Batam Selalu Menunggu “Limpahan” Dari Singapura


Dibawah ini adalah kutipan dari beberapa koran yang terbit di Batam tentang limpahan turis dari Singapura, turis yang akan datang ke Batam itu karena disinyalir Hotel-Hotel di Singapura tak mampu menampung lonjakan turis yang datang ke Singapura dalam event – event yang diadakan di Singapura seperti Judi Kasino yang segera beroperasi, Formula F 1 yang segera digelar dimalam hari.

Batam pun berbenah diri, sampai-sampai seorang pejabat teras Pemko Batam membisikkan, jangan sampai limpahan turis dari Singapura itu tak selesa di Batam , sehinggalah malam-malam ramadhan di Batam di korbankan. Kenapa dikorbankan?, di Batam agak aneh sedikit, meskipun di Tanjung Pinang kota tetangganya yang masih dalam wilayah kepulauan riau untuk malam-malam selama ramadhan tutup total di Batam ada istilah buka tutup untuk tempat hiburan,  jadi keputusan Pemko Batam untuk hanya menutup beberapa hari saja tempat hiburan salah satunya adalah mengantisipasi limpahan turis tadi.  https://imbalo.wordpress.com/2007/11/25/judi-di-temasek-singapura-imbas-terhadap-batam/

Tapi sayang disayang Singapura itu cerdik dan licik, mana lah mau mereka melepaskan peluang itu mereka telah mengantisipasi dan telah menyiapkan segala sesuatunya. Kasihan Batam selalu menunggu limpahan dari singapura, dulu jaman Habibie masih berkuasa pun Batam diharapkan menjadi tempat limpahan alih kapal yang sudah tak tertampung di Singapura , begitu juga perakitan elektronik.

Di singapura yang akan membuka Kasino, Batam pun ikut sibuk, karena Batam akan mendapat limpahan dari orang-orang yang berjudi di Singapura.  Yang ada Batam hanya rutin mendapat limpahan LIMBA BAHAN BERACUN BERBAHAYA, setipa bulan pasti ada kapal yang membuang limbah nya di perairan Batam, itu yang ketangkap, yang tidak? , jelas sering terlihat bekas buangan minyak kotor dari kapal tenker mengotori dan melekat dibibir pantai di pulau-pulau sekitaran Batam.

Meresahkan nelayan, membunuh biota laut Batam, kasus kapal Tenker Natuna Sea sampi kini tak jelas ujung pangkalnya.

Simak Humor ala Gusdur tentang Singapura

Jangan Ikut Singapura

Seusai mengikuti rangkaian KTT Asean dan KTT Asean + 3 (Cina, Jepang dan Korea Selatan), Gus Dur memuntahkan kejengkelannya di depan seratusan warga Indonesia, di Kedubes RI di Singapura. Lee, yang datang menemui Gus Dur di kamar hotelnya, ternyata tidak mendukung gagasan Gus Dur memperluas keanggotaan ASEAN dengan melibatkan Timor Timur, Papua Nugini, dan Selandia Baru.

Lee Kwan Yew, menurut Gus Dur, malah juga secara terbuka menyebut bahwa dirinya sebentar lagi akan turun dari jabatan presiden.

Menurut Gus Dur, ketika ia menyebut gagasan perluasan Asean itu kepada Lee,  “Dia menolak. Dan biasanya, kalau dia menolak, yang lain menolak. Ya, sudah. Kalau begitu, kita bentuk pakta baru. Mungkin kita namai Forum Pasifik Barat.”

Dan gagasan itulah yang ia lontarkan dalam sidang KTT ASEAN. Alasan pembentukannya, menurut Gus Dur, karena ASEAN selama ini tidak menunjukkan solidaritasnya pada negeri-negeri kecil di kawasan Asia Tenggara seperti Timor Timur dan Papua Nugini.

Turis Asing Batal Masuk Batam

BATAM, TRIBUN – Impian Batam untuk mendapatkan tumpahan wisatawan even Grand Prix F1 sirna sudah. Para wisatawan tidak akan masuk ke Batam.

Oleh karena itu, Dinas Pariwisata Batam membatalkan konser jazz. Rencananya konser ini diharapkan menjadi penarik wisatawan asing.

Kepala Dinas Pariwisata Batam Raja Muchsin menyebut, pihak Singapura akan menggunakan empat cruise (kapal pesiar) untuk menampung  penonton yang tidak tertampung di hotel Singapura.

Muchsin mengatakan ada 38 ribu kamar hotel di Singapura. Apabila penonton sebanyak 40 ribu yang tersisa hanya 2.000 orang. Mereka akan ditampung di  empat cruise milik Singpura.  Dua kapal pesiar itu yakni Virgo Star dan Libra Star bisa mengakomodir sebanyak 3.000 orang.

Raja Muchsin dan Ketua Tim Visit 2010 Rahman Usman akan berangkat ke Jakarta untuk menunda konser Jazz tersebut dan akan diganti dengan  konser lain yang cocok untuk orang Asia. “Kami dulu merancang konser Jazz karena kita yakin  orang Eropa akan banyak menonton F1 apalagi dalam perencanaan semula ada limpahan sekitar 4000 orang bakal  menginap di Batam. Tapi setelah mendapat konfirmasi dari Singapura, penonton F1 yang tidak terakomodir di Hotel akan disediakan di kapal pesiar,” kata Muchsin.

Dengan batalnya penonton F1 menginap di Batam, konsorsium yang selama ini sudah melakukan persiapan tentu mengalami kerugian. Apalagi mereka bolak-balik ke Singapura untuk melakukan lobi-lobi agar penonton F1 bisa menginap di Batam. “Mereka tentu rugi tapi yang namanya jualan tentu akan ada rugi dan untung,” jelas Muchsin.

Ia menyebut untuk menggaet wisatawan  masuk ke Batam, Disparbud akan membuat konser Kenduri Seni Melayu dan Gebyar Nusantara sekitar November mendatang. Konser tersebut sasaran utamanya wisatawan Singapura karena dari 80 ribu wisatawan per bulan yang masuk ke Batam sebanyak 50 persen di antaranya warga negara Singapura.(hat)

Singapura Gagalkan Batam Curi Wisman

BATAM (BP) —Kapal wisata yang disediakan Pemerintah Singapura menggagalkan usaha Batam ”mencuri” wisatawan mancanegara (wisman) dari limpahan penonton Formula 1 dari Singapura. ”Pemerintah Singapura menyiapkan empat kapal wisata yang bisa menampung ribuan penonton F1,” kata Direktur Promosi Dalam Negeri Dirjen Pemasaran Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Fathul Bahri, Jumat.
Sebelumnya, pengusaha wisata Kota Batam berharap mendapatkan limpahan tamu dari penonton F1 Singapura, karena Singapore Tourism Board (STB) menyatakan negara pulau itu tidak bisa menampung sekitar 8.000 penonton.
Fathul Bahri mengatakan, Batam tidak akan kedatangan limpahan penonton F1 karena seluruh pengunjung acara balap tersebut sudah tertampung di empat kapal wisata yang disediakan pemerintah Singapura.
”Mereka tidak mau rugi,” katanya. (rob/ ant)

 Singapura Dramatisir Limpahan F1

BATAM (BP) – Pelaku wisata Batam harus banyak belajar dengan Singapura karena negara Singa itu berhasil mendramatisir ada limpahan penonton F1. Sehingga Indonesia, Batam pada khususnya turut serta mempromosikan event tersebut.
Menurut Jadi Rajagukguk dari Batam Tourism Board (BTM), harapan Batam untuk mendapatkan limpahan 8 ribu penonton F1 yang tak tertampung hotel di Singapura itu gagal, karena Singapura sudah menyiapkan empat kapal pesiar.
Pengusaha di Singapura, melihat ajang F1 ini sebagai peluang dan pengusaha kapal pesiar memanfaatkan peluang tersebut. Selain itu, kata Jadi, limpahan tersebut bukan hanya di Batam, tetapi juga dinikmati Johor Bahru.
”Namanya juga limpahan. Sepanjang pihak Singapura mampu menampung jumlah penonton F1, dengan cara apapun sah-sah saja. Yang penting, kita bisa mempelajari strategi Singapura mampu mem-blow up seakan-akan terjadi limpahan penonton. Sehingga, menggugah peran aktif pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk mempromosikan F1 itu,” kata Jadi.
Secara tak langsung, tutur Jadi, Indonesia dan Malaysia diajak membantu mempromosikan dan menjual tiket F1.

Karena Singapura menargetkan penonton utama F1 itu dari Indonesia dan Malaysia.
Jadi mengatakan, Singapura menjadikan Batam sebagai pintu masuk Singapura. ”Kalau memang saat ini belum ada penonton F1, dari negara luar yang tinggal di Batam, sudah jelas penonton belum berlimpah. Singapura masih mampu mencari alternatif lain jika terjadi limpahan,” tutur Jadi.
Paling tidak, Singapura berhasil mendramatisir bahwa akan terjadi limpahan penonton F1. Sehingga menggugah negara tetangga. Hal ini, jelas Jadi, berbeda dengan pelaksanaan F1 di Malaysia yang promosinya biasa-biasa saja. ”Sekali lagi, kita memang harus berguru strategi dengan Singapura. Namanya juga limpahan. Jangan-jangan, belum ada limpahan,” kata Jadi.
Harusnya Visit Indonesia 2008, lanjutnya, harus dibuat seperti itu. Harus ada event internasional yang digemari warga negara asing yang bisa dijual. ”Kita jangan menyalahkan Singapura, tetapi menjadikan partner. Karena Batam dan Singapura memiliki banyak kepentingan,” imbuh Jadi. (rob)

Citilink : Berburu Tiket Murah Batam-Surabaya-Batam


Ruang kedatangan Bandara Internasional Hang Nadim di Batam masih  terlihat sepi tanggal 23 September 2008 pukul 12.30 wibb.

Mungkin karena kurang nya penumpang dari Surabaya ke Batam hingga ke hari ini 23/9 harga tiket citilink Batam Surabaya rp. 99.000,- tambah tax dan lain lain total semuanya sebesar rp. 333.000,- murah sekali, dibandingkan dari Batam ke Surabaya harga dasar nya rp. 1.008.000,- ditambah tax dan lain-lain menjadi sebesar rp. 1.360.000,-

Jadi juga Jogie, anakku pulang ke Batam, libur kuliah hanya dari tanggal 27 september 2008 sampai tanggal 06 Oktober 2008, tiket dari Surabaya – Batam sudah di pesan jauh-jauh hari https://imbalo.wordpress.com/2008/09/06/citilink-dan-air-asia/ , tetapi untuk Batam – Surabaya ….tunggu dulu, biasa,  masih cari-cari dulu, apakah ada yang lebih murah, yakh kalau tak ada alternatif lain mungkin sampai Jakarta dengan pesawat Jakarta – Surabaya dengan Kereta.

Hunting di internet, cari tiket murah, ya mesti sabar, mungkin ada bokingan yang batal, bisa langsung seperti Sudarmaji misalnya dari Johor  Bahru Malaysia mau pulang ke Malang, tanggal 30 September 2008 dapat citilink rp. 1.360.000,- padahal teman nya sudah terlanjur beli tiket Mandala dengan tanggal yang sama mencapai 2 juta.   

Dua jam sebelumnya tak ada penjualan tiket untuk penerbangan citilink di tanggal 30 September 2008 , yang ada sampai tanggal 02 Oktober 2008, “wah kan sudah lebaran pak” kata Sudarmaji. “yah terpaksa naik Mandala yang duajutaan” gerutunya. Klik sekali lagi lho ada untuk tanggal 30/9 , malah tanggal 29 masih ada juga.

Your Booking: A03HIX

Agency Code: B2C
Booking Date: 22/09/08

 

Rute   Tanggal Keberangkatan Kedatangan Dewasa
Surabaya – Batam   27/09/2008 09:50 13:00  1,008,000.00
Surabaya – Batam   27/09/2008 17:50 20:00  99,000.00

Ngebayangkan kalau kebijakan citilink dengan tiket murah nya ini sama dengan Air Asia, Route Batam – Bandung dibuka lagi, Batam – Jogja, kini Air Asia telah membuka route dari Batam – Kuala Lumpur. 

Wajah ceria seperti Sudarmaji, setelah pulang dari mencari nafkah menjadi TKI di negeri seberang, mendapat tiket tak terlalu mahal, menemui sanak keluarga di kampung halaman.

%d blogger menyukai ini: