Bilis Molen dari Pulau Ngenang Batam Siapa Mau Beli?


Dah tingal beberapa hari lagi puasa, belum ada seorang pun yang datang menjenguk kami, tak ade korma,  keluh kak Lena perempuan 40 an yang tinggal di Pulau Ngenang Kecamatan Nongsa Batam, ” Hari minggu ni (21/9) saye nak ke Batam pak, apa bapak nak beli bilis molen?, nanti saya bawakan” tanya kak Lena kepadaku melalui HP nya. 

Desa Ngenang hanya sekitar 15 menit dengan pompong dari Telaga Punggur Batam, diseputaran Pulau Ngenang yang menjadi ibukota kelurahan  banyak pulau-pulau kecil lainnya seperti Pulau Todak, Pulau Kubung, Pulau Air Mas, Pulau Dapur Arang. Di Pulau-pulau kecil itu di dihuni sebagian besar oleh suku laut, hanya beberapa keluarga dari suku laut itu beragama Islam.  

Hari minggu pagi kak Lena dah sampai di Batam, sebelum ke Bengkong ke rumahku, Kak Lena ke Masjid Raya Batam (MRB) terlebih dahulu menemui petugas Lembaga Amil Zakat (LAZ), hendak menyerahkan daftar mualaf suku laut di pulau – pulau kelurahan Ngenang Kecamatan Nongsa itu, tetapi sang petugas belum ada.

Ada empat bungkus bilis molen dalam plastik masing2 @ 500 gram seharga rp 130.000,- yang dibawa Magdalena nama panjang kak Lena, bilis adalah sebutan untuk ikan teri oleh masyarakat Batam atau riau umumnya ikan teri ini di Malaysia dan singapura pun disebut bilis, untuk membuat bilis molen lumayan rumit ikan sekecil itu dibungkus dengan tepung trigu seperti pisang molen,  kayaknya memakan waktu memelintir adonan tepung terigu melilit ikan bilis (teri) yang kecilnya kira-kira sebesar cabe rawit itu.

Belum sempat nak merasa bagaimana gurihnya bilis molen yang dibawa kak Lena, karena sedang berpuasa, datang Anen, Anen adalah pria keturunan asal Sambas Kalimantan Barat, bang Anen demikian kami memanggilnya usianya sekitar 35 tahun sudah 18 tahun kami berkenalan, dia punya usaha sendiri sekarang buat kosen pintu jendela dari kaca, gypsum , partisi lainnya.

 “wah gurih sekali pak, enak ” kata bang Anen sembari senyum menikmati bilis molen   dari pulau Ngenang itu.

Kak Lena memang kreatif hasil kulit kerang laut pun dia buat menjadi perhiasan, dia adalah salah seorang wanita penggerak desanya, untuk memberdayakan penduduk di situ termasuklah suku laut.

Ke Bali, Jakarta, Bandung, UjungPandang, adalah antara lain kota-kota yang telah dikunjungi perempuan Dewan Kerajinan Provinsi Riau ini, kini ia ulang alik Batam – Tanjug Pinang sebagai pengerak PKK.

“Bukan Bilis molen saja pak, ada juga kue rokok, dan epok-epok kecil, enak lho pak ” kata kak Lena berpromosi, apalagi Lebaran sudah dekat, boleh lah kue dari Pulau Ngenang ini dijadikan sajian untuk tamu di Hari Raya.   

Siapa mau pesan? boleh menghubungi 081364377118 …………..

4 Tanggapan

  1. […] Bilis Molen dari Pulau Ngenang Batam Siapa Mau Beli? September 22, 2008 4:19 pm admin Dari Blogger – Agreegator Dari https://imbalo.wordpress.com/2008/09/22/bilis-molen-dari-pulau-ngenang-batam-siapa-mau-beli/ […]

    Suka

  2. Pasti enak dan gurih “teri” di bikin molen..Dan harganya saya kira pantas.

    Sayang kurang terjangkau bagi kantong saya…. 😦

    Suka

  3. @Silo,

    Iya enak dibuat untuk lauk makan nasi , tadi sudah dicoba setelah berbuka.

    Kalau mau coba boleh datang ………… ke Hang Tuah he he he

    Suka

  4. Hehehehe. Namanya hampir sama dengan ikan BILIH yang cuma ada di kampungku dari danau Singkarak di Sumatra Barat. pengen juga coba bilis kalau berkunjung ke Batam. Insya Allah bulan Januari atau Februari ini.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: