Mengejar Last Ferry


Land Rover pak Wahab dari Kulim Kedah Malaysia,  bernomor Thailand

Land Rover pak Wahab dari Kulim Kedah Malaysia, bernomor Thailand

Mungkin kecapean, dua hari terbaring, meskipun tak total tapi seluruh persendian rasa nya mau copot, Flu, bapak kecapean saja ujar Aries kepadaku sembari memijit telapak kakiku yang memang rada dingin.

Jumat (10/10) dengan pak Risman dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengelilingi pulau pulau, mengunjungi saudara suku laut muslim minoratis. Besoknya Sabtu (11/10) pagi setelah menjemput teman  yang isterinya mau praktek dokter gigi di Klinik Hang Tuah, lepas juhur aku  harus berangkat ke Johor Bahru, dan melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur, karena Ahad 12/10 ada Syawalan warga Muhammadiyah di Kuala Lumpur, di Kuala Lumpur acara dari pukul 9 sampai pukul 2 waktu setempat. Tak ada masaalah yang berarti baik di Stulang Laut sampai ke Larkin dan Pudu Raya di KL.

Sejak di bentuk setahun yang lalu, Pimpinan Cabang Istemewa Muhammadiyah (PCIM) Kuala Lumpur, aku belum pernah bertemu dan kenal dengan para pengurusnya, itulah sewaktu sms dari ustaz Wahab ada acara Syawalan , akh ini kesempatan bersilaturahmi batinku.

Nyaris Sabtu malam sampai pagi Ahad aku tak tertidur, di Mushalla di Pudu Raya Kuala Lumpur menjelang subuh kebetulan bertemu dengan ikhwan-ikhwan dari Narathiwat Thailand Selatan  yang akan ke Bandung. Pagi di jemput pak Wahab dengan Land Rover khas nya , langsung ke Taman Tasik TitiWangsa, di sana belum seberapa orang yang datang, lumayan jauh berjalan dari tempat parkir kereta ke tempat pertemuan, ada mas Zulfan, menyambut kami dengan sunyum khasnya, “belum pernah ketemu orangnya , tapi saya sudah baca blog nya pak” kata mas Zulfan kepada ku, sembari menjelaskan kalau dia yang meminta no HP ustaz Wahab , mereka pernah ketemu di Aceh sesama relawan saat Tsunami.

Aku rada gelisah dah hampir juhur acara belum ada tanda-tanda usai , malah tambah seru, maklum ini lah agaknya pertemuan pertama warga Muhammadiyah di negeri orang sedemikian ramainya, apalagi tak berama lama ada pemilihan umum. Hal – hal tentang pemilu pun ramai diperbincangkan.

Aku pamit setelah jedah Juhur, diantar Akhmad dengan motornya ke Pudu Raya, Akhmad budak Batu Pahat Johor datang menghadiri Syawalan itu tetap menahan ku agar semalam lagi di Kuala Lumpur, bukan aku tak mau karena senin pagi ada pertemuan di Asrama Haji Batam. Terakhir bertemu dengan Akhamd di Chiang Rai Thailand Selatan.

Tak ada Trans Nasional, Trans Nasional adalah Bus kebanggaan rakyat Malaysia, hari dah pukul 2 tengah hari, KL – JB di tempu selama 4 jam, karena Bus yang kutumpangi berhenti di beberapa tempat, sampai di larkin dah magrib, tak mungkin aku ke Stulang Laut, ferry Stulang Laut – Batam Center dah tak ada.

Kuputuskan lewat Singapura, dengan bus dari Larkin seharga 2,5 RM , bus express ini turun nya di Rochor road, melalui imigrasi di Johor Bahru , tak terlalu lama tetapi tetap berlari-lari, masih bisa menaiki bus yang tadi dinaiki dari Larkin, seandainya tidak pun kita bisa naik bus yang lain tetapi dengan perusahaan yang sama, hanya menunjukkan tiketnya.

Mungkin karena Ahad petang , magrib lagi, tiba di Woodland minta ampun antrian panjang sekali, aku tengok kekiri dan ke kanan, nyaris tak ada yang berkulit seperti ku disitu, hampir satu jam aku berdiri antri di imigrasi, enggak tahu apa sebabnya pasport ku tak bisa di scan, pakcik mesti ke Office ujar petugas imigrasi yang kulitnya hitam, memang ku lihat pasport hijau itu tetap tertolak saat dimasukkan sipetugas ke dalam scaner, aku sudah gelisa hari dah pukul 8.30 last Ferry Harbour Front ke Batam pukul 10 waktu setempat. Syukurlah scaner imigrasi itu dapat melaksanakan tugasnya, entah kenapa koq pada saat paspot ku jadi ada masaalah, enggak tahu dia kalau aku buru-buru mengejar ferry terakhir.

Ya ampun saat turun dari lantai atas pemeriksaan imigrasi ke perhentian bus masih di Woodland , orang berjubel lagi, untuk masuk ke lorong 170 bus yang membawa ke statiun MRT terdekat di Kranji, bekejar dan antri, Tiba di statiun MRT Kranji dengan membayar 3,20 $ Sin, perasaan ku agak lega, meskipun harus dua station lagi berganti kereta agar sampai di Harbour Front.

Tiba di HF, jam sudah menunjukkan pukul 21.35 menit, aku bekejar mengembalikan tiket MRT , biasanya nya uang kembalian sebesar 1 dollar tetapi kenapa sekarang hanya 20 sen, tak terlalu ku persoalkan, sembari berlari kecil menuju tempat pembelian tiket di lantai dua Word Trade Cnetre, ku tengok dah tak ada lagi kounter yang buka, hanya beberapa orang petugas imigrasi dan tukang sapu yang berbenah-benah.

“Masih ada pak di lantai tiga,  Batam Fast”,  kata seorang petugas yang berseragam biru, aku naik kelantai tiga tetapi tak ada satu pun tanda-tanda orang menjual tiket, aku turun lagi, ke lantai dua, “bukan sebelah situ pak” ujar petugas tadi, belok dulu ke kanan baru naik. Perempuan penjual tiket yang ada di Kounter Batam Fast tersenyum kepada ku, “wah bapak yang terakhir dah nak di closs” katanya, pulang pergi atau sekali jalan tambahnya lagi sembari meminta pasport ku. “Iya , baru hari ini kita pindah ke lantai tiga” jelasnya lagi. biasnya Batam Fast di lantai dua.

Kulihat dia berbicara melalui handy Talky , mungkin memberitahukan kalau masih ada penumpang terakhir yaitu aku. aku pun bekejar lagi ke tempat pemeriksaan , yang sudah terpasang pagar pembatas, tetapi dengan senyum petugas yang ada disitu membukakannya.

Senin  (13/10) petang selepas manasik haji dari Asrama haji Batam Center , kaki ku tak dapat digerakkan pegal sekali, panas lumayan tinggi , tensi 150 / 100 ,  Ciprofloksasin 2×1, Dextral 3×1, Pritacort 3x,1 paracetamol 3×1 tulis resep dokter Ery Rahman dalam sms nya. Itulah yang kuminum sehingga hari ini, aku dapat mem posting tulisan ini. Alhamdullilah

5 Tanggapan

  1. […] Mengejar Last Ferry October 16, 2008 3:21 pm admin Dari Blogger – Agreegator Dari https://imbalo.wordpress.com/2008/10/16/mengejar-last-ferry/ […]

    Suka

  2. Bang, andai saja pada Sbatu, 11/10/08 pukul 23.00 saya tak pulang ke Singapore, maka Insya Allah saya jumpa dengan Abang di acara syawalan 12/10/08.
    Saat itu, Jumat siang (10/10) saya dari Sg ke KL, jumpa teman di KL dan ia mengajak saya ke acara syawalan tersebut.
    Semoga lain kali kita bisa jumpa.

    Suka

  3. @chairul suhendra

    Datang lah ke Batam, dekat koq , aku jeput di terminal Ferry
    masih tertanya-tanya, dengan chairul ni yang mana satu, apakah pemuda temannya Shamin?
    salam

    Suka

  4. Sebenarnya saya agak sering ke Batam. Insya Allah dalam bulan depan akan ke Batam.
    Bang, saya ni orang Sumatra yang sedang mengadu nasib di Singapura dan berencana dapat tinggal di Batam di kemudian hari.
    Insya Allah saat ini istri sedang bersama ibu-ibu Aisyiyah mengembangkan pendidikan TK di Batam.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: