Terjadi di Bali Kakak Beradik Disetubuhi Ayah Kandung dan Kakek


Mau tahu apa komentar para bloger tentang kasus di Tabanan Bali ini, coba kalau hal ini terjadi di pesantren wah cerita nya jadi lain, di kutip dari http://news.okezone.com  Kakak Beradik Disetubuhi Ayah Kandung dan Kakek

Selasa, 06 Januari 2009 18:07 wib

TABANAN – Kakak beradik, sebut saja namanya Melati (13), dan Mawar (10), menjadi korban pencabulan yang dilakukan kakek dan ayah kandungnya. Pencabulan itu terjadi sejak tahun 2002.

Ulah kakek dan bapak korban yaitu I Nengah Sumiarta (54), dan I Wayan Sutama (32)  terungkap ketika kakak beradik ini tak berani pulang dan memilih tinggal di rumah temannya dengan bekerja di sebuah warung.

Karena 12 hari tak pulang ke rumahnya di Banjar Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Tabanan ini Sumiarta pun mencari cucunya.

Namun ajakan pulang dari sang kakek pun ditolak sampai akhirnya terjadi saling tarik dan terjadilah keributan. Polisi yang mendengar ada keributan langsung mendatangi ke lokasi kejadian dan membawa kedua belah pihak ke kantor polisi bermaksud untuk mendamaikan.

“Ternyata dari hasil pemeriksaan, si anak ini mengaku kalau dia telah disetubuhi oleh dua orang yang masih ada hubungan keluarga dekat,” terang Kapolres Tabanan, AKBP Onto Cahyono, Selasa (6/1/2009).

Melati yang hanya lulus SD disetubuhi ayahnya sejak tahun 2002, sementara Mawar sang adik yang masih duduk di kelas V SD, disetubuhi kakeknya sejak tahun 2002 dan ayahnya tahun 2007.

“Keduanya sudah tak memiliki ibu karena sejak tahun 2001 orangtuanya telah bercerai dan hak asuh anak diberikan pada ayahnya,” papar perwira menengah melati dua ini.

Kapolres menjelaskan kalau alasan kedua korban ini tak berani untuk melapor lantaran dia takut diusir dan tak ada yang merawat keduanya.

Kedua pelaku masih diperiksa secara intensif kemungkinan mengidap perilaku yang menyimpang. Sementara kedua korban dalam pemeriksaannya didampingi tim dari Ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) Polres Tabanan.

Korban telah divisum dan sementara pelaku dijerat dengan Pasal 82 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara jo Pasal 287 jo 294 KUHP. (Dewi Umaryati/Sindo/fit)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: