Bandar Udara Hang Nadim Masjid nya Mana?


plafond nya terkelupas di sana sini, lampu nya banyak yang mati, sejak di bangun seperti nya tak pernah di renovasi,

plafond nya terkelupas di sana sini, lampu nya banyak yang mati, sejak di bangun seperti nya tak pernah di renovasi,

Tadi siang, Senin (12/1) aku ke Bandara Hang Nadim, mampir ke kantor Kepala Bandara, tapi sang Kepala, Razali Abubakar,  tidak berada di ruang nya, kami hanya di terima oleh Hendra Humas Bandar Udara Internasional Hang Nadim.

Ingin berbincang sedikit masalah SK Ketua OB yang lagi ramai di bicarakan, karena menyangkut yayasan lembaga konsumen, sebagai orang lembaga konsumen aku ingin tahu persis soal kenaikan tarif  layanan jasa penumpang (passanger service charge/PSC/airpot tax).

Jadi lah pembicaraan meyimpang, karena kebetulan masuk waktu shalat juhur, aku menuju mushalla dan ruang wuduk. Hem masih seperti tempo dulu saat selesai di bangun malah bertambah kusam, padahal psc yang dipersoalkan itu sudah berjalan se tahun kenaikan tarif itu pun tak tanggung-tanggung 130 % .

slot kunci pintu kamar mandi Bandara yang copot dan seorang petugas cleaning service

slot kunci pintu kamar mandi Bandara yang copot dan seorang petugas cleaning service, kalau di dalam siap siap saja ada yang buka.

Di akhir tahun 90 an, saat itu perluasan Bandar Udara Hang Nadim sudah rampung untuk phase ke-III, aku masih sering ke kantor Bandara, sembari menagih uang buletin jumat terkadang bertemu dengan Dody Cahyadi, Ir Dody Cahyadi adalah Pimpro perluasan Bandar Udara Hang Nadim tahap III.

Dody Cahyadi aktif di Pramuka, menjadi Ka kwarcab Batam, dia pun aktif di organisasi ICMI dan beberapa majelis taklim dan organisasi islam lain nya di Batam.

“Mana masjid nya koq belum juga di bangun”   sering tanya ku kepada nya, waktu itu pun aku masih menjadi salah seorang pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Batam, ketua nya Dr Thamrin Aziz, nota bene pegawai Otorita Batam juga, sama seperti Ir Dody Cahyadi.

Seharus nya perluasan tahap III itu bangunan Masjid sudah harus ada, tak tahu apa sebabnya , apakah mungkin karena bersamaan dengan selesai nya Bandar Udara Hang Nadim itu, Suharto lengser, dan krisis Moneter melanda Dunia apalagi terhadap Indonesia.

Di ujung gudang tempat pengiriman barang bekas direksi kit proyek perluasan tahap II tempohari, disitulah orang-orang melaksanakan shalat jumat, sampai sekarang pun tempat itu masih di pakai.

ruang mushalla Bandara Hang Nadim , masih seperti yang dulu, malah tambah kusam

ruang mushalla Bandara Hang Nadim , masih seperti yang dulu, malah tambah kusam

Di komplek arah ke SMA 3 pun ada bangunan Masjid, tetapi ini cukup jauh bagi karyawan dan pegawai yang tak punya kenderaan untuk shalat jumat disana. Bangunan Masjid di Komplek perumahan Bandara ini dana nya adalah swadaya masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: