Umat Islam Tercerai Berai Ibarat Kiambang di Lalui Biduk


jeritan ibu dan anak hanya bisa mengutuk dan berdoa di jalur Gaza Palestina

jeritan ibu dan anak hanya bisa mengutuk dan berdoa di jalur Gaza Palestina

Terlihat dalam pemboman Yahudi terhadap Jalur Gaza, Fatah dan Hamas yang tak bersatu, Mesir tak mau membuka Rafa, Arab Saudi  diam saja, Indonesia muslim terbanyak di dunia yang baru bisa mengutuk saja. Irak belum dapat berbuat apa-apa, baru saja di luluh lantakkan Amerika.

Apa yang diharapkan muslim satu juta setengah di jalur Gaza sana, bantuan untuk kemanusiaa pun susah masuk, 9 (sembilan) orang muslim asal virgina mau masuk ke Florida sama – sama warga Amerika karena berjenggot dilarang masuk dan di ‘turun paksa’ di bandara Reagan, Washington, meskipun mendapatkan pengembalian uang dan permohonan maaf dari maskapai AirTran.

Belum di Thailand , melayu Patani tersiksa, di Vietnam saudara muslim yang mau berkunjung harus menginap di hotel tak boleh ke rumah saudara muslim nya di sana, di Burma ratusan ribu muslim rohingya terdampar di luar negaranya tak di terima junta militer.

Sebagai mana kami tulisan di awal Februari 2008 lalu tentang muslim di Laos yang akan pupus dari muka bumi , tak da yang peduli.

“Umat Islam seperti kiambang yang dilalui oleh biduk, kini sedang tercerai berai. Indonesia negara terbanyak kaum Muslimnya tak dapat berbuat apa-apa, dalam tulisannya Berita Harian koran Malaysia menulis tentang umat islam di Laos akan pupus, benarkah?. Dalam bulan Februari 2008 yang lalu Yayasan Lembaga Konsumen Muslim  (YLKM) Batam mengunjungi Laos.

Di Laos di kota Vientiane (baca viencen) ada dua masjid tak lebih dari 400 orang muslim disana, masjid Jamik atau yang lebih populer dengan masjid Pakistan, disitulah tempat umat Islam yang kebanyakan dari kedutaan sholat jumat, Imam masjid Jamik sudah 40 tahun menjadi Imam di masjid itu, Imam yang berasal dari India ini kembali setahun sekali ke India karena keluarganya masih tinggal di India.

Di masjid ini dilantai dasarnya ada madrasah untuk anak-anak muslim yang kebanyakan dari India, Pakistan, Kasmir, Banglades. Masjid ini terletak persis di tengah kota Vientiane, dekat air mancur City Center, Masjid ini juga menjadi pusat comunity Islam, yang ketuanya dipilih jamaah disana 3 tahun sekali.

Beberapa pengusaha restoran di Vientiane menjadi pengurus jamiah, kebanyakan pengelola restoran rumah makanan halal adalah warga pendatang, banyak juga orang asing yang makan di restoran halal tersebut, sehingga tak heran meskipun mengklaim halal food tetapi mereka tetap juga menyediakan wine, beer dan wiskey.

Saat YLKM Batam sholat Juhur tanggal 29 Februari 2008 di masjid Jamik tersebut, ada dua orang tamu yang mengunjungi masjid, seorang warga Malaysia dan seorang pengusaha dari Arab Saudi yang akan memberikan bantuan kepada Muslim yang ada di Laos.

Sekarang Laos sedang giat-giat membangun banyak pengusaha dari timur tengah di sana, itu terlihat sepanjang jalan yang dilalui oleh YLKM Batam mulai dari Hanoi ke Vientiane. Mubarrak, pemuda asal Rangon yang bekerja sebagai penterjemah bagi pengusaha dari timur Tengah telah 2 tahun bekerja di perusahaan yang bergerak dibidang perminyakan. Sama seperti Fakhruddin warga negara Malaysia yang juga bekerja bagi perusahaan dari middle east ini, pernah beberapa kali ke Indonesia, Semarang, Jakarta acap mereka kunjungi karena ada cabang perusahaan mereka di Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: