Joki Zakat dan Berbuka Bersama di Bulan Ramadhan


Anak-Anak Pulau sekitar Batam , orang Batam menyebut nya hinterland...nyaris tak terjangkau buka bersama sebagaimana rekan-rakan nya di Batam.

Anak-Anak Pulau sekitar Batam , orang Batam menyebut nya hinterland...nyaris tak terjangkau buka bersama sebagaimana rekan-rakan nya di Batam.

Di Bulan Ramadhan ghirah orang bersedekah meningkat, ada dalam bentuk berbuka bersama, ada acara sumbangan ke panti-panti asuhan, memberi makan anak yatim, orang miskin, orang jompo.

Sejak menjelang Ramadhan lagi yaitu diakhir bulan Sakban, sudah mulai banyak orang-orang bersedekah memanggil anak yatim atau anak yang kurang mampu kerumahnya, biasanya anak yatim dan anak yang kurang mampu ini didatangkan dari beberapa panti asuhan.

Setelah di beri makan, terkadang pulang nya diberi sangu uang di dalam amplop, ada yang diberikan langsung kepada sia anak, terkadang juga kepada pengurus atau orang yang membawa rombongan anak yatim dan kurang mampu tadi.

Di Batam ada 20 panti asuhan yang terdaftar di Dinas Sosial, beragam asal anak yang tinggal di panti-panti yang ada di Batam,  ada yang memang orang tuanya tinggal di Batam ada yang di pulau sekitarnya dan ada yang memang tidak punya keluarga sama sekali.

Dari 20 panti itu tidak semua mempunyai panti khusus (rumah), ada yang belum mempunyai panti tetapi mempunyai sekolah, jadi sekolah mengurusi anak yatim kurang mampu disekolahkan disitu tetapi masih tinggal dengan orang tuanya. Tetapi ada pula panti asuhan tak punya sekolah, anak-anak yang tinggal disitu disekolahkan diberbagai sekolah yang dekat dengan panti itu berada.

Kalau sudah bulan ramadhan anak-anak panti ini acap di undang untuk buka bersama, terkadang sehari bisa 3 kali datang undangan. Apalagi saat sekarang ini banyak tokoh-tokoh politik yang tiba-tiba datang ghirahnya menyambangi anak yatim dan kurang mampu, besok nya gambar anak yatim dan kurang mampu tadi berikut si tokoh masyarakat dan tokoh politik ini sudah nongol di Media massa.

Ustaz Yanto misalnya pengurus pesantern Al Hikmah Dapur 12, diminta menyiapkan anak sebanyak 47 orang untuk dibawa memenuhi undangan PT PLN Batam, sementara siswa didiknya sebagian besar sudah pulang, yang tinggal di pondok hanya anak guru yang kebetulan tidak pulang kampung, tak lama kemudian datang lagi telpon dari PT Panashonic, kebutuhan anak yatim dan kurang mampu untuk PLN saja sudah didatangkan dari Pulau Seraya, lha ini ada permintaan lagi. Terus siapa yang disiapkan untuk itu?.

Kenapa pemberi sedekah, infaq atau pemberi makan itu jor-joran di bulan ramadhan saja? Yakh mungkin karena pahala nya berlipat ganda, yakh memang  mungkin barangkali sudah sampai nisab hartanya di bulan ramadhan, kayak pak Syaikon di Pasuruan memberi zakat sampai memakan korban puluhan orang meninggal.

“Kemarin waktu pak Gubernur Ismeth Abdullah datang ke Masjid Nurul Hidayah di Bengkong Polisi, anakku dapat amplop besarnya rp. 50.000,- namanya anak-anak, karena disitu ada anak yatim dan kurang mampu yang diundang dalam acara kedatangan pak Gubernur ini, dia pun mendapat amplop karena kebetulan berdiri di dekat rombongan anak yatim dan kurang mampu”  kata Ibu Rautik. “Lha orang bapak ibu nya masih hidup koq”  tambahnya lagi.

Puluhan tahun yang lalu hal seperti ini pun sering terjadi, sakin susahnya untuk memenuhi undangan berbuka bersama dengan anak yatim dan kurang mampu, siapa saja yang mau ikut menghadiri acara itu ya dibawa saja. Ongkos di tanggung si panitia, “Kemarin aku dapat sejuta pak” kata pak M Isa dia membawa rombongan anak-anak kerumah seorang mantan pejabat.

“Hei ikut enggak, ada buka di Hotel” kata seorang anak membuka pintu warnetku mengajak anak-anak yang sedang main game, “Hotel mana” tanya seorang anak lagi, ” Di Bengkong Laut” . Bergegas mereka pergi,  pukul 21 an anak-anak yang tadi pergi berbuka datang lagi, saat kutanya dapat berapa, mereka jawab cuma dapat makan saja, biasanya minimal limapuluh ribu rupiah ada salam tempel dari si pengundang, kalau menurut pak M Isa bisa jadi sumbangan tidak diberikan kepada si anak, tetapi langsung kepada si pembawa atau pengasuhnya.

Saya yakin tak ada data valid di dinas sosial berapa anak yatim dan kurang mampu di Batam, termasuk di pulau-pulau disekitaan Batam, berapa panti asuhan yang benar-benar mengasuh anak yatim dan kurang mampu. Dan celaka nya lagi hal joki dalam menerima zakat atau berbuka bersama ini bukanlah baru-baru ini saja, anak yang sedang asyik bermain game itu tak tahu sudah berapa kali dia ikut buka bersama dan berapa banyak duit yang diterimanya.

“Kalau saya tahu pak saya marah anak saya”  kata Ibu Tuti, tapi anak nya diajak dan buk Tuti tak tahu. Kasihan anak-anak yang memang benar-benar membutuhkan bantuan , sedekah atau apalah namanya tidak tepat sasaran. Lagian mengapa harus satu bulan di bulan ramadhan saja orang-orang kaya atau orang  yang merasa kaya ini bersedekah, padahal anak yatim dan kurang mampu yang sebenarnya membutuhkan biaya hidup 12 bulan.

Datalah , periksalah, apakah benar-benar anak-anak yang diberi itu benar-benar anak kurang mampu , kalau pun dia yatim dan kurang mampu sudah berapa puluh kali dia dapat sumbangan yang sama dalam satu bulan? , pertanyaan lain siapa yang memeriksa lembaga atau pengelola panti yang mengatasnamakan anak yatim dan kurang mampu tadi.

Bagaimana di tempat anda ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: