Kota-Kota Sombong di Indonesia yang Mengusir Rakyatnya


Jakarta,

Kalau pulang mudik membawa saudaranya  mukamu seperti tukul enggak usah ke jakarta ada perda yustisi siap menanti.

“Operasi yustisi akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepanjang tahun 2008. Bukan hanya pendatang tanpa identitas yang akan terkena sanksi, yang memberikan tempat tinggal tapi tidak melapor juga akan diberi sanksi.

“Siapa saja yang memberikan kesempatan izin tinggal wajib melaporkan. Kalau tidak melapor nanti ada sanksinya,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta Franky Mangatas, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2008).

Menurut Franky, operasi itu dilakukan sepanjang tahun bukan hanya setelah lebaran. Tahun ini Pemda sudah menggelar operasi yustisi sebanyak 10 kali. Jadi hampir setiap bulan ada operasi yustisi.

“Operasi itu akan diterapkan secara berturut-turut. Oktober ini rencananya akan dilaksanakan 2 kali yaitu pada tanggal 23 Oktober kemudian dilanjutkan seminggu kemudian dan akan dilakukan lagi secara terus menerus sampai bulan Desember,” kata Franky.

Lebih lanjut Franky mengatakan, secara operasional titik rawan akan terjadi di daerah-daerah yang cenderung menjadi tempat yang dituju oleh pendatang baru.

“Tempat-tempat yang kemungkinan dapat menampung pendatang baru seperti rumah kos, apartemen, tempat tenaga kerja. Kita akan minta petunjuk dari RT, RW, Lurah dan Camat untuk memberitahu keberadaan para pendatang,” tandasnya

Hati-hati mengadu nasib di Jakarta. Bagi pendatang yang tertangkap tidak memiliki kartu identitas dalam operasi yustisi alias operasi kependudukan akan dikenai sanksi tidak ringan. Sanksinya bui 3 bulan dan denda Rp 5 juta.

Ancaman sanksi itu disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta Franky Mangatas, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2008).

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta akan melakukan operasi yustisi yang rencananya akan digelar pada 23 Oktober 2008, serentak di 5 wilayah kota. Untuk pelaksanaannya akan dilakukan oleh Suku Dinas Kependudukan dengan instansi terkait termasuk dengan Dinas Trantib dan Dinas Sosial.

“Maksud dari operasi yustisi yang kita adakan merupakan kegiatan dalam rangka penegakan peraturan daerah tentang pendataan penduduk bagi masyarakat,” ujar Franky.

Menurut Franky, operasi yustisi digelar berdasarkan Perda No 4 tahun 2004 tentang Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil, Perda No 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum dan Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta NO 43 Tahun 2008 Tentang pengendalian dan penanggulangan Urbanisasi di Provinsi DKI Jakarta.

Apabila dalam pelaksanaan Perda didapati ada pelanggaran, akan ada sanksi yang menjeratnya. “Sanki operasi yustisi apabila tidak ada identitas, tempat tinggal tidak tetap dan tidak punya pekerjaan tetap dikategorikan sebagai penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) setinggi-tingginya 3 bulan penjara dan denda 5 juta,” ucapnya. Franky Mangatas itu orang mana ya?  ooo dia asli Betawi.

Franky menambahkan, dengan adanya operasi yustisi ini diharapkan disiplin masyarakat akan semakin bertambah. “Kesadaran untuk mematuhi dan memahami ketertiban perundang-undangan tentang administrasi kependudukan dan ketertiban umum akan semakin meningkat,” harap Franky

Bali,

KTP mu dilobangi, dan ditandai apalagi yang kesana pakai kerudung, kayak nya Bali itu luar negeri, luar negeri saja ke Malaysia misalnya tak seperti itu, lihat tayangan ANTV , mobil dari Banyuwangi jangan harap bisa seenaknya seperti sebelum ada BOM di Bali keluar masuk mencari penumpang. Dengarkan keluhan supir-supir yang mangkal di Ketapang. Diatas ferry penyeberangan . Begitupun yang datang dari Lombok. Sedikit-sedikit Bali itu mengancam mau memisahkan diri. Kalau yang datang itu ausi bukan main lagi, tak peduli menjadi pedofolia.

Batam,

Sejak diberlakukan nya Perdaduk entah sudah berapa miliar duit pendatang tak tentu rimbanya, di pelabuhan sekupang banyak joki KTP penjamin pendatang yang akan mengadu nasib di Batam. Kota ini dulunya pun hanya ribuan orang, siapa sih yang bukan pendatang?

Ketiga kota ini memang menjadi tujuan pencari kerja, baik kerja kasar maupun menjual diri, tapi kalau di pikir – pikir kan masih wilayah Indonesia tercinta, kecuali sudah terpisah, yang datang juga rakyatnya. Kalau begini mending Indonesia dibagi 17 bagian saja.

Kalau yang datang membawa extasi boleh enggak ya? karena di Batam banyak pabrik extasi.

Resto Halal di Batam


Hanya ada 3 Hotel yang mempunyai sertifikat halal dari sekian puluh hotel yang ada di Batam yaitu Hotel Pusat Informasi Haji (PIH), Nagoya Plaza Hotel dan Hotel Virgo. Selebihnya belum dan tidak mau mengurus sertifikat halal. Beragam alasan mereka, seperti Novotel Hotel misalnya belum bisa disertifikasi karena tidak bisa menyediakan pinggan dan fantri khusus untuk keperluan  itu.

Salah satu resto halal di Batam

Salah satu resto halal di Batam

Demikian pula dengan Restoran dan rumah Makan, banyak di Batam Rumah makan tertulis Masakan Padang, dengan lambang rumah gonjongnya sekali, tetapi si pengelola bukan lah orang Padang (Muslim) contohnya Rumah Makan Bintaro, Sederhana, Singgalang Jaya di Bandara Hang Nadim.

Ada beberapa Resto dan rumah makan yang sudah mengurus sertifikat halal, dan lebih banyak lagi yang belum bersertifikat, Restoran Kediri misalnya, resto yang terletak di Batam center ini adalah termasuk restoran yang pertama mengurus sertifikat halal, karena banyaknya karyawan Otorita Batam, Pemko Batam yang makan siang disitu, meskipun pemiliknya orang China dan ruang resto itu sering dipergunakan untuk kebaktian, tetapi pemiliknya peduli dengan sertifikat Halal.

Demikian juga dengan Resto Kak Dadut, makanan khas Bali seperti Bebek ini pun telah mendapat sertifikat Halal, ada juga Resto yang telah mendapat sertifikat halal tetapi dikembalikan lagi karena tidak dibenarkan menjual Bir sehingga kata pemiliknya setelah mendapat sertifikat halal pelanggannya berkurang seperti Rumah Makan Sanur, Resto ini ada juga membuka cabang di Bandara Hang Nadim.

Enggak di Batam saja, hampir di seluruh kota-kota lainnya banyak pengusaha non Muslim mengelola Resto dan Rumah Makan, karyawan dan tukang masaknya bisa jadi orang muslim, terkadang mereka sendiri yang memasak, terkadang pula kerjasama mengelola Resto pun acap dilakukan seperti Rumah Makan Saung Sunda Sawargi, dan Bandung Resto, yang menyediakan makanan khas Sunda sembari lesehan, H Edy Hardi sang pemilik telah membuka resto ini sejak tahun 2005, lumayan laris, bahkan resto ini sering dibuat untuk tempat resepsi pernikahan.

Bandung Resto dan Saung Sunda Sawargi terletak di Batam center keduanya pun telah memiliki sertifikat halal, entah apa masaalah Rumah Makan Saung Sunda Sawargi sekarang pinda ke daerah Pelita Regency Park, dan buka lagi di Top 100 Jodoh Batam, dan tempat lokasi lama Resto Saung Sunda Sawargi ini di kelola orang lain dengan nama yang lain Avalguna namanya, tentu saja belum mempunyai sertifikat halal, “Wah kaget saya dikirain masih resto yang lama ternyata sudah berganti pengelola, ada bir nya” celetuk pelanggan yang tak jadi makan disitu.

Bandung Resto masih tetap di Batam Center, di Bandara Hang Nadim hampir tak ada resto dan rumah makan yang mempunyai sertifikat halal, kecuali Rumah Makan Padang Salero Bandaro yang memang pemilik dan pengelolanya adalah orang Minang.

Di berbagai Bandara di Thailan tak sulit mendapatkan resto dan rumah makan yang mempunyai sertifikat halal, meskipun negara Gajah Putih itu mayoritas beragama non Islam.

Pusat Halal Center Universitas Chulalongkorn Thailand di Bangkok

Pusat Halal Center Universitas Chulalongkorn Thailand di Bangkok

Ibu Yuli yang merasa kaget karena bertukarnya pemilik dan pengelola resto tetapi masih di tempat yang sama, juga dialamai pelanggan BreadTalk yang tadinya punya sertifikat Halal, kini tak mau lagi memperpanjang sertifikatnya, susah , berbelit belit alasan manajemennya, toh banyak yang beli koq katanya. Lagian yang menentukan Halal dan tidak nya kan bukan MUI kata mereka.

Dalam ramadhan 1429 H yang baru saja berlalu, hampir semua resto dan hotel yang mempunyai resto jor-joran menawarkan makanan berbuka puasa, tapi hanya tiga hotel saja yang mempunyai sertifikat hahal, banyak pejabat, pengusaha Muslim yang tak peduli dengan ke halalan makanan yang di santapnya, kalau kata si pengelola dan sipemilik resto tak ada babinya ya sudah cukup dipercaya, “Kami Undang ke Restoran di Haorber Bay berbuka bersama”   , “Di Golden Prwoun”, “Di YongKee” , siapa yang bisa jamin tak ada angciau tak ada arak tak ada khamar dalam saus tiramnya? . Lha ada resto yang bernama Lingga di Nagoya Hill mencantumkan tulisan halal, saat masakan dimasak api angciau yang terbakar dari kuali yang sedang memasak hampir tingginya satu meter.

Kapan peduli kita ya dengan makanan yang halal dan toyib?

Kebakaran, Kebakaran , Kebakaran


Barata Mall ludes terbakar, miliaran rupiah hangus sia-sia

Barata Mall ludes terbakar, miliaran rupiah hangus sia-sia , sisa-sisa kebakaran dibiarkan saja hingga kini, entah menunggu apa, konon kabarnya asuansi?

Minggu pagi (5/11) satu lagi mall tua terbakar, Carnaval Mall dulunya yang lebih dikenal dengan My Mart, tapi sekarang sejak tahun 2003 Mall yang pernah cukup sukses dan terkenal di Batam itu hanya di huni oleh beberapa penjual komputer seken, dan digedung bagian belakang ada studio Hang FM , dan penjualan barang – barang seken dari jenis furniture. Mall ini pernah di Bom saat ada kebaktian malam Natal 25 Desember ribuan jamaat kucar kacir waktu itu, belum jelas hingga kini siapa pelakunya, tidak ada korban jiwa.

Dari tempat penjualan furnitur seken ex Singapura inilah sumber api yang meluluh lantakkan mall yang sudah tak diminati tenant itu lagi. Barang2 ex Singapura mereka borong, setelah sampai di Batam dipilah-pilah mana yang masih layak jual dan mana yang harus diperbaiki, jadi tak heran kalau sampah bekas serutan kayu, tumpahan tinner, kertas dan kain pembalut kursi berserakan, sama persis seperti saat Bengkong Seken terbakar,  dan dibelakang bangunan itulah prabot kantor dan rumah tangga itu diperbaiki.

Gedung tua digunakan tempat barang rongsokan, menunggu terbakar agaknya

Gedung tua digunakan tempat barang rongsokan, menunggu terbakar agaknya, bangunan ini persis di depan Barata Mall yang sudah ludes terbakar

Di Depan ada B Mart retail yang menjual produk halal, dan Bandung Resto juga restoran Halal, restoran ini cukup ramai pengunjungnya, tetapi di sebelah depan nya ada juga restoran tetapi tidak mempunyai sertifikat halal.

Tak jauh dari Carnaval Mall ada bangunan bekas Matahari Departemen store, bangunan ini pernah menjadi yang terluas se Indonesia untuk ukuran Matahari, kini di tempati dan di sewa oleh PT PLN Batam untuk tempat pembayaran rekening listrik, disebelahnya ada panggung yang sudah tak terawat , mungkin si pemilik nunggu-nunggu terbakar, agar asuransi nya bisa keluar celetuk orang yang sedang berdiri melihat asap yang masih mengepul di seputaran My Mart.

Gedung bekas Matahari Departemen Store, kini dipakai PT PLN Batam untuk tempat pembayaran rekening listrik, rawan kebakaran

Gedung bekas Matahari Departemen Store, kini dipakai PT PLN Batam untuk tempat pembayaran rekening listrik, rawan kebakaran

Di Depan ex Matahari ada Mall Barata namanya yang baru terbakar beberapa bulan yang lalu, masih terlihat bekas kebakaran tak diperdulikan oleh si pemilik, sudah beberapa bulan dibiarkan begitu saja.

Di Batu aji ada pertokoan di Aviari Batu Aji, pun terbakar beberapa bulan yang lalu, banyaknya kasus kebakaran di Batam dan minimnya sarana Mobil Pemadam Kebakaran, malah Pemko Batam sendiri tak punya armada sama sekali, kasus mobil pemadam kebakaran kini sedang bergulir ke pengadilan, mark up pengadaan, membuat beberapa pejabat terlibat, sedang di periksa KPK.

Walikota Batam yang hadir di tempat kejadian mengatakan mau memperkuat armada Kantor Pemadam Kebakaran dengan mengupayakan pengalihan aset Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) dari Otorita Batam.

Un Safe Condition , ada pompa pemadam kebakaran ada pipa hydrant tapi tak ada orang yang dapat mengoperasikan, terlihat di bangunan My Mart yang terbakar pipa merah dan selang di dalam kotak, hanya pajangan belaka.

Tak hanya di pusat-pusat keramaian seperti Mall, di Hotel-Hotel dan bahkan di Pompa Bensin sendiri pun hal ini terjadi, tidak semua operator dan orang yang bertanggung jawab dalam bahaya kebakaran terampil mempergunakan alat pemadam api ringan (APAR) misalnya. Kalau lah ada tersedia APAR saat api masih kecil dan langsung ditanggulangi bahaya kebakaran dapat dihindari.

Perlu ada nya pelatihan yang bekesinambungan, ini yang tak ada di Pemko Batam, tak terlihat dalam struktur organisasi di Pemko Batam untuk itu. Lha baru mulai mau memperkuat armada  kata Walikota. Tapi tak apalah pak Wali, pak Wali pun perlu mempelajari apa itu segitiga api, kita siap untuk berbagi pengalaman.

%d blogger menyukai ini: