Catatan Haji : Sisa Barang Bawaan Jamaah Haji Harus Ada Solusinya


Catatan : Untuk Bapak Gubernur dan Bapak Menteri Agama

Kelompok Terbang (Kloter) 1 Batam telah tiba dengan selamat pagi tadi (14/12) di Debarkasi Hang Nadim di Batam, 450 orang jamaah berikut petugas haji ikut bersama, berangkat (05/11) 450 orang pulang pun 450 orang.

dscf0586Sang nenek terlihat bingung dengan unta mainan di tangannya, tak tau mau dikemanakan, tas biru sudah penuh, begitulah suasana di depan gate 1 imigrasi bandara jeddah makkah oleh ulah petugas haji, dua dari tiga unta sang nenek kembali ke padang pasir, yang satu dapat dibawa ke tanah air untuk sang cucu tercinta.

Dilepas oleh Gubernur Kepri Drs Ismet Abdullah saat berangkat ke Makkah, pun pulang dari Makkah beliau hadir bersama para Bupati di Asrama Haji Batam menjemput.

Mungkin pak Ismeth tak tahu apa yang terjadi di Jeddah, sebagai penanggung Jawab jamaah se-Kepri melalui wartawan RRI Tanjung Pinang saat mewawancari setiba di Asrama Haji (14/12) bahwa menggunung tumpukan barang bawaan jamaah haji kloter 1 yang tak dapat di angkut oleh Saudi Arabia Airlines (SAA).

450 orang termasuk para ketua rombongan dan petugas haji pada sibuk berbenah di depan pintu masuk Gate 1 Bandara Jeddah, apahal kalau tidak membongkar kembali barang bawaan yang sudah di kemas rapi dari hotel transit di Jeddah.

Pemandangan yang kurang simpatik dari petugas SAA menarik paksa barang bawaan terutama ibu-ibu karena memang ibu-ibu lah yang pertama di perkenankan masuk.

Sebelumnya melalui pengeras suara, petugas dari SAA di depan Gate 1 tadi mengumumkan, antara lain sesuai dengan klausal baku yang sudah ditanda tangani oleh para jamaah bahwa jamaah tidak diperkenankan membawa barang lain selain tas jinjing yang berlogo SAA warna biru, termasuk kemasan air zam-zam  lima (5) liter yang sudah di packing rapi dengan kantong plastik transfaran.

Karena Jamaah sudah menanda tangani klausal baku berarti sudah setuju, tarik menarik oleh petugas dari SAA dengan beberapa jamaah yang masih ingin tetap membawa masuk barang-barang yang memang dibeli dengan riyal di pasar resmi yang memang legal baik itu saat di Madina dan Makkah harus rela di letakkan dan dikumpulkan diluar pagar di dekat tiang besar penyanggah atap Bandara.

Tahu enggak pak Ismeth atau pak Maftuh  Basyuni bahwa sebagian besar jamaah haji Indonesia itu nerimo, lugu-lugu dan tak berpendidikan, malah hampir dipastikan mereka itu baru pertama kali naik pesawat terbang seumur hidupnya.

Tahu enggak pak Ismeth atau Menteri Agama itu kalau ketua rombongan saja di dalam kloter 1 Batam itu pun sibuk membongkar kembali barang yang sudah terlanjur di beli dengan harga ratusan riyal.

Nah kalau ketua rombongan saja seperti itu, berarti ada informasi yang tak sampai ke jamaah.

Seorang nenek tua membawa tiga potong bungkusan yang salah satu bungkusan yang harus di bongkar pasang dan di pilih – pilihnya dalam waktu antri (singkat) untuk masuk keruang imigrasi betapa stres nya nenek itu, hampir 80 puluh tahun usianya, apa yang harus diutamakannya karena tas biru berlogo SAA telah penuh, 3 potong mainan unta oleh – oleh untuk sang cucu dia tinting kesana kemari mau dimasukkan memakan tempat , lagian takut kaki mainan unta yang dapat berjalan itu patah.

dscf0585Semua serba sibuk sembari menunggu antrian, mana yang masih bisa dimuat ke tas warna biru mana yang akan ditinggalkan, kasihan jamaah haji indonesia, pantas penilaian anggota DPR RI yang membidangi Haji mengatakan bahwa petugas haji masih raport merah.

Tidak ada alternatif lain selain mengikhlaskan secara paksa barang bawaan yang lain di lemparkan kegundukan barang-barang yang memang sudah menggunung.

“Alhamdulillah satu ekor unta mainan sang nenek dapat lolos masuk ke ruang tunggu, yang dua balik ke padang pasir” celetuk seorang jamaah berseloroh memberikan komentar saat sang nenek sudah masuk hanya membawa satu dari tiga unta oleh-oleh yang di beli nya saat berjalan menuju bus dari masjidil haram ke masjid Jin (Terminal Bus A) .

Jumiti, jamaah asal Batam mengikhlaskan satu buah tas nya tak dapat ikut masuk, “Enggak banyak lah bang ya sekaitar 80 real” ujarnya saat ditanya sekitar berapa nilai barang bawaan nya yang tak dapat lolos, “yang penting aku dapat air zam-zam ini” tambahnya ternyata dibalik bajunya dia membawa botol air zam-zam.

Kucing-kucingan antara jamaah dengan petugas SAA di pintu masuk tarik-tarik bungkusan kantong plastik yang terburai membuat fenomena tersendiri, hal ini kami sampaikan kepada Fery Barkah petugas penanggung jawab Handling di Debarkasi Batam saat mereka menerima ketibaan jamaah asal Batam , Fery berjanji akan menghubungi petugas dan atasannya di SAA dan akan menghubungi segera ke Jeddah ” Iya kami akan segera menghubungi SAA dan yang berkompeten karena kami hanya petugas handling di Batam” ujar Fery sembari memberikan nomor HPnya untuk di hubungi , karena nasib barang bawaan itu bagaimana kelanjutannya kami sangat membutuhkannya.

Puluhan ribu real pak Ismeth atau pak Maftuh Basyuni nilai barang yang terbuang percuma itu, cukuplah kloter 1 yang mengalamai nya, itulah hal  yang kami sampaikan kepada wartawan Batam TV saat di wawancarai setiba di Debarkasi Batam.

Beri lah informasi yang jelas tertulis kepada para jamaah kita yang lugu-lugu dan nerimo itu karena kata bapak-bapak itu termasuk dari cobaan dan harus bersabar.

Atau seperti India Air Line,  Italy Air Line yang persis di samping Gate  1 keberangkatan Bandara Jeddah  itu ada kounter untuk barang yang overload bisa di cargo kan, tidak dibuang begitu saja , diambil oleh petugas cleaning service Bandara Jeddah, atau sewaktu di hotel transsit diberitahukan dengan jelas jangan gambling dan ambigu, para jamaah bisa bersiap-siap menelepon kerabat yang lain untuk mengambil barang yang tak terbawa.

Para Gubernur, Pak Menteri Agama harus ada solusi , menurut ku itu bukan cobaan, bukankah hal-hal demikian ketidak siapan petugas haji indonesia ?

2 Tanggapan

  1. Assalammu’alaikum wrwb.
    Pak Haji Imbalo,
    Selamat Datang di atanah Air, semoga menjadi haji Mabrur.

    Thanks & Wassalam
    Ria

    Suka

  2. Salam kembali Pak Ria Saptarika

    Terimakasih sudah ngunjungi blog ku

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: