Bila tokoh Muhammadiyah “merangkul” syetan (Israel)


korban kekejaman israel di jalur Gaza

korban kekejaman israel di jalur Gaza

Membaca judul komentar yang masuk ke blog ku agak miris juga aku membaca nya, baca saja judul  seperti yang tertera di atas, komentar itu hanya lah pink balik ,

Ping Balik baru pada tulisan Anda #1406 “Tentang Muhammadiyah Diam-diam Kerjasama dengan Israel”
Situs Web: Bila tokoh Muhammadiyah “merangkul” syetan (Israel) « Semua untuk anda (IP: 74.200.245.188 , 74.200.245.188)
URL    : http://fatih23.wordpress.com/2009/01/13/bila-tokoh-muhammadiyah-%e2%80%9cmerangkul%e2%80%9d-syetan-israel/
Kutipan:
[…] […] Tentang Muhammadiyah Diam-diam Kerjasama dengan Israel […] […]

Anda dapat melihat seluruh ping balik pada tulisan ini di sini:
https://imbalo.wordpress.com/2009/01/12/tentang-muhammadiyah-diam-diam-kerjasama-dengan-israel/#comments

Hapus ini: https://imbalo.wordpress.com/wp-admin/comment.php?action=cdc&c=1117
Spam ini: https://imbalo.wordpress.com/wp-admin/comment.php?action=cdc&dt=spam&c=1117

Biar enggak bingung baca ini saja ya?

Dalam menyanggah berita sepihak yang berasal dari koran Israel bahwa Muhammadiyah menjalin kerjasama dengan Israel, dr Sudibyo Markus menyampaikan sebuah penjelasan yang mengundang tanda tanya kita, “Sebagai orang Muhammadiyah, saya ingat ucapan pak Farid Ma’ruf. Jangankan dengan manusia, dengan syetan-pun kalau perlu dirangkul. Apalagi ini menyangkut kemanusiaan.” Mungkin pernyataan tersebut bisa sangat mengagetkan kita, terutama bagi sebagian diantara kita yang belum cukup mengenal Muhammadiyah. “Merangkul syetan? Gak salah, tuh?” Barangkali beginilah tanggapan kita. Nah, bagaimana kita bisa memahami pernyataan “merangkul” syetan tersebut?

Pertama, HM Farid Ma’ruf itu seorang tokoh Muhammadiyah yang tak jarang mengingatkan kita (diantaranya melalui Suara Muhammadiyah) untuk sangat berhati-hati dalam menghadapi syetan. Dengan demikian, yang dimaksud dengan “merangkul syetan” itu tentulah bukan seperti merangkul anak, merangkul istri, merangkul sahabat, dsb.

Kedua, kita perlu memahami pernyataan dr Sudibyo Markus itu dalam konteksnya. Kalau lepas dari konteksnya, kita bisa salah paham.

Pada berita aslinya, dinyatakan:

Menanggapi masalah hubungan kemanusiaan [dalam rangka kegiatan Palang Merah Internasional] ini, Sudibyo ingat ucapan tokoh Muhammadiyah, HM. Farid Ma’ruf. “Sebagai orang Muhammadiyah, saya ingat ucapan pak Farid Ma’ruf. Jangankan dengan manusia, dengan syetan-pun kalau perlu dirangkul. Apalagi ini menyangkut kemanusiaan, “ tambahnya.

Dalam konteks kemanusiaan, Dr Sudibyo Markus bukanlah tokoh muslim pertama yang “merangkul” musuh umat Islam. Salah satu pendahulunya, yang relevan dengan kasus Palestina, ialah Shalahuddin al-Ayyubi. Kisahnya sangat populer, sebagaimana dipaparkan oleh seorang sejarawan di ummahonline:

Perang yang besar-besaran dan sangat legendaris adalah Perang Salib Ketiga. Di pihak Kristian dipimpin oleh Philip Augustus dan Richard Si Hati Singa rajanya tokoh Legenda Robin Hood. Di pihak Islam dipimpin oleh Shalahudin Al Ayyubi. Pada masa itu kekhalifahan Islam terpecah dua iaitu Dinasti Fathimiyah di Kairo yang bermazhab Syi’ah dan Dinasti Seljuk yang berpusat di Anatolia yang bermazhab Sunni.

Shalahuddin prihatin akan hal ini, menurutnya Islam harus bersatu untuk melawan Eropah Kristian yang juga bersatu. Shalahuddin yang keturunan Seljuk, Turki kebetulan kekerabatan dengan Khalifah Dinasti Fathimiyyah, ia kemudian berhasil menyatukan kedua kekhalifahan ini dengan damai. Tapi tetap saja Shalahuddin masih melihat umat Islam lemah dan malas berjihad dan mereka dihinggapi penyakit Wahn iaitu cinta dunia dan takut mati. Umat Islam juga tidak mengenal ajarannya, tidak mengenal sejarah Nabinya. Ia pun kemudian menggagas sebuah pesta yang diberi nama peringatan Maulid Nabi Muhammad. Di pesta ini dikaji habis-habisan Sirah Nabawiyah dan Atsar Sahabat terutama semangat jihad mereka. Pesta ini berlangsung dua bulan berturut-turut. Akhirnya banyak pemuda muslim yang semangat berjihad berbondong-bondong mereka mendaftar untuk berjihad membebaskan Palestin yang saat itu dikuasai oleh orang-orang Kristian Eropah. Mereka pun dididik ketenteraan yang akhirnya Perang Salib III atau Perang Sabilpun berlangsung. Palestin digempur habis habisan. Orang Kristian terkepong hanya di Jerusalem.

Dan tidak berapa lama kemudian mereka kalah. Shalahudin berhasil merebut Palestin pada tahun 1187. Orang Kristian lalu mendatangkan bala bantuan dari Eropah yang dipimpin oleh Philip Augustus dari Perancis dan Richard Si Hati Singa dari Inggeris. Pada saat itu Richard sakit keras dan Shalahuddin mengendap-endap ke tenda Richard dan bukannya membunuh musuhnya, dengan ilmu kedoktoran yang hebat Shalahudin mengobati Richard dan sembuh.

Richard terkesan dengan kebesaran hati Shalahuddin; ia pun menawarkan damai dan akan menarik mundur pasukan Kristian pulang ke Eropah. Mereka pun kemudian menandatangani penjanjian damai dan dalam perjanjian itu Shalahuddin membebaskan umat Kristian untuk mengunjungi Palestin secara bebas asal mereka datang dengan damai dan tidak membawa senjata. Perjanjian damai itu ditandatangani tahun 1191 M.

Nah, kalau terhadap perilaku Shalahuddin yang mengobati raja dari pasukan musuh itu kita memuji-muji, adilkah kita bila mengecam dr Sudibyo Markus yang datang ke Israel dalam rangka kegiatan Palang Merah Internasional?

Ungkapkan pendapat Anda

Ya sudah setelah ku baca ku tampilkan kembali, bagaimana tanggapan anda?

9 Tanggapan

  1. walah

    membingungkan 😕

    Suka

  2. @Blog Instan

    he he he makasih mas………… sengaja bikin bingung…….. biar buat blog gak gratis ……..tapi sudah di cantumkan tulisan nya koq

    Suka

  3. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://politik.infogue.com/bila_tokoh_muhammadiyah_merangkul_syetan_israel_

    Suka

  4. update:

    Ketiga, “merangkul” itu pun hanya “bila perlu”. Kapankah perlunya? Di sinilah ijtihad memainkan peran. Dalam hal ini, saya berharap Majelis Tarjih Muhammadiyah mengeluarkan fatwa mengenai hal ini. (Andaikan sudah ada, hendaknya fatwa tersebut disosialisasikan ke masyarakat supaya masyarakat tidak bingung menghadapi pernyataan Pak Sudibyo di atas.)

    Suka

  5. kemampuan setiap orang dalam menelaah bahasa ga sama, ya pak… apalagi kalau menyangkut telaah agama.

    saya pernah membaca sebuah buku (terbitan negara luar) yang menyatakan panglima perangnya sultan shalahuddin adalah seorang kristiani.

    Suka

  6. Zionis tuh udah dari sononya kagak bakalan bisa didamaikan di Al-Quran aja sudah jelas

    Suka

  7. @M Shodiq Mustika
    Kami mengelolah sekolah…………..mau merangkul sampean mau enggak ke Batam?

    Suka

  8. Pak Imbalo, silakan mengajukan penawaran kepada saya melalui eMail: muhshodiq[at]yahoo[dot]com.

    Saya seorang ayah dari dua orang anak (kini kelas 3 dan 1 SD) dan sekaligus seorang penulis buku islami. Untuk kepentingan dakwah, saya bersedia hijrah bersama anak dan istri ke mana pun, termasuk Batam, asalkan di tempat tersebut, dua syarat kami terpenuhi:
    1) Anak-anak kami dapat bersekolah di sekolah islam “moderat” yang berkualitas;
    2) Saya tetap dapat meningkatkan karir saya selaku penulis buku islami.

    Suka

  9. @M Shodiq Mustika,
    syarat pertama yang berat…………. kayak mana ya sekolah islam “moderat” dan berkualitas………………

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: