Mengajak Kaum Nasrani Ke Surga


Hari ini sabtu (20/12) kegiatanku cukup banyak pagi pukul 08.00 wib ada acara seminar dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Batam di Gedung Politeknik Batam Center, di BMPS aku sebagai wakil ketua.

Banyak yang hadir, guru-guru, kepala sekola,  pengelola sekolah,  dan lain-lain, salah seorang kepala sekolah yang sangat kuingat adalah pak Hendrito, pria asal Jawa tepatnya kota Jogjakarta ini saat melihatku botak dan memakai janggut yang sudah bercampur putih dan hitam langsung menyalami aku, dengan  senyum khasnya yang sumeh dia menanyakan kabar selama menunaikan haji.

Enam bulan yang lalu saat Ujian Nasional (UN) tingkat SMP dan SMA tahun 2008, sekolah yang dipimpinnya adalah salah satu sekolah swasta yang paling terpuruk nilai UN nya, padahal sekolah yang bertaraf Internasional di Batam yang menggaji beberapa orang guru dari luar negeri itu, uang sekolah nya saja jutaan perbulan, pak Hendrito adalah kepala sekola SMP dan SMA di sekolah itu.

Aku dapat merasakan bagaimana perasaan hati pak Hendrito saat itu, karena tahun sebelumnya tahun 2007 sekolah kami mengalami hal yang sama.

“Oiya baik-baik saja pak ” jawabku “aku mengharapkan tahun depan pak Hendrito yang berangkat ke Makkah menunaikan Haji” tambahku, pak Hendrito tambah tersenyum, aku tahu pak Hendrito adalah seorang Katolik.

Bergeser ke kanan ke meja panitia, aku disambut lagi sekumpulan guru dan pengurus yayasan, karena memang baru pulang dari Makkah banyak yang menyalami aku, salah seorangnya adalah ibu Tuti, wanita keturunan Cina ini rambutnya sudah memutih seluruhnya, umurnya mungkin sudah diatas 60 tahun, tetapi masih energik,  beberapa kali bertemu dengan ibu Tuti ini karena dia adalah Kepala perwakilan Lembaga Indonesia Amerika (LIA) di Batam. Kepada bu Tuti pun ku sampaikan Insyaallah 2 tahun lagi bareng dengan anakku berangkat ke Makkah, bu Tuti tertegun mendengar ajakanku, aku tak tak tahu apa yang ada di dalam hatinya, tetapi kulihat senyum nya mengembang.

Saat makan siang jeddah acara seminar BMPS beberapa orang wartawan menjambangi meja kami, seorang dari padanya adalah wartaman Batam News, Sihotang, Insinyur muda dari Medan ini pun ku ajak ke Makkah.

Kepada ketiga orang yang berbeda tadi kuberitahukan, bagaimana di Makkah dengn hanya satu komando Allahuakbar saja jutaan orang sama-sama sujud kearah yang satu, rukuk kearah yang satu sama – sama rukuk, tak ada ritual seperti itu di dunia ini, sehebat apapun sebesar apapun sedahsyat apapun pembukaan Olympiade Dunia misalnya tak ada seperti itu, hanya dengan komando Allahuakbar saat Shalat jutaan manusia tanpa reserve langsung tegak berdiri menghadap kiblat.

Ternyata tak susah rasanya kepada orang terpelajar, berpendidikan, seperti mereka menjelaskan tentang  Islam, cobalah kataku kepada mereka tak peduli saat malam, siang atau pagi, kepada orang china, india, apalagi pakistan, Yaman Rusia, Uzbekistan Turki, Nigeria, orang yang berkulit hitam , maupun berklulit putih, bila diucapkan Assalumualaikum pasti dijawab dengan Alaikumsalam warahmatullah pasti dibalas dengan senyuman.

Salam lintas Ras, Bahasa ini diketahui oleh muslim sedunia tambahku lagi kepada teman-teman ku tadi. Khusus kepada Sihotang dan pak Hendrito aku kemukakan tentang tes DNA, dia pun mahfum adanya.

Itulah oleh-oleh yang anda tanyakan kepadaku, jawabku kepada mereka, dalam waktu yang berbeda aku menjelaskannya layaknya seorang pendakwah.

Asmin Patros

Malamnya aku memenuhi undangan pak Raden Eman Sulaiman, di Hotel Pasific, pernikahan putri nya ini cukup ramai dikunjungi oleh kolega-koleganya maklum pak Sulaiman adalah salah seorang tetua Batam, pemandu acara salah seorangnya Asmin Patros.

Orang Batam pasti kenal dengan sosok Asmin Patros, anggota dewan kota Batam ini paling sering di daulat menjadi MC dalam acara apa saja.

Setahun lalu saat dia di Wisuda di aula UGM Yoyakarta untuk S2 M Hum nya, aku hadir juga disana, pria Cina kelahiran tanah melayu ini sungguh fasih mengucapkan Alhamdulillah, Insyaallah. Istimewanya lagi abang kandung Asmin Patros seorang Haji, dan menjadi wakil Bupati di Kabupaten Lingga.

Malam ini pun saat salaman dengan pak Sulaiman untuk pamit pulang, Asmin Patros melihatku dan menghampiriku, mencium pipi kanan dan pipi kiri, hal ini memang sering dilakukannya kepadaku, dia memanggilku abang, saat itu kubisikan kepadanya karena dia tahu aku baru pulang dari Haji, “tahun depan awak pergi haji” bisikku di telinganya, “Insyaallah bang” jawabnya sambil tersenyum.

Jadi hari ini empat orang yang kuajak ke surga sebagaimana hadis yang kukutip dari judul tulisan Eramuslim.com yang baru kubuka, ternyata boleh koq, dibawah ini kulampirkan dasar hukumnya.

”Aslim Taslam (= masuk Islamlah engkau, niscaya engkau bakal selamat di dunia dan akhirat’).” (HR Ibnu Majah 1/95)

4 Tanggapan

  1. Mudah2an “mereka” mendapat hidayah pak.. Kalau memang blum apa mau dikata 😉

    Suka

  2. saya sbg seorang kristen, sangat salut dengan cara abang berdakwah.. sungguh simpatik..
    salam dari Manado.

    Suka

  3. saya suka blog ini cukup bgs membuka cakrawala dan kejernihan berfikir, thanks yaa. oya kutip bbrp tuylisannya blh ya buat makalah

    Suka

  4. Mantap, apa yang abang tuturkan sangat menyentuh, mudah2an Pak Asmin tergugah untuk mau menerima Islam sebagai pedoman hidupnya, pun Pak Asmin pernah menyatakan ingin masuk Islam, kala itu beliau bilang saat ini saya masih menunda kapan saya akan mengucapkan syahadat, pasalnya ortu saya sedang sakit keras, jika beliau tahu saya pindah agama, saya kuatir akan mempeburuk kesehatannya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: