Buku dan VCD Kaum Salibis Marak Lagi Di Batam


Sekolah Islam Hang Tuah Dikirimi Buku Sikap Hidup Kaum Injili

Amplop coklat berukuran 20 x 12 cm itu diserahkan kepadaku petang kemarin 17 September 2008, ada 3 keping prangko nilai 1000 an dua dan 2000 an satu, stempel pos yang tertera dari Jakarta tanggal nya tak jelas.

Ditujukan kepada Kepala Sekolah Islam Hang TUAH Jalan Ranai no 11 Bengkong Polisi kecamatan Bengkong , Kota Batam. setelah kubuka isinya sekeping vcd lebel nya tertulis Al Hijr (15) :47 : Yang Kuasa sudah ubahkan hati-keras Habib. VCD : 081314530520.

Dan sebuah buku berjudul Mengiringi Ahlul Surga …………. (..terus sampai ke Surga) Bacaan-penuntun bagi umat pencari surga. tertulis lagi : Buku ini bukan tentang agama, tetapi buku petunjuk bagi umat pencari surga yang bersungguh-sungguh. Tidak penting mengenal penulis buku ini : kebenaran dari buku ini saja diambil manfaatnya! pakai tanda seru lagi begitu yang tertulis disampul nya.

Buku kecil 20 halaman fotocopian ukuran 10 x 15 cm ini terdiri dari buku ke-satu yang berisi Siapa yang mampu menuntun ke Surga  isinya mengutip ayat-ayat Quran antara lain surah 19 : 71 diterjemahkan sekehendak penulis yang tak perlu menyebutkan namanya.

Beberapa tahun yang lalu buku-buku saku seperti ini marak dikirimi oleh kaum salibis kepada umat Islam di Batam, cetakan nya jauh lebih bagus dari yang sekarang. Mereka masih mencantumkan alamat penerbit meskipun dengan PO Box.  Isi nya enggak jauh beda ya tentang kebenaran Jesus dan menghujat Islam.  Bahwa Alquran itu tidak benar , bohong belaka.

Simanungkalit

Ketua MUI Batam KH Usman Akhmad, bersama beberapa tokoh Islam selepas sholat Jumat (19/9) di Masjid Raya Batam turut melihat rekaman VCD yang dikirim kaum salibis ini. Mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu ada seorang  bermarga Simanungkalit, karena menyebarkan buku seperti ini dihukum dalam penjara, Simanungkalit adalah  karyawan Otorita Batam, setelah keluar dia tidak bermukim di Batam konon kabarnya berada di Amerika.

Ternyata bukan Sekolah Islam Hang Tuah saja yang dikirimin paket ini, Sekolah Islam Permata Bunda pun mendapat kiriman yang sama.

Seri kedua buku Doa-Doa Ahlul Injiiili (dapat dibaca pada buku “Ketika Nafiri Berkumandang”) Saudara yang memerlukan buku “…..Nafiri …. ” dapat meminta agar dikirimi (cuma-cuma) dengan mengirimkan pesan sms kepada 081314530520.  Tetapi nomor HP yang dimaksud kami hubungi tidak diangkat, mungkin hanya menerima sms saja, dan sms yang kami kirimkan (tetapi bukan untuk minta buku Nafiri) menanyakan alamat pengirim buku dan VCD juga belum mendapat balasan.

 

Donor Darah di Bulan Puasa


Heeem…karena kemarin tensi agak tinggi, enggak jadi donor darah. Petang selasa 16 September 2008 selepas berbuka puasa, aku minta tolong dr Lando yang kebetulan praktek di klinik Hang Tuah untuk memeriksa tensiku, “Bagus koq tulang” katanya.  Dr Lando sehari-hari bekerja di Pusat Kesahatan Angkatan Laut Tanjung Sengkuang di Batam, siang disana malamnya bersama isterinya yang juga dokter gigi praktek di klinik Hang Tuah, karena di orang Batak dia suka memanggilku “Tulang “PMI Kekurangan Darah, Donor di Bulan Puasa

Tiba di Kantor PMI Batam sekitar pukul sembilanan malam, suster Desi petugas PMI disitu  terlihat senyum, kemarin mereka menganjurkan agar aku banyak mengkonsumsi timun, ya jadinya hampir setiap petang menu berbuka puasaku jus timun.

“Kemarin lumayan yang donor pak, stok hari ini (16/9) untuk golongan darah O ada 20 kantong” jelas Desi saat kutanya, karena tanggal 6/9 yang lalu stok darah golongan O hanya tinggal 11 kantong saja lagi. Sementra golongan darah B hampir 40 kantong.

Dua orang lelaki datang membawa surat rujukan dari Rumas Sakit Otorita Batam, memerlukan darah segera, “sebentar ya pak, saya layani yang minta darah dulu, yang donor belakangan gak apa apa kan?” kata Desi, karena memang aku yang lebih dulu datang kesitu. “Tak apa-apa ” jawab ku, terdengar pembicaraan Desi dengan kedua lelaki yang membawa surat rujukan tadi.

“Ini lelaki apa perempuan” tanya Desi sambil memperhatikan surat rujukan yang diajukan kepadanya “Perempuan ” jawab lelaki itu. “Biayanya seratus lima puluh ribu” ujar Desi lagi, sembari menjelaskan apa keberatan dengan biaya sebegitu untuk satu kantong dari yang diperlukan, tak jelas terdengar apakah 350 ml atau 250 ml. http://mariarina.wordpress.com/2008/09/15/setetes-darah-nyawa-sesama/ 

Kini giliran ku di tensi oleh Desi, sambil memeriksa tekanan di tensimeter, Desi menanyakan kartu donor, dan kapan terakhir donor. Akupun tak ingat kapan terakhir donor, sejak kepindahan PMI dari Rumah Sakit Budi Kemuliaan di kp Seraya ke Nagoya, kayaknya belum pernah donor.

Enggak sampai 10 menit proses transfer darah ini telah selesai, sekantong darah sebanyak 350 ml dari tangan kananku,  diatas meja  telah tersedia  2 butir telur, enam butir pil warna merah dan sekotak jus kacang kedelai. Aku dibuatkan kantu baru lagi karena kartu lama tak tahu entah kemana dan selembar kartu ucapan terima kasih.

  

Mohon Jawaban dari Bank Muamalat


Penulis : Harry Rahardjo (IP: 125.165.108.23 , 125.165.108.23)
E-mail : harryrahardjo@yahoo.com
URL    :
Siapa  : http://ws.arin.net/cgi-bin/whois.pl?queryinput=125.165.108.23
Komentar:
Waahh.. Alhamdulillah,.. 
Ahirnya ketemu juga Blog Bapak. Salut!

Boleh tanya tentang Bank Syariah, Pak?
Pernahkah bapak mengkaji secara mendalam praktek Bank Syariah?

Saya kebetulan nasabah Bank Muamalat Cabang Batam yang sedang bermasalah dengan Bank tsb.

Begini ceritanya;
Pada April 2006 saya mengagunkan rumah saya ke Bank Muamalat dan memperoleh kredit sebesar 150 juta. Oleh Bank Muamalat kredit ini di treatment sebagai Jual-Beli dalam Akad Al-Murabahah, yang isinya saya dianggap telah menjual rumah saya kepada bank Muamalat seharga 150 juta, dan saya wajib membeli kembali dengan harga 248 juta dengan cara mencicil dengan angsuran tetap sebesar Rp. 4,142,840,-  perbulan selama 60 bulan.

Apa artinya? Artinya Bank Muamalat telah mengambil margin sebesar 98 juta atau setara dengan 65,71%, dan dengan angsuran tetap sebesar Rp.4,142,840.- maka Bank Muamalat telah membebani saya setara dengan Bunga Flat 13,14% atau setara dengan Bunga Effektif 25,85%.

Memang Bank Muamalat dengan sistem Syariahnya tidak menerapkan sistem bunga. Mereka mengubah istilah bunga dengan istilah Margin. Tapi jika margin yang mereka patok ternyata lebih ganas daripada bunga, apakah hal ini malah tidak semakin memberatkan umat muslim yang menjadi nasabahnya?

Sekedar informasi di Bank Buana dan BII yang notabene adalah Bank Sekuler, justru lebih manusiawi dengan hanya mematok Bunga Flat antara 9% s/d 11% atau setara dengan Bunga Effektif 17% s/d 20% yang juga berlaku umum di Bank lainnya.

Cerita masih berlanjut;
Setelah saya mengangsur 20 kali, dan saya merasa kondisi saya semakin berat, saya bermaksud melunasi dan menutup rekening pinjaman tsb. Untuk itu saya datang menghadap Kepala Cabang untuk menanyakan Saldo Pinjaman Pokok yang harus saya lunasi.

Apa yang terjadi? Saya mendapatkan angka saldo yang  jauh berbeda dengan perhitungan saya sehingga saya menolak dan menanyakan validitas dan transparansi angka saldo tsb.

Saya disarankan membuat surat permohonan, tapi anehnya setelah saya mengajukan surat malah dibalas dengan jawaban yang sangat tidak masuk akal, yang mewajibkan saya membayar jumlah total 248 juta, padahal posisinya saya sudah mengangsur sebanyak 20 kali..

Tentu saja saya protes lagi dengan mengajukan surat kedua(2), tapi jawabannya malah saya masih diminta membayar dengan angka yang jauh lebih tinggi daripada angka saldo yang pernah dijelaskan ketika saya datang menghadap dikantor Bank Muamalat.!

Apa yang terjadi berikutnya?
Saya mengajukan protes dengan surat ketiga(3), tapi saya malah dijawab dengan Surat Peringatan! seolah-olah tidak pernah terjadi pertemuan maupun korespondensi sebelumnya….!

Apa tanggapan Bapak? Baik sebagai teman, sebagai pribadi yang bebas, sebagai sesama muslim, apalagi dalam kapasitas Bapak sebagai Ketua Lembaga Konsumen Muslim di Batam….?? Apakah perlu kasus ini diangkat ke publik?

Terimakasih,
Wassalam..

(Harry Rahardjo)

Koran Porno di Batam (2) Dan RUU RI Tentang Pornografi


“Iya pak” kata Farhan, sebaiknya gambar alat kelamin nya di kaburkan (samarkan), jangan jelas seperti itu, mengomentari gambar yang tertampil di Koran Porno di Batam.  Lha kalau menurut RUU RI tentang Pornografi ini Pasal 4
(1) Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi.

Pasal 30
Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebar-luaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

“Ngomong-ngomong belum ada komentar dari Posmetro pak” tanya Farhan lagi. Ya itu cuma ucapan terima kasih dari pak Rida K Liamsi kalau dia sudah dikabari di koran nya ada gambar seperti itu.

Jadi gambar alat kelamin (ko****) nya sudah dikaburkan Farhan, makasih ya.

Sebagaimana saran Farhan disamping blog nya keblog, aku bisa kena sanksi UU Pornografi?, RUU Pornografi ini akan disahkan tanggal 23 September 2008, Bali adalah daerah yang menentang keberadaan UU ini. Tetapi sebagian besar Ormas Islam mendukung segera di undangkan.
Dibawah ini kutipan dari http://detik.com RUU RI TENTANG PORNOGRAFI. 

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PORNOGRAFIDalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

1.Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

2.Jasa pornografi adalah segala jenis layanan pornografi yang disediakan oleh orang perseorangan atau korporasi melalui pertunjukan langsung, televisi kabel, televisi teresterial, radio, telepon, internet, dan komunikasi elektronik lainnya serta surat kabar, majalah, dan barang cetakan lainnya.

3.Setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.

4.Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun.

5.Pemerintah adalah Pemerintah Pusat yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

6.Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Pasal 2
Pengaturan pornografi berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan, kebhinnekaan, kepastian hukum, nondiskriminasi, dan perlindungan terhadap warga negara.

Pasal 3
Pengaturan pornografi bertujuan:
a.mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berkepribadian luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan;

b.memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlak masyarakat;

c.memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga negara dari pornografi, terutama bagi anak dan perempuan; dan
d.mencegah berkembangnya pornografi dan komersialisasi seks di masyarakat.

BAB II
LARANGAN DAN PEMBATASAN
(1) Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang memuat:

Pasal 4

e.persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;

f.kekerasan seksual;

g.masturbasi atau onani;

h.ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; atau

i.alat kelamin.

(2) Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang:

a. menyajikan secara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;

b. menyajikan secara eksplisit alat kelamin;

c. mengeksploitasi atau memamerkan aktivitas seksual; atau
d. menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsung layanan seksual.

Pasal 5
Setiap orang dilarang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).

Pasal 6
Setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), kecuali yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan.

Pasal 7
Setiap orang dilarang mendanai atau memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.

Pasal 8
Setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi.

Pasal 9
Setiap orang dilarang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi.

Pasal 10
Setiap orang dilarang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya.

Pasal 11
Setiap orang dilarang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagai objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 8, Pasal 9, atau Pasal 10.

Pasal 12
Setiap orang dilarang mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan, menyalahgunakan kekuasaan atau memaksa anak dalam menggunakan produk atau jasa pornografi.

Pasal 13
(1) Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi yang memuat selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) wajib mendasarkan pada peraturan perundang-undangan.

(2) Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan di tempat dan dengan cara khusus.

Pasal 14
Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan materi seksualitas dapat dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai:
a.seni dan budaya;
b.adat istiadat; dan
c.ritual tradisional.

Pasal 15
Ketentuan mengenai syarat dan tata cara perizinan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan produk pornografi untuk tujuan dan kepentingan pendidikan dan pelayanan kesehatan dan pelaksanaan ketentuan Pasal 13 diatur dengan Peraturan Pemerintah.

BAB III
PERLINDUNGAN ANAK
Setiap orang berkewajiban melindungi anak dari pengaruh pornografi dan mencegah akses anak terhadap informasi pornografi.

Pasal 16

Pasal 17
1) Pemerintah, lembaga sosial, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, keluarga, dan/atau masyarakat berkewajiban memberikan pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental bagi setiap anak yang menjadi korban atau pelaku pornografi.

2) Ketentuan mengenai pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

BAB IV
PENCEGAHAN

Bagian Kesatu
Peran Pemerintah

Pasal 18
Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib melakukan pencegahan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.

Pasal 19
Untuk melakukan pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Pemerintah berwenang:
a.melakukan pemutusan jaringan pembuatan dan penyebarluasan produk pornografi atau jasa pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet;

b.melakukan pengawasan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi; dan

c.melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun dari luar negeri, dalam pencegahan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.

Pasal 20
Untuk melakukan upaya pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Pemerintah Daerah berwenang:

a.melakukan pemutusan jaringan pembuatan dan penyebarluasan produk pornografi atau jasa pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet di wilayahnya;

b.melakukan pengawasan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi di wilayahnya;

c.melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam pencegahan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi di wilayahnya; dan

d.mengembangkan sistem komunikasi, informasi, dan edukasi dalam rangka pencegahan pornografi di wilayahnya.

Bagian Kedua
Peran Serta Masyarakat
Masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.

Pasal 21

Pasal 22
(1) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dapat dilakukan dengan cara:

a.melaporkan pelanggaran Undang-Undang ini;

b.melakukan gugatan perwakilan ke pengadilan;

c.melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pornografi; dan

d.melakukan pembinaan kepada masyarakat terhadap bahaya dan dampak pornografi.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dilaksanakan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pasal 23
Masyarakat yang melaporkan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) huruf a berhak mendapat perlindungan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

BAB V
PENYIDIKAN, PENUNTUTAN, DAN PEMERIKSAAN DI SIDANG PENGADILAN
Penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap pelanggaran pornografi dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang tentang Hukum Acara Pidana, kecuali ditentukan lain dalam Undang-Undang ini.

Pasal 24

Pasal 25
Di samping alat bukti sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Hukum Acara Pidana, termasuk juga alat bukti dalam perkara tindak pidana meliputi tetapi tidak terbatas pada:

a.barang yang memuat tulisan atau gambar dalam bentuk cetakan atau bukan cetakan, baik elektronik, optik, atau bentuk penyimpanan data lainnya; dan

b.data yang tersimpan dalam jaringan internet dan saluran komunikasi lainnya.

Pasal 26
(1) Untuk kepentingan penyidikan, penyidik berwenang membuka akses, memeriksa, dan membuat salinan data elektronik yang tersimpan dalam fail komputer, jaringan internet, media optik, serta bentuk penyimpanan data elektronik lainnya.

(2) Untuk kepentingan penyidikan, pemilik data, penyimpan data, atau penyedia jasa layanan elektronik berkewajiban menyerahkan dan/atau membuka data elektronik yang diminta penyidik.

(3) Pemilik data, penyimpan data, atau penyedia jasa layanan elektronik setelah menyerahkan dan/atau membuka data elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berhak menerima tanda terima penyerahan atau berita acara pembukaan data elektronik dari penyidik.

Pasal 27
Penyidik membuat berita acara tentang tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 dan mengirim turunan berita acara tersebut kepada pemilik data, penyimpan data, atau penyedia jasa layanan komunikasi di tempat data tersebut didapatkan.

Pasal 28
(1) Data elektronik yang ada hubungannya dengan perkara yang sedang diperiksa dilampirkan dalam berkas perkara.

(2) Data elektronik yang ada hubungannya dengan perkara yang sedang diperiksa dapat dimusnahkan atau dihapus.

(3) Penyidik, penuntut umum, dan para pejabat pada semua tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan wajib merahasiakan dengan sungguh-sungguh atas kekuatan sumpah jabatan, baik isi maupun informasi data elektronik yang dimusnahkan atau dihapus.

BAB VI
PEMUSNAHAN
(1) Pemusnahan dilakukan terhadap produk pornografi hasil perampasan.

Pasal 29

(2) Pemusnahan produk pornografi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh penuntut umum dengan membuat berita acara yang sekurang-kurangnya memuat:
a.nama media cetak dan/atau media elektronik yang menyebarluaskan pornografi;
b.nama, jenis, dan jumlah barang yang dimusnahkan;
c.hari, tanggal, bulan, dan tahun pemusnahan; dan
d.keterangan mengenai pemilik atau yang menguasai barang yang dimusnahkan.

BAB VII
KETENTUAN PIDANA
Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebar-luaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Pasal 30

Pasal 31
Setiap orang yang menyediakan jasa pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Pasal 32
Setiap orang yang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 33
Setiap orang yang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dipidana dengan pidana paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 34
Setiap orang yang mendanai atau memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp7.500.000.000,00 (tujuh miliar lima ratus juta rupiah).

Pasal 35
Setiap orang yang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Pasal 36
Setiap orang yang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Pasal 37
Setiap orang yang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Pasal 38
Setiap orang yang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagai obyek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dipidana dengan pidana yang sama dengan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 33, Pasal 35, Pasal 36, dan Pasal 37, ditambah 1/3 (sepertiga) dari maksimum ancaman pidananya.

Pasal 39
Setiap orang yang mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan, menyalahgunakan kekuasaan atau memaksa anak dalam menggunakan produk atau jasa pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Pasal 40
(1) Dalam hal tindak pidana pornografi dilakukan oleh atau atas nama suatu korporasi, tuntutan dan penjatuhan pidana dapat dilakukan terhadap korporasi dan/atau pengurusnya.

(2) Tindak pidana pornografi dilakukan oleh korporasi apabila tindak pidana tersebut dilakukan oleh orang‑orang, baik berdasarkan hubungan kerja maupun berdasarkan hubungan lain, bertindak dalam lingkungan korporasi tersebut, baik sendiri maupun bersama‑sama.

(3) Dalam hal tuntutan pidana dilakukan terhadap suatu korporasi, korporasi tersebut diwakili oleh pengurus.

(4) Pengurus yang mewakili korporasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diwakili oleh orang lain.

(5) Hakim dapat memerintahkan pengurus korporasi agar pengurus korporasi menghadap sendiri di pengadilan dan dapat pula memerintahkan pengurus korporasi supaya pengurus tersebut dibawa ke sidang pengadilan.

(6) Dalam hal tuntutan pidana dilakukan terhadap korporasi, maka panggilan untuk menghadap dan penyerahan surat panggilan tersebut disampaikan kepada pengurus di tempat tinggal pengurus atau di tempat pengurus berkantor.

(7) Pidana pokok yang dapat dijatuhkan terhadap korporasi hanya pidana denda dengan ketentuan maksimum pidana dikalikan 3 (tiga) dari pidana denda yang ditentukan dalam setiap pasal dalam Bab ini.

Pasal 41
Selain pidana pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (7), korporasi dapat dikenakan pidana tambahan berupa:
a.pembekuan izin usaha;
b.pencabutan izin usaha;
c.perampasan kekayaan hasil tindak pidana; dan/atau
d.pencabutan status badan hukum.

BAB VIII
KETENTUAN PENUTUP
Pada saat Undang-Undang ini berlaku, dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan setiap orang yang memiliki atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) harus memusnahkan sendiri atau menyerahkan kepada pihak yang berwajib untuk dimusnahkan.

Pasal 42

Pasal 43
Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang mengatur atau berkaitan dengan tindak pidana pornografi dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang ini.

Pasal 44
Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

PENJELASAN:Ayat (1)
Huruf a
Yang dimaksud dengan “persenggamaan yang menyimpang” antara lain persenggamaan atau aktivitas seksual lainnya dengan mayat dan binatang, oral seks, anal seks, lesbian, homoseksual.

Pasal 4

Huruf b
Yang dimaksud dengan ”kekerasan seksual” antara lain persenggamaan yang didahului dengan tindakan kekerasan (penganiayaan) atau mencabuli dengan paksaan, pemerkosaan.

Huruf d
Yang dimaksud dengan “mengesankan ketelanjangan” adalah penampakan tubuh dengan menunjukkan ketelanjangan yang menggunakan penutup tubuh yang tembus pandang.

Pasal 5
Yang dimaksud dengan “mengunduh” adalah mengalihkan atau mengambil fail (file) dari sistem teknologi informasi dan komunikasi.

Pasal 6
Yang dimaksud dengan “yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan” misalnya lembaga yang diberi kewenangan menyensor film, lembaga yang mengawasi penyiaran, lembaga penegak hukum, lembaga pelayanan kesehatan atau terapi kesehatan seksual, dan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan tersebut termasuk pula perpustakaan, laboratorium, dan sarana pendidikan lainnya.

Kegiatan memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan barang pornografi dalam ketentuan ini hanya dapat digunakan di tempat atau lokasi yang disediakan untuk tujuan lembaga dimaksud.

Pasal 10
Yang dimaksud dengan “mempertontonkan diri” adalah perbuatan yang dilakukan atas inisiatif dirinya atau inisiatif orang lain dengan kemauan dan persetujuan dirinya. Yang dimaksud dengan “pornografi lainnya” antara lain kekerasan seksual, masturbasi atau onani.

Pasal 13
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “pembuatan” termasuk memproduksi, membuat, memperbanyak, atau menggandakan.

Yang dimaksud dengan “penyebarluasan” termasuk menyebarluaskan, menyiarkan, mengunduh, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, meminjamkan, atau menyediakan.

Yang dimaksud dengan “penggunaan” termasuk memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki atau menyimpan.

Frasa “selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1)” dalam ketentuan ini misalnya majalah yang memuat model berpakaian bikini, baju renang, pakaian olahraga pantai, yang digunakan sesuai dengan konteksnya.

Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “di tempat dan dengan cara khusus” misalnya penempatan yang tidak dapat dijangkau oleh anak-anak atau pengemasan yang tidak menampilkan atau menggambarkan pornografi.

Pasal 14
Yang dimaksud dengan “materi seksualitas” adalah materi yang tidak mengandung unsur yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau tidak melanggar kesusilaan dalam masyarakat, misalnya patung telanjang yang menggambarkan lingga dan yoni.

Pasal 16
Ketentuan ini dimaksudkan untuk mencegah sedini mungkin pengaruh pornografi terhadap anak dan ketentuan ini menegaskan kembali terkait dengan perlindungan terhadap anak yang ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak.

Pasal 19
Huruf a
Yang dimaksud dengan “pemblokiran pornografi melalui internet” adalah pemblokiran barang pornografi atau penyediaan jasa pornografi.

Pasal 20
Huruf a
Yang dimaksud dengan “pemblokiran pornografi melalui internet” adalah pemblokiran barang pornografi atau penyediaan jasa pornografi

Insiden Pembagian Zakat pak Syaikon jadi Syaiton?


Haji Syaikon pengusaha sukses yang pelit, demikian kata tetangganya. Tak mendengar pendapat nasihat orang ali ali mau dapat pahala malah jadi Syaiton, 21 orang korban tewas terinjak dan terhimpit, belum lagi yang luka dan setengah mati. Apa agaknya yang ada di benak pak Syaikon, melihat mayat bergelimpangan dengan mulut mengeluarkan darah hampir semuanya wanita lemah, miskin.

Kasus pembagian zakat seperti ini acap terjadi, pembagian daging qurban, pembagian sembako. Entah mengapa para orang kaya itu lebih senang membagikan langsung uang atau zakat nya. Tahun lalu di Jakarta calon Gubernur waktu itu, membagi – bagikan uang di rumahnya, insiden seperti ini pun nyaris berlaku.    

Yaitu tadi krisis kepercayaan kepada lembaga yang menangani zakat, orang lebih yakin menyerahkan langsung zakat atau sumbangannya.  Pengalaman 8 (delapan)  tahun menjadi petugas Badan Amil Zakat Infaq dan Sadaqah (BAZIS) di Batam  hanya segelintir orang yang mau menyerahkan zakat nya ke badan bentukan pemerintah ini. Sebagian mereka menyerahkan zakatnya kepada badan amil zakat bentukan masyarakat (LAZ), yang seperti H Syaikon, justru lebih banyak.  

Saat Forum Zakat (FOZ) II di Batam, yang dibuka oleh Presiden Abdurahman  Wahid saat itu, sosialisai Undang Undang Zakat no 38 tahun 1999 sampai ke hari ini belum jelas lagi implementasinya, malah  rencana  revisi  UU yang tak Islami itu masih ditentang oleh Lembaga Amil Zakat.

ISO di BAZ Batam

Bagaimana caranya agar H Syaikon-H Syaikon lain percaya menyerahkan pengelolaan zakat, infaq dan sadaqohnya kepada badan yang memang dapat dipercaya. Mungkin BAZ Batam dapat di contoh kalau mereka sudah mendapatkan sertifikat ISO. “Wah kami sudah mendapatkan ISO lho pak” kata petugas badan amil zakat Batam, “Oiya” kataku sembari menanyakan berapa biaya untuk ISO nya. “Sekitar enam puluh juta rupiah pak” jawab nya lagi.

“Lha uang yang enam puluh juta itu masuk asnaf mana pak” tanya Aries Kurniawan kepadaku, aku senyum saja, katanya kan perlu transparansi, jadi perlu ISO, dan mereka petugas dari BAZ Batam itu akan mengaudit sekolah kami karena ada beberapa murid sekolah Islam Hang Tuah yang mendapat bantuan biaya sekolah dari BAZ kota Batam.

“Iya pak sesuai ketentuan ISO” jawab petugas itu tadi diperlukan data2 sekolah tempat anak yang disalurkan dana zakatnya. Entah apa pula maksud ISO mengetahui masuk ke lembaga zakat, ingat saat ISO masuk ke Pertamina Batam tak lama kemudian Pertamina Batam bubar.

Koran Porno di Batam


“Salam pak Rida mau lapor barangkali bapak enggak tahu, masak PosMetro halaman pertamanya memuat gambar alat kelamin (ko****)” , itu bunyi sms yang kutulis dan kukirim kepada pak Rida K Liamsi atau jika di balik menjadi Ismail Kadir nama aslinya, orang nomor satu di Riau Pos Group, yang masih jadi satu dengan Jawa Pos Group. Koran Maksiat?

Ya makasih infonya ya, salam balas pak Rida K Liamsi semenit kemudian, membalas sms yang kukirimkan.

Posmetro terbitan Minggu tanggal 14 September 2008, dihalaman Cover Strory nya mengupas tuntas tentang “onderdil” lelaki.

Nada Soraya ketua Kadin Batam ” Ya Allah kenapa sampai begitu. Sedih Saya.

Ustaz Ariyanto pengurus pondok pesantern Al Hikmah Dapur 12 santri ustaz AA Basyir dari ngeruki ini menyebutkan itu koran Yahudi.

Chatting dengan Ade Adran Syahlan Pemimpin Perusahaan PosMetro Batam tanggal 15 September 2008.

Instant messages are being archived on this computer.
View Full Archive (Alt+Shift+V)   Archiving Preferences (Ctrl+Shift+P)

imbalo iman sakti: bang ade koran mu itu koq tambah parah ya…………. masak gambar ko**** di depan
imbalo iman sakti: jangan diam aja bang ade .jawab dong
imbalo iman sakti: orang-orang dari masjid pada nelpon lho………..
imbalo iman sakti: jangan mentang mentang ketua PWI nya orang JPPN terus koran nya nulis kayak gitu dibiarin aja
imbalo iman sakti: aku sudah sms pak rida kalau halaman pos metro muat gambar ko****

Ade Adran Syahlan: Sy lg chat via hp pak
Ade Adran Syahlan: Mksh kritiknya. Pemred udh ditegur
imbalo iman sakti: kami mau lapor kan ke polisi
imbalo iman sakti: sudah keterlaluan mana bulan puasa lagi
imbalo iman sakti: dasar koran porno
imbalo iman sakti: besok aku mau ke Tiban biar aku tunjukkan sama anak nya bang ade kalau bapak nya kerja di koran yang kayak gini
imbalo iman sakti: yang muat gambar ko****
imbalo iman sakti: biar dia tanya kepada bapak nya
imbalo iman sakti: anak-anak pada ketawa ketawa ngeliat nya
imbalo iman sakti: koran perusak generasi
imbalo iman sakti: kami minta pos metro di tutup dan minta maaf
imbalo iman sakti: tengok lah besok gambar dari pos metro itu dah sampai di rumah.

http://batamdigitalisland.com/blog/?p=5942

imbalo iman sakti: masih di kantor han
Mohammad Farhan: mantap tulisannya pak
Mohammad Farhan: baru tau saya ada gituan di PM
Mohammad Farhan: saya ga niat baca PM.

Komentar Wartawan PosMetro yang suka nulis Brewok (tulisan porno)

“Bapak iki lho senengane mrotesi posmetro. Kita mah muka rambo, tapi hati tetep rinto. Tuh brewok hari ini nulis mahasiswa Islam yang sok hebat di makasar.

Gimana pak haji Rida K Liamsi?

Pak Suhdi dari Sidogedungbatu Sangkapura Bawean


Masih tetap sehat di usianya yang telah kepala delapan, itu lah pak Suhdi pria  yang berasal dari Sidogedungbatu Sangkapura Bawean.

Setiap hendak shalat ke masjid, pak Suhdi acap mampir ke warung Hang Tuah, yang memang berdampingan dengan masjid Nurul Hidayah di Bengkong Polisi Batam. Terkadang selepas Isya, apalagi di bulan ramadhan ini, waktu Juhur dan Asyar pun tak beliau lewatkan shalat berjamaah.

Air matanya selalu menitik saat bercerita kepadaku, “kalau aku mati, Man kau yang madiin aku ya” pinta nya kepadaku, dia memanggilku Man, singkatan dari namaku , kata-kata itu entah sudah berapa ratus kali diucapkannya. 

Kami bertetangga di Batam hampir seperampat abad, tak terasa sudah 25 tahun ngurusin orang yang meninggal dunia, waktu itu pernah sampai petang ada mayat bayi yang belum juga dikubur karena belum dimandikan, karena tak ada orang yang bisa mengurus jenazah, aku dengan pak Suhdi turun tangan. Sejak saat itu jadi langganan tetap pak Suhdi menjadi petugas Babul Khairat ngurusin fardu kifayah. 

Menurut pengakuan pak Suhdi dia tak dapat menulis latin, tetapi tulisan arab melayu dia bisa, kalau soal membaca surah Yasin dah teruji, satu jam bisa di tuntaskan nya 3 kali baca.

Siang selepas dari masjid dia mampir lagi ke warungku, aku jadi ingat tentang blog http://www.suwaritimur.blogspot.com/ bawean termenung, dan media bawean yang selalu memposting  tulisan ku yang menyangkut tentang bawean. Kenapa orang Bawean di rantau enggak mau pulang ke Bawean? ya salah satu nya pak Suhdi.

Pak Suhdi telah lebih setengah abad di rantau sejak meninggalkan kampung halamannya Sidogedungbatu Sangkapura tahun 1955, di desa kelahiran tak ada lagi siapa-siapa, itu yang membuatnya enggan pulang, tak ada lagi rumah , tanah pun sudah di jual untuk membiayai sekolah ke enam orang anaknya, Anak lelaki tertua nya seorang sarjana komputer, malah kini sudah master (S2) , menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi di Batam, Sarjana ekonomi,  ada yang Bidan, perawat , kesemuanya telah berkeluarga.

Pak Suhdi masih tetap tegar berjalan, meskipun agak perlahan, matanya nya pun masih awas, dulu untuk bacaan khotbah jumat di masjid kami, dia tulis sendiri, ya dengan tulisan arab melayu tadi, sekarang dia tak lagi mau menjadi imam shalat. Isteri tercintanya  Chosaima telah berpulang kerahmatullah 4 tahun yang lalu.

Setelah menikah dengan gadis dari Batusendi Pancur, Sangkapura pak sudi menjadi pemotong getah di Tanjung Pinang Riau, tetapi tahun 1980 dia ke Batam, menjadi pemangkas rambut, orang Batam yang pernah di potong rambutnya pasti ingat pak Suhdi awal pertama buka tempat pemotongan rambut di dekat pokok getah di daerah Jodoh, sekarang lokasi itu berdiri Hotel Harmoni.

“Mungkin aku orang Boyan yang tertua di Batam Man, semuanya sudah mati” katanya  sambil terisak 

Banyak cerita tentang pak Suhdi, banyak dia certia kepadaku, cerita tentang  Bawean, cerita tentang masa kanak-kanak nya ngaji di surau,  setiap cerita dia memelukku dan menangis, apalagi bila saat kami mengurusi jenazah, dia pasti menangis , “kapan lagi giliranku ya Man” katanya. 

Kalau ada petugas masjid yang marah – marah kepada anak-anak yang agak bandel dan nakal di masjid, selalu di protesnya, “aku lebih bandel lagi dulu dari pada dia” jelasnya, terkadang kata pak Suhdi orang lagi sujud “anu” nya ditariknya, karena di Bawean dulu orang jarang pakai celana dalam hanya pakai sarung saja.

Pernah anaknya yang nomor tiga datang menemuiku, menjelaskan kalau pak Suhdi tak mau tinggal dengan mereka, bukan kami tak mau ngurusin bapak katanya, maklum pak Suhdi sudah 80 tahun lebih usianya, dia masih masak sendiri dan tinggal sendiri di rumahnya,  jadi agak sensitif lebih sensitif dari biasanya.

Hem …. gimana dengan aku pikirku , punya anak 4 (empat) orang , pak Suhdi yang punya anak 6 (enam) orang aja sudah kesepian di hari tuanya, masing-masing dengan keluarganya, apalagi yang cuma punya anak 2 ya? Dua-dua nya jadi “orang” dan jauh dari kita. Benar kata pepatah “adat muda menanggung rindu adat tua menanggung ragam”    .

 Terimakasih untuk http://pulau-bawean.blogspot.com/2008/09/pak-suhdi-dari-sidogedungbatu.html yang telah mengkoreksi nama daerah pak Suhdi, karena nada dan ucapan pak Suhdi mengatakan Sangkapura itu terdengar seperti Sangkapora.

Beremma kanca tak bede pessena mulia ka Sangkapura. Katirian di Batam

 

Mudik Lebaran Bermotor


Email dari mas Sudadi Semarang  http://www.sudadi.wordpress.com

Ass Wr Wb, salam kenal Bang Imbalo. Mari berdoa bersama buat saudara kita yang akan mudik berlebaran, semoga selama dalam perjalanan selamat sampai tujuan, bertemu dengan orang2 yang dicintainya. mereka adalah “pahlawan” keluarga yang mengadu nasib di ibukota.Inilah potret
negeri kita yang belum bisa menciptakan pemerataan lapangan kerja, sementara orang masih menganggap jakarta sebagai tempat yang bisa menjanjikan untuk merubah nasib.

Situasi Batam bagaimana ? Apakah Bang Imbalo juga ikutan mudik atau asli Batam ? Selamat menunaikan ibadah puasa. wassalam Sudadi wong semarang. 

—– Pesan Asli —-
Dari: sudadi sudadi <sudadi.sumer@gmail.com>
Kepada: imbalobatam@yahoo.co.id
Terkirim: Minggu, 14 September, 2008 00:14:48
Topik: komen mudik bermotor

Alaikum salam

Situasi di Batam sekarang tidak seperti 20 – 30 tahun yang lalu, dulu,  kalau lebaran seperti ini, pulau nya agak terangkat (karena orang-orang nya pada mudik), maklum beban nya agak ringan kali ya he he he he…..

Tapi sekarang yang datang dan yang pergi kayak nya seimbang, contoh nya aku, anak ku yang di Surabaya kalau pulang mudik nya ke Batam, begitu juga yang di Jogja juga pulang mudik nya ke Batam.

Lah dulu aku pulang mudik ke Medan, karena orang tua ku masih hidup, sekarang aku dah jadi kakek-kakek ya nungguin cucu-cucu yang datang sowan, kerumah ku, biasa “ngarapin” salam tempel dari kakek nya.

Kalau aku rindu mau pulang ke Medan eee malah mereka protes enggak ada ompung Imbalo, gak asyik lah hari raya nya….terus cucu-cucu ku mau pulang mudik ke mana , bapak dan ibu nya lahir nya di Batam.

Jadi Fenomena mudik ini kayak nya menurut ku satu dua generasi………… kalau udah generasi kedua apalagi ke tiga , kemana dan dimana orang tuanya ya ketempat itu lah dia mudik.

Ibu dan Bapak ku asal nya dari Tapanuli Selatan tinggal nya di Medan, nah aku kan enggak pernah pulang mudik ke Tapanuli Selatan, karena sejak mengingat tak kenal dengan kakek ku lagi, ya itu merantau ke Batam (Riau) bekerja sampai pensiun disini … ya pulang hari raya ke Medan.

Abang ku tinggal nya di Sunter Jakarta, anak nya ada yang di Buring Satelit Malang, ada yang kerja di Kertoso, dan ada yang di Batam, itu kalau lebaran pada ngumpul di Jakarta, karena anak nya yang lain lebih banyak di Jakarta. 

Sekarang anak ku enggak pulang mudik ke Medan malah pulang nya ke Batam…………

Coba ….mas Sudadi…. kalau Batam itu kan cuma kota kecil,  terus Medan itu kota terbesar ke tiga di Indonesia, kalau dari Batam ke Medan itu yang lebih udik yang mana ya?

Apa pantas orang pulang dari Batam ke Medan dibilang Mudik?, katanya mudik itu asal kata dari udik……… akh gak tau juga…….tapi kayak nya penafsiran mudik itu mungkin adalah ngunjungi atau silaturahmi sama orang tua, atau orang yang dituakan . enggak kira lah dari Surabaya, atau dari Jakarta.

Oiya Mas Sudadi , dulu tahun 60 an sebelum G30S PKI kami tinggal nya di Kuala Besilam, Langkat, Tanjung Pura masuk Kabupaten Langkat Sumatera Utara….. bingung ya…. 60 KM dari Medan, dikenal tempat tareqat Naqasabandiyah,  lebih dekat ke Pangkalan Berandan tempat kilang minyak Pertamina pertama di Indonesia, aku punya teman sekelas namanya Sudadi.

Lha aku jadi ingat karena rumah kami berdampingan persis, setelah G30S meletus, kami berpisah karena orang tuanya tak tahu entah kemana, kami pun pindah ke Medan, karena orangtua lelaki  meninggal di sana, waktu itu setiap buruh karyawan di sana mendapat kan tanah untuk dijadikan kebun atau sawah, tetapi syaratnya harus masuk jadi anggota partai. Konsekuensinya kalau tak mau masuk partai tak dapat tanah garapan, dan secara halus disuruh hengkang dari sana.

He he he jadi ingat masa lalu. salam ya sam Mas Sam Broadcasitng si tukang buat TV Rakitan kalau jumpa.  

Saus Tomat Sambal Ala Bistro Godiva Batam


Bistro Godiva di Mega Mall Batam Center, tak hanya menjual dan menyugukan kopi tetapi juga menjual makanan cepat saji, ada bakso dan makanan lain yang memerlukan tambahan saus disitu, mungkin agar lebih kreatif sang manajer yang masih muda yang mengelola Bistro  Godiva itu membuang lebel saus tomat dan saus Cabe dari botol saus yang sebenarnya yaitu INDOFOOD.

Padahal perbuatan itu dilarang oleh Undang-Undang lho. Label INDOFOOD dirubah menjadi label Bistro Godiva, tidak dari segi perlindungan konsumen saja, dari segi Hak Cipta pun Bistro Godiva ini telah melanggar aturan.

Masih memakai botol Produk INDOFOOD, sambal dan saus tomat itu di beli dalam parti besar kemudian dimasukkan kembali ke dalam botol yang berlogo INDOFOOD, proses refill seperti itu juga dilaksnakan oleh produk kecap cap prenjak produksi Tanjung Pinang, botol yang mereka pakai adalah botol bekas minuman TIGER.

Stiker yang di tempel di lebel botol INDOFOOD itu menurut sang manajer  sudah mendapat izin dari distributor yang ada di Batam. Sayang nya sang manajer  yang kami temui tak dapat menunjukkan bukti ada surat tertulis antara Bistro Godiva dengan INDOFOOD, “hanya persetujuan lisan saja” ujar sang manajer .

Bagaimana INDOFOOD ?

Ini lah tampang sang manajer Bistro Godiva itu.

Restoran Yang Mencantumkan Logo Halal Tapi Tak Punya Sertifikat Halal


Berani-berani mencantumkan logo halal, tapi tak mempunyai sertifikat halal, hati2 lho bisa kena denda 5 miliar rupiah atau kurungan 2 tahun penjara, itu melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen no 8 tahun 1999 pasal 8 item h.

Buat Iklan berbuka bersama di koran mencantumkan logo halal, tetapi tak berproduksi secara halal, namanya mengelabui masyarakat. hukuman nya miliaran rupiah.

Marak iklan berbuka bersama di restoran dan hotel-hotel berbintang. tetapi restoran dan hotel itu tak mempunyai sertifikat halal, hanya 3 hotel di Batam yang mempunyai sertifikat Halal, yaitu Hotel Haji , Hotel Nagoya Plaza, Hotel Virgo. lainnya diragukan kehalalan nya , tetapi ramai lho orang muslim yang makan dan berbuka disitu, pak haj, dan buk haji yang pagi nya berpuasa makan enak disitu.

 

 

%d blogger menyukai ini: