan yang ada di atas atap tangki uap BBM bertemu dengan O2 , seandai nya ada sumber panas yang cukup di situ di pipa lobang pernapasan itu dapat terjadi kebakaran.

Setiap tangki timbun di Depot Depot BBM Pertamina di lengkapi dengan arde maximal 7 ohm, selama pemompaan berjalan bonding cable harus tetap terpasang, guna nya untuk menganulir listrik statis akibat hydrolika.

Pada malam hari dahulu di hindari  melaksanakan pemompaan premium, dari kapal tanker ke tangki darat, di kabarkan tangki no 24 baru menerima premium sebanyak 500o kilo liter. Uap gas di malam hari cenderung ke bawah tidak langsung menguap ke udara, kalau di siang hari uap gas premium ini bercampur  dengan udara bebas,  sehingga menjadi “miskin” , miskin disini adalah istilah tidak cukup nya unsur segi tiga api untuk berekasi membentuk kebakaran.

Tetapi di malam hari gas dapat menjalar dan tercium jauh lebih sampai berpuluh meter terutama di dalam parit parit yang memang ada di lapangan tangki timbun. Ada sedikit saja gesekan yang menimbulkan percikan api, dapat terjadi kebakaran.

Hand Phone dahulu di larang di pakai di dalam areal tangki, flash ligth (lampu center) tidak kedap gas sangat – sangat di larang dipakai.

Di areal tangki timbun ada nama nya jebakan minyak, gunanya agar minyak tidak  tumpah ke parit umum,  jebakan minyak ini juga menampung air saat hujan di lokasi Depot, minyak yang tumpah akibat adanya pipa yang bocor tertampung di jebakan itu, sementara uap gas premium dapat bebas keluar melalui parit yang ada, dan di malam hari gas cenderung merayap, kebawah,  di luar lokasi Depot banyak masyarakat tinggal, sumber panas  ada disitu.

Minyak bocor melalui pipa maupun sambungan pipa saat pembongkaran sering terjadi, pipa yang sudah tua, dan sambungan las yang bocor atau packing pada flange yang pecah akibat tekanan dari pompa kapal dapat menyebabkan kebocoran, kebocoran kecil ini terkadang tak dapat di lihat bila malam hari apalagi di areal tangki lampu penerangan tak memadai, lagian uap dari gas itu cenderung ke bawah tak tercium oleh petugas yang sedang kontrol.

2 Tanggapan

  1. kejadian yang sudah terjadi adalah pelajaran yang sangat berharga, jadi yang harus dilakukan adalah bagaimana kita memandang ke depan dan mencari solusi dari permasalahan tersebut . itu yang di katakan manusia yang bijak….

    Suka

  2. semua kejadian sudah ada yang mengatur, jadi sbg manusia yang kritis hndaknya kt mncari solusinya dan memperbaiki risk management pada perusahaan…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: