Hukum Mengucapkan Selamat Natal dan Sikap Karyawan Supermaket


Pelantiakn anggota BPSK Kota Batam tanggal 18 Desember 2008

Pelantikan anggota BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) Kota Batam tanggal 18 Desember 2008

Siang kemarin Rabu (17/12) aku ke Mega Mall Batam Center (MMBC) , bersama anakku yang akan di lantik jadi anggota BPSK, (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) kota Batam. Karena harus berpakaian sipil lengkap sesuai undangan, ya sudah kita beli saja yang sudah jadi ujarku kepada anakku.  Pilihan kami ya ke MMBC tadi, kayaknya disitu lebih banyak yang dapat dipilih.

Kounter pakaian jadi terletak di lantai bawah, tak perlu naik tangga ataupun turun tangga, melalui pintu timur setelah parkir, sebelah kiri adalah gerai Matahari Departemen Store.

Disitu kami disambut seorang pramuniaga,  Taufiq namanya, pemuda 23 tahun ini asal Jawa Timur, tepatnya dari Sangkapora Pulau Bawean sana. Tahu kalau aku bisa berbahasa Boyan (Bawean) kelihatan Taufiq senang sekali.

Taufiq pemuda asal Sangkapora Bawean penjaga kounter Pakaian jadi di Matahari Departemen Store

Taufiq pemuda asal Sangkapora Bawean penjaga kounter Pakaian jadi di Matahari Departemen Store

Lha apa hubungan Taufiq yang asal Bawean ini dengan Hukum mengucapkan Selamat Natal?.  Malamnya kami pun dengan anak bungsuku harus pergi ke Mall lagi, tetapi tidak ke MMBC karena agak jauh dari rumah, yang dekat saja kata isteriku, di DC Mall di seputaran Nagoya Batam,  kalau abangnya mau beli baju sipil lengkap untuk pelantikan, adiknya ini mau beli kacamata sekalian memeriksakan matanya karena kacamata yang lama sudah tak sesuai lagi fokusnya.

Sembari menunggu pemeriksaan mata anakku di Melawai Optical, yang memang sudah jadi langganan, kalau dulu sih langganan kacamata kami di Kasom optical, tapi belakangan ini agaknya Kasom tak sehebat dulu lagi, aku mampir ke kounter disebelahnya, kounter yang menjual alat kesehatan pijat refleksi, disambut seorang pramuniaga yang tersenyum manis, menyilahkan aku mau coba alat pijat tanpa bayar, tentu saja aku mau, karena memang terasa pegal dari perjalanan jauh.

Dadang sang pramuniaga asal Bengkulu ini memutar lagu, awalnya aku tak begitu memperhatikan kenapa harus agak keras lagu dari HP nya diperdengarkan keluar, ternyata dia mengimbangi lagu-lagu rohani yang  diputar terus menerus melalui speaker di seluruh ruangan DC Mall itu.

Lagu-lagu rohani menyambut Natal dan Tahun Baru terus berkumandang, ornamen – ornamen tentang itu pun telah tergantung dan tersusun rapi hampir di seluruh Mall, biasalah setiap tahun kan seperti itu.

Di saat hendak Lebaran menyambut Syawal misalnya pun kan demikian, ini mungkin adalah salah satu trick sang pengelola mall menarik pengunjung.

Pertanyaan dari Dadang dan Taufiq2 lain yang nota bene Muslim itu dan sebagian besar karyawan Mall yang ada di Batam adalah muslim, tidak saja di Batam hampir di seluruh Indonesia Mall-Mall pun melakukan hal yang sama dan pertanyaan dari mereka hampir sama pula sbb :

Saya ingin bertanya bagaimana hukumnya dalam Islam mengucapkan selamat natal. Apakah haram hukumnya? Bagaimana bila alasannya ingin menjaga hubungan baik dgn teman-teman ataupun relasi? Terima kasih untuk jawabannya.

Pertanyaan kedua, bagaimana hukumnya seorang pegawai supermarket yang diminta atasan untuk mengenakan topi sinterklaus dalam rangka memeriahkan natal.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Dan Jawabannya untuk mereka terutama Taufiq dan Dadang  karena memang aku bukan ahlinya ku kutip saja dari

http://eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-mengucapkan-selamat-natal.htm

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Perbedaan Pendapat tentang Mengucapkan Selamat Natal

Diantara tema yang mengandung perdebatan setiap tahunnya adalah ucapan selamat Hari Natal. Para ulama kontemporer berbeda pendapat didalam penentuan hukum fiqihnya antara yang mendukung ucapan selamat dengan yang menentangnya. Kedua kelompok ini bersandar kepada sejumlah dalil.

Meskipun pengucapan selamat hari natal ini sebagiannya masuk didalam wilayah aqidah namun ia memiliki hukum fiqih yang bersandar kepada pemahaman yang mendalam, penelaahan yang rinci terhadap berbagai nash-nash syar’i.

Ada dua pendapat didalam permasalahan ini :

1. Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimin—semoga Allah merahmati mereka—serta yang lainnya seperti Syeikh Ibrahim bin Muhammad al Huqoil berpendapat bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka. Allah tidak meredhoi adanya kekufuran terhadap hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya didalam pengucapan selamat kepada mereka adalah tasyabbuh (menyerupai) dengan mereka dan ini diharamkan.

Diantara bentuk-bentuk tasyabbuh :
1. Ikut serta didalam hari raya tersebut.
2. Mentransfer perayaan-perayaan mereka ke neger-negeri islam.

Mereka juga berpendapat wajib menjauhi berbagai perayaan orang-orang kafir, menjauhi dari sikap menyerupai perbuatan-perbuatan mereka, menjauhi berbagai sarana yang digunakan untuk menghadiri perayaan tersebut, tidak menolong seorang muslim didalam menyerupai perayaan hari raya mereka, tidak mengucapkan selamat atas hari raya mereka serta menjauhi penggunaan berbagai nama dan istilah khusus didalam ibadah mereka.

2. Jumhur ulama kontemporer membolehkan mengucapkan selamat Hari Natal.
Di antaranya Syeikh Yusuf al Qaradhawi yang berpendapat bahwa perubahan kondisi global lah yang menjadikanku berbeda dengan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah didalam mengharamkan pengucapan selamat hari-hari Agama orang-orang Nasrani atau yang lainnya. Aku (Yusuf al Qaradhawi) membolehkan pengucapan itu apabila mereka (orang-orang Nasrani atau non muslim lainnya) adalah orang-orang yang cinta damai terhadap kaum muslimin, terlebih lagi apabila ada hubungan khsusus antara dirinya (non muslim) dengan seorang muslim, seperti : kerabat, tetangga rumah, teman kuliah, teman kerja dan lainnya. Hal ini termasuk didalam berbuat kebajikan yang tidak dilarang Allah swt namun dicintai-Nya sebagaimana Dia swt mencintai berbuat adil. Firman Allah swt :Artinya :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah: 8)

Terlebih lagi jika mereka mengucapkan selamat Hari Raya kepada kaum muslimin. Firman Allah swt :

وَإِذَا حُيِّيْتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّواْ بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا ﴿٨٦﴾

Artinya : “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)

Lembaga Riset dan Fatwa Eropa juga membolehkan pengucapan selamat ini jika mereka bukan termasuk orang-orang yang memerangi kaum muslimin khususnya dalam keadaan dimana kaum muslimin minoritas seperti di Barat. Setelah memaparkan berbagai dalil, Lembaga ini memberikan kesimpulan sebagai berikut : Tidak dilarang bagi seorang muslim atau Markaz Islam memberikan selamat atas perayaan ini, baik dengan lisan maupun pengiriman kartu ucapan yang tidak menampilkan simbol mereka atau berbagai ungkapan keagamaan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam seperti salib. Sesungguhnya Islam menafikan fikroh salib, firman-Nya :

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا ﴿١٥٧﴾

Artinya : “Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.” (QS. An Nisaa : 157)

Kalimat-kalimat yang digunakan dalam pemberian selamat ini pun harus yang tidak mengandung pengukuhan atas agama mereka atau ridho dengannya. Adapun kalimat yang digunakan adalah kalimat pertemanan yang sudah dikenal dimasyarakat.

Tidak dilarang untuk menerima berbagai hadiah dari mereka karena sesungguhnya Nabi saw telah menerima berbagai hadiah dari non muslim seperti al Muqouqis Pemimpin al Qibthi di Mesir dan juga yang lainnya dengan persyaratan bahwa hadiah itu bukanlah yang diharamkan oleh kaum muslimin seperti khomer, daging babi dan lainnya.

Diantara para ulama yang membolehkan adalah DR. Abdus Sattar Fathullah Sa’id, ustadz bidang tafsir dan ilmu-ilmu Al Qur’an di Universitas Al Azhar, DR. Muhammad Sayyid Dasuki, ustadz Syari’ah di Univrsitas Qatar, Ustadz Musthafa az Zarqo serta Syeikh Muhammad Rasyd Ridho. (www.islamonline.net)

Adapun MUI (Majelis Ulama Indonesia) pada tahun 1981 sebelum mengeluarkan fatwanya, terlebih dahulu mengemukakan dasar-dasar ajaran Islam dengan disertai berbagai dalil baik dari Al Qur’an maupun Hadits Nabi saw sebagai berikut :

A) Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan.

B) Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampur-adukkan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain.

C) Bahwa ummat Islam harus mengakui ke-Nabian dan ke-Rasulan Isa Almasih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain.

D) Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu, Tuhan itu mempunyai anak dan Isa Almasih itu anaknya, maka orang itu kafir dan musyrik.

E) Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakah dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya agar mereka mengakui Isa dan Ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab: Tidak.

F) Islam mengajarkan bahwa Allah SWT itu hanya satu.

G) Islam mengajarkan ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan.

Juga berdasarkan Kaidah Ushul Fikih
”Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan mushalihnya tidak dihasilkan)”.
Untuk kemudian MUI mengeluarkan fatwanya berisi :

  1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa as, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas.
  2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
  3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah Subhanahu Wata’ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan perayaan Natal.

Mengucapkan Selamat Hari Natal Haram kecuali Darurat

Diantara dalil yang digunakan para ulama yang membolehkan mengucapkan Selamat Hari Natal adalah firman Allah swt :

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ ﴿٨﴾

Artinya : “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah : 8)

Ayat ini merupakan rukhshoh (keringanan) dari Allah swt untuk membina hubungan dengan orang-orang yang tidak memusuhi kaum mukminin dan tidak memerangi mereka. Ibnu Zaid mengatakan bahwa hal itu adalah pada awal-awal islam yaitu untuk menghindar dan meninggalkan perintah berperang kemudian di-mansukh (dihapus).

Qatadhah mengatakan bahwa ayat ini dihapus dengan firman Allah swt :

….فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ  ﴿٥﴾

Artinya : “Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka.” (QS. At Taubah : 5)

Adapula yang menyebutkan bahwa hukum ini dikarenakan satu sebab yaitu perdamaian. Ketika perdamaian hilang dengan futuh Mekah maka hukum didalam ayat ini di-mansukh (dihapus) dan yang tinggal hanya tulisannya untuk dibaca. Ada juga yang mengatakan bahwa ayat ini khusus untuk para sekutu Nabi saw dan orang-orang yang terikat perjanjian dengan Nabi saw dan tidak memutuskannya, demikian dikatakan al Hasan.

Al Kalibi mengatakan bahwa mereka adalah Khuza’ah, Banil Harits bin Abdi Manaf, demikian pula dikatakan oleh Abu Sholeh. Ada yang mengatakan bahwa mereka adalah Khuza’ah.

Mujahid mengatakan bahwa ayat ini dikhususkan terhadap orang-orang beriman yang tidak berhijrah. Ada pula yang mengatakan bahwa yang dimaksud didalam ayat ini adalah kaum wanita dan anak-anak dikarenakan mereka tidak ikut memerangi, maka Allah swt mengizinkan untuk berbuat baik kepada mereka, demikianlah disebutkan oleh sebagian ahli tafsir… (al Jami’ li Ahkamil Qur’an juz IX hal 311)

Dari pemaparan yang dsebutkan Imam Qurthubi diatas maka ayat ini tidak bisa diperlakukan secara umum tetapi dikhususkan untuk orang-orang yang terikat perjanjian dengan Rasulullah saw selama mereka tidak memutuskannya (ahli dzimmah).

Hak-hak dan kewajiban-kewajiban kafir dzimmi adalah sama persis dengan kaum muslimin di suatu negara islam. Mereka semua berada dibawah kontrol penuh dari pemerintahan islam sehingga setiap kali mereka melakukan tindakan kriminal, kejahatan atau melanggar perjanjian maka langsung mendapatkan sangsi dari pemerintah.

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Janganlah kamu memulai salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. Apabila kalian bertemu salah seorang diantara mereka di jalan maka sempitkanlah jalannya.” (HR. Muslim)

Yang dimaksud dengan sempitkan jalan mereka adalah jangan biarkan seorang dzimmi berada ditengah jalan akan tetapi jadikan dia agar berada ditempat yang paling sempit apabila kaum muslimin ikut berjalan bersamanya. Namun apabila jalan itu tidak ramai maka tidak ada halangan baginya. Mereka mengatakan : “Akan tetapi penyempitan di sini jangan sampai menyebabkan orang itu terdorong ke jurang, terbentur dinding atau yang sejenisnya.” (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi juz XIV hal 211)

Hadits “menyempitkan jalan” itu menunjukkan bahwa seorang muslim harus bisa menjaga izzahnya dihadapan orang-orang non muslim tanpa pernah mau merendahkannya apalagi direndahkan. Namun demikian dalam menampilkan izzah tersebut janganlah sampai menzhalimi mereka sehingga mereka jatuh ke jurang atau terbentur dinding karena jika ini terjadi maka ia akan mendapatkan sangsi.

Disebutkan didalam sejarah bahwa Umar bin Khottob pernah mengadili Gubernur Mesir Amr bin Ash karena perlakuan anaknya yang memukul seorang Nasrani Qibti dalam suatu permainan. Hakim Syuraih pernah memenangkan seorang Yahudi terhadap Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib dalam kasus beju besinya.

Sedangkan pada zaman ini, orang-orang non muslim tidaklah berada dibawah suatu pemerintahan islam yang terus mengawasinya dan bisa memberikan sangsi tegas ketika mereka melakukan pelanggaran kemanusiaan, pelecehan maupun tindakan kriminal terhadap seseorang muslim ataupun umat islam.

Keadaan justru sebaliknya, orang-orang non muslim tampak mendominanasi di berbagai aspek kehidupan manusia baik pilitik, ekonomi, budaya maupun militer. Tidak jarang dikarenakan dominasi ini, mereka melakukan berbagai penghinaan atau pelecehan terhadap simbol-simbol islam sementara si pelakunya tidak pernah mendapatkan sangsi yang tegas dari pemerintahan setempat, terutama di daerah-daerah atau negara-negara yang minoritas kaum muslimin.

Bukan berarti dalam kondisi dimana orang-orang non muslim begitu dominan kemudian kaum muslimin harus kehilangan izzahnya dan larut bersama mereka, mengikuti atau mengakui ajaran-ajaran agama mereka. Seorang muslim harus tetap bisa mempertahankan ciri khas keislamannya dihadapan berbagai ciri khas yang bukan islam didalam kondisi bagaimanapun.

Tentunya diantara mereka—orang-orang non muslim—ada yang berbuat baik kepada kaum muslimin dan tidak menyakitinya maka terhadap mereka setiap muslim diharuskan membalasnya dengan perbuatan baik pula.

Al Qur’an maupun Sunah banyak menganjurkan kaum muslimin untuk senantiasa berbuat baik kepada semua orang baik terhadap sesama muslim maupun non muslim, diantaranya : surat al Mumtahanah ayat 8 diatas. Sabda Rasulullah saw,”Sayangilah orang yang ada di bumi maka yang ada di langit akan menyayangimu.” (HR. Thabrani) Juga sabdanya saw,”Barangsiapa yang menyakiti seorang dzimmi maka aku akan menjadi lawannya di hari kiamat.” (HR. Muslim)

Perbuatan baik kepada mereka bukan berarti harus masuk kedalam prinsip-prinsip agama mereka (aqidah) karena batasan didalam hal ini sudah sangat jelas dan tegas digariskan oleh Allah swt :

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾

Artinya : “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al Kafirun : 6)

Hari Natal adalah bagian dari prinsip-prinsip agama Nasrani, mereka meyakini bahwa di hari inilah Yesus Kristus dilahirkan. Didalam bahasa Inggris disebut dengan Christmas, Christ berarti Kristus sedangkan Mass berarti masa atau kumpulan jadi bahwa pada hari itu banyak orang berkumpul mengingat / merayakan hari kelahiran Kristus. Dan Kristus menurut keyakinan mereka adalah Allah yang mejelma.

Berbuat kebaikan kepada mereka dalam hal ini adalah bukan dengan ikut memberikan selamat Hari Natal dikarenakan alasan diatas akan tetapi dengan tidak mengganggu mereka didalam merayakannya (aspek sosial).

Pemberian ucapan selamat Natal baik dengan lisan, telepon, sms, email ataupun pengiriman kartu berarti sudah memberikan pengakuan terhadap agama mereka dan rela dengan prinsip-prinsip agama mereka. Hal ini dilarang oleh Allah swt dalam firman-Nya,

إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ثُمَّ إِلَى رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ﴿٧﴾

Artinya : “Jika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar : 7)

Jadi pemberian ucapan Selamat Hari Natal kepada orang-orang Nasrani baik ia adalah kerabat, teman dekat, tetangga, teman kantor, teman sekolah dan lainnya adalah haram hukumnya, sebagaimana pendapat kelompok pertama (Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim, Ibn Baaz dan lainnya) dan juga fatwa MUI.

Namun demikian setiap muslim yang berada diantara lingkungan mayoritas orang-orang Nasrani, seperti muslim yang tempat tinggalnya diantara rumah-rumah orang Nasrani, pegawai yang bekerja dengan orang Nasrani, seorang siswa di sekolah Nasrani, seorang pebisnis muslim yang sangat tergantung dengan pebisinis Nasrani atau kaum muslimin yang berada di daerah-daerah atau negeri-negeri non muslim maka boleh memberikan ucapan selamat Hari Natal kepada orang-orang Nasrani yang ada di sekitarnya tersebut disebabkan keterpaksaan. Ucapan selamat yang keluar darinya pun harus tidak dibarengi dengan keredhoan didalam hatinya serta diharuskan baginya untuk beristighfar dan bertaubat.

Diantara kondisi terpaksa misalnya; jika seorang pegawai muslim tidak mengucapkan Selamat Hari Natal kepada boss atau atasannya maka ia akan dipecat, karirnya dihambat, dikurangi hak-haknya. Atau seorang siswa muslim apabila tidak memberikan ucapan Selamat Natal kepada Gurunya maka kemungkinan ia akan ditekan nilainya, diperlakukan tidak adil, dikurangi hak-haknya. Atau seorang muslim yang tinggal di suatu daerah atau negara non muslim apabila tidak memberikan Selamat Hari Natal kepada para tetangga Nasrani di sekitarnya akan mendapatkan tekanan sosial dan lain sebagainya.

مَن كَفَرَ بِاللّهِ مِن بَعْدِ إيمَانِهِ إِلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالإِيمَانِ وَلَكِن مَّن شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴿١٠٦﴾

Artinya : “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah Dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir Padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, Maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. (QS. An Nahl : 106)

Adapun apabila keadaan atau kondisi sekitarnya tidaklah memaksa atau mendesaknya dan tidak ada pengaruh sama sekali terhadap karir, jabatan, hak-hak atau perlakuan orang-orang Nasrani sekelilingnya terhadap diri dan keluarganya maka tidak diperbolehkan baginya mengucapkan Selamat Hari Natal kepada mereka.

Hukum Mengenakan Topi Sinterklas

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya bangga terhadap agamanya yang diimplementasikan dengan berpenampilan yang mencirikan keislamannya. Allah swt telah menetapkan berbagai ciri khas seorang muslim yang membedakannya dari orang-orang non muslim.

Dari sisi bisnis dan muamalah, islam menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba yang merupakan warisan orang-orang jahiliyah. Dari sisi busana, islam memerintahkan umatnya untuk menggunakan busana yang menutup auratnya kecuali terhadap orang-orang yang diperbolehkan melihatnya dari kalangan anggota keluarganya. Dari sisi penampilan, islam meminta kepada seorang muslim untuk memelihara jenggot dan mencukur kumis.

Islam meminta setiap umatnya untuk bisa membedakan penampilannya dari orang-orang non muslim, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Bedakanlah dirimu dari orang-orang musyrik, panjangkanlah jenggot dan cukurlah kumis.” (Muttafaq Alaih)

Islam melarang umatnya untuk meniru-niru berbagai prilaku yang menjadi bagian ritual keagamaan tertentu diluar islam atau mengenakan simbol-simbol yang menjadi ciri khas mereka seperti mengenakan salib atau pakaian khas mereka.

Terkadang seorang muslim juga mengenakan topi dan pakaian Sinterklas didalam suatu pesta perayaan Natal dengan teman-teman atau bossnya, untuk menyambut para tamu perusahaan yang datang atau yang lainnya.

Sinterklas sendiri berasal dari Holland yang dibawa ke negeri kita. Dan diantara keyakinan orang-orang Nasrani adalah bahwa ia sebenarnya adalah seorang uskup gereja katolik yang pada usia 18 tahun sudah diangkat sebagai pastor. Ia memiliki sikap belas kasihan, membela umat dan fakir miskin. Bahkah didalam legenda mereka disebutkan bahwa ia adalah wakil Tuhan dikarenakan bisa menghidupkan orang yang sudah mati.

Sinterklas yang ada sekarang dalam hal pakaian maupun postur tubuhnya, dengan mengenakan topi tidur, baju berwarna merah tanpa jubah dan bertubuh gendut serta selalu tertawa adalah berasal dari Amerika yang berbeda dengan aslinya yang berasal dari Turki yang selalu mengenakan jubah, tidak mesti berbaju merah, tidak gendut dan jarang tertawa. (disarikan dari sumber : http://h-k-b-p.blogspot.com)

Namun demikian topi tidur dengan pakaian merah yang biasa dikenakan sinterklas ini sudah menjadi ciri khas orang-orang Nasrani yang hanya ada pada saat perayaan Hari Natal sehingga dilarang bagi setiap muslim mengenakannya dikarenakan termasuk didalam meniru-niru suatu kaum diluar islam, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Siapa yang meniru suatu kaum maka ia adalah bagian dari mereka.” (Muttafaq Alaih)

Tidak jarang diawali dari sekedar meniru berubah menjadi penerinaan dan akhirnya menjadi pengakuan sehingga bukan tidak mungkin bagi kaum muslimin yang tidak memiliki dasar keimanan yang kuat kepada Allah ia akan terseret lebih jauh lagi dari sekedar pengakuan namun bisa menjadikannya berpindah agama (murtad)

Akan tetapi jika memang seseorang muslim berada dalam kondisi terdesak dan berbagai upaya untuk menghindar darinya tidak berhasil maka ia diperbolehkan mengenakannya dikarenakan darurat atau terpaksa dengan hati yang tidak redho, beristighfar dan bertaubat kepada Allah swt, seperti : seorang karyawan supermarket miliki seorang Nasrani, seorang resepsionis suatu perusahaan asing, para penjaga counter di perusahaan non muslim untuk yang diharuskan mengenakan topi sinterklas dalam menyambut para tamunya dengan ancaman apabila ia menolaknya maka akan dipecat.

Wallahu A’lam

Semoga bermanfaat.

Batam TV dan Tayangannya


Pak, tolong tegur kawan2 kita yg di Batam TV, sekarang sepertinya sudah jadi antek2 pendeta. Tiap malam tayangannya kristiani melulu..kemana mereka jual aqidah demi duit yang gak seberapa…

At taubah, di/pada Desember 18th, 2008 pada 7:01 am Dikatakan: Edit Comment

Salah satu komentar yang masuk ke blog ku, komentar itu kuteruskan ke Ade Syahlan , Ade Syahlan alah seorang pemimpin perusahaan satu group dengan Batam TV yaitu pemimpin perusahaan Koran Pos Metro, yang kebetulan siang tanggal 18 Desember 2008 sedang chatting dengan ku, jawaban Ade, saya tak bisa kasi komentar tentang itu pak.

Mau kuteruskan saja ke Pak Haji Rida K Liamsi atau Pak Haji Ismail Kadir pikirku. Pernah hal ini kuutarakan kepada Bang Bachtiar , Bachtiar adalah penanggungjawab Batam TV, dia hanya senyum saja, malah katanya porsi untuk itu belum seberapa koq.

Aku pikir sebenarnya ini bukan porsiku, memangnya aku siapa bisa menghentikan tayangan dan mengatur posri tayangan sebuah stasiun TV

Yang berwenang dalam hal itu adalah KPI yaitu Komisi Penyiaran Indonesia Batam, toh orang-orangnya juga adalah masih bekerja di Group Riau Pos tersebut.

Bagaimana KPI.

Catatan Haji : Pemondokan Haji di Makkah


Ramai masalah ini diangkat oleh berbagai pihak  menjadi hak angket oleh sebagian anggota dewan yang terhormat di Jakarta, anggota DPR yang baru pulang dari Makkah lebih seratusan orang mengusulkan kepada ketua DPR agar masalah pemondokan  ini perlu di bicarakan, mereka menggangap Menteri Agama tak becus dan harus betanggung jawab, walaupun waktu mereka tinggal 6 bulan lagi.

Betul pemondokan jamaah haji Indonesia yang paling dekat ke Masjidil Haram itu sekitar 3 kilo meter, seperti sektor I misalnya, di dekat kantor sektor I itu ada beberapa pemondokan Indonesia 305, 306 , 310, 311 agak ke Barat 301 , 307 semua ini masuk distrik Aziziyah Syisa namanya.

Sektor satu ini adalah juga terminal Bus yang mengangkut jamaah dari pemondokan ke Masjidil Haram, ada beberapa terminal Bus seperti terminal A-1, A2, sampai A-11 dan ada terminal B dan aku tak tahu sampai terminal B yang  keberapa .

Kepala Sektor I terminal A adalah Ariyanto S.Sos, dan kepala angkutan yang mengurusi kenderaan adalah Asbeny seorang perwira polisi dari Jakarta.

Aku tahu itu semua karena aku sering ke sektor, baik karena memeriksakan kesehatan maupun menunggu antiran bus mau ke Masjidil Haram.

Kembali ke pemondokan tadi, menurut Hijarman salah seorang petugas sukarelawan mahasiswa S2 dari India yang mengurusi jamaah yang baru datang baik dari Madinah setelah Arbain maupun gelombang dua yang langsung ke Makkah, pemondokkan telah ditentukan sebelumnya berdasarkan undi yang di lakukan oleh para Ka Kanwil Depag se Indonesia, mereka menekan tombol untuk menentukan pemondokan para jamaah haji, Betul itu,  kata Drs Razali Jaya Ka Kanwil Depag Provinsi Kepulauan Riau saat ku konfirmasi apakah benar yang dinyatakan oleh Hijarman saat di Makkah.

Sebagai contoh klompok terbang embarkasi Batam BTH 01 sebanyak 450 orang di tempat kan di tiga tempat pemondokan yang berbeda, padahal untuk pemondokan maktab 52 di tempatku tinggal dapat menampung 2.000 orang, ya itu terjadi karena sistem undian tadi.

Hal ini yang terkadang membuat kacau, Tatang misalnya jamaah asal Batam masuk ke pemondokan 305 sementara isterinya di pemondokan 311, jarak antara pemondokan hampir 1 kilo. Jamaah tinggal di Makkah hampir 23 hari lamanya, repotkan kalau suami isteri berjauhan.

Menurut Hijarman lagi, sekali tarik undi untuk menentukan pemondokan tadi adalah sekitar sebanyak 250 orang saja,  itulah sebabnya bila kelipatan 250 dengan kelompok terbang 450 orang misalnya para jamaah bisa tidak disatu tempat, karena si Ka Kanwil Depag yang menekan tombol untuk menentukan  pemondokan jamaah haji itu bisa jauh terpisah dari pemondokan yang di tekan tombolnya  pertama tadi.

Hal ini dibuat demikian agar tidak meimbulkan kecemburuan antar daerah (provinsi) katanya, contoh lain seperti jamaah asal Batam yang hanya sekitar 400 orang itu dibagi menjadi 3 kloter, digabung dengan daerah lain, kloter pertama orang asal Batam hanya sekitar 95 orang bergabung dengan jamaah asal Tanjung Pinang, Lingga, Bintan, menjadi 450 orang

Tahun-Tahun lalu sebanyak 400 itu hanya satu kloter, daerah lain cemburu kata Ka Kanwil , agar adil dipisah. Orang Tanjung Pinang mau buat embarkasi Haji sendiri, gara-gara yang pertama berangkat adalah Batam.

Sekitar 3 kilo meter saja dari Masjidil Haram dengan angkutan Bus yang hanya 5 buah pertamanya perbus dengan seat 45 orang tak lah mungkin mampu membawa jamaah yang akan Masjidil Haram. Ditambah lagi dengan Bus-Bus lain terkendala dengan supir yang tak dapat berbahasa Indonesia membuat fenomena tersendiri, saat jamaah yang seharusnya turun di pemondokan 301 jadi turun di 305.

Tapi seandainya kalaupun si anggota DPR yang terhormat yang mengajukan hak angket itu diserahin tugas mengurusi pemondokan jamaah haji di Tahun depan tahun 1430 H misalnya, aku yakin dan percaya dia belum menemukan formulanya, dengan kata lain belum sebagus sekarang, malah bisa lebih amburadul lagi.

Satu kilo meter sebelum Masjidil Haram Bus-Bus segedek itu susah mau sampai ke Masjidil Haram, ini baru sekitar 1 sampai 2 juta orang yang punya tujuan sama , dan umat Islam di seluruh dunia sebagaimana yang dijanjikan Allah SWT terusa bertambah, bisa jadi tahun 1450 H yang melaksanakan haji sudah mencapai 3 – 4 juta orang.

Memandang Kabbah mendapat 20 rahmat, memandang ke depan di tahun 1450 H dengan 3 juta orang, 4 juta orang dan 5 juta orang apa yang harus dibuat.

Melontar jamarat kini telah 3 lantai dapat dipakai , dari lima lantai yang direncanakan, tempat Sai sudah tiga lantai, lantai ke tiga dalam tahaf penyelesaian. Tempat Tawaf selain di dekat Kabbah ada di lantai satu dan lantai dua sudah dapat digunakan, bagaimana dengan pemondokan? yang hanya dipakai saat haji saja. Dulu di era Suharto berkuasa katanya kita ditawari mebangun pemondokan seperti Malaysia, tapi di tolak.

Menurutku bukan saling menyalahkan, tentunya dicari solusinya.

Komentar Spam


Apa pulak komentar spam? , yaitu komentar yang tak ingin dimoderasi oleh si pemilik blog, dimasukkan ke spam saja komentar yang kayak gitu ujar Taufiq kepadaku.

Selama hampir 40 hari tak berada di Batam, sekali-sekali pengen buka internet, di Madinah aku dapat pinjaman komputer dari Mujiburrahaman, Mujiburrahman aku kenal saat hendak mencari warnet, kalau di Makkah ada beberapa kali ke warnet yang tak jauh dari pemondokan, karena lumayan mahal perjamnya 8 rial, tak lah sempat kubaca semua komentar yang masuk ke blogku.

Ratusan banyaknya komentar tentang tulisan KKR di Batam : Ada Apa Dibalik Batam Festival Persahabatan & Kesembuhan

masuk, tentunya dari orang yang pro KKR itu, macam ragam komentarnya tapi hampir semua tak bermutu.

Ada juga beberapa komentar yang sengaja aku loloskan masuk ke tulisan ku, seperti yang namanya jopansya, doni, budi, nama-nama seperti itu hanya mencantumkan emailnya saja, alamat emailnya sama cuma namanya saja dibuat beda. Yang mengirimkan komentar orangnya itu itu juga dengan nama yang berbeda-beda seakan pengirim komentar itu cukup banyak tetapi alamat emailnya sama.

Dan dengan nama yang sama alamat email berbeda tulisannya agak beda. Tak tahu aku apa maksud mereka. Dan kecuali tiga tadi semua komentar kumasukkan di spam.

Lihat lah di komentar tulisan KKR di Batam Jangan Dihadiri Umat Muslim

ada yang namanya joko, tulisan nya sama alamat emailnya sama tapi namanya dibikin beda.

Jadi sewaktu pulang dari Madinah dan Makkah aku punya tambahan memilah-milah man komentar yang ingin ku tampilkan mana yang ingin ku spamkan saja seperti saran Taufiq.

Maaf ya komentar mu yang tak bermutu itu ku spamkan saja, dan yang ngirimin komentar seperti itu aku sarankan lagi agar belajar sejarah.

Catatan Haji : Pulang Haji Dan Kesehatan


Untuk Menteri Kesehatan Republik Indonesia Gubernur dan Para Kepala Dinas Kesehatan

Sebelum berangkat Haji aku nulis tentang Pergi Haji dan setelah pulang ke tanah air pun aku mau nulis tentang pulang haji. Hari Ahad (14/12) setelah pesawat Saudi Arabia Airliner (SAA) mendarat di Bandara Hang Nadim, ada rasa haru, bahagia macam-macam rasa pokoknya, mungkin hampir setiap jamaah merasakan rasa yang berlainan di dalam hatinya, begitupun aku, apalagi seluruh jamaah kloter 1 Batam sebanyak 450 orang selamat pergi selamat pulang.

Yang menyambutku dan terlihat pertama kali oleh ku di dalam Garbarata adalah pak Dokter Mawardi Badar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dengan senyum khas nya dia merangkul dan cipika cipiki, kayak kebiasaan orang Arab saja, melihat pak Mawardi aku jadi teringat dr Hery, dr Hery adalah dokter kloter kami yaitu kloter BTH 01, dokter mudah yang bertugas di puskesmas Kecamatan Galang Batam ini selama di Madina dan Makkah apalagi di Armina tak pernah kelihatan muram, terkadang aku perhatikan dari jauh, aku berpikir apakah karena di depanku dia senyum, karena dia tahu di dalam buku hijau buku catatan kesehatanku aku adalah termasuk jamaah resiko tinggi yaitu Hypertensi begitulah tulisan di depan buku hijau itu tercantum.

Enggak di Madinah selama 9 hari di Makkah pun hampir 23 hari apalagi di Armina aku adalah langganan pemakai tensi meter sang dokter. Dr Hery bersama 2 orang perawat yang terus tersenyum meski kelelahan itu rajin mengunjungi dan melayanai para jamaah di maktab-maktab.

Ada seorang lagi dokter di dalam kloter kami dokter dari Tanjung Pinang, masih muda juga, tapi tak pernah ke rombongan kami, karena rombongan jamaah kloter satu Batam yang terdiri dari 450 orang itu terdiri dari beberapa daerah, dari Batam, Lingga, Tanjung Pinang dan Bintan.

Di Madina seluruh rombongan kloter (450 orang) jadi satu tempat di Hotel, tidak menyulitkan petugas medis untuk melaksanakan pemeriksaan routin terhadap jamaah, meskipun berlainan lantai.

Tetapi di Makkah jamaah kloter satu Batam itu tadi dipisah menjadi 3 tempat sebanyak hampir seratus orang di maktab 305 dan sisanya di maktab 310 dan 311 , maktab 310 dan 311 berdampingan tempatnya, tetapi 305 lumayan cukup jauh hampir 1 kilo meter.

‘Wah masih lumayan kloter kita pak” kata dokter Hery kepadaku, “Teman saya dokter yang dari Natuna ditempatkan di pemondokan hampir dekat Tan’im (Tan’im ke Masjidil Haram hampir 12 kilometer, dan Tan’im ada salah satu miqat untuk ihram) , yang lebih parah lagi pak satu kloter jamaah yang dilayanai oleh teman saya itu 5 pemondokan” tambah dr Hery sambil tersenyum, padahal aku sudah membayangkan betapa penat dan capek nya dokter ini berjalan di panas terik dari pemondokan 311 atau 310 ke 305 , eeee malah koleganya sesama dokter yang harus dan wajib baginya untuk pemeriksaan para jamaah mengunjungi 5 pemondokan.

“Jadi tak bisa seperti sekarang ini dan seperti kloter kita ini sering-sering ketemu dokter karena jauh tempatnya itu” ujar dr Hery lagi.

Aku jadi teringat saat bekerja di Tanjung Uban di Pertamina Unit Pemasaran I , untuk memeriksa tangki-tangki penimbun yang cukup jauh dari dermaga pembongkaran kapal tanker, para petugas discharge itu memakai speda atau kata orang di tempat kami kereta angin, dari tangki timbun ke dermaga, jadi tak terlalu capek jalan.

Senyum dokter Hery mengembang terlihat lesung pipit di pipi sebelah kirinya, “Bisa juga pak” katanya, karena di Madinnah maupun di Makkah banyak terlihat speda diikat di tiang-tiang lampu.

Aku acap dikunjungi dokter Hery terkadang yang datang ke kamarku di pemondokan adalah perawat yang memeriksa tensi, Di Madinah tensiku masih sekitar 160 an di usia 55 tahun mungkin itu agak tinggi.

Pernah aku di tensi oleh perawat kloter, tensiku mencapai 168 miligram air raksa, aku diberi pil sebanyak 6 butir, tapi obat itu tak ku makann, dua hari kemudian aku di tensi lagi, alat tensi meter menunjukkan 130, “Bapak minum obat yang kemarin ya” kata perawat yang menensiku , aku senyum saja tidak menjawab.

Di depan pemondokan 305 yang jaraknya dari Harom itu mencapai 3 kilo meter dan kayaknya pemondokan kami yang paling dekat ke Harom, terletak Sektor 1 dan disitu ada tim dokter sektor, dan disitu pula terminal bus antar jemput terminal A dari pemondokan sekitarannya ke Masjidil Harom, “hem rombongan pak Imbalo cukup beruntung dari rombongan lain karena persis di depan lokasi sektor” kata sebagian teman.

Kalau dokter Hery tak datang memeriksa tensiku, aku sering minta di tensi di sektor yang hanya berjarak beberapa meter saja dari pemondokan 305 , sektor pemondokan 306 , siang kemarin agak pening sedikit, jadi aku bergegas ke sektor menemui dokter disana, dengan membawa buku hijau kita akan dilayani oleh para medis disana, sebelumnya aku di tensi oleh perawat dokter Hery dengan alat tensi digital, tensiku mencapai 158, tetapi di sektor tensiku hanya 110.

Karena perbedaan yang mencolok itu oleh dokter yang ada di sektor aku di suruh istirahat sebentar duduk di kursi yang telah disediakan, hampir lima belas menit kemudian ditensi kembali tensiku tetap 110, alat tensi meter yang digunakan adalah manual.

Hal ketidak sesuaian pengukuran tensi yang berbeda-beda masing-masing alat dalam waktu yang sama ini bukan sekali saja berlaku, alasan yang satu memakai digital karena banyaknya para jamaah yang akan di tensi dengan yang memakai manual bukan lah menjadi alasan.

Di Armina misalnya , selagi aku berbincang-bincang dengan dr Hery masuk seorang Jamaah yang mengeluh jantungnya bergetar, tidak seperti biasanya.

Sambil seloroh aku menghibur bapak tadi kalau jantungnya tak bergetar ya gimana pak, si bapak bilang bergetarnya tak seperti biasa dan aku lemas sekali. Sang Bapak pun di tensi jarum tensi menunjukkan angka 130, kemudian ku sarankan pakai tensi satu lagi yang memang ada di depan sang dokter, dengan memakai alat yang lain tensi si bapak turun dibawah seratus.

Dokter Hery menyarankan tak usah diminum lagi obat yang dikasih kemarin. Obat yang dikasih kemarin mirip dengan obatku yang tak kuminim.

Alat tensi meter ini adalah salah satu diagnosa sang dokter untuk meberikan obat kepada pasiennya, apa jadinya pada saat yang sama dua alat dipakai tetapi menunjukkan angka yang cukup jauh berbeda.

Hal ini pernah kualamai di salah satu rumah sakit di batam, itulah sebabnya aku tak mau mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter Hery yang simpati itu.

Aku sampaikan kepada dokter Hery, alat-alat ukur seperti ini harus dikalibrasi, ini menyangkut nyawa manusia, kalau pun digital dengan manual ada perbedaannya tetapi harus ada catatan untuk koreksi toleransinya.

Dua alat tensi meter digital yang ada di kloter kami di beli di Batam seharga 450 ribu rupiah, dibeli sesaat sebelum berangkat, menurut pengakuan para medis itu tadi, dimana dikalibarasi, mereka saling pandang.

Mungkin pun tak terpikir di benak para dokter tadi tentang kewajiban kalibrasi sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen no 8 tahun 1999 dan Metrologie, hal ini mereka yang sudah capek dan penat mengurusi jamaah tapi melanggar Undang-Undang malah bisa di pidana.

Alat ukur manual yang ada pada mereka pun berlainan angka yang menunjukkan meski digunakan pada saat yang sama.

Untuk selanjut untuk tahun-tahun kedepan ada keseragaman alat ukur seperti tensi meter yang digunakan, dalam hal ini Menteri Kesehatan Ibu Siti Fadillah bertangung jawab dalam hal itu, jangan dokter yang simpatik dan para perwat yang sudah penat melayani para jamaah yang terkadang cerewet itu harus berhadapan dengan hukum karena alat tensi.

Salah diagnosis , fatal akibatnya, obat dari dokter Hery untuk menurunkan tensi yang diberikan kepadaku masih ku simpan dengan baik.

Angka-angka tensi dari masing-masing dokter masih rapi tercatat di buku hijau milikku, baik itu dari tim dokter kesehatan di sektor maupun dari dokter kloter.

Aku tak tahu alat tensi meter di kloter dan di sektor yang lain apakah punya perihal yang sama? karena aku tak punya data untuk itu.

Catatan Haji : Syukron Katsiron, Terima kasih Saudi Arabia Airlines


dscf0589

Tengah hari selepas shalat Juhur Senin (15/12) hp ku berdering, “dari Asrama haji pak” ujar suara diujung sana menjelaskan bahwa sisa barang bawaan jamaah haji kloter 1  (BTH 01) Batam yang kemarin (13/12)  “terpaksa ditinggal”  di depan Gate 1 pintu keberangkatan Bandara Jeddah sudah ada di Asrama Haji, ” silahkan diambil sekarang pak” tambah petugas yang tak menyebutkan namanya itu.

Sebelum berangkat pulang ke tanah air (13/12) di Bandara Jeddah, tas punggungku yang berisi panci kecil multi guna yang dipinjamkan oleh Mbak Eta Yondri Darto saat mau berangkatke Makkah tempohari (05/11)  dan termos nasi multi guna juga serta roti tawar 2 potong (sepotongnya seharga 1 rial), 3 kotak  makanan perang kata para jamaah di makkah, berikut alat cukur dan yang lebih penting lagi 1 galon air zam-zam @ 5 liter yang sudah di packing , biaya packing seharga 5 rial dan galon plastik putih seharga 5 rial , air zam-zam tidak dibeli tetapi dibawa setiap hari nya perbotol kecil dari masjidil haram oleh isteriku selepas selesai sholat disana, air perbotol itulah yang dikumpulkan dijerigen plastik ukuran 5 liter harus ditinggalkan secara paksa, karena barang tintingan dalam kabin yang boleh dibawa kedalam pesawat  sesuai ketentuan klausal baku oleh Saudi Aarabia Airlines (SAA) hanya tas yang berlogo SAA saja.  Sisa Barang Bawaan Jamaah Haji Harus Ada Solusinya

Di Asrama Haji Batam Center saat hendak mengambil barang-barang tersebut pak Razali Jaya Ka Kanwil Depag Provinsi Kepulauan Riau telah berada disana, “barang-barang nya sudah dibawa ke kantor depag Batam di sekupang ” ujarnya kepadaku, sembari menjelaskan bahwa mana-mana tas atau barang lainnya yang jelas nama dan alamatnya dibawa ke kantor depag di Sekupang sana.

Pak Rajali pun katanya sudah memanggil Batam TV menjelaskan  tentang sudah di respon oleh pihak SAA soal barang bawaan jamaah yang tidak bisa diangkut oleh SAA karena takut overload, di asrama haji memang  terlihat banyak tumpukan barang-barang yang sudah di pilah – pilah sesuai kloter, nama dan alamat jamaah masing-masing oleh petugas haji Batam yang mencapai 96 orang itu dengan seragam batik hijaunya.

Memang saat ketibaan di bandara debarkasi Hang Nadim Batam aku di wawancari oleh Batam TV , dan hal tentang bawaan para jamaah yang  tak dapat diangkut itu lah yang terlintas di benakku, dan saat yang sama aku  juga menjumpai penanggung jawab handling SAA yang ada di Batam Ferry Barkah.

Terpaksalah aku menuju ke Sekupang, ke kantor Depag yang baru selesai lantai satunya itu untuk mengambil tas punggung yang memang kutulisi namaku besar-besar, kloter 1 Batam, berikut nomor hp yang bisa dihubungi dengan spidol sesaat sebelum kucampakkan ke tiang penyanggah atap terminal bandara Jeddah. dscf0590

“Tidak ada kutipan sukarela lagi kan untuk mengambil barang-barang ini” ujarku kepada petugas disitu, karena sebelum berangkat Haji saat mengambil 4 buah buku panduan yang tertulis tidak untuk diperjualbelikan yang diterbitkan oleh Departemen Agama para jamaah haji yang mengambilnya dimintai sumbangan sukarela, isteriku memberikan uang sebesar rp. 50.000,- untuk keempat buku panduan itu, yang salah satu bukunya ada gantungan tali untuk diletakkan di leher berwarna hijau.

Di tempat penumpukan barang bawaan di kantor depag Batam, Tas punggung ku ada, sayang setelah dicari-cari packing air zam-zam ku tak ketemu, tetapi air zam-zam atas nama isteriku ada, tak apalah pikirku dan kepada petugas disitu kusampaikan kalau memang nanti ada aku minta dihubungi kembali kalaupun tak ada tak apa-apalah.

Terima kasih SAA , ternyata cukup cepat responnya, malam ini pun kulihat tayangan di Batam TV , ada pernyataan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, dan Ka Kanwil Depag Kepulauan Riau Drs Razali Jaya, tentunya tentang barang bawaan yang dikeluhkan para jamaah khususnya kloter 1 BTH.

Syukron Katsiro SAA, terima kasih pak Gubernur, terima kasih pak Kakanwil Depag Kepri, terima kasih semuanya. Tetapi besok-besok jangan begitu lagi, dan mohon diganti unta sang nenek yang 2 ekor lagi yang “kembali ke padang pasir”.

Benar enggak ya tulisan Shukron Katsiro,  kalau khairan katsiera takut ditimpukin sepatu kayak george w bush

Catatan Haji : Sisa Barang Bawaan Jamaah Haji Harus Ada Solusinya


Catatan : Untuk Bapak Gubernur dan Bapak Menteri Agama

Kelompok Terbang (Kloter) 1 Batam telah tiba dengan selamat pagi tadi (14/12) di Debarkasi Hang Nadim di Batam, 450 orang jamaah berikut petugas haji ikut bersama, berangkat (05/11) 450 orang pulang pun 450 orang.

dscf0586Sang nenek terlihat bingung dengan unta mainan di tangannya, tak tau mau dikemanakan, tas biru sudah penuh, begitulah suasana di depan gate 1 imigrasi bandara jeddah makkah oleh ulah petugas haji, dua dari tiga unta sang nenek kembali ke padang pasir, yang satu dapat dibawa ke tanah air untuk sang cucu tercinta.

Dilepas oleh Gubernur Kepri Drs Ismet Abdullah saat berangkat ke Makkah, pun pulang dari Makkah beliau hadir bersama para Bupati di Asrama Haji Batam menjemput.

Mungkin pak Ismeth tak tahu apa yang terjadi di Jeddah, sebagai penanggung Jawab jamaah se-Kepri melalui wartawan RRI Tanjung Pinang saat mewawancari setiba di Asrama Haji (14/12) bahwa menggunung tumpukan barang bawaan jamaah haji kloter 1 yang tak dapat di angkut oleh Saudi Arabia Airlines (SAA).

450 orang termasuk para ketua rombongan dan petugas haji pada sibuk berbenah di depan pintu masuk Gate 1 Bandara Jeddah, apahal kalau tidak membongkar kembali barang bawaan yang sudah di kemas rapi dari hotel transit di Jeddah.

Pemandangan yang kurang simpatik dari petugas SAA menarik paksa barang bawaan terutama ibu-ibu karena memang ibu-ibu lah yang pertama di perkenankan masuk.

Sebelumnya melalui pengeras suara, petugas dari SAA di depan Gate 1 tadi mengumumkan, antara lain sesuai dengan klausal baku yang sudah ditanda tangani oleh para jamaah bahwa jamaah tidak diperkenankan membawa barang lain selain tas jinjing yang berlogo SAA warna biru, termasuk kemasan air zam-zam  lima (5) liter yang sudah di packing rapi dengan kantong plastik transfaran.

Karena Jamaah sudah menanda tangani klausal baku berarti sudah setuju, tarik menarik oleh petugas dari SAA dengan beberapa jamaah yang masih ingin tetap membawa masuk barang-barang yang memang dibeli dengan riyal di pasar resmi yang memang legal baik itu saat di Madina dan Makkah harus rela di letakkan dan dikumpulkan diluar pagar di dekat tiang besar penyanggah atap Bandara.

Tahu enggak pak Ismeth atau pak Maftuh  Basyuni bahwa sebagian besar jamaah haji Indonesia itu nerimo, lugu-lugu dan tak berpendidikan, malah hampir dipastikan mereka itu baru pertama kali naik pesawat terbang seumur hidupnya.

Tahu enggak pak Ismeth atau Menteri Agama itu kalau ketua rombongan saja di dalam kloter 1 Batam itu pun sibuk membongkar kembali barang yang sudah terlanjur di beli dengan harga ratusan riyal.

Nah kalau ketua rombongan saja seperti itu, berarti ada informasi yang tak sampai ke jamaah.

Seorang nenek tua membawa tiga potong bungkusan yang salah satu bungkusan yang harus di bongkar pasang dan di pilih – pilihnya dalam waktu antri (singkat) untuk masuk keruang imigrasi betapa stres nya nenek itu, hampir 80 puluh tahun usianya, apa yang harus diutamakannya karena tas biru berlogo SAA telah penuh, 3 potong mainan unta oleh – oleh untuk sang cucu dia tinting kesana kemari mau dimasukkan memakan tempat , lagian takut kaki mainan unta yang dapat berjalan itu patah.

dscf0585Semua serba sibuk sembari menunggu antrian, mana yang masih bisa dimuat ke tas warna biru mana yang akan ditinggalkan, kasihan jamaah haji indonesia, pantas penilaian anggota DPR RI yang membidangi Haji mengatakan bahwa petugas haji masih raport merah.

Tidak ada alternatif lain selain mengikhlaskan secara paksa barang bawaan yang lain di lemparkan kegundukan barang-barang yang memang sudah menggunung.

“Alhamdulillah satu ekor unta mainan sang nenek dapat lolos masuk ke ruang tunggu, yang dua balik ke padang pasir” celetuk seorang jamaah berseloroh memberikan komentar saat sang nenek sudah masuk hanya membawa satu dari tiga unta oleh-oleh yang di beli nya saat berjalan menuju bus dari masjidil haram ke masjid Jin (Terminal Bus A) .

Jumiti, jamaah asal Batam mengikhlaskan satu buah tas nya tak dapat ikut masuk, “Enggak banyak lah bang ya sekaitar 80 real” ujarnya saat ditanya sekitar berapa nilai barang bawaan nya yang tak dapat lolos, “yang penting aku dapat air zam-zam ini” tambahnya ternyata dibalik bajunya dia membawa botol air zam-zam.

Kucing-kucingan antara jamaah dengan petugas SAA di pintu masuk tarik-tarik bungkusan kantong plastik yang terburai membuat fenomena tersendiri, hal ini kami sampaikan kepada Fery Barkah petugas penanggung jawab Handling di Debarkasi Batam saat mereka menerima ketibaan jamaah asal Batam , Fery berjanji akan menghubungi petugas dan atasannya di SAA dan akan menghubungi segera ke Jeddah ” Iya kami akan segera menghubungi SAA dan yang berkompeten karena kami hanya petugas handling di Batam” ujar Fery sembari memberikan nomor HPnya untuk di hubungi , karena nasib barang bawaan itu bagaimana kelanjutannya kami sangat membutuhkannya.

Puluhan ribu real pak Ismeth atau pak Maftuh Basyuni nilai barang yang terbuang percuma itu, cukuplah kloter 1 yang mengalamai nya, itulah hal  yang kami sampaikan kepada wartawan Batam TV saat di wawancarai setiba di Debarkasi Batam.

Beri lah informasi yang jelas tertulis kepada para jamaah kita yang lugu-lugu dan nerimo itu karena kata bapak-bapak itu termasuk dari cobaan dan harus bersabar.

Atau seperti India Air Line,  Italy Air Line yang persis di samping Gate  1 keberangkatan Bandara Jeddah  itu ada kounter untuk barang yang overload bisa di cargo kan, tidak dibuang begitu saja , diambil oleh petugas cleaning service Bandara Jeddah, atau sewaktu di hotel transsit diberitahukan dengan jelas jangan gambling dan ambigu, para jamaah bisa bersiap-siap menelepon kerabat yang lain untuk mengambil barang yang tak terbawa.

Para Gubernur, Pak Menteri Agama harus ada solusi , menurut ku itu bukan cobaan, bukankah hal-hal demikian ketidak siapan petugas haji indonesia ?

Catatan Haji : Bus Sudah Tak Mengangkut Jamaaah Ke Harom Lagi


Sejak Rabu tanggal 03 Desember 2008 tidak ada lagi bus yang mengangkut jamaah dari pemondokan ke Harom (Masjidil Haram maksudnya), diperkirakana puluhan  ribu jamaah terutama dari Indonesia tidak sholat ke sana (Harom)  itulah mungkin sebabnya hampir semua masjid yang berada disekitaran pemondokan penuh sesak, sampai ke jalan-jalan dan trotoar orang melaksanakan shalat berjamaah,  “seorang jamaah nyeletuk “pak apa shalat disitu itu sah?”  tanya nya kepada ku kebetulan lagi duduk di depan pintu masjid dekta dari pemondokan maktab 52 / 305 selepas shalat Juhur, aku melirik dan tersenyum mendengar pertanyaan bapak tadi yang kutahu bapak tersebut jamaah dari Lamongan Jawa Timur setelah kutanya asalnya dari mana.

Begitulah membeludaknya orang melaksanakan shalat berjamaah, jamaah jauh terpisah dari masjid induk malah sebagian bersaf-saf diseberang jalan, tetapi suara imam masih terdengar cukup jelas karena memakai pengerasa suara.

“Kan sudah tidak satu atap pak” jelas bapak tadi menjelaskan, penasaran karena aku tak memberi jawaban, kalau di kampungnya shalat berjamaah itu harus satu atap , dan saf tidak putus dan bersambung. Aku tak dapat menjelaskan kepada bapak tersebut, karena memang bukan ahlinya, hanya saja kataku kepada bapak tersebut sekitaran Baitullah pun tak ada atap nya dan saf tak bersambung.

Masjid dan Mushalla di Makkah sesuai informasi hampir mencapai 10 ribu buah, diseputaran sektor I ada 6 masjid berdekatan satu masjid dapat menampung 1.000 jamaah, satu maktab seperti maktab 52 tempat ku tinggal dihuni lebih dari 2.000 jamaah. Mushalla (yang tidak melaksanakan shalat jumat) ada yang dapat menampung jamaah 7 saf persaf nya 45 orang, setiap shalat berjamaah saf yang tujuh tadi menjadi delapan (Tsamania) , itu di dalam tetapi di luar tak terhitung banyaknya orang -orang shalast di sela-sela mobil yang parkir, jalan Ar rasyid tempat maktab 52 jalan kecil yang bertemu dengan Jalan Masjidil Haram itu lebar nya 5 meter penuh sesak dengan jamaah wanita, belum lagi para pedagang kali lima yang selalu kucing-kucingan dengan baladiayah (seperti pamong praja) yang selalu datang razia setiap saat pun memenuhi jalan yang sempit itu, masih untung belum ada mobil tangki air yang parkir sedang mendistribusikan air ke maktab-maktab.

Nasib baik kalau dapat duduk agak ke tengan kalau di pinggir dekat dengan tembok bangunan siap-siap di beraki oleh burung merpati yang cukup banyak berterbangan.

Perlu kesabaran dan harus segera, cepat, selesai sholat tidak ada doa-doa panjang seperti di tanah air, klakson mobil telah siap memekakkan telinga, meminta jalan karena memang jalan umum yang dipergunakan untuk sholat tadi.

“Setelah selesai sholat bertebaran lah kamu ke muka bumi” hal ini benar-benar dilaksanakan di Makkah, kayaknya sudah dibuat secepat mungkin shalat sunat bakda shalat wajib terutama para pedagang pun lebih dulu menjajahkan dagangannya, ternyata mereka cukup sholat di tempatnya nya berjualan.

Sudah 4 hari ini pedagang nasi asongan yang berjualan di depan maktab jarang berjualan karena di kejar – kejar oleh baladiyah tadi, tak tanggung- tanggung kalau dapat dagangan nya di buang dan dibawa dengan mobil pick up baladiyah tadi, kebanyakan pedagang musiman tadi berasal dari madura, ada yang sudah bermukim 7 tahun di Makka, mereka memakai baju hitam layaknya wanita arab dan bercadar, fasih berbahasa arab, dagangan nya di bawa sang suami dengan mobil sedan.

Sebenarnya keberadaan pedagang dadakan tadi cukup membantu jamaah, pulang dari Harom sudah ada nasi cukup dengan satu riyal, dan ikan ada yang 4 riyal, dan sayur kangkung tumis 1 riyal, tetapi kerjaan Arab Saudi tak mengijinkan mereka berjualan di pinggir-pingir jalan seperti itu, bisa jadi dari segi kesehatan tidak terjamin, banyak makanan itu terdedah begitu saja dan dikerubungi lalat.

Melihat ibu-Ibu dari Indonesia yang tidak di musim haji katanya sebagai TKW di Saudi Arabiyah ini cukup gigih meraup riyal di kejar-kejar oleh Baladiyah, dan bagaimana trik menyembunyikaan dagangannya, menjadikan fenomena tersendiri, tak apa dagangan yang disita, kalau ketangkap ya resiko nya di deportasi, mereka Iqoma (izin tinggalnya) bukan untuk berjualan.

Katanya lagi, ada yang menyaru jualan tetapi malah menggerayangi kamar, kalau sudah demikian tanggung jawab siapa?

Mahal lho bahan makanan di Makkah, beras biasa 1 kilo 5 riyal, memang semua ada, di maktab kami jarang jamaah yang masak, mungkin karena sudah penat dari Harom, karena jauh dari maktab, kurang lebih 3 kilo, belum lagi rebutan bus mau pulang.

Kemarin baca koran Jawa Pos (24/11) tentang ibu-ibu dari embarkasi Surabaya yang membawa minyak goreng 2 kilo tumpa di dalam tas nya, minyak goreng di Makkah ukuran 500 ml seharga 14 riyal, satu riya itu rp. 3000 lho, ikan asin kecil 1 riyal satu ekor,  dalam harian yang sama yang kami beli dari Mini Market Indonesia (harga koran Jawa Pos = 5 riyal) dengan Mall Bin Dawood yang cukup terkenal di Makkah, kompor jamaah yang sama pun disita.

Kayak nya makanan perlu dipikirkan pemerintah , banyak jamaah yang tak keberatan makanan di Makkah pun diurus pemerintah sama dengan di Madinah, katakan lah 20 hari di Makkah satu hari  15 riyal untuk makan, tambahan untuk itu sekitar 300 riyal saja.

Alhamdulillah sejak tanggal 4 Desember jamaah di maktab kami di beri makanan, katanya jatah makanan itu dari maktab, lumayan , hanya saja waktu makan siang nasi yang dikirim diterima hampir pukul tiga petang dan untuk makan malam selepas sholat Isya.

Malam ini jumat (5/12) katanya Menteri Agama berada di Makkah, sebaiknya pak Menteri itu ke Maktab – Maktab, jangan di Daker saja, jadi tahu kalau bagaimana situasinya, seperti kloter 1 Batam yang terdiri dari 450 orang itu terpisah jauh dan terbagi-bagi beberapa tempat dan maktab , malah maktab kami yang 52 ada yang dari Sulawesi, Takalar, dari Aceh dan dari Kolter  Surabaya, kata dokter Hery malah ada yang satu kloter di tempat kan di 5 tempat, kasihan dokter yang membezuk pasiennya berjalan kaki.

Tadi dr Hery yang bertugas di Galang mengunjungi ku karena agak flu, melihat ketekunan beliau aku jadi teringat waktu kerja di Pertamina sewaktu mau kontrol tangki yang sedang discharge, kami menggunakan speda, kalau Daker dan Sekot ada speda kan para medis dokter dan perawat ke maktab-maktab naik speda. Iya kata pak Puji petugas Bea Cukai menimpali , saya pernah tugas di Kapal Tanker dari ujung geladak itu naik speda.

Mungkin tahun depan para dokter dan paramedis yang lain bawak speda atau beli saja di Makkah.

Besok selepas tengah hari kami akan ke Arafah, itu lah puncak Haji, wukuf di Arafah menjadi rukun tidak ada haji tanpa wukuf di Arafah, “Ya Allah beri lah kesehatan kepada kami semua, jamaah haji Indonesia Amien

%d blogger menyukai ini: