Mudik Lebaran Bermotor


Email dari mas Sudadi Semarang  http://www.sudadi.wordpress.com

Ass Wr Wb, salam kenal Bang Imbalo. Mari berdoa bersama buat saudara kita yang akan mudik berlebaran, semoga selama dalam perjalanan selamat sampai tujuan, bertemu dengan orang2 yang dicintainya. mereka adalah “pahlawan” keluarga yang mengadu nasib di ibukota.Inilah potret
negeri kita yang belum bisa menciptakan pemerataan lapangan kerja, sementara orang masih menganggap jakarta sebagai tempat yang bisa menjanjikan untuk merubah nasib.

Situasi Batam bagaimana ? Apakah Bang Imbalo juga ikutan mudik atau asli Batam ? Selamat menunaikan ibadah puasa. wassalam Sudadi wong semarang. 

—– Pesan Asli —-
Dari: sudadi sudadi <sudadi.sumer@gmail.com>
Kepada: imbalobatam@yahoo.co.id
Terkirim: Minggu, 14 September, 2008 00:14:48
Topik: komen mudik bermotor

Alaikum salam

Situasi di Batam sekarang tidak seperti 20 – 30 tahun yang lalu, dulu,  kalau lebaran seperti ini, pulau nya agak terangkat (karena orang-orang nya pada mudik), maklum beban nya agak ringan kali ya he he he he…..

Tapi sekarang yang datang dan yang pergi kayak nya seimbang, contoh nya aku, anak ku yang di Surabaya kalau pulang mudik nya ke Batam, begitu juga yang di Jogja juga pulang mudik nya ke Batam.

Lah dulu aku pulang mudik ke Medan, karena orang tua ku masih hidup, sekarang aku dah jadi kakek-kakek ya nungguin cucu-cucu yang datang sowan, kerumah ku, biasa “ngarapin” salam tempel dari kakek nya.

Kalau aku rindu mau pulang ke Medan eee malah mereka protes enggak ada ompung Imbalo, gak asyik lah hari raya nya….terus cucu-cucu ku mau pulang mudik ke mana , bapak dan ibu nya lahir nya di Batam.

Jadi Fenomena mudik ini kayak nya menurut ku satu dua generasi………… kalau udah generasi kedua apalagi ke tiga , kemana dan dimana orang tuanya ya ketempat itu lah dia mudik.

Ibu dan Bapak ku asal nya dari Tapanuli Selatan tinggal nya di Medan, nah aku kan enggak pernah pulang mudik ke Tapanuli Selatan, karena sejak mengingat tak kenal dengan kakek ku lagi, ya itu merantau ke Batam (Riau) bekerja sampai pensiun disini … ya pulang hari raya ke Medan.

Abang ku tinggal nya di Sunter Jakarta, anak nya ada yang di Buring Satelit Malang, ada yang kerja di Kertoso, dan ada yang di Batam, itu kalau lebaran pada ngumpul di Jakarta, karena anak nya yang lain lebih banyak di Jakarta. 

Sekarang anak ku enggak pulang mudik ke Medan malah pulang nya ke Batam…………

Coba ….mas Sudadi…. kalau Batam itu kan cuma kota kecil,  terus Medan itu kota terbesar ke tiga di Indonesia, kalau dari Batam ke Medan itu yang lebih udik yang mana ya?

Apa pantas orang pulang dari Batam ke Medan dibilang Mudik?, katanya mudik itu asal kata dari udik……… akh gak tau juga…….tapi kayak nya penafsiran mudik itu mungkin adalah ngunjungi atau silaturahmi sama orang tua, atau orang yang dituakan . enggak kira lah dari Surabaya, atau dari Jakarta.

Oiya Mas Sudadi , dulu tahun 60 an sebelum G30S PKI kami tinggal nya di Kuala Besilam, Langkat, Tanjung Pura masuk Kabupaten Langkat Sumatera Utara….. bingung ya…. 60 KM dari Medan, dikenal tempat tareqat Naqasabandiyah,  lebih dekat ke Pangkalan Berandan tempat kilang minyak Pertamina pertama di Indonesia, aku punya teman sekelas namanya Sudadi.

Lha aku jadi ingat karena rumah kami berdampingan persis, setelah G30S meletus, kami berpisah karena orang tuanya tak tahu entah kemana, kami pun pindah ke Medan, karena orangtua lelaki  meninggal di sana, waktu itu setiap buruh karyawan di sana mendapat kan tanah untuk dijadikan kebun atau sawah, tetapi syaratnya harus masuk jadi anggota partai. Konsekuensinya kalau tak mau masuk partai tak dapat tanah garapan, dan secara halus disuruh hengkang dari sana.

He he he jadi ingat masa lalu. salam ya sam Mas Sam Broadcasitng si tukang buat TV Rakitan kalau jumpa.  

11 Tanggapan

  1. […] Mudik Lebaran Bermotor September 14, 2008 11:45 am admin Dari Blogger – Agreegator Dari https://imbalo.wordpress.com/2008/09/14/mudik-lebaran-bermotor/ […]

    Suka

  2. ass wr wb
    wow, abang kaya akan cerita. baca tulisannya sangat runtun dan menarik. abang sebenarnya pinter menulis, saya kagum terhadap orang yang suka nulis. saya kini merasa punya saudara baru di tanah seberang. apalagi jika abang ceritera soal anak-anak. sungguh saya ikut merasakan mendapatkan ceritera tentang kebahagiaan orang tua. apalagi semua anak berhasil, ya..sesungguhnya masa depan kita ada di pundak anak2 kita…., gitu kan bang.
    tentang saya, saat ini masih bekerja di Harian Suara Merdeka di semarang, sebagai manajer riset dan pengembangan. saya bekerja di tempat ini sudah 33 tahun, sejak kuliah sudah nyambi menjadi reporter.
    pengalaman tugas, alhamdulillah sudah keliling kemana-mana kecuali batam… ha…ha…, kasihan ya bang. kalau medan sih…sudah dua kali, yang terakhir ketika ikuti jambore pramuka di sibolangit, dan ketika ditugasin hankam untuk studi banding kamtibmas di kota2 besar diantaranya jakarta, surabaya, medan, singapura dan malaysia.
    Oh..ya tahun 1978-1979 ketika saya aktif di resimen mahasiwa ikut rekrutmen penugasan pasukan perdamaian garuda VIII untuk missi perdaiaman PBB di mesir. Kebetulan, saat itu dalam satu batalyon ada rekan2 dari kodam bukit barisan, diantaranya mayjen bambang darmono terakhir sebagai pangkoops di aceh, ada pula pak karyono berkumis tebal kayak wayang gatutkoco – pangkat terakhir mungkin brigjen. kabarnya beliau kini ada di batam.
    Anak saya tiga orang, yang pertama cewek lulus dokter gigi alumni trisakti,sudah nikah dan kini bertugas di sukabumi, kedua cewek lulus fak.hukum undip kini kerja di jakarta, ketiga cowok masih menyelesaikan studi di fak teknik jurusan geodesi. insya allah tahun depan selesai.
    Pekerjaan sambilan, sama dg abang senang di organisasi, dan saat ini dipercaya sebagai manajer kampanye untuk caleg golkar bapak siswono yudho husodo (mantan mempera dan mentrans di zaman orba). daerah pemilihan kebetulan ada di Dapil I (semarang-kendal-ungaran-salatiga).
    Kecuali itu saya juga pernah aktif di pramuka, pmi, olahraga karete.
    Oke…bang ceriteranya lain kali bisa disambung lagi.
    wassalam
    sudadi wong semarang

    Suka

  3. Iyah anak-anak kita juga lahir di Batam, jadi aneh kalau kita bilang :’nak lebaran mudik yuk” paling bilangnya “yuk main ke rumah simbah di jawa” he..he
    Siapa dan dari mana yang mudik ndak masalah, yang penting silaturrahim tetap terjaga

    Suka

  4. Salam kembali mas Sudadi

    Anakku ada yang di Surabaya, jadi sering ke sana, saat Kia-Kia di buka pertama sekali mulai dari jembatan merah sampai ke ujung sana, capek juga jalannya. Kalau di sebut kota Pahlawan mestilah orang bilang Surabaya, Kota kembang ya Bandung, Pempek kota Palembang, Hujan kota Bogor, kalau Semarang terkenal apa ya mas dadi? he he he

    Suka

  5. Salam

    setuju mas Silo, blog mu bagus ya kang, ajarin aku lah buat nya.

    Suka

  6. Salam tabik bang.
    Kalau nengok anak di surabaya bisa lanjut singgah di semarang. Banyak kuliner khas, ada lumpia, bangdeng presto, dll . ada wilayah pusat jajanan – kebetulan ada di seputar kantor saya jl pandanaran.
    Sudadi

    Suka

  7. InsyaAllah nanti ada waktu mau main lagi ke Semarang, dulu ada teman di situ nama nya mas Hari Sukmono di Indosat, dan mas Arief Mustain di Telkom, kedua mereka dulu kerja di Batam. Tapi kabar nya dah pindah lagi dari situ.

    Aku cuma iseng aja…… ingat Solo … ada lagu nya ….putri Soloooooooo….. ayune …..

    Kalau Semarang ……….. kali ne banjir…….. saking terkenalnya sampai di nyanyi-nyanyikan……… nah aku yang orang besarnya di Medan waktu dengar lagu … pengen tahu kayak mana ya banjir nya kali semarang koq sampai seorang pujangga membuat lagu khusus untuk itu.

    Pasti dah menurutku ada ke khasan kali Semarang…….he he he ….

    Suka

  8. Ya bang itu lagunya penembang keroncong waljinah. Kalau kali disaat hujan besar dimana-mana pasti banjir. Lagian yang ngarang lagu itu wong solo…, he…he…he. Sebuah lagu kadang bisa membuat image, tapi itu mitos doang koq. Kalau toh sampai banjir, malah bisa untuk seneng-seneng warga bisa berenang berjamaah, asalh tak seperti tsunami, ya..kan bang. Tentang teman2 abang, bisa saya lacak, kebetulan ada teman yang di indosat.
    Oh, ya… semarang itu kota yang unik, ada pantai ada pegunungan dan paling kondusif tak pernah ada kerusuhan. Warganya cool, tak mudah terpancing provokasi oleh orang batam. ha…ha…ha.

    Suka

  9. Ya mungkin karena di Semarang ada simpang lima nya kang, jadi banyak pilihan kalau ada kerusuhan yang lain bisa lari ke lima jurursan he he he he…….

    Aku baca tentang Armada Laksamana Cheng Ho waktu buat ribuan kapal di Semarang dalam buku Tuanku Rao karangan Mangaraja Onggan Parlindungan, dan dalam buku Gajah Mada.

    Juga tentang cerita Klenteng yang dulu nya masjid?
    Bagus ya kang.

    Suka

  10. Assalamu’alaikum Bang Imbalo;
    Apa kabar? Akhirnya bisa kontak lagi nih;

    Betul saya sudah tidak di Jawa Tengah lagi; saya meninggalkan Semarang pindah ke Tegal Ramadhan 2 tahun lalu (bareng sama Pak Ucok / Asrar Purba) dan sejak 6 bulan lalu saya sudah pindah lagi ke Balikpapan (Pak Ucok saat ini masih di Tegal); Pun lebaran ini saya tak akan mudik ke Solo karena barusan (tanggal 11 September lalu) mendapatkan amanah baru (anak ke 4, seorang putri), jadi kami akan berlebaran di di Balikpapan saja. Ini adalah lebaran ke 3 di luar Solo, yang pertama di Jakarta saat setelah kelahiran anak ke 2, lalu di Batam saat kelahiran anak ke 3.

    Pak Arif Mustain kalau tak salah sekarang di Jakarta; Saya tidak pernah kontak lagi tapi istri saya masih sering kontak2an dengan Bu Arif;

    Salam dari Borneo
    Hari Sukmono

    +++ titip salam untuk Mas Aries K.

    Suka

  11. @Hari Sukmono

    Salam, ya kalau dapat no hp nya ucok purba…. wah persis sama kelahiran nya dengan tragedi menara di amrik…. salam untuk keluarga…

    Itu mas Sudadi yang di Semarang …komplain koq orang Solo ngarang lagu “Semarang kali ne banjir” he he he …………

    Salam untuk Mas Aries dah disampaikan dia ada di http://www.ariesaja.wordpress.com boleh lah sekali sekali ngunjungi blog nya Salam kembali katanya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: